YAYASAN RIMPU KEMBALI MELAKSANAKAN KEGIATAN HALAL BI HALAL

Yayasan rimpu adalah salah satu yayasan yang dibentuk pada tahun 2018. dengan maksud dan tujuan melestarikan budaya rimpu dlm mempertahankan jati diri dan adat istiadat masyarakat bima dompu yang islami serta usaha peningkatan ekonomi kreatif. melaksanakan kegiatan sosialisasi berupa event budaya yang berskala kedaerahan, nasional maupun internasional. disamping itu mendorong pemakaian rimpu sebagai pakaian keseharian wanita bima dompu sebagai wujud mengenakan pakaian bernuansa islam. serta membantu mengadakan pelatihan dan pengarahan kepada pelaku industri kreatif khususnya kain tenun bima dompu untk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi serta memperluas dan membuka pasar untk produk hasil tenun bima dompu. demikian sambutan ketua umum yayasan rimpu bapak H Dudi Fahruddin,SE.

sementara itu sekretaris panitia kegiatan halal bi halal bapak AKPB RUSLAN H IDRIS,S.SOS ,MH menjelaskan bahwa kegiatan halal bi halal bertujuan untk lebih meningkatkan kerukunan, kebersamaan dan persaudaraan antar warga bima dompu.

kegiatan halal bi halal yang dilaksanakan pada hari minggu, 08 agustus 2019 di aula pemkot jakarta timur. dihadiri okeh beberapa sesepuh bima yang berdomisili dijakarta.diantaranya bapak faizal tamin mantan Menteri Menpan RI, bapak H Harun Alrasyid mantan Gubernur NTB. anggota DPR RI terpilih H Syafruddin dan H Zainul Arifin. dan hadir sebagai tamu istimewa sekaligus pemerhati budaya nusantara bapak Guruh Soekarno Putra.. memberikan sambutan yang meriah. diakhir acara panitia pelaksana mengalungkan sarung sebagai cendera mata kepada bapak Guruh Soekarno Putra.

Bupati Hadir Di Tengah Gotong Royong Membangun Menara Masjid

Bimantika.net
Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE lakukan peninjauan sekaligus bergotong royong dengan warga masyarakat tangga Kecamatan Monta dalam rangka membangun menara masjid As – Said Desa Tangga Kecamatan Monta pada hari senin (5/8).

Disela – sela kegiatan tersebut Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE menyampaikan bahwa dengan kehadiran saya selaku kepala daerah dalam melaksanakan kegiatan bakti sosial / gotong royong ini menandakan bahwa pemerintah selalu ada ditengah – tengah masyarakat sehingga keberadaan dengan kegiatan seperti ini sekaligus mengukuhkan antara Pemerintah dengan Rakyat dan Dan salah satu kedekatan itu adalah ikut berbaur dengan warga dalam kegiatan bergotong royong membangun rumah ibadah.

Dikatakan pula bahwa Keberadaan Masjid merupakan sarana umum untuk melaksanakan kegiatan ibadah bagi umat Islam. Maka sudah menjadi keharusan bagi umat Islam itu sendiri untuk memakmurkan masjid, dan seiring dengan kemajuan jaman, rasa gotong royong pada masyarakat dapat terus ditingkatkan. Semangat gotong royong masih terpelihara dengan baik, dan ini menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk semakin mengukuhkan soliditas dan solidaritas antara pemerintah daerah dengan Rakyat. paparnya
Begitu juga terkait dengan budaya gotong royong, dimana ini merupakan tradisi dan warisan leluhur sejak dahulu kala. Karenanya, kegiatan kemasyarakatan ini harus didukung sepenuh hati dan didasari niat tulus, iklas dan berbuat yang terbaik untuk rakyat serta rasa tanggungjawab terhadap tugas dan profesional, dan salah satu wujud profesionalitas itu adalah ikut membantu warga masyarakat dalam setiap kegiatannya.
Selain sebagai satuan dalam rangka pembangunan menara masjid, kegiatan ini juga sebagai upaya satuan dalam meningkatkan soliditas warga masyarakat. Melalui gotong royong pembangunan menara masjid ini, maka akan terbentuk sinergitas antara semua komponen masyarakat dan Pemerintah.
Bupati berharap dengan adanya pembangunan menara masjid masjid As – Said Desa Tangga Kecamatan Monta ini dalam rangka meningkatkan kebersamaan agar pembangunan menara masjid ini dapat terlaksana sesuai dengan harapan kita bersama.
Sebagai bentuk dukungan dari kegiatan ini Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE menyerahkan bantuan pribadi sebesar Rp. 5 Juta rupiah yang diterima oleh panitia pembangunan masjid Mujiburrahman, SH. (Humas///)

Aktivis Tuding Pemukulan melibatkan Bupati, IDP Bantah keras

Bimantika.net
Kasus pemukulan aktivis di Wera oleh beberapa oknum yang dengat dengan Bupati bima menjadi sorotan banyak pihak. Banyak aktivis aktivis pergerakan melakukan koordinasi demi soliditas antara satu dengan yang lainnya. Terjadibya pemukulan tersebut sangat disayangkan karena itu membungkam hak hak demokratisasi berbagsa dan bernegara. Kini kasus pemukulan berdampak pada melaporkan para oknum pelaku. “Oknum pelaku adalah juga salah satunya pejabat pemkab bima yan saat ini sebagai sekretaris POl PP” Demikian ungkap Lubis, salah seorang senior pergerakan di Bima.
Harapan banyak aktivis adalah bagaimana kasus itu ditangani secara maksimal oleh pihak kapolres Bima kota karen biar bagaimana pun itu adalah bagian yang merusak nilai nilai demokratisasi.
Delian Lubis menuding bahwa aktor aktor pemukulan pada mahasiswa adalah orang suruhan bupati yang sengaja membungkam nilai nilai perjungan para mahasiswa.
Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE menilai bahwa tudingan itu tidak benar dan sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan urusan pemerintahan.
“Itu tidak benar karna saya selaku Bupati terus berupaya dan berikhtiar membangun Bima menuju masyarakat sejahtera” Ungkap Dae Dinda sapaan Bupati Bima.
Bupati IDP pun menyatakan bahwa dirinya sedang sibuk dengan pemberdayaan masyarakat sehingga tidak punya waktu untuk membicarakan hal hal yang tidak ada korelasinya dengan kegiatannya sebagai Bupati.
“Pemkab Bima sedang giat giatnya membangun Bima mari kita ikhtiarkan diri kita untuk bersama membangun Bima menuju Bima ke arah yang lebih baik lagi” tegas Dae Dinda. (//arif)

Jelang Kongres, Sejumlah Kader PDIP Di Daerah Siap Partisipasi

Bimantika.net
Menjelang Kongres V PDI Perjuangan yang dijadwalkan pada tanggal 8-11 Agustus di Grand Inna Beach Bali, sejumlah kader militansi Banteng Moncong Putih di daerah daerah siap jiwa dan raga untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan akbar PDIP sekali lima tahu tersebut.
Wakil Ketua DPC PDIP Kabupaten Bima, Firdaus, SH pada Bimantika.net menyebutkan bahwa dirinya dan “pasukan militansi” nya siap bergerak menuju Bali pada tanggal 7 Agustus 2019. “Insya Allah kami dari segenap Pengurus DPC PDIP Kabupaten Bima dan sejumlah militansi Moncong Putih sudah melakukan rapat koordinasi dala rangka menghadiri kegiatan Kongres” Demikian Ujar Firdaus.
Kongres V di Bali merupakan kegiatan teringgi dari Seluruh kegiatan internal PDIP dalam rangka menetapka visi misi partai kedepan sekaligus perhelatan pergantian Ketua Umum.
“Kami sudah siap nyatakan sikap Sekali Mega Tepat Mega” kalimat ini tentu lahir dari para loyalis PDIP seluruh Indonesia tanpa terkecuali di Kabupen Bima, “semboyang itu tentu menjadika kami siap membesarkan PDIP dan senapas dengan perjuangan Ibu Ketua Umum Kami Megawati Sukarno Putri” Demikian Ungkap Firdaus.

Kongres PDIP yang ke lima ini pun mengusung tema kebangsaan yang sungguh sangat luar biasa yakni SOLID BERGERAK UNTUK INDONESIA RAYA. Ini adalah tema kebangsaan dan kecintaan terhadap NKRI. “Perjuangan PDIP selama ini tidak jauh jauh dari memperjuangkan nilai nilai kebersamaan dalam NKRI sehingga menjaga keutuhan NKRI adalah harga mati” Demikian ujar Firdaus yg juga Anggota DPRD Kabupaten Bima Terpilih periode 2019-2024. (//tim)

IDP ditengah Kerinduan Warga

Bimantika.net
Sosok Dae Dinda, Sapaan akrab Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE (IDP, red) yang saat ini menjabat sebagai Bupati Bima periode 2015-2020 merupakan sosok yang memang menjadi magnet tersendiri dalam pikiran rakyat arus bawah. “Dae Dinda itu ada dalam hati dan pikiran Rakyat” Demikian ungkap salah seorang Wkl sekretaris Golkar Kabupaten Bima, Dafullah, S. Pd, Mpd pada Bimantika.net.
Sosok dan kepribadian Dae Dinda merupakan sosok yang selalu di rindukan oleh warga masyarakat arus bawah sehingga sulit dipisahkan dengan masyarakat. Ini adalah modal utama IDP dalam melanggengkan kekuasaannya menuju dua periode.
Diinternal DPD ll Partai Golkar Kabupaten Bima, Dae Dinda adalah Figur sentral yang memiliki kharismatik dalam memimpin partai politik sehingga para kader selalu dalam satu komando.

BHAKTI SOSIAL (PENGOBATAN GRATIS)


“Satu kata dalam ucapan dan satunya Tindakan dalam Perbuatan Konsistensi Dae Dinda adalah wujud dari kharismatiknya seorang ketua Partai Politik” ungkap Dafullah.
Sementara di eksternal Partai Politik, Dae Dinda adalah Tokoh Politik yang sangat dihormati oleh ketua ketua partai politik lainnya sehingga mampu menunjukkan dirinya sebagai sosok yang luwes dalam “pergaulan politik”. Tidak heran saat ini dukungan dari beberapa parpol lain sangat memungkinkan untuk memborong partai politik dalam Pilkada 2020. Modal 9 Kursi parlemen sebenarnya sudah cukup untuk mengantarkannya menuju Pilkada Bima 2020, namun Dae Dinda tidak lantas bereuforia dengan perolehan 9 kursi dari 45 kursi Anggota DPRD Kabupaten Bima pileg April 2019 silam. Dirinya selalu bangun keharmonisan dengan partai politik manapun sehingga dengan keluwesan itupula lah, Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Bima Ahmad Dahlan, S. Sos dalam beberapa postinga akun facebook pribadinya selalu memberikan dukungan morilnya pada Dae Dinda menuju dua Periode.
Begitupula dengan Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Drs. H. Mustahid H. Kako, MM malah jauh sebelum Pemilu April 2019 lalu menyatakan sikapnya mendukung IDP dua Periode. Ini semata-mata karena keluwesan Dan krasmatiknya IDP dalam bersikap sehingga parpol lainpun merasa “memiliki” pada sosok perempuan pertama menjadi Kepala Daerah di kawasan Nusa Tenggara ini. (//yaumul Ma’ruf)

IDP dan Sisa Feodalisme

Oleh : DR. Ikhwan HZ, SE, MM, M. Si *)

Bimantika.net
Perlu restorasi pemikiran baru di Kabupaten Bima untuk memilih pemimpin, kita jangan terjebak pada figur yang mewariskan sisa – sisa feodalime. Karena iklim negatife feodalisme akan berujung pada rusaknya cita- cita akan kesejahteraan masyarakat ( Bonum Commune)

Sirkulasi elit daerah harus memiliki effek meluas pada figur diluar lingkaran elit feodalisme. Merawat dan melanggengkan elit feodalisme dengan politik irasional dan emosional akan merusak nilai- nilai demokrasi dalam Pilkada. Sirkulasi elit pada figur alternatif yang memiliki kualitas, kapasitas, integritas dan Track record merupakan kebutuhan untuk sebuah perubahan yang lebih baik.

Sisa- sisa feodalisme raja masa lalu masih menyelimuti sebagian masyarakat kita di Bima, karena kurangnya pendidikan politik rasional dalam pemilihan.Tradisi yang menyesatkan ini harus dihentikan, kita harus menjaring pemimpin ke depan lewat Pilkada secara selektif dan berkualitas. Kuncinya Partai politik dalam menjaring Calon harus lebih banyak mengedapankan politik Rasional bukan semata- mata tranksaksional sehingga tidak ada pertimbangan utama untuk kepentingan masyarakat dan kemajuan daerah. Partai politik seharusnya mampu mengevaluasi mana figur yang mampu menyelesaikan permasalahan ekonomi, sosial daerah saat ini.

Figur yang muncul merupakan hasil dari kompetisi kapabilitas, bukan lahir dari akar feodalisme. Hegemoni partai politik oleh Patahana salah satu bentuk praktek feodalisme yang melanggenkan kekuasaan. Karena Kekuasaan yang dibangun dengan dinasti feodal rentan terhadap pengebirian hak- hak kesetaraan untuk berkompetisi. Kompetisi Feodalisme bukan kompetisi gagasan, peogram, karakter dan track record tapi kompetisi pencitraan yang membius masyarakat dengan bungkus kosong tampa Isi. Adakalanya bukan berisi kompetensi tapi pretensi. Kutuk Mchiavelli bahwa politik menghalalkan segala cara harus ditinggalkan.

Pilkada Bima sangat beradab kalau kita tinggalkan politik feodalisme itu, kontestasi melahirkan kompetisi disinilah kita menghadirkan pembaharuan dalam memilih pemimpin dengan titik sentralnya kedaulatan Rakyat.

Para akademisi dan aktivis dan tokoh- tokoh tetap menggaungkan politik rasional figur yang menjual gagasan- gagasan cerdas yang memberikan solusi permasalahan daerah bukan sebaliknya hanya menjual pencintraan veodalisme yang kosong. Kita harus berani melangka perubahan dari titik Nol dari titik pemahaman awal dimana memilih kepala daerah Adalah menginvestasikan harapan nyata untuk diberikan Figur yang mampu dan disinilah letak Modal moral itu ( Moral Capital).

Saya mengajak saudara- saudara untuk membangun komitmen yang baik untuk memberikan pemahaman kepaa masyarakat untung – ruginya memilih pemimpin hanya dengan modal pencintraan tapi pemimpin yang bertanggungjawab kepada kemaslahatan Rakyat

Kita butuh kepala daerah pembuat perubahan yang melahirkan inovasi dan kreativitas karena hampir semua pemimpin daerah yang berhasil pasti mengusung gagasan perubahan sebagai entry point pemerintahannya dan itulah langkah strategis seorang pemimpin visioner.
*) Penulis adalah Dosen Universitas Gunadarma Jakarta

Dewan Harap Bupati Kurangi Kunjungan Ke Luar Daerah

Bimantika.net
Anggota DPRD Kabupaten Bima, Edy Muhlis, S. Sos menghimbau kepada Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE agar senantiasa di sisa masa jabatannya memaksimalkan urusan kemaslahatan rakyat. “Bukan malah memperbanyak perjalanan dinas keluar daerah” Demikian Ungkap Politisi Nasdem Ini.
Lanjut Edy, bahwa selama ini perjalaan dinas Bupati Bima sudah tidak terkendalika sehingga pembangunan didaerah terabaikan.
Dirinyapu memberikan contoh terabaikannya urusan perbaikan fasilitas sekolah, terabaikannya urusan percepatan ekonomi kecil menengah, terabaikan urusan pelayanan kesehatan dan sejumlah masalah lainnya.
“Ini terabaikan semua, sehingga saya selaku Yang mewakili rakyat ingatkan pada Bupati agar senantiasa lebih fokus pada hal hal pemberdayaan masyarakat saja” demikian ujar Edy Muhlis.(//arif)

Pasca Undur Diri Panitia Pengisian Anggota BPD, Pemdes Woro Bentuk Ulang Panitia Baru

Pada hari Kamis 01 Agustus 2019 Pemerintah Desa Woro Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima mengelar kegiatan rapat Dalam rangka Pembentukan Ulang Panitia Pengisian Keanggotaan Badan Permusyawaratan Desa Woro yang telah mengudurkan diri pada waktu lalu, Demikian yang disampaikan oleh Pj.Kepala Desa Woro Drs. Mansur Ahmad saat dikonfirmasi Media Online BimaNtika. Net ini pada hari jum’at 02 Agustus 2019 diruangan aula kantor desa woro.

Dalam hal pembentukan ulang Panitia tersebut turut dihadiri Ketua RT/ RW, BPD, PKK, LPMD, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda, Bhabinkamtibmas Desa Woro, Briptu Hasnun serta turut dihadiri oleh masyarakat desa setempat yang ingin mencalonkan diri sebagai BPD di tiap-tiap wilayah dusunnya.

Pj. Kepala Desa Woro, Drs. Mansyur Ahmad pada saat sambutan dalam rangka kegiatan rapat tersebut menyampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan maksud dan tujuan di bentuk ulang Paniti Pengisian Keanggotaan BPD Desa Woro setelah panitia yang sebelumnya telah mengundurkan diri dari kepanitian,”Tuturnya.

Lanjut Pj.Kepala Desa Woro tersebut Dirinya mengatakan adanya bentuk maksud dan tujuan pemerintah desa setempat membentuk ulang panitia pengisian keanggotaan BPD hari ini dikarenakan Panitia yang dibentuk sebelumnya telah mengundurkan diri

Kami membentuk ulang panitia hari ini agar proses pelaksanaan tahapan pentunjuk teknis tata cara pengisian keanggotaan BPD serentak tahun 2019 ini dapat berlangsung karena mengingat terdesak oleh waktu,”ujarnya.

Dirinya berharap kepada panitia yang telah dibentuk dapat menjalankan tugas dengan baik dan sesuai dengan tahapan petunjuk teknis tata cara pengisian keanggotaan BPD serta sesuai harapan masyarakat.

“Mari kita sama-sama berpartisipasi didalam proses pembentukan ulang panitia pengisian keanggotaan BPD Desa Woro dan pengisian anggota BPD, semoga panitia yang dibentuk ulang ini juga tidak mengundurkan diri dari kepanitiaan dan serta dapat menerima anggaran yang senilai 9 juta rupiah untuk proses pelaksanaan hingga selesai,”harap Pj. Kades Woro, Drs. Mansyur.

Lebih lama Pj. Kepala Desa Woro saat dikonfirmasi mengatakan Alhamdulillah, seluruh bentuk saran dan usul masyarakat setempat langsung menjadi keputusan yang akan diambil didalam pembentukan ulang panitia tersebut,sehingga pada pembentukan panitia dilakukan dengan cara musyawarah dan mufakat,”terangnya.

walaupun dalam waktu yang digunakan pembentukan panitia tersebut cukup limit dan sedikit hingga pada proses selasai, Namun forum dalam kegiatan rapat tersebut sudah lebih awal sepakati memilih sebelas nama orang untuk anggota panitia yang berdasarkan hasil dari menurut forum pada rapat tersebut sebelas nama orang yang akan disepakatinya meyakini bahwa nama nama orang tersebut memiliki rasa tanggung-jawab dalam amanah yang diembannya. (Yadin)

Pemkab Bima Jawab Soal Desakan Pembangunan Infrastruktur

Bima Bimantika.net-

Kasubag Pemberitaan Humas Pemkab Bima, Zainuddin, S.S pada Bimantika.net memberikan sejumlah klarifikasi terkait dengan adanya berbagai bentuk tuntutan masyarakat Kabupaten Bima sebagaimana berita Bimantika.net akhir akhir ini.
Berikut Release Bagian Human Pemkab Bima menyatakan bahwa Pemerataan pembangunan secara terencana, terpadu dan berkelanjutan dengan bersandar pada kondisi objektif potensi serta kemampuan daerah merupakan kewajiban dan tanggungjawab normatif serta moral pemerintah yang secara legitimate mengemban amanat masyarakat. Oleh karena itu, kemerataan pembangunan mesti terukur secara komprehensif, multi sektor.
Pada sektor2 yang masih membutuhkan penyempurnaan tentunya terencana dan teragenda untuk kemudian direalisasikan.
Pemerintah Daerah juga berikhtiar tak pernah putus. Olehkarena itu dukungan dan partisipasi kita semua amat diharapkan.
Paradigma membangun bertahap – berkelanjutan memiliki hakikat makna yang luas; “potensi dan kemampuan” daerah yang mesti terus dimaksimalkan juga menjadi salah satu aspek berpengaruh.
Kita semua berikhtiar mengarifi potensi dan kemampuan dimaksud demi menjawab kebutuhan yang demikian kompleks. (Release Humas Pemkab)

Aktivis Belo Desak Bupati Bima Pasang PJU dan Perbaikan Infrastruktur

Bima Bimantika.net-

Salah seorang Aktivis Asal Kecamatan Belo, Imam pada Bimantika.net mendesak Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE agar senantiasa memperhatikan sarana dan prasarana yang menjadi kebutuha masyarakat.
Menurutnya Memiliki infrastruktur yang memadai untuk di akses dengan aman merupakan keinginan rakyat terkhusus rakyat kecamatan Belo
Mulai dari Penerangan Jalan Umum untuk meminimalisir angka kriminalitas terhadap rakyat yang mengakses jalan raya di malam hari dan perbaikan lapangan kecamatan Belo yang bertempat di desa cenggu sebagai desa induk kecamatan.

“Hanya menjadi ilusi bagi rakyat kec.amatan Belo saat ini, begitupun dengan persoalan jalan raya yang tidak layak untuk di akses oleh rakyat terkhusus di kecamatan Belo saat ini” ungkap Imam.
Dirinya menyampaikan bahwa pemerintah daerah kabupaten Bima melalui bupati bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE pernah berjanji untuk mengalokasikan anggaran tahun 2018 untuk pengaspalan jalan di kecamatan Belo akan tetapi itu sudah menjadi ilusi buat rakyat karena tahun 2018 sudah lewat. kemudian oleh wakil bupati bima Drs. H. Dahlan M. Nur sebagai wakil Bupati Bima memberikan janji pula untuk mengalokasikan anggaran pengaspalan jalan tahun 2020 yang akan datang.
“Apakah janji wakil bupati bima tersebut bisa di percaya ? Jangan sampai hanya ilusi lagi buat rakyat kecamatan Belo”ungkapnya.
Lanjutnya, Lalu di saat pemuda yang ingin meminta kepastian pemerintah daerah kabupaten Bima lewat bupati bima maupun wakil bupati bima di anggap sebagai penghadang yang tidak pantas untuk di hiraukan. (Tim Bimantika.net)