Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar S.I.K.M.H. Pimpin Upacara Sertijab Wakapolres Bima

jpg

BIMAntika.net -Kepolisian Resor Bima Kabupaten Polda NTB menggelar Upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Wakil Kepala Kepolisian Resor (Wakapolres) Rabu 12 Agustus 2026 pagi

Upacara dipimpin langsung Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar S.I.K.,MH., dan turut dihadiri para pejabat utama Polres serta serta personel dan Bhayangkari bertempat di laporkan apel Mapolres Bima Kabupaten.

Dalam sertijab ini, jabatan Wakapolres yang sebelumnya diisi oleh Kompol Saogi Sujana Angsar yang mendapatkan promosi jabatan sebagai Wakapolres Lombok Barat.

Sementara Kompol Sofyan Hadi, S.H., sebelumnya menjabat Kasifasmatsbst Subdit Regident Ditlantas Polda NTB dipercaya menjabat sebagai Wakapolres Bima Kabupaten.

Rotasi mutasi PJU ini tertuang dalam surat Keputusan Kapolda NTB Nomor: KEP/541/VII/2026 tanggal 31 Juli 2026 Tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam jabatan baru di lingkungan Polda NTB.

Upacara tersebut diawali dengan pembacaan dan pengambilan supmpah jabatan,Penandatanganan serah terima jabatan, fakta Integritas dan berita acara sumpah jabatan serta Penanggalan dan penyematan tanda jabatan .

Dalam amanatnya, Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar S.I.K.M.H.,menyampaikan penghargaan dan rasa terimakasih kepada pejabat lama atas segala dedikasi dan pengabdian yang telah di berikan selama bertugas di Polres Bima Kabupaten.

“Saya mengharapkan kepada pejabat baru agar segera dapat menyesuaikan diri dan kenali lingkungan internal dan eksternal dengan cepat dan cermat beserta potensi yang ada” Ujarny.

Kapolres juga berharap menekankan Kel pejabat yang baru untuk meningkatkan dan meneruskan keberhasilan yang telah dicapai oleh pejabat sebelumnya.

“pelajari segala aspek guna menunjang pelaksanaan tugas di tempat yang baru untuk mewujudkan polri sebagai aparat pelindung, pengayom, pelayanan kepada masyarakat serta penegak hukum yang profesional, bermoral cerdas dan modern”. Tegasnya.

“Ada pertemuan, pasti akan ada perpisahan, mari kita jadikan momen mutasi tugas dan jabatan sebagai sarana untuk peningkatan kinerja bagi segenap personel Polri”. Katanya lagi.

Dan kepada pejabat baru selamat bergabung, diharapkan mampu segera beradaptasi dengan suasana tempat tugas yang baru.

Usai upacara, dilaksanakan acara kenal pamit pejabat lama dan pejabat baru serta pemberian cindera mata oleh Kapolres beserta Ketua Bhayangkari Cabang Bima serta para pejabat utama, Kapolsek jajaran, personel perwira dan bintara di lingkungan Polres Bima Kabupaten. (****)

Walikota Bima Aji Man Serahkan Bantuan Saprodi Kepada Poktan, Dorong Peningkatan Produktivitas Para Petani

jpn

BIMAntika.net -Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, S.E., menyerahkan bantuan Sarana Produksi Pertanian (Saprodi) kepada sejumlah kelompok tani (Poktan) Tahun Anggaran 2026.

Kegiatan berlangsung di halaman Kantor Dinas Pertanian Kota Bima, Jalan Gindi, Kelurahan Jatiwangi Kecamatan Asakota Kota Bima, Selasa (11/8/2026).

Wali Kota didampingi Asisten II Setda Kota Bima, Kepala Dinas Pertanian Abdul Najir, sejumlah kepala OPD, camat dan lurah yang mendapat undangan.

Kepala Dinas Pertanian Kota Bima, Abdul Najir, mengatakan bantuan Saprodi merupakan bentuk perhatian pemerintah dalam mendukung peningkatan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani.

Menurutnya, sektor pertanian memiliki peran penting dalam perekonomian masyarakat, baik melalui tanaman pangan, hortikultura, perkebunan maupun peternakan. Pemerintah terus mendorong peningkatan produksi komoditas seperti padi, jagung, kedelai, tembakau dan jambu mete.

Sementara itu, Wali Kota Bima menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pertanian dan seluruh petani yang selama ini bekerja keras menjaga produksi pangan di Kota Bima.

“Petani bukan sekadar penerima bantuan, tetapi merupakan pelaku utama pembangunan pertanian dan bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan daerah,” ujar Aji Man sapaan Wali Kota.

Ia menjelaskan, sektor pertanian masih memiliki posisi strategis. Berdasarkan data Potensi Desa BPS 2024, dari 41 kelurahan di Kota Bima terdapat 13 kelurahan yang mayoritas masyarakatnya bekerja di bidang pertanian, kehutanan dan perikanan.

“Ini menunjukkan bahwa pertanian memiliki basis masyarakat yang kuat. Kita juga memiliki dukungan infrastruktur, seperti 29 kelurahan yang memiliki saluran irigasi. Potensi ini harus kita kelola dan optimalkan,” katanya.

Wali Kota meminta kelompok tani agar memanfaatkan bantuan yang diberikan secara maksimal dan bertanggung jawab. Bantuan tersebut diharapkan tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan produksi saat ini, tetapi mampu meningkatkan hasil panen dan pendapatan petani.

“Jangan melihat bantuan ini hanya sebagai pemberian pemerintah. Jadikan bantuan ini sebagai modal untuk meningkatkan produksi dan kesejahteraan kelompok tani,” tegasnya.

Wali Kota juga mendorong Dinas Pertanian untuk terus memberikan pendampingan kepada kelompok tani, termasuk dalam penggunaan teknologi, peningkatan kualitas produksi dan pemasaran hasil pertanian.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita membutuhkan sinergi antara pemerintah, penyuluh dan kelompok tani agar pembangunan pertanian bisa berjalan dengan baik,” tambahnya.

Di akhir sambutannya, Wali Kota berharap bantuan Saprodi Tahun Anggaran 2026 dapat memberikan manfaat nyata bagi para penerima, meningkatkan produktivitas pertanian serta mendorong terwujudnya petani Kota Bima yang semakin mandiri dan sejahtera. (****//Kominfo)

Lobi ke Pemerintah Pusat Berbuah 277 Miliar, Ikhtiar Bupati Bima Ady Mahyudi untuk Bima Mulai Terlihat

jpn

Bimantika.net -Upaya Pemerintah Kabupaten Bima memperkuat kapasitas fiskal daerah kembali mendapat sorotan. Dalam pemberitaan baik di media sosial FB maupun di media cetak dan online Agustus 2026, Bupati Bima Ady Mahyudi disebut berhasil mengupayakan tambahan Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp202 miliar Plus DBH ( dukungan Pemenuhan Kebutuhan Penggajian ASN faerah dan Peningkatan fiskal daerah dari kurang bayar 75 miliar sehingga total nya 277 miliar dari APBN.

Tambahan anggaran tersebut tentu bukan sekadar angka di atas kertas. Di tengah kebutuhan pembangunan yang terus meningkat, kemampuan pemerintah daerah mencari ruang fiskal menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan program pembangunan tetap berjalan.

Pemerintah Kabupaten Bima sendiri memiliki dokumen APBD 2026 yang telah ditetapkan melalui Perda Nomor 4 Tahun 2025.

Jika tambahan dana tersebut terealisasi sesuai peruntukannya, ruang gerak pemerintah daerah menjadi lebih besar untuk memperkuat sejumlah sektor yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari infrastruktur jalan dan jembatan, pendidikan, kesehatan, penguatan ekonomi kerakyatan hingga program prioritas kesejahteraan masyarakat.

Di sinilah kepemimpinan seorang kepala daerah diuji. Bupati bukan hanya dituntut mengelola anggaran yang tersedia, tetapi juga harus mampu membangun komunikasi dan memperjuangkan kepentingan daerah di tingkat pemerintah pusat.

Bima membutuhkan pemimpin yang tidak hanya duduk di balik meja, tetapi berani membuka pintu-pintu komunikasi untuk mencari dukungan pembangunan.

Capaian tersebut juga perlu ditempatkan dalam konteks tata kelola pemerintahan.

Pemerintah Kabupaten Bima pada Mei 2026 kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk ke-11 kalinya secara berturut-turut atas pengelolaan keuangan daerah.

Karena itu, tambahan fiskal harus diikuti dengan pengelolaan yang transparan, tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan.

Besarnya anggaran bukan tujuan akhir. Yang paling penting adalah seberapa besar manfaatnya dirasakan masyarakat.

Bagi masyarakat Bima, kabar tentang tambahan Rp277 miliar ini semestinya menjadi momentum untuk melihat pembangunan secara lebih objektif. Kritik tetap diperlukan sebagai kontrol publik, tetapi setiap ikhtiar yang benar-benar menghadirkan tambahan sumber daya bagi daerah juga layak diapresiasi.

Ady Mahyudi tentu masih memiliki pekerjaan besar. Jalan yang belum baik harus terus dibenahi, pelayanan publik harus semakin dekat dengan masyarakat, pendidikan dan kesehatan harus diperkuat, serta ekonomi masyarakat harus terus digerakkan.

Sebab pada akhirnya, ukuran keberhasilan seorang Bupati bukanlah seberapa sering namanya dipuji, melainkan seberapa banyak masyarakat merasakan perubahan dalam kehidupan mereka.

Bima membutuhkan pembangunan, bukan sekadar perdebatan. Bima membutuhkan kerja nyata, bukan hanya kata-kata. Dan setiap rupiah yang berhasil diperjuangkan untuk daerah harus kembali menjadi manfaat bagi rakyat.
(RRS//RumaRenggeSape//007)

Perang Melawan Peredaran Gelap Narkoba, Polsek Soromandi Ringkus Pengedar dan 16 Pocket BB Disita

jpn

Bimantika.net -Perang melawan dan memberantas peredaran gelap narkoba di bawah pimpinan Kapolres Bima Kabupaten Polda NTB AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar S.I.K.M.H.terus di buktikan.

Terkini jajaran Polsek Soromandi berhasil meringkus terduga pelaku pengedar narkoba jenis Sabu yang sangat meresahkan masyarakat diwilayah hukum Polsek Soromandi.

Operasi senyap yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Soromandi Ipda Mujahidin itu berlangsung pada Sabtu 08 Agustus 2026 pukul 01.00. Wita dini hari.

Hasilnya terduga pelaku berinisial JD (L)
warga Desa Kananta bersama BB narkotika jenis sabu 16 pocket siap edar berhasil diamankan.

Tidak hanya itu petugas juga berhasil mengamankan 2 unit telepon genggam, uang tunai sebesar Rp.400.000.alat hisap dan sejumlah barang bukti lainnya yang berkaitan dengan tindak pidana narkotika sesuai dengan UU No 35.tahun 2009 tentang narkotika.

Penggeledahan badan maupun area sekitar tempat kejadian perkara (TKP) ikut disaksikan oleh pemerintah desa dan warga sekitar

Penangkapan JD ini berawal dari informasi masyarakat yang menyebut adanya transaksi narkoba jenis sabu di Desa tersebut.menyikapi informasi itu Ipda Mujahidin langsung memimpin personelnya dan langsung bergerak cepat menuju TKP.

Hal itu dikemukakan oleh Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar S.I.K.M.H., melalui Kapolsek Soromandi Ipda Mujahidin.

“Benar kami telah mengamankan terduga pelaku pengedar narkoba jenis sabu dan sejumlah BB yang meresahkan masyarakat di wilayah Kecamatan Soromandi”. Ujarnya.

Kapolsek Soromandi Ipda Mujahidin meneruskan, setelah melakukan penangkapan terduga pelaku langsung diserahkan ke Satreskoba Polres Bima Kabupaten untuk menjalani pemeriksaan dan diproses hukum lebih lanjut.

“Pasca operasi tersebut Situasi Kamtibmas diwilayah hukum Polsek Soromandi dilaporkan dalam keadaan kondusif”. Tutupnya. (****)

Ketua TP Posyandu Murni Suciyanti Pimpin Rakor, Dorong Transformasi Layanan Dasar yang Menyentuh Seluruh Masyarakat

jpn

Bimantika.net -Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Bima, Ny. Murni Suciyanti Ady Mahyudi, memimpin Rapat Koordinasi Tim Pembina Posyandu Tingkat Kabupaten Bima Tahun 2026 yang mengusung tema “Transformasi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM), Mendekatkan Layanan, Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat”.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bima, Kamis (6/8), menjadi momentum memperkuat sinergi lintas sektor dalam meningkatkan kualitas pelayanan dasar kepada masyarakat.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri Kepala DPMD Kabupaten Bima Drs. H. Masykur, MM, Kepala Dinas Kesehatan Hj. Nurul Wahyuti, SE., MM, Sekretaris Bappeda Dadang Erawan, ST., ME, Camat Lambu Muaidin, S.Pd, para kepala bidang di lingkungan DPMD, serta perwakilan enam perangkat daerah yang memiliki keterkaitan langsung dengan penyelenggaraan layanan dasar melalui Posyandu.

Dalam arahannya, Ny. Murni menegaskan bahwa keberhasilan Posyandu tidak diukur dari banyaknya jumlah Posyandu yang berdiri, melainkan sejauh mana Posyandu benar-benar berfungsi dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Menurutnya, setiap Posyandu harus memiliki data yang akurat mengenai warga yang membutuhkan pelayanan, kemudian menerjemahkan data tersebut menjadi layanan yang mudah diakses serta memiliki mekanisme tindak lanjut yang jelas melalui pemerintah desa, kecamatan hingga perangkat daerah sesuai kewenangannya.

Ia juga mengapresiasi dedikasi para kader dan pengurus Posyandu yang selama ini tetap menjalankan pengabdian di tengah berbagai tanggung jawab sebagai ibu rumah tangga maupun pencari nafkah. Dengan semangat gotong royong dan keikhlasan, para pembina Posyandu diharapkan menjadi sumber inspirasi sekaligus penggerak perubahan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Posyandu adalah pintu terdekat pemerintah untuk mengetahui kebutuhan dan persoalan masyarakat. Dari Posyandu, kita dapat mendata kebutuhan warga, menerima aspirasi, kemudian menghubungkannya dengan pelayanan pemerintah melalui perangkat daerah yang berwenang,” ujar Ny. Murni.

Sementara itu, Kepala DPMD Kabupaten Bima Drs. H. Masykur, MM mengatakan transformasi Posyandu enam Standar Pelayanan Minimal merupakan amanat perubahan regulasi yang memperluas peran Posyandu sebagai pusat pelayanan dasar masyarakat. Karena itu, DPMD terus mendorong percepatan pembentukan dan penguatan Posyandu 6 SPM di seluruh desa dan kecamatan di Kabupaten Bima.

Menurutnya, aspirasi pengurus Posyandu harus mendapat ruang dalam proses perencanaan pembangunan desa melalui forum Musyawarah Desa (Musdes).

Koordinasi yang intensif dengan Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Bappeda, DP3AP2KB serta perangkat daerah lainnya menjadi kunci agar pelayanan dasar kepada masyarakat dapat berjalan secara terpadu, efektif, dan berkelanjutan.

Transformasi Posyandu yang tengah digalakkan Pemerintah Kabupaten Bima juga diharapkan mampu memperkuat kehadiran negara hingga ke tingkat desa.

Melalui kolaborasi lintas sektor, Posyandu tidak hanya menjadi tempat pelayanan kesehatan ibu dan anak, tetapi berkembang sebagai pusat pelayanan dasar masyarakat yang mencakup bidang kesehatan, pendidikan, sosial, perumahan, ketenteraman dan ketertiban umum, serta perlindungan masyarakat sesuai konsep Posyandu enam SPM.

Dengan komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan, Rakor ini menjadi langkah strategis untuk memastikan setiap Posyandu di Kabupaten Bima benar-benar hadir sebagai garda terdepan pelayanan publik.

Harapannya, kualitas hidup masyarakat terus meningkat melalui pelayanan yang semakin dekat, cepat, tepat sasaran, serta mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat hingga ke pelosok desa.
(RRS//RumaRenggeSape//007)

Meriahkan HUT RI Ke 81, Warga BTN Sadia Gelar Berbagai Lomba, Pembukaan Berlangsung Meriah

jpn

Bimantika.net -Warga BTN Sadia Kelurahan Sadia Kecamatan Mpunda Kota Bima hari ini Kamis (6/8) menggelar acara pembukaan secara resmi berbagai perlombaan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke 81.

Acara pembukaan dipandu oleh Ketua RT 11 Antasari, ST dan pemimpin Doa Ketua RT 13 Ahmad, S. Ag serta di buka secara Resmi oleh Lurah Sadia Sudirman, S. Sos.

Ketua Panitia H. Agussalim, SE menyebut kegiatan lomba menyambut HUT RI Ke 81 akan dimulai 6 Agustus dan berakhir 16 Agustus 2026.

H. Agus membeberkan bahwa panitia menyelenggarakan kegiatan dengan banyak mata lomba yang akan diikuti oleh Bapak-bapak, Ibu-ibu dan anak-anak.

“Sejumlah mata lomba adalah Lomba makan kerupuk, bawa kelereng, lomba kebersihan lingkungan, volley ball, tennis meja, gerak jalan, lomba lari karung” ujar H. Agus.

Usai pembukaan berlangsung langsung dimeriahkan oleh lomba makan kerupuk ibu-ibu.

Kegiatan lomba dipandu oleh Ketua Majelis Taklim BTN Sadia, Hj. Nurhayati, S. Pd. (****)

Wali Kota Bima Aji Man : Pembangunan Gedung Rawat Inap RSUD Dikebut, Targetkan Segera Layani Pasien

jpn

Bimantika.net -Wali Kota Bima H. A. Rahman H. Abidin, SE meminta pembangunan gedung ruang rawat inap baru RSUD Kota Bima dipercepat tanpa mengabaikan kualitas konstruksi.

Permintaan itu disampaikan saat meninjau langsung progres proyek bersama Wakil Wali Kota Feri Sofiyan, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Kota Bima, Dinas Kesehatan, dan manajemen RSUD Kota Bima.

Peninjauan dilakukan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi teknis dan target penyelesaian. Wali Kota memeriksa sejumlah bagian bangunan, mulai dari struktur konstruksi hingga kesiapan fasilitas penunjang yang nantinya akan digunakan untuk pelayanan pasien.

Menurut Aji Man sapaan Walikota Bima, pembangunan gedung rawat inap bukan sekadar proyek fisik, melainkan upaya memperkuat kapasitas layanan kesehatan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas rumah sakit yang layak.

“Kami ingin memastikan pembangunan berjalan sesuai standar mutu dan selesai tepat waktu. Fasilitas ini harus benar-benar siap memberikan pelayanan yang aman, nyaman, dan berkualitas kepada masyarakat” ujarnya.

Ia mengingatkan kontraktor, konsultan pengawas, dan seluruh pihak yang terlibat agar tidak mengejar percepatan dengan mengorbankan kualitas pekerjaan.

Pengawasan teknis, kata dia, harus dilakukan secara ketat agar hasil pembangunan memiliki daya tahan dan memenuhi standar pelayanan rumah sakit.

Wali Kota menilai keberadaan gedung rawat inap baru menjadi salah satu infrastruktur penting untuk meningkatkan mutu layanan RSUD Kota Bima.

Penambahan kapasitas tempat tidur diharapkan mampu mengurangi kepadatan pelayanan sekaligus memberikan ruang perawatan yang lebih representatif bagi pasien.

Wakil Wali Kota Bima Feri Sofiyan mengatakan pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan proyek hingga selesai. Menurut dia, penyelesaian pembangunan tepat waktu akan menentukan kesiapan RSUD dalam meningkatkan akses pelayanan kesehatan masyarakat.

Di akhir peninjauan, pemerintah daerah menggelar evaluasi lapangan bersama pihak terkait untuk mengidentifikasi pekerjaan yang masih memerlukan percepatan.

Evaluasi tersebut menjadi bagian dari pengawasan agar proyek dapat diselesaikan sesuai jadwal dan segera difungsikan sebagai fasilitas pelayanan kesehatan bagi warga Kota Bima. (****//Kominfo)

DPRD Kota Bima Apresiasi Ground Breaking Kolam Retensi, Dorong Penanganan Banjir dari Hulu Hingga Hilir

jpn

Bimantika.net -Anggota DPRD Kota Bima, Amir Syarifuddin, S.Hi., menghadiri kegiatan peletakan batu pertama (ground breaking) Kolam Retensi Amahami yang dilanjutkan dengan peninjauan Kolam Retensi Dae Lakosa, Rabu (5/8/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bima, Sekda, Kepala Bappeda, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Perkim, Kepala DLH, Camat Rasanae Barat, Lurah Dara dan Lurah Monggonao, serta unsur Forkopimda Kota Bima.

Amir Syarifuddin menyampaikan bahwa pembangunan kolam retensi merupakan langkah strategis dalam upaya mengatasi persoalan banjir yang selama ini menjadi salah satu tantangan Kota Bima. Ia berharap keberadaan kolam retensi tidak hanya berfungsi sebagai bagian dari sistem pengendalian banjir, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi ruang terbuka hijau dan ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk beraktivitas dan berekreasi.

“Kita berharap kolam retensi ini nantinya bukan hanya menjadi infrastruktur pengendalian banjir, tetapi juga menjadi ruang terbuka hijau dan ruang publik yang nyaman bagi masyarakat. Karena itu, ekosistem di sekitar kolam retensi juga harus dijaga dan ditata dengan baik,” ujar Amir.

Menurutnya, pembangunan kolam retensi harus ditempatkan sebagai bagian dari penanganan banjir secara menyeluruh, bukan berdiri sendiri. Penanganan di kawasan hilir perlu dibarengi dengan intervensi di wilayah hulu agar debit dan aliran air dapat dikendalikan sejak awal.

“Penanganan banjir tidak cukup hanya memperbaiki persoalan di hilir. Kita juga harus melihat keseluruhan sistemnya, mulai dari hulu sampai hilir. Karena itu, penanganan kawasan hulu menjadi harapan tersendiri. Konservasi, pengendalian aliran air, penghijauan dan penataan kawasan hulu harus menjadi bagian dari strategi besar penanganan banjir Kota Bima,” jelasnya.

Ia menambahkan, keberhasilan program pengendalian banjir membutuhkan sinergi lintas sektor dan kesinambungan program. Infrastruktur di hilir seperti kolam retensi, drainase dan normalisasi sungai harus berjalan seiring dengan upaya memperbaiki kondisi daerah tangkapan air di bagian hulu.

DPRD Kota Bima, lanjut Amir, akan terus mendukung program pemerintah daerah yang berorientasi pada penyelesaian persoalan banjir sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan dan ruang publik bagi masyarakat.

“Kita ingin pembangunan ini memberikan manfaat ganda. Banjir bisa dikendalikan, lingkungan menjadi lebih baik, dan masyarakat memiliki ruang publik yang sehat dan nyaman. Tetapi semua itu harus dijaga bersama, termasuk memastikan ekosistem di sekitar kolam retensi tetap terpelihara,” pungkasnya. (***//Sekwan)

BBWS Nusa Tenggara I Salurkan Air Bersih untuk Warga Jatiwangi, Wujud Nyata Kepedulian di Tengah Musim Kemarau

jpn

Bimantika.net -Komitmen pemerintah dalam menjamin terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat kembali diwujudkan melalui aksi nyata Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara I Mataram.

Di tengah musim kemarau yang mulai berdampak pada ketersediaan air bersih, BBWS NT I menyalurkan bantuan air bersih kepada warga RT 01 RW 01 Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima, Rabu (5/8/2026).

Sebanyak 3.600 liter air bersih didistribusikan menggunakan satu unit mobil tangki ke titik tampungan air yang telah disiapkan.

Bantuan tersebut diperuntukkan bagi 50 kepala keluarga atau sekitar 150 jiwa yang selama beberapa waktu terakhir mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

Selain mendistribusikan air bersih, tim BBWS Nusa Tenggara I Mataram juga berkoordinasi dengan perangkat Kelurahan Jatiwangi, Bhabinkamtibmas, serta BPBD Kota Bima guna memastikan penyaluran berlangsung tertib, aman, dan tepat sasaran.

Dengan kondisi cuaca yang cerah serta akses jalan yang memadai, proses distribusi berjalan lancar tanpa kendala. Seluruh rangkaian kegiatan dapat diselesaikan dengan baik sehingga kebutuhan air bersih masyarakat untuk sementara waktu dapat terpenuhi.

Kehadiran BBWS Nusa Tenggara I di tengah masyarakat mendapat sambutan hangat dari warga. Bantuan tersebut dinilai bukan sekadar penyaluran air bersih, tetapi juga menjadi bukti bahwa negara hadir dan tanggap terhadap kebutuhan masyarakat yang terdampak kekeringan.

Respons cepat ini memberikan harapan sekaligus meringankan beban warga yang selama ini harus berjuang mendapatkan air bersih.
Masyarakat berharap kegiatan sosial seperti ini terus berlanjut selama musim kemarau berlangsung.

Sinergi antara BBWS Nusa Tenggara I Mataram, Pemerintah Kota Bima, BPBD, aparat keamanan, dan pemerintah kelurahan menjadi contoh nyata kolaborasi dalam pelayanan publik.

Kepedulian tersebut diharapkan semakin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap upaya pemerintah dalam menghadirkan solusi atas persoalan yang dihadapi warga, khususnya pemenuhan kebutuhan air bersih yang menjadi kebutuhan paling mendasar.
(RRS//RumaRenggeSape//007)

Antisipasi Macet di Jam Sibuk, Polsek Bolo Gelar Strong Point Pagi

jpn

BIMAntika.net. -Jajaran Kepolisian Sektor Bolo Polres Bima Kabupaten Polda NTB menghadirkan pelayanan prima demi menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah hukumnya.

Selasa 4 Agustus 2026 pukul 07.00. Wita Personel Polsek Bolo melaksanakan kegiatan Strong Point pagi hari di titik-titik rawan aktivitas pelajar salah satunya di depan SMPN I Bolo dan SDN Inpres Desa Rato.

Selain mengurai kepadatan kendaraan, petugas patroli juga membantu para pelajar menyeberang jalan menuju gerbang sekolah.

Kegiatan Strong Point ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap keamanan dan keselamatan para pelajar serta pengguna jalan lainnya, guna mengantisipasi potensi kemacetan sekaligus mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Hal itu dikemukakan oleh Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar S.I.K.,M.H., melalui Kasi Humas AKP Adib Widayaka.

Kehadirannya anggota Polsek Bolo itu mendapatkan apresiasi positif dari pihak sekolah dan masyarakat pengguna jalan lainnya. (****)