Polisi Tangkap Pemilik Narkoba di Wawo, Minimalisir Ruang Gerak Bandar Narkoba

jpn

Bimantika.net Polres Bima Kota dibawah kendali Kapolres AKBP Rohadi, S.I.K benar-benar berkomitmen memberantas peredaran Narkoba di di Wilayah Hukum Polres Bima Kota.

Senin (27/3/2023), Tim Cobra Bravo Satresnarkoba Polres Bima Kota yang dipimpin oleh Aipda Taufarrahman, SH kembali berhasil dalam pengungkapan kasus Narkoba jenis sabu.

Tim Cobra Bravo ungkap dan tangkap IMR salah seorang pria 40 tahun Desa Kambilo Kecamatan Wawo Kabupaten Bima dalam kasus kepemilikan Narkoba jenis sabu.

Usai dibekuk, pelak langsung digelandang ke Kantor Sat Narkoba Polres Bima Kota untuk diproses lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Kapolres Bima Kota AKBP Rohadi, S.I.K melalui Kasat Narkoba setempat, AKP Tamrin, S.Sos membenarkan adanya penangkapan terhadap IMR oleh Tim Cobra Bravo pada Senin (27/3/2023) sekitar pukul 00.30 Wita.

“Tim menangkap yang bersangkutan yang berprofesi sebagai sopir dan yang bersangkutan sudah diamankan di Mako Polres Bima Kota untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ungkap Tamrin.

Tamrin menjelaskan tentang kronologis penangkapan terhadap IMR berawal dari informasi yang diberikan oleh masyarakat bahwa di Tempat Kejadian Perkara (TKP) diduga sering dijadikan sebagai tempat transaksi jual-beli Narkotika jenis sabu.

“Atas informasi akurat dari masyarakat, saya langsung memerintahkan Tim Cobra Bravo untuk melakukan upaya penyelidikan secara akurat dan mendalam di TKP. Tiba di TKP, ternyata informasi dari masyarakat tersebut benar adanya,” ujar Tamrin.

Tamrin menjelaskan juga bahwa Tim Cobra Bravo diback up oleh sejumlah personil Polsek Wawo Polres Bima Kota.

“Saat anggota melihat IMR sedang berdiri di gang sempit, tim langsung amankan. Namun sebelumnya yang bersangkutan membuang Barang-Bukti yang dibungkus dengan plastik berwarna tosca” ujarnya.

Saat dilakukan penggeledahan badan, Tim Cobra Bravo berhasil menemukan 1 unit HP android di saku celana bagian kanan pelaku dan 1 unit HP Nokia kecil warna hitam pada kantung celana bagian kirinya.

Tamrin beberkan bahwa Saat plastik warna tosca yang dibuangnya tersebut dibuka, Tim Cobra Bravo berhasil menemukan 8 lembar plastik klip bening berisi sabu.

Lanjutnya bahwa upaya penggeledahan pun dilakukan di rumah yang bersangkutan.

“Saat penggeledahan Tim Cobra Bravo berhasil menemukan satu bungkus plastik klip kosong. Dan hal itu ditemukan di laci di dapur. BB lain yang ditemukan saat penggeledahan tersebut yakni sendok pipet plastik di depan meja TV dan 1 buah alat hisap (bong) di yang temukan di ruang tamunya,” terang Tamrin.

Tamrin kembali menjelaskan, upaya penggeledahan badan maupun rumah pelaku juga disaksikan oleh Kepala Desa serta warga setempat.

“BB yang diamankan dan kasus ini yakni 8 lembar plastik klip berisi sabu, 1 bungkus plastik kosong, 1 buah plastik warna tosca, 1 unit HP Android warna biru, 1 unit HP nokia kecil warna hitam, 1 buah bong, 1 buah korek api gas, dan 1 buah sendok pipet plastik. Sedangkan berat BB narkotika jenis sabu tersebut yakni 1,11 gram (berat bruto). Namun setelah ditimbang menjadi 0,28 gram (berat netto alias berat bersih,” demikian ujar Tamrin. (***)

Bupati IDP Berbagi di Donggo, Bangga Dengan Toleransi Beragama Di Donggo

jpn

Bimantika.net -Selain menyampaikan arahan akan pentingnya berbagi dan kewajiban membayar zakat bagi kaum muslimin, pada acara Ramadhan Berbagi jajaran Pemerintah Kabupaten Bima yang dipusatkan di desa Palama Kecamatan Donggo, Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE (IDP) juga Senin (27/3) memberikan apresiasi terkait situasi kehidupan beragama yang aman dan damai di wilayah tersebut.

Keluarga di Donggo bisa hidup rukun dan damai meski berbeda keyakinan. Terima kasih kepada Camat, Muspika, para kepala desa tokoh agama dan tokoh serta masyarakat Donggo yang senantiasa menjaga kerukunan umat beragama.

“Saya pastikan Kecamatan Donggo selalu menjadi “kiblat” yang bisa dibanggakan dalam toleransi kehidupan beragama “. Ungkap Bupati dihadapan Camat Donggo Ardavis S.ST dan masyarakat yang menghadiri kegiatan Ramadan berbagi di Masjid Sabilul Muhtadin Desa Palama.

Bupati Bima yang hadir bersama Staf Ahli Bupati Iwan Setiawan SE, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Fatahullah, S.Pd, Ketua Baznas Kabupaten Bima H. Zainudin beserta para pengurus, beberapa pejabat Eselon II dan Eselon III lingkup Pemerintah Kabupaten Bima berharap ada peran dari seluruh elemen untuk menjaga situasi damai.

“Saya berharap seluruh unsur, baik lembaga adat maupun tokoh masyarakat untuk terus mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi jika ada pihak yang menyebarkan Informasi yang tidak benar dan ingin memecah belah kehidupan yang rukun dan harmonis di wilayah ini”. Imbuh Bupati. (***)

Walikota HML & Bupati IDP Hadiri Kegiatan Pasar Murah, Upaya Tekan Laju Inflasi Daerah

jpn

Bimantika.net -Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) dan Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE (IDP) hadiri kegiatan Pasar Murah yang digelar oleh Kejaksaan Negeri Raba Bima, kerjasama dengan Pemerintah Kota Bima dan Pemerintah Kabupaten Bima, dan melibatkan sejumlah BUMN/BUMD di Bima. Senin, 27 Maret 2023.

Pasar Murah yang digelar di sepanjang jalan Soekarno Hatta tersebut secara resmi dibuka oleh Wali Kota Bima, Bupati Bima dan Kepala Kejaksaan Negeri Raba Bima.

Kegiatan pasar murah ditandai dengan penekanan tombol serine sebagai tanda dimulainya kegiatan pasar murah yang dilaksanakan selama 2 hari, 27 – 28 Maret 2023.

Walikota Bima didampingi Sekda Kota Bima, kepala perangkat daerah lingkup Pemerintah Kota Bima, Camat, lurah, dan dihadiri oleh Bupati Bima, Kapolres Bima Kota, Kepala Kejaksaan Negeri Raba Bima, Kepala Bulog Cabang Bima, BUMN/BUMD serta retail modern turut ambil bagian.

Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) menyampaikan, beberapa bahan pokok yang disediakan di pasar murah ini untuk dibeli oleh masyarakat dengan harga lebih murah dari harga pasar.

“Ada beberapa bahan pokok yang disediakan disini, harganya jauh lebih murah dari harga pasar karena telah di subsidi,” ujarnya.

HML menjelaskan, terdapat sejumlah bahan pokok yang dipasarkan secara murah kepada masyarakat, seperti beras premium, gula pasir, minyak goreng kemasan, dan lainnya dengan harga yang terjangkau.

Menurut Walikota HML Sudah barang pasti, kegiatan pasar murah saat ini sebagai bagian komitmen kita bersama untuk meringankan beban masyarakat ditengah kita menghadapi dan berjuang mengendalikan inflasi, baik ditingkat Pusat maupun daerah. Imbuhnya.

“Pasar murah ini pun dalam rangka upaya kita bersama mengendalikan inflasi di daerah, seperti yang kita tahu, angka inflasi di Kota Bima per bulan Februari 2023 sebesar 6,28 persen,” tutupnya.

Hal senada disampaikan Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE (IDP) bahwa kolaborasi dan kerjasama Pemkab dan Pemkot Bima menggelar Pasar murah dalam rangka kendalikan laju inflasi di daerah.

“Kolaborasi ini dalam rangka menjaga stabilitas harga dan laju inflasi di daerah” ungkap IDP. (***)

Patroli Ngabuburit, Sat Binmas Polres Bima Himbau Warga Jaga Kamtibmas

jpn

Bimantika.net -Satuan Binmas Polres Bima Polda NTB melakukan patroli rawan sore saat ngabuburit jelang waktu buka puasa.

Di bulan Ramadhan ini, aktivitas masyarakat di sore lebih meningkat dibandingkan dengan hari-hari biasanya.

Banyak warga yang melaksanakan ngabuburit sehingga tingkat kerawanan pun dapat dikatakan cukup meningkat.

Minggu, 26/3/23, Sekira Pukul 17.00 wita Sore Kemarin sampai dengan selesai sat binmas melaksanakan Patroli dan himbauan kepada masyarakat yang ngabuburit di Jalan Baru Panda Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima.

Kapolres Bima AKBP Hariyanto S.H.,S.I.K., lewat kasi humas Iptu Adib mengatakan, pelaksanaan patroli rawan sore ini dilakukan di sepajang jalan Baru Panda dan juga tempat lainya.

“Jelang buka puasa atau ngabuburit ini kami melaksanakan patroli rawan sore antisipasi C3 dan gangguan kamtibmas lainnya”, kata Kapolres sebagaimana diulas Adib.

Menurutnya, selama pelaksanaan patroli pihaknya juga mengingatkan warga untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap segala bentuk kejahatan maupun hal-hal yang dapat mengganggu kondusifitas wilayah.

“Kami juga sekaligus mengingatkan warga tetap waspada dan untuk tetap menjaga kondusifitas”, ujarnya.

kegiatan patroli ini juga bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang sedang melaksanakan aktivitas ngabuburit Imbuhnya.

tujuan kegiatan tersebut tentunya wilayah Kabupaten Bima tetap kondusif dan masyarakat juga bisa merasakan kehadiran polisi di tengah-tengah masyarakat”, pungkasnya.

Kegiatan yang melibatkan 4 Personel Sat binmas polres Bima juga menyampaikan perlunya peran aktif masyarakat guna mendukung terciptanya Kamtibmas yang kondusif di wilayah Kabupaten Bima. (***)

Polsek Madapangga Gencar Patroli Rutin, Ciptakan Kondusifitas Wilayah

jpn

Bimantika.net -Guna menjamin keamanan dan ketertiban di wilayah hukumnya Polsek Madapangga Polres Bima Polda NTB melaksanakan patroli blue light di beberapa titik di Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima Minggu (26/3/23) Sekira Pukul 21.00 Wita kemarin malam.

Patroli itu melibatkan Bhabinkamtibmas Desa Monggo dan personel Polsek Madapangga yang dikendalikan oleh Kapolsek Madapangga Ipda Kader.

“Sasaran kegiatan tersebut yakni mencegah, menekan dan meminimalisir terjadinya Kasus Curas, Curat, Curanmor, Tawuran antar kelompok maupun tindak Kejahatan lainnya yang menimbulkan Gangguan Kamtibmas di Bulan Suci Ramadhan” ungkap Kapolres Bima AKBP Hariyanto SH, S.I.K, sebagaimana diulas kasi humas Iptu Adib Widayaka.

Patroli dilakukan di beberapa tempat yang dianggap rawan terjadinya berbagai tindak Kejahatan Imbuhnya.

“Kami akan berupaya memberikan rasa aman dan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat dalam menjalankan ibadah puasa tanpa adanya gangguan Kamtibmas di wilayah hukum Polres Bima” Kata Kapolres.

Dalam pelaksanaan patroli itu Adib menuturkan, Tim patroli Melakukan penggeledahan badan kepada beberapa Pemuda yang Nongkrong di pinggir jalan guna mengantisipasi maraknya pemanahan, tawuran yang menggunakan Senjata tajam.

Selain itu Tim Patroli juga menghimbau kepada masyarakat dan pemuda sekitar untuk bersinergi dengan Pihak Kepolisian dalam menjaga keamanan sehingga terwujud situasi Kamtibmas yang kondusif di wilayah kecamatan Madapangga. (***)

Kapolres Bima Usut Tuntas Kasus Pemanahan di Tente

jpn

Bimantika.net -Sejumlah personil gabungan Polres Bima Polda NTB, secara intensif masih memburu terduga pelaku penganiayaan dengan menggunakan anak panah yang terjadi di Desa Tente Kecamatan Woha Kabupaten Bima Minggu,(26/3/23) Sekira Pukul 04.00. Wita Dini hari kemarin.

Penganiyaan dengan menggunakan Pana tersebut melukai SY Alias S L/58 Warga Desa tente yang diketahui memiliki keterbelakangan mental atau orang dalam gangguan jiwa ( ODGJ).

Kejadian yang menimpa SY pertama kali di ketahui oleh MT L/70 dan JA L/45 keduanya merupakan warga Desa Tente Kecamatan Woha Kabupaten Bima.

Kapolres Bima AKBP Hariyanto SH, S.I.K, melalui Kapolsek Woha AKP Syaiful Anhar S. Sos, membenarkan adanya kejadian pemanahan tersebut dan sampai saat ini pihaknya masih terus melakukan serangkaian penyelidikan.

Lebih lanjut, Kapolres menegaskan, pihaknya mengupayakan siapapun terduga pelaku ini dapat diamankan secepatnya untuk diproses lebih lanjut dan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku.

“Kami akan terus melakukan penyelidikan termasuk meminta keterangan para Saksi untuk segera mengungkap terduga pelaku dan motif terduga pelaku melakukan penganiayaan terhadap orang Dalam Gangguan Jiwa atau ODGJ.”Tegas AKBP Hariyanto SH SIK

Sementara kronologisnya, dituturkan Kapolsek Woha , sampai saat ini belum diketahui dan masih dalam penyelidikan petugas Gabungan Polsek Woha dan Polres Bima.

Masih AKP Syaiful, akibat kejadian tersebut korban mengalami luka atau tertancap panah di rahang bagian kanan dan sekarang korban berada di RSUD Bima untuk mendapatkan perawatan medis Pungkasnya. (***)

Konser Musik Marak, Pengajian Dilarang, Bukti Negara Abai Menjaga Generasi

jpn

Oleh : Rahmania, S.Psi

Bimantika.net -Luar biasa gegap gempita konser girlband asal Korea, Blackpink yang diselenggarakan di Gelora Bung Karno (GBK) beberapa hari lalu.

Tiket terjual ribuan lembar, kemegahan panggung, hingga pada pengamanan optimal oleh Polda Metro Jaya dengan menurunkan ribuan personil untuk mengamankan jalannya konser.

Betapa totalitas persiapan semua pihak juga pelayanan negara terhadap agenda konser dan sejenisnya,

Sementara di lain sisi terjadi perlakuan yang berbeda terhadap agenda rohis dan sejenisnya.

Konser Blackpink

Blackpink sukses menggelar konser bertajuk ‘World Tour [Born Pink]’ di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta pada akhir pekan ini. Di Indonesia, konser yang dipromotori oleh iME Indonesia diselenggarakan selama 2 hari, yakni 11-12 Maret 2023.

Konser dimulai dari KSPO Dome Olympic Park, Korea Selatan pada 15-16 Oktober 2022 dan berlanjut ke berbagai negara di dunia.

Ini bukan konser megah dan gempita pertama di negeri ini. Jauh sebelumnya, berbagai konser musik telah diselenggarakan di negeri ini, baik dari group band yang berasal dari Eropa dan Amerika, maupun group band dari Asia seperti boyband dan girlband asal Korea, Jepang dan sebagainya.

Demikian juga konser-konser musik dari group musik dalam negeri yang menyasar berbagai kalangan seperti remaja usia sekolah hingga mahasiswa.

Walau dengan harga tiket yang tak murah, seperti pada konser Blackpink beberapa hari lalu, harga tiket tembus hingga di angka 9 juta rupiah. Bagi kalangan umum angka ini cukup fantastis, namun tidak bagi pecinta konser musik.

Bahkan mereka telah mempersiapkan jauh-jauh hari dengan menabung agar tak ketinggalan untuk menonton konser.

Mereka secara serius memikirkan trik dan tips mengatur keuangan untuk memudahkan mereka membeli tiket ketika event tersebut diselenggarakan agar kantong tidak bolong seketika, namun dipersiapkan jauh-jauh hari.

Negara Abai dalam Menyelamatkan Generasi

Potret kerusakan generasi kian hari kian parah. Ini harusnya menjadi kondisi yang sangat mengkhawatirkan bagi semua pihak, terutama bagi penguasa. Karena penguasa memiliki tanggung jawab atasnya, baik dan buruknya kondisi mereka.

Mengingat generasi muda adalah mereka yang kelak akan meneruskan sebuah peradaban dan bangsa, berjuang mewujudkan berbagai tujuan peradaban dan bangsa tersebut.

Jika keberadaan sebuah generasi sedemikian penting, maka hal ini jika diibaratkan sebuah tubuh, mereka adalah jantung. Untuk itu negara haruslah serius menyiapkan generasi tersebut agar mampu mengemban tujuan dari sebuah peradaban dan bangsa. Terutama menjaga mereka agar tidak terwarnai oleh berbagai pemikiran dan budaya sesat dan menyesatkan.

Namun fakta hari ini negara justru abai dari menjaga generasi yang dimilikinya, negara tidak berfungsi sebagai antibody yang menjaga generasinya dari virus-virus yang merusak, namun justru memfasilitasi masuknya virus tersebut.

Seperti mengizinkan adanya berbagai konser musik, termasuk konser Blackpink beberapa waktu lalu. Padahal berbagai group musik seperti Blackpink berasal dari budaya Barat yang bebas, yang berpotensi menambah rusaknya generasi muda kita. Bayangkan generasi harus menghabiskan waktu, tenaga, energi dan juga biaya yang tidak murah hanya untuk sekadar mendengarkan lagu.

Apalagi di tengah kondisi perekonomian seperti hari ini, mereka menggelontorkan dana yang tidak sedikit untuk berburu tiket.

Fakta ini menggambarkan bahwa negara abai dari menjaga dan melindungi generasi dan menutup mata terhadap kesulitan ekonomi yang melanda rakyatnya.

Apalagi dengan keleluasaan dalam memberikan izin konser hingga pengamanan acara dan lalu lintas yang dikerahkan, juga menjadi bukti totalitasnya negara dalam mendukung keberlangsungan kegiatan ini.

Di sisi lain, sikap yang ditunjukkan negara sangat kontradiktif terhadap berbagai kebaikan dan prestasi yang ditampilkan oleh pemuda kita hari ini. Seperti para generasi muda kita yang berhasil menjadi juara hingga di event internasional.

Agenda rohis yang bermanfaat bagi pemuda yang mana mereka akan mendapatkan ilmu untuk membentengi diri mereka dari berbagai keburukan, tetapi aktivitas dan aktivisnya justru malah dicap sebagai teroris.

Demikian juga keberadaan pemuda yang membaca Al-Qur’an di sepanjang Malioboro, dengan berbagai alasan dilarang dan dibubarkan.

Demikian negara dengan sistem sekuler kaptalisme hari ini. Negara tidak memiliki standar dan visi yang jelas dalam mendidik dan membangun generasi.

Alih-alih ingin mewujudkan generasi yang baik dan berguna yang dapat melanjutkan estafet perjuangan, namun justru generasi secara alamiah mengalami kerusakan.

Semua disebabkan oleh rusaknya sistem kehidupan yang diadopsi negara hari ini, yang menjauhkan Islam dari kehidupan. Yang menjunjung nilai-nilai materi, kebebasan dan kesenangan duniawi. Islam hanya sebatas agama ruhiyah, bukan sebagai sistem yang mengatur keberlangsungan kehidupan yang dijalankan.

Maka sangat wajar jika kerusakan demi kerusakan terus menggerogoti negeri yang tidak menjadikan Islam sebagai peraturan kehidupan seperti yang menimpa negeri kita hari ini.

Islam Membentuk Generasi Beriman dan Bertakwa

Generasi muda saat ini telah menjadi aktor-aktor bergaya hidup pragmatis, hedonis dan liberal, sangat jauh dari nilai-nilai Islam. Kapitalisme telah membajak mereka sehingga kesehariannya adalah berorientasi materi, bucin dan hiburan duniawi semata.

Hal ini tentu tidak terjadi dengan sendirinya, namun disebabkan oleh abainya peran pilar-pilar yang menjadi pelindung yaitu keluarga, masyarakat dan negara sebagai benteng pertama yang menjaga dan melindungi geneasi. Sangat mustahil mewujudkan generasi yang baik jika negara dan pemimpin tidak memiliki visi tersebut.

Tidak mungkin kebaikan generasi hanya dapat diwujudkan oleh masyarakat dan keluarga tanpa ada peran negara dan sistem kepemimpinannya.

Sebagaimana Rasulullah menganggap akan pentingnya sebuah negara dan sistem kepemimpinan, sehingga dakwah yang beliau lakukan pertama adalah mewujudkan tegaknya negara Islam pertama di Madinah sebagai institusi yang akan menjaga dan melindungi rakyatnya, yang menerapkan berbagai tata aturan hukum hingga tata kelola ekonomi, politik, pendidikan dan lain sebagainya.

Maka wajar jika hari ini negara dan pemimpinnya tidak berdaulat dan sangat mudah dikendalikan.

Memberikan keleluasaan dan kelonggaran terhadap maksiat namun ketat pengawasan terhadap hal yang baik dan bermanfaat.

Penyelenggaraan konser diberi panggung, pengajian dan agenda-agenda rohis dibatasi bahkan dilabeli dengan teroris.

Seperti yang kita saksikan hari ini, kita sebagai negara dengan penduduk mayoritas muslim justru dijadikan sasaran terselenggarakannya konser-konser musik dan yang disasar adalah generasi muda kita.

Tentu tidak demikian jika negeri dan rakyatnya diatur oleh syariat Islam. Sebab Islam memiliki mekanisme dalam membentuk generasi yang bersyakhsiyah Islam yang mewujud pada baiknya kondisi iman, taat dan ketakwaan mereka pada Allah dan syariatNya.

Salah satunya adalah dengan sistem pendidikan Islam. Islam memiliki sistem pendidikan yang khas yang berasas pada akidah Islam.

Pendidikan dalam Islam bertujuan untuk membentuk kepribadian Islam, yakni pola pikir dan pola sikap sesuai tuntunan syariah. Sehingga akan ditemukan output generasi yang tidak hanya cerdas namun juga taat dan takwa, mengikat diri mereka dengan aturan-aturan Allah Ta’ala.

Maka tidak akan ditemukan pada diri mereka hadir di tempat-tempat maksiat seperti konser musik yang membuka pintu khalwat (berdua-duaan) dan ikhtilat (bercampur baur) dengan yang bukan mahram.

Selain negara yang menerapkan sistem peraturan, Islam tidak akan mengizinkan konser-konser musik itu terjadi.

Kemudian negara Islam memiliki karakter masyarakat yang khas, yang dibangun di atas amar makruf nahi mungkar. Yang akan senantiasa saling memuhasabahi jika terjadi pelanggaran syariat antar satu sama lain.

Demikian juga jika terjadi pelanggaran syariat oleh para penguasa. Dengan demikian hanya ideologi Islam yang akan mampu mewujudkan generasi yang berkarakter baik, beriman dan bertakwa, bukan ideologi yang lain. (***)

Polsek Woja Amankan Ratusan Ribu Biji Mercon dan Pemiliknya

jpn

Bimantika.net -Menyikapi maraknya peredaran petasan (baca: Mercon) khususnya di Wilayah Hukum Polsek Woja terlebih lagi di saat ummat Islam tengah menjalani Ibadah di Bulan Ramadhan 1444 H, Personil Polsek Woja, menggelar razia penertiban, Minggu malam (26/3/2023) sekira pukul 20.30 Wita.

Hasilnya, ratusan ribu barang bukti berbagai macam jenis Marcon jenis kembang api berbagai bentuk berhasil diamankan di salah satu gudang milik YA (34) yang terletak di Dusun Selaparang, Desa Matua,Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu.

Dalam keterangannya, Kapolsek Woja, Ipda Zainal Arifin, S.I.P menyebutkan bahwa razia penertiban mercon ini dipimpin oleh Katimsus Polsek Aiptu Saihun bersama Kanit Reskrim Bripka Abdul Hamid, SH,.

“Total barang bukti ada 135.254 biji mercon berbagai jenis,” ungkap Kapolsek usai menerima barang bukti yang berhasil disita.

Terkait razia penertiban, Kapolsek menegaskan, bahwa razia ini penting dilakukan demi menjaga kekhusyukan ibadah di bulan suci ramadhan ini.

Pasalnya, lanjut Kapolsek, aktifitas membunyikannya petasan ini kerap mengganggu ummat islam yang tengah beribadah, apalagi di waktu shalat dan warga yang tengah berisitirahat.

Untuk itu, saat razia kali ini, personil berhasil menyita salah satu gudang milik YA dan saat ini telah diamankan ke Mapolsek untuk diproses lebih lanjut.

Berikut uraian barang bukti mercon yang berhasil disita para personil antara lain, Petasan jenis Magical shoot, sebanyak 70 Pcs dengan rincian, 1 pcs berisikan 12 Biji dengan total keseluruhan sebanyak 840 Biji.

Ada juga Lilin Mini, Sebanyak 38 Pcs dengan rincian 1 Pcs berisikan 10 Biji dengan total keseluruhan sebanyak 680 Biji, ditambah jenis Roda Gila sebanyak 20 Kotak besar dengan rincian 1 Kotak besar berisikan 12 kotak kecil dan dalam 1 kotak kecil berisikan 12 Biji dengan total keseluruhan sebanyak 2880 (Dua Ribu Delapan Ratus Delapan Puluh) Biji.

Sedangkan jenis lainnya, sebut saja Jago Asli sebanyak 8 Dus sedang dengan rincian 1 Dus terdapat 1000 Pcs yang mana masing – Masing 1 Pcs berisikan 9 Biji dengan total keseluruhan 8 Dus sebanyak 70.290 ( Tujuh Puluh Ribu Dua Ratus Sembilan Puluh) Biji.

Belum lagi petasan bermerk Pop Pip Pop, sebanyak 50 Kotak besar dengan rincian, 1 Kotak besar berisikan 50 Kotak Kecil, dari 1 Kotak kecil berisikan 25 Biji dengan total keseluruhan sebanyak 60.000 (Enam puluh Ribu) Biji.

Terakhir, ada Happy Flower, sebanyak 5 Kotak dengan rincian 1 Kotak terdapat 18 Pcs, dalam 1 Pcs berisikan 6 Biji dengan Total 90 Pcs atau sebanyak 540 (Lima Ratus Empat Puluh) Biji serta Dinasaur Eggs, sebanyak 3 Kotak berisikan 72 Pcs dengan rincian, 1 kotak berisikan 24 Pcs, 1 Pcs berisikan 12 Biji, keseluruhannya ada 864 (Delapan Ratus Enam Puluh Empat) Biji.

“Tak hanya barang bukti yang diamankan, terduga pemilik juga diamankan ke Mako Polsek Woja untuk dimintai keterangan,” pungkas Kapolsek Zainal. (***)

Hasil Pembangunan Kota Bima Era Walikota HML Dalam Gambar (Part 2)

jpn

Bimantika.net -Media Online Bimantika Di awal Puasa Bulan Suci Ramadhan 1444 H menyampaikan sejumlah hasil pembangunan Kota Bima di Era Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML)

Dalam. Edisi khusus Ramadhan 1444 H ini Media Bimantika menyampaikan Berita Keberhasilan Pembangunan Kota Bima Dalam Bentuk Gambar Part 2. (Bersambung). (***//Gambar Kominfostik Kota Bima)

“Ramadhan Berbagi”, Bupati IDP Bagi Bingkisan di Desa Nangawera

jpn

Bimantika.net -Mulai hari ke empat Puasa Ramadhan 1444 Hijriyah, jajaran pemerintah Kabupaten Bima Ahad (26/3) mulai mengunjungi sejumlah kecamatan untuk melaksanakan dua kegiatan yaitu Ramadhan Berbagi dan Safari Ramadhan.

Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE (IDP) yang didampingi Kepala OPD, Camat Wera Ilham, SH , Muspika dan Kades Nangawera Umar, SH saat kegiatan berlangsung di Masjid Al-Mujahidin Desa Nangawera.

Bupati IDP menjelaskan, dari 18 kecamatan yang ada, tahun ini, Pemkab Bima akan mengisi 9 kecamatan dengan kegiatan Ramadhan Berbagi dan 9 kecamatan lainnya dengan Safari Ramadhan”. Terang Bupati dihadapan jamaah.

Di hadapan para alim ulama, tokoh masyarakat, kepala desa, anggota BPD, jajaran pendidikan di kecamatan Wera, Bupati mengungkapkan arti penting kegiatan Ramadhan Berbagi.

“Pemerintah hadir untuk melakukan Safari dan Berbagi untuk umat yang kurang beruntung karena pemerintah adalah contoh dan tauladan yang akan ditiru, digugu dan diikuti oleh masyarakat. Itulah pentingnya kepedulian sosial terus ditumbuh kembangkan”. Ungkap Bupati.

Menutup sambutannya Bupati berharap, apa yang dilakukan bisa dijadikan contoh oleh para camat, kades dan jajaran agar masyarakat tergerak hatinya untuk mengisi dan memakmurkan masjid serta mushola.

Ustadz Gunawan dalam tausiyahnya menyampaikan bahwa berpuasa ibarat orang yang mengikuti turnamen sepak bola mulai dari sepuluh hari pertama, sepuluh hari kedua dan sepuluh ketiga di mana pada setiap babak memerlukan keseriusan untuk mencapai babak final.

Usai ceramah yang disampaikan oleh Ustadz Gunawan, Bupati Bima menyerahkan 55 paket bingkisan kepada Ta’mir Masjid, Bhabinkamtibmas, Babinsa dan kaum dhuafa di wilayah kecamatan tersebut.

Bupati dan rombongan kemudian bertolak menuju masjid Uswatun Hasanah Desa Nipa Kecamatan Ambalawi untuk melakukan kegiatan yang sama. (***)