PDIP Ikuti Koalisi Nasional

Bima Bimantika.net-

Wakil Ketua DPC PDIP Kabupaten Bima Yang juga sebagai Anggota DPRD Kabupaten Bima Terpilih pileg April 2019, Firdaus, SH menyebutkan bahwa PDIP kabupaten Bima saat Pileg April 2019 lalu hanya mampu mendulang 2 kursi dari 45 Kursi Parlemen. Dengan kondisi seperti ini tentu untuk memenuhi alat kelengkapan dewan sangat perlu lakukan koalisi dengan parpol lainnya yang mendapatkan kursi parlemen namun sama sama tidak bisa membentuk fraksi utuh.
Lanjut Firdaus, bahwa PDIP akan bangun koalisi untuk alat kelengkapan Dewan dengan partai yang tentunya mengarah pada koalisi pilpres kemarin. “Insya Allah kami dari jajaran PDIP Kabupaten Bima satu Komando dengan DPP Sehingga apapun yang menjadi perintah DPP itu yang kami laksanakan” Demikian tegas Firdaus.
Dirinya menyatakan bahwa koalisi dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang juga hanya memiliki 2 anggota parlemennya adalah sebuah keharusan karna sesungguhnya PKB memiliki platform perjuangan yang sama dengan PKB. “Pembicaraan sudah selesai dengan seluruh komitmen dan ketentuannya sehingga kami dari PDIP dan PKB sudah sepakat bentuk fraksi untuk alat kelengkapan dewan” Demikian ujar Firdaus. (//arif)

Komisi ll Usul Pangkas Anggaran Perjalanan Dinas Bupati, Tambah Anggaran Bakulan Rakyat

Bima Bimantika.net-,

Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE atau yg akrab disapa IDP oleh Media di nilai oleh Angggota DPRD setempat gagal memberdayakan usaha usaha kecil dan menengah. Kegagalan itu tentu dilihat dari postur APBD dari tahun ke tahun, Demikian Ungkap Anggota DPRD Kabupaten Bima, Edy Muhlis, S. Sos pada Bimantika.net saat di wawancarai dikediamannya pada hari kamis (1/8/2019).
Mantan Aktivis pergerakan dan Mantan Ketua HMI Cabang Bima ini membeberkan bahwa kegagalan IDP dalam pemberdayaan usaha usaha kecil adalah semata-mata dari postur APBD yang sangat tidak berpihak pada masyarakat pelaku usaha kecil. “Anggaran Bakulan dan UKM hanya satu Milyar lebih itupun tidak merata dan bahkan terjadi diakriminasi yang mendapatkannya dan paling paling satu kelompok dalam satu desa” ujarnya.
Menurutnya Untuk memmberdayakan dan menggerakkan ekonomi masyarakat kecil maka diperlukan niat baik atau political will dari Bupati bima untuk meningkatkan postur anggarannya. “Ya kalau bupati nya mau naikkan anggaran nya hingga 20-25 Milyar itu baru pro rakyat pelaku usaha kecil’ ungkap Edy Muhlis.
Lanjutnya daripada anggaran perjalanan dinas yang famtastis besarnya, alangkah baiknya potong anggaran perjalan dinas bupati dan wakil bupati lalu tingkatkan anggaran bakulan.
“Akan menjadi sukses kalau Bupati memotong anggaran perjalanan dinasnya dan menambahkan anggaran bakulan dan usaha kecil, ini sudah terbalik, sukses dari mana yang harus dibanggakan” demikian tegas Edy (//arif)

Humas Pemkab Bima Beberkan Capain Kerja Bupati IDP Dahlan

Bima Bimantika.net

Menanggapi pemberitaan Bimantika.net kamis (1/8/2019) bagian Humas dan Pemberitaan Pemkab Bima merelease pemberitaan melalui Kasubag Pemberitaan, Zainuddin, SS. Pada Bimantika.net zen sapaan kasubag membeberkan melalui Press Releasenya bahwa Kondisi fisik sekolah merupakan salah satu pendukung pelaksanaan KBM, tidak secara niscaya menjadi satu-satunya indikator absolute menilai keberhasilan atau kegagalan bidang pendidikan.
Capaian kinerja urusan pendidikan dapat dilihat secara komprehensif dengan menghadirkan berbagai indicator, diantaranya melalui Angka Partisipasi Murni (APM) yang terus mengalami peningkatan. Kepemimpina Hj. Indah Dhamayanti Putri dan Drs. H. Dahlan M. Nor, pada bidang Pendidikan telah mengikhtiarkan langkah terbaik dengan capaian yang prospektif. Angka Partisipasi Murni (APM) terus mengalami peningkatan hingga sebesar 99,96 % untuk jenjang SD/MI serta 96,37 % untuk jenjang SMP/MTS. Angka melek huruf pada penduduk usia diatas 15 tahun berada pada posisi 88,40 %. Selanjutnya, ketersediaan tenaga pendidik berijazah layak kian representatif, pengalokasian anggaran sebagai bentuk dukungan bagi anak sekolah yang berprestasi, pemerataan penempatan Guru berdasarkan analisis kebutuhan yang berimbang dengan rombongan belajar serta kegiatan proses belajar mengajar yang berorientasi pada peningkatan kualitas SDM dan perubahan karakter merupakan sederet indikator kinerja sektor pendidikan.
Sejatinya, kekurangan fisik sekolah adalah juga menjadi aspek yang terus diberikan attensi maksimal untuk dimapankan secara bertahap sesuai dengan kemampuan daerah.

Pada Bidang Kesehatan, Dinda – Dahlan telah berhasil menaikan angka harapan hidup. Naiknya angka harapan hidup ini berjalan paralel dengan intervensi program kesehatan yang bersifat non-fisik seperti pelayanan kesehatan dasar dan rujukan, promosi kesehatan serta pola perilaku hidup bersih dan sehat, termasuk didalamnya peningkatan cakupan pelayanan air bersih dan sanitasi yang terus digalakkan. Disamping itu, dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, Pemerintah Kabupaten Bima telah melakukan Akreditasi Puskesmas sebanyak 15 unit dari 21 unit Puskesmas di wilayah Kabupaten Bima. Dalam hal penyediaan infrastruktur pelayanan kesehatan dan pemerataan / penempatan petugas kesehatan guna memberikan pelayanan optimal, Pemerintah Daerah telah membangun 8 Puskesmas contoh sesuai prototype Kementerian Kesehatan pada 7 Kecamatan serta dilakukan rehabilitasi Puskesmas dan mengangkat serta menempatkan tenaga PTT Daerah yang tersebar ke pelosok-pelosok Desa.
Semua itu merupakan langkah – langkah efektif disertai dengan inovasi, mengoptimalkan pelayanan dan pemenuhan hajat hidup masyarakat Kabupaten Bima yang pada awalnya terkategori sebagai Kabupaten tertinggal yang seiring masa kepemimpinan IDP – Dahlan, kini telah ditetapkan oleh Pemerintah pusat sebagai Kabupaten yang sanggup mengentaskan ketertinggalan. (Zen/Humas Pemkab bima)

Politisi Nasdem Sebut Bupati Bima Gagal Bangun Dunia Pendidikan

Bima Bimantika.net-

Politisi muda Partai Nasdem Kabupaten Bima, Edy Muhlis, S. Sos pada Bimantika.net kamis (1/8/2019) dikediamannya bilangan BTN Panggi Kota Bima menyebutkan bahwa Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE (IDP, red) gagal membangun dunia pendidikan secara utuh dan menyeluruh.
Dirinya membeberkan kondisi riil salah satu sekolah yang ada di dusun kecamatan langgudu sangat memprihatinkan. “Atap sekolah masih mengunakan alang-alang lalu dindingnya pake bedeg (jarimpi, bahasa bima.red) lalu apa apakah itu sebuah keberhasilan” demikian ujar Edy Muhlis dengan nada penuh tanya.
Masih menurutnya, bahwa pemerintahan yang dikendalikan oleh Bupati IDP sangat monoton dan tidak memiliki improvisasi dan inovasi sehingga Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) kabupaten Bima yang saat ini sebesar 1.9 Triliun tidak mampu memberikan kesejahteraan khususunya dibidang pendidikan.
“Pembangunan manusia adalah pembangunan Sumber Daya Manusia, maka kalau SDM tidak dimaksimalkan maka terjadi langkah mundur” sebutnya.
Edy Muhlis mencontohkan semasa pemerintahan H. Zainul Arifin jadi Bupati Bima banyak generasi handal yang disekolahkan oleh Pemkab Bima khususnya kedokteran. “Dokter irma itu disekolahkan oleh Pemda pada saat itu sehingga assetnya kita makin mantap, lalu sekarang apa yang diperbuat oleh IDP” demikian ungkap Edy.
Dirinya pun menyebutkan bahwa Dinas Dikpora saat ini tidak memiliki kreatifitas sama sekali sehingga generasi generasi handal yang berprestasi tidak pernah disentuh sama sekali. “Jangankan menyekolahkan generasi prestasi hingga magister dan doktor, memberi apresiasi pada siswa berupa Beasiswa bagi yang berprestasi saja tidak pernah dilakukan” demikian ungkap. Edy Muhlis. (//arif//tim)

Komisi ll Beberkan Langkah Mundurnya Bupati IDP Bidang Kesehatan

Bima Bimantika.net
Dihapusnya item dana kesehatan untuk kaum miskin kabupaten bima oleh pmerintahan kabupaten Bima dinilai adalah langkah mundurnya Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE dalam membangun dunia kesehatan secara hakiki, Demikian ujar Anggota Komisi ll DPRD Kabupaten Bima, Edy Muhlis, S. Sos saat di wawancarai di kediamannya BTN Panggi kota bima pada hari kamis (1/8/2019).
Politisi Partai Nasdem ini membeberkan bahwa sekitar tahun 2016, dana kesehatan untuk kaum miskin tersebut tidak ada dalam klausul APBD. “Padahal saat pemerintahan H. Syafru masih ada anggaran itu, tiba-tiba ditahun 2016 anggaran kesehatan untuk kaum miskin tisak muncul dalam klausul APBD, ini menandakan keberpihakan dinda sama sekali tidak ada sama kaum miskin” Demikian Ujar Edy Muhlis.
Mantan Ketua HMI Cabang Bima ini menilai bahwa dengan dihapusnya anggaran kesehatan untuk kaum miskin tersebut maka rakyat miskin yg menggunakan BPJS tidak bisa terbantu secara penuh.
“Ini adalah langkah mundur Bupati IDP dalam Bidang kesehatan untuk masyarakat miskin” ujarnya. (//arif//Tim)

Aktivis Lambu Desak Bupati Bima Perbaiki Jalan dan Infrasruktur

Bima Bimantika.net-

Salah seorang Aktivis Pergerakan Kecamatan Lambu Kabupaten Bima, Ansary Owen pada Bimantika.net saat dimintai pendapatnya terkait dengan banyaknya infrastruktur yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat Sape Lambu pada Kamis (01/08/2019) menyatakan bahwa dirinya sangat kecewa pada pemerintahan kabupaten Bima yang tidak mampu memperlihatkan kinerjanya untuk masyarakat Sape dan Lambu.
Menurut Owen, Kecamatan Lambu salah satu kecamatan Memberikan sumbangsih PAD cukup Tinggi, hasil sumber Daya manusia dan Sumber Daya Alam melimpah.
“Kini nasib masyarakat sangat memperihatinkan di sebabkan jalan rusak berpengaruh pada roda per ekonomian, di sisi lain,
Jalan raya sumi’Rato Lambu Rusak Parah, salah satu penyebab nya kecelakaan Lalu lintas sering terjadi” Demikian Ungkap Owen.

Jalan raya sumi’Rato Lambu


Oleh karena banyaknya karena jalan Rusak di wilayah Sape Lambu, Owen mendesak
Pemerintah Kabuoaten Bima agar senantiasa membangun secara adil dan merata.
“Bupati harus bersikap adil terhadap seluruh wilayah di kabupaten Bima,
Kami tau apa yg harus kami lakukan
Terima kasih atas perhatiannya” Demikian ungkap Owen. (Tim)

Kabupaten Bima Menuju Kemajuan dan Kemandirian

Bima Bimantika.net-

Ikhtiar giat Pemerintah Kabupaten Bima yang ditopang dengan kebersamaan dan kesadaran masyarakat untuk melangkah maju, nampak kian menunjukkan hasil yang membahagiakan serta pengakuan di mata nasional.
Melalui Keputusan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor 79 Tahun 2019 tertanggal 31 Juli 2019 tentang Penetapan Kabupaten Daerah Tertinggal Yang Terentaskan Tahun 2019, Kabupaten Bima tercinta ditetapkan sebagai salah satu dari 62 Kabupaten se- Indonesia yang terentaskan dari ketertinggalan.
Penetapan Keputusan yang didasarkan pada Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015 – 2019 yang menargetkan 80 Kabupaten entas dari ketertinggalan berselaras dengan hasil evaluasi yang telah dilakukan oleh Tim Koordinasi Evaluasi Pusat dan Tim Pelaksana Daerah.
Hal ini merupakan bukti bahwa seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Bima dibawah kepemimpinan Hj. Indah Dhamayanti Putri dan Drs. H. Dahlan M. Nor tidak pernah berhenti untuk bekerja, menjalin sinergi dengan Pemerintah Provinsi dan Pusat serta yang lebih utama adalah memupuk kebersamaan dan kesadaran Dou Labo Dana untuk terus melangkah maju, tahap demi tahap sesuai dengan potensi dan kemampuan daerah, mengentaskan aspek – aspek ketertinggalan.
Terkait penetapan ini, Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri menyampaikan penghargaan dan ungkapan terimakasih mendalam kepada segenap masyarakat Kabupaten Bima serta menitip harapan dan do’a kiranya keberhasilan ini terus merekatkan komitmen kebersamaan dan mewujudkan komitmen dimaksud ke dalam tindakan nyata untuk terus berikhtiar tiada lelah membangun, berkarya dan berpartisipasi aktif dalam setiap debut pembangunan secara berkelanjutan.
Demikian pula kepada segenap aparatur dan perangkat daerah, Bupati Bima menyampaikan ungkapan terimakasih atas dukungan dalam penyelenggaraan tugas melalui inovasi program dan regulasi yang representative sehingga ikhtiar mengentaskan Dou Labo Dana Mbojo Kabupaten Bima tercinta dari keteringgalan terus menunjukkan hasil yang membahagiakan. “Keberhasilan ini merupakan kristalisasi dari kerja keras dan do’a tulus kita semua; baik Eksekutif maupun Legislatif serta yang paling utama adalah komitment dan kesadaran moral Dou Labo Dana untuk keluar dari ketertinggalan. untuk itu, saya menyampaikan ucapan terimakasih mendalam. Upaya-upaya yang kita lakukan ini, tentu masih perlu ditingkatkan dan disempurnakan sehingga pada masa selanjutnya secara nyata memberi dampak kemajuan dan kederajadan bagi Dou Labo Dana. terima kasih atas peran semua pihak, baik perangkat daerah (Dinas Teknis) yang sudah bekerja maksimal, instansi/lembaga vertikal, dunia usaha, masyarakat dan lembaga masyarakat, rekan – rekan pers dan semua pihak ” ungkap Umi Dinda. (Zen Human Pemkab)

Bupati Menerima Kedatangan Kepala Dinas PUPR Provinsi NTB

Bima Bimantika.net

Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE menerima kedatangan Kepala Dinas PUPR Provinsi NTB Ir. H. Azhar, MM bersama rombongan dalam rangka bersilaturahmi. Kedatangan Kepala Dinas PUPR Provinsi NTB tersebut diterima di pendopo Bupati Bima pada hari Rabu Sore ( 31/7).
Kepala Dinas PUPR Provinsi NTB Ir. H. Azhar, MM menyampaikan bahwa maksud kedatangan kami ini selain bersilaturahmi dengan Bupati Bima juga dalam rangka membahas terkait dengan pembangunan insfrastruktur di Kabupaten Bima sekaligus pertemuan ini menindaklanjuti pertemuan yang dilakukan oleh Bupati Bima dengan Gubernur NTB di Kantor Gubernur Beberapa waktu yang lalu.
Selain itu dengan adanya pertamuan seperti ini, pada prinsipnya Gubernur NTB dan kami selaku kepala Dinas PUPR Provinsi NTB akan mendukung sepenuhnya terkait dengan infrastruktur yang ada di Kabupaten Bima terutama jalan milik pemerintah Provinsi yang ada di Kabupaten Bima, dimana infastruktur sarana dan prasarana jalan tersebut akan dikerjakan oleh pemerintah Provinsi pada tahun 2020 sehingga infastruktur sarana dan prasarana jalan akan dimanfaatkan oleh seluruh warga masyarkat kabupaten Bima dan ini merupakan komitmen Bapak Gubernur NTB terkait pengerjaan penyelesaian pembangunan sarana jalan secara bertahap.
Sementara itu Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE menyampaikan apresasi kami kepada bapak Gubernur NTB yang akan memperbaiki sarana dan prasarana jalan milik pemerintah Provinsi NTB yang ada di Kabupaten Bima, hal ini dikarenakan infastuktur saran dan prasarana jalan tersebut sangatlah dibutuhkan oleh warga masyarakat .
Dengan diperbaikinya infrastruktur pembangunan sarana dan prasarana jalan ini nantinya warga masyarakat dapat menikmati dan mengangkut hasil usaha dengan begitu cepat, karena infrasturktur jalan sangat diperlukan bagi warga masyarakat.
Bupati berharap semoga dengan adanya silaturahmi dan pertemuan seperti ini kedepannya infrastruktur sarana dan prasarana jalan dapat cepat direalisasikan mengingat masyarakat sekarang sangat mendampakan perbaikan sarana dan prasarana jalan milik pemerintah Provinsi NTB yang ada di Kabupaten Bima (humas Kabupaten bima)

32 Desa Ikuti Sosialisasi Program PAMSIMAS

Bima Bimantika.net-
Sebanyak 32 perwakilan dari Desa calon penerima (long list) bantuan Program Nasional Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) Se-Kabupaten Bima mengikuti Sosialisasi Kabupaten Program Pamsimas III tahun 2020, Selasa (30/7) di Ruang Rapat Utama Kantor Bupati Bima.
Bupati Bima yang diwakili Sekretaris Daerah Drs. H.M. Taufik, HAK, M.Si dihadapan peserta yang merupakan para camat, kepala desa dan ketua BPD dari 11 Desa Se-Kabupaten Bima mengemukakan pentingnya kegiatan sosialisasi. ” kegiatan ini ditujukan untuk membangun kemitraan strategis antara para pihak yakni pusat, kabupaten dan desa serta dapat mendorong akses air bersih di Kabupaten Bima.
Kehadiran Pamsimas secara bertahap diharapkan dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan air minum dan sanitasi secara berkelanjutan khususnya pada daerah yang rawan kekeringan. Di samping pada saat yang sama dapat memberikan manfaat dalam sisi kolaborasi pemerintah kabupaten dan desa serta meningkatkan partisipasi dan rasa kepemilikan masyarakat terhadap sarana dan prasarana yang akan dibangun bersama”. Jelas mantan Kepala Bappeda Kabupaten Bima ini.
Dikatakan H.M Taufik Program Pamsimas merupakan sharing dana antara pemerintah pusat dan dengan rasio APBN sebesar 70%, APBDes 10% dan partisipasi masyarakat 20% berupa in cash dan maupun sumberdaya lokal.
Pada sosialisasi tersebut Kepala Bidang Perencanaan Sosial dan Budaya Bappeda dan Litbang Kabupaten Bima Raani Wahyuni ST,. MT., M.Sc yang memandu kegiatan memaparkan ke depan keberadaan Pamsimas diharapkan dapat meningkatkan akses jumlah fasilitas air minum dan d sanitasi khususnya pada masyarakat berpendapatan rendah di wilayah perdesaan.
Sosialisasi ini akan ditindaklanjuti dengan kegiatan yang sama di tingkat desa dan pendampingan penyusunan proposal serta pengecekan lapangan untuk memastikan sumber air bersih yang dapat dikembangkan dan dikelola di desa masing-masing”. Terang Raani.
Berapa narasumber yang menyajikan materi pada sosialisasi Pamsimas kali ini kata Raani yaitu Kepala Bappeda dan Litbang, Kepala Dikes, Dinas Perkim, DPMD dan fasilitator Kabupaten (Faskab) program Pamsimas III.
( Bappeda dan Litbang didukung oleh Tim Komunikasi Publik Diskominfostik)

H. SYAFRU KEMBALI BERTARUNG, KANTOR BUPATI KARYA FUNDAMENTALNYA

Bima Bimantika.net

Mantan Bupati Bima Drs. H. Syafruddin H.M. Nur, M. Pd, kabarnya akan kembali bertarung di Pilkada Kabupaten Bima. Kabar ini datang langsung dari keponakannya Direktur Utama PT. Bukit Berlian Sambava (BBS), Herman Effendy, S. Sos.
Pada bimantika.net Herman Effendy menyebutkan bahwa pamanya yg juga mantan Bupati Bima ini akan siap bertarung di kontestasi pilkada kabupaten bima 2020 mendatang. Menurut Herman yang kini sedang menempuh pendidikan (S2) Magister Ilmu Kebijakan Publik ini bahwa sosok H. Syafruddin sangat dinanti oleh masyarakat kabupaten Bima.
“Tidak bisa di pungkiri bahwa Kantor Bupati Bima salah satu buah dari karya nyata H.Syafru satu hal yg fundamental telah di lakukan oleh H.Syahfu pada saat menjadi Bupati Bima, sementara IDP tinggal masuk doang” demikian ujar Herman Effendy.
Lanjut Putra Asli kelahiran Desa Dena Kecamatan Madapangga ini bahwa H. Syafru sudah menorehkan pembangunan yg fundamental tinggal beliau sekarang menjadi salah satu “PR”nya adalah merealisasikan Jembatan Lewamori. “Inilah saatnya Beliau all out berbuat untuk rakyat” Demikian ujar Herman.(//arif)