Ditangkap DJ Perempuan di Palibelo Diduga Simpan 12,42 Gram Shabu; Kapolres Bima Tegaskan Tidak Memberi Ruang Bagi Pengedar Narkoba

jpn

BIMAntika.net -Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Bima,Polda NTB kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah hukumnya.

Pada Jumat (5/6/2026), Tim Opsnal Satresnarkoba yang dipimpin langsung Kasat Resnarkoba Polres Bima, AKP Dediansyah, S.E., berhasil mengamankan seorang perempuan berinisial APC (25) yang diduga terlibat dalam peredaran narkotika jenis sabu di Desa Nata Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima.

Pengungkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat yang melaporkan adanya dugaan aktivitas transaksi narkotika di rumah terduga pelaku.

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas melakukan serangkaian penyelidikan hingga akhirnya melakukan upaya penegakan hukum dan penggeledahan di lokasi sekitar pukul 10.30 WITA.

Saat penggeledahan yang disaksikan oleh perangkat desa setempat, petugas menemukan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan tindak pidana narkotika, di antaranya 11 klip plastik bening berisi kristal yang diduga narkotika jenis sabu, klip kosong, alat hisap (bong), sedotan yang telah dimodifikasi, uang tunai, serta barang bukti lainnya.

Dari hasil penimbangan awal, total berat bruto barang bukti yang diduga narkotika jenis sabu tersebut mencapai 12,42 gram.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, terduga pelaku diduga menjalankan aktivitas peredaran narkotika dari rumahnya di Desa Nata. Aktivitas tersebut sebelumnya telah dikeluhkan warga karena diduga meresahkan lingkungan sekitar. Polisi juga masih melakukan pengembangan guna mengungkap kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam jaringan peredaran narkotika tersebut.

Ironisnya, perempuan yang diamankan dalam kasus tersebut diketahui berprofesi sebagai Disk Jockey (DJ). Fakta tersebut menjadi perhatian tersendiri mengingat peredaran dan penyalahgunaan narkotika dapat menjerat siapa saja tanpa memandang usia, profesi, maupun latar belakang sosial.

Polisi pun mengingatkan masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak terlibat dalam penyalahgunaan maupun peredaran narkoba yang dapat merusak masa depan.

Kapolres Bima, AKBP M. Anton Bhayangkara Gaisar, S.I.K., M.H., melalui Kasat Resnarkoba Polres Bima, AKP Dediansyah, S.E., menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan ruang bagi pelaku peredaran narkotika di wilayah Kabupaten Bima.

“Kami mengapresiasi peran aktif masyarakat yang telah memberikan informasi kepada kepolisian. Setiap informasi yang masuk akan kami tindak lanjuti secara profesional. Peredaran narkotika merupakan ancaman serius bagi generasi muda dan akan kami berantas tanpa kompromi sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” kata Kapolres Bima sebagaimana dikutip Kasat Resnarkoba AKP Dediansyah, S.E.

Lebih lanjut, Kapolres mengingatkan bahwa penyalahgunaan dan peredaran narkotika dapat menghancurkan masa depan generasi muda serta mengancam keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Kasus ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat bahwa narkoba dapat menyasar siapa saja. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memerangi peredaran narkotika demi menyelamatkan generasi bangsa dan menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif,” lanjut Kapolres Bima sebagaimana dikutip Kasat Resnarkoba.

Saat ini terduga pelaku telah diamankan di Satresnarkoba Polres Bima untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Sementara barang bukti yang diduga narkotika jenis sabu akan dikirim ke laboratorium forensik guna mendukung proses penyidikan. Polres Bima juga memastikan akan terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan peredaran narkotika lainnya di wilayah Kabupaten Bima.(****)

Kurang dari Tiga Hari, Tim Puma Polres Bima Berhasil Ungkap Kasus Curanmor di Desa Roi

jpn

BIMAntika.net -Tim Puma Satreskrim Polres Bima berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian sepeda motor (curanmor) yang terjadi di Dusun Temba Loa, Desa Roi, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima.

Dalam pengungkapan tersebut, petugas berhasil mengamankan dua orang terduga pelaku beserta barang bukti berupa satu unit sepeda motor hasil curian.

Pengungkapan kasus tersebut dilakukan pada Jumat (5/6/2026) sekitar pukul 01.00 WITA dini hari berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/B/81/VI/2026/SPKT/POLRES BIMA/POLDA NTB tanggal 3 Juni 2026.

Kasus pencurian itu menimpa Miftahul Rizki Rakadisa, warga Desa Roi, Kecamatan Palibelo. Peristiwa diketahui terjadi pada Rabu (3/6/2026) sekitar pukul 11.00 WITA saat sepeda motor milik korban yang diparkir di samping rumahnya dilaporkan hilang oleh anggota keluarga.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Puma Satreskrim Polres Bima langsung melakukan serangkaian penyelidikan.

Dari hasil penyelidikan, petugas memperoleh informasi bahwa sepeda motor Suzuki FU yang hilang dititipkan kepada salah seorang warga Desa Nata.

Saat mendatangi lokasi, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Suzuki FU warna hitam. Berdasarkan hasil interogasi awal, diketahui kendaraan tersebut dititipkan oleh dua warga Desa Roi yang kemudian diketahui berinisial SG alias R (25) dan F (23).

Berbekal informasi tersebut, Tim Puma melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan kedua terduga pelaku di rumah masing-masing pada Jumat dini hari sekitar pukul 01.00 WITA. Selanjutnya kedua terduga pelaku beserta barang bukti dibawa ke Mapolres Bima guna menjalani proses hukum lebih lanjut.

Kapolres Bima, AKBP M. Anton Bhayangkara Gaisar, S.I.K., M.H., melalui Kasat Reskrim Polres Bima, IPTU Ghufron Subeki, S.H., menjelaskan bahwa keberhasilan pengungkapan kasus tersebut merupakan hasil kerja cepat dan responsif anggota dalam menindaklanjuti laporan masyarakat.

Setiap laporan yang diterima akan kami tindak lanjuti secara profesional dan maksimal. Alhamdulillah, dalam kasus ini Tim Puma berhasil mengamankan dua terduga pelaku beserta barang bukti yang diduga merupakan hasil tindak pidana pencurian sepeda motor.

“Saat ini keduanya masih menjalani proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” kata Kapolres Bima, AKBP M. Anton Bhayangkara Gaisar, S.I.K., M.H., sebagaimana dikutip Kasat Reskrim IPTU Ghufron Subeki, S.H.

Saat ini penyidik Satreskrim Polres Bima masih melengkapi administrasi penyidikan, melakukan gelar perkara, pemberkasan, serta menyiapkan pelimpahan berkas perkara kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan berupa satu unit sepeda motor Suzuki FU 150 SCD warna hitam dengan nomor rangka dan nomor mesin yang sesuai dengan kendaraan yang dilaporkan hilang oleh korban.(*)

Selasa Menyapa di Ambalawi, Bukti Kepemimpinan Ady Mahyudi Hadir Untuk Melayani Rakyat dengan Memberikan Paket Bantuan

jpn

Bimantika.net – Program Selasa Menyapa kembali menunjukkan wajah kepemimpinan yang dekat dengan rakyat. Di Desa Rite, Kecamatan Ambalawi, Bupati Bima Ady Mahyudi hadir langsung bersama jajaran pemerintah daerah untuk menyapa, mendengar, dan memberikan solusi nyata bagi masyarakat.

Kegiatan yang diawali dengan agenda Ngopi Bareng di Gedung Serba Guna Oi Ncinggi tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antara pemerintah dan warga, tetapi juga menjadi bukti bahwa pembangunan tidak cukup dilakukan dari balik meja, melainkan harus hadir di tengah masyarakat.

Kehadiran Bupati Ady Mahyudi bersama Ketua TP PKK Kabupaten Bima, Murni Suciyanti, disambut hangat oleh masyarakat Desa Rite dan Desa Kole. Antusiasme warga terlihat sejak penyambutan hingga dialog terbuka yang berlangsung penuh keakraban.

Dalam sambutannya, Bupati Ady Mahyudi menegaskan bahwa seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Bima hadir sebagai bentuk penghormatan kepada masyarakat. Pesan tersebut memperlihatkan komitmen kepemimpinan yang menempatkan rakyat sebagai pusat pelayanan dan pembangunan.

“Selasa Menyapa” bukan sekadar program kunjungan kerja.

Di bawah kepemimpinan Ady Mahyudi, program ini menjelma menjadi ruang komunikasi langsung antara pemerintah dan masyarakat, sehingga berbagai persoalan dapat didengar, dipahami, dan ditindaklanjuti dengan cepat.

Pada kesempatan tersebut, sejumlah bantuan strategis diserahkan kepada masyarakat.

Mulai dari santunan ahli waris sebesar Rp104 juta melalui kerja sama BPJS Ketenagakerjaan dan Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Bima, bantuan pangan dan makanan tambahan bagi keluarga berisiko stunting, hingga dukungan terhadap pendidikan anak usia dini melalui penghargaan kepada para Bunda PAUD.

Tak hanya fokus pada perlindungan sosial dan kesehatan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Bima juga menunjukkan perhatian terhadap lingkungan melalui peluncuran Gerakan Aksi Kesadaran Masyarakat Akan Pengolahan Sampah Organik dan Non Organik yang disertai penyerahan bak sampah kepada pemerintah desa dan kader PKK.
Masyarakat juga merasakan dampak ekonomi dari kegiatan tersebut.

Bupati Ady Mahyudi menyempatkan diri mengunjungi stand UMKM warga, memberikan semangat dan dukungan kepada pelaku usaha lokal agar terus berkembang dan menjadi penggerak ekonomi desa.
Rangkaian kegiatan Selasa Menyapa di Ambalawi semakin memperkuat keyakinan masyarakat bahwa pemerintah daerah hadir bukan hanya saat kampanye atau seremoni, tetapi hadir untuk mendengar, melayani, dan bekerja bersama rakyat.

Melalui pendekatan yang humanis, terbuka, dan menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung, kepemimpinan Ady Mahyudi dinilai mampu membangun hubungan emosional yang kuat antara pemerintah dan rakyat. Inilah yang membuat

Program Selasa Menyapa tidak hanya menjadi agenda pemerintahan, tetapi juga menjadi harapan baru bagi masyarakat Kabupaten Bima menuju daerah yang lebih maju, sehat, sejahtera, dan berdaya saing.
(RRS//RumaRenggeSape//007)

Walikota Bima Harap PUPR Mengkaji Secara Mendalam Aspek Regulasi dan Kewenangan Daerah Terkait Aktivitas Galian C

jpn

Bimantika.net -Wali Kota Bima, H. A. Rahman, H. Abidin, SE., menerima audiensi Camat Mpunda dan Lurah Sambina’e di ruang kerja Wali Kota, Kamis (4/6/2026).

Pertemuan tersebut membahas aktivitas galian C yang berlangsung di wilayah Sambina’e dan berbagai dampak yang ditimbulkannya bagi lingkungan maupun masyarakat sekitar.

Dalam audiensi tersebut, Wali Kota Bima didampingi oleh Sekretaris Daerah Kota Bima, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Dinas Penataan Ruang, serta perwakilan Dinas Lingkungan Hidup.

Menindaklanjuti berbagai masukan yang disampaikan, Wali Kota Bima meminta Dinas PUPR untuk melakukan kajian secara komprehensif terhadap aturan dan ketentuan yang berkaitan dengan kewenangan pemerintah daerah dalam mengatur aktivitas galian C, khususnya yang berada di wilayah Sambina’e.

Menurut Wali Kota, kajian tersebut penting sebagai dasar bagi pemerintah daerah dalam mengambil langkah-langkah kebijakan yang tepat, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Saya minta Dinas PUPR untuk mengkaji secara mendalam aspek regulasi dan kewenangan daerah terkait aktivitas galian C. Kajian ini diperlukan agar setiap kebijakan yang diambil memiliki dasar hukum yang jelas dan berpihak pada kepentingan masyarakat serta kelestarian lingkungan,” tegas Aji Man, sapaan akrabnya.

Selain itu, Aji Man, juga mengarahkan Sekda untuk segera mengagendakan rapat lanjutan yang melibatkan Camat Mpunda, Lurah Sambina’e, Dinas Lingkungan Hidup, serta perangkat daerah terkait guna membahas persoalan tersebut secara lebih menyeluruh.

Rapat lanjutan nantinya diharapkan dapat menghasilkan langkah-langkah konkret dalam penanganan aktivitas galian C, termasuk upaya pengawasan, pengendalian dampak lingkungan, serta sinkronisasi kewenangan antar instansi.

Pemerintah Kota Bima berkomitmen untuk terus mengedepankan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik dalam setiap pengambilan kebijakan, termasuk dalam penanganan aktivitas pertambangan dan galian yang berpotensi berdampak terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat. (*//Kominfo)

Walikota Aji Man Luncurkan Bantuan Bedah Rumah, Ikhtiar Nyata Pemkot Bima Untuk Program Pro Rakyat

jpn

BIMAntika.net -Wali Kota Bima H. A. Rahman H. Abidin, SE menghadiri kegiatan penyerahan bantuan program bedah rumah yang berlangsung di Kelurahan Paruga Kecamatan RasanaE Barat Kota Bima.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Bima, Asisten I Setda Kota Bima, Ketua Baznas Kota Bima, pimpinan OPD, Sekretaris Camat, Lurah Paruga, Ketua RT dan RW, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat. Rabu, (3/6/2026)

Dalam laporannya, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Bima menyampaikan bahwa program bedah rumah yang dilaksanakan saat ini merupakan bagian dari berbagai program bantuan perumahan yang tersebar di sejumlah kelurahan di Kota Bima.

Selain bersumber dari program pemerintah daerah, terdapat pula dukungan melalui pokok-pokok pikiran (Pokir) yang pada tahun ini mencakup sekitar 83 unit rumah, serta bantuan dari Baznas Kota Bima.

“Program bedah rumah ini kami harapkan dapat menjadi role model bagi Kota Bima. Ke depan akan terus dikembangkan sehingga masyarakat yang benar-benar berhak dapat memperoleh bantuan dan menikmati hunian yang layak,” ujarnya.

Wali Kota Bima H. A. Rahman SE, dalam sambutannya menyampaikan bahwa bantuan yang diserahkan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah bersama Baznas Kota Bima serta bantuan pribadi untuk mendukung penyelesaian pembangunan rumah penerima manfaat.

Aji Man sapaan Walikota Bima menyebutkan bahwa pembangunan rumah tersebut merupakan bagian dari program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian PUPR yang diperjuangkan melalui Pokir DPR RI.

Dalam pelaksanaannya, program tersebut membutuhkan dana sharing yang akan dikelola dan diawasi oleh fasilitator agar pembangunan dapat berjalan sesuai ketentuan.

“Dengan adanya bantuan ini, kami berharap masyarakat penerima manfaat dapat memiliki tempat tinggal yang layak dan nyaman. Pemerintah akan terus berupaya memperhatikan kondisi masyarakat, meskipun dalam pelaksanaannya terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, seperti kepastian kepemilikan lahan dan terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN),” ujar Wali Kota.

Wali Kota menegaskan komitmen Pemerintah Kota Bima untuk terus membantu masyarakat yang membutuhkan, termasuk mendukung berbagai program pembangunan yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota turut menitipkan perhatian terhadap kawasan Serasuba yang kini semakin ramai dikunjungi masyarakat.

Menurutnya, meningkatnya aktivitas di kawasan tersebut memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat Kota Bima.

Aji Man meminta kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga fasilitas umum, termasuk lapangan yang berada di kawasan ini.

“Fasilitas tersebut adalah milik masyarakat Kota Bima yang harus dijaga dan dimanfaatkan dengan baik,” tegasnya.

Wali Kota juga mengapresiasi bantuan tempat sampah yang diberikan guna mendukung kebersihan lingkungan.

Ia berharap kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan terus meningkat sehingga Kota Bima dapat menjadi kota yang indah, bersih, dan asri.

“Mari bersama-sama membangun Kota Bima menjadi lebih baik. Saya yakin dan percaya, seberat apa pun tantangan yang kita hadapi, semuanya dapat kita lalui dengan kebersamaan dan semangat gotong royong,” pungkasnya.(****//Kominfo)

Kunker di Polres Bima, Kapolda NTB Tegaskan Komitmen Berantas Narkoba

BIMAntika.net -Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB) Irjen Pol Kalingga Rendra Raharja, S.E., M.H., didampingi Ketua Bhayangkari Daerah NTB, melaksanakan kunjungan kerja (Kunker) perdana ke Mapolres Bima Kabupaten, Selasa (2/6/2026) pukul 14.30 Wita.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari safari kerja pertama Kapolda NTB ke jajaran kepolisian resor setelah resmi menjabat usai serah terima jabatan (Sertijab) di Mabes Polri pada 17 Mei 2026 lalu.

Kedatangan Kapolda beserta rombongan disambut langsung oleh Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar, S.I.K.,M.H., bersama Ketua Bhayangkari Cabang Bima dan seluruh personel Polres Bima.

Suasana penyambutan berlangsung meriah dengan suguhan tarian tradisional khas Wawo yang menampilkan kekayaan budaya Kabupaten Bima.

Setelah prosesi penyambutan, Kapolda NTB dan Ketua Bhayangkari Daerah NTB melaksanakan kegiatan bakti sosial dengan menyerahkan paket bantuan sembako kepada warga kurang mampu.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penanaman pohon bersama sebagai wujud kepedulian Polri terhadap pelestarian lingkungan dan keberlanjutan ekosistem.

Agenda berikutnya diisi dengan paparan Laporan Kesatuan yang disampaikan Kapolres Bima. Dalam paparannya, AKBP Muhammad Anton memaparkan secara komprehensif kondisi geografis Kabupaten Bima, cakupan wilayah hukum Polres Bima, hingga berbagai program unggulan yang telah dijalankan, termasuk program “Polisi Peduli”.

Selain itu, dipaparkan pula potensi sektor pertanian dan peternakan daerah, serta berbagai capaian dan prestasi yang berhasil diraih jajaran Polres Bima dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Sebelum paparan berlangsung, seluruh personel Polres Bima dan Polsek jajaran terlebih dahulu melaksanakan penandatanganan Pakta Integritas dan pernyataan sikap anti narkoba.

Melalui deklarasi tersebut, seluruh anggota menyatakan komitmen kuat untuk tidak terlibat dalam penyalahgunaan narkotika dalam bentuk apa pun. Kegiatan ini turut disaksikan para anggota Bhayangkari sebagai bentuk dukungan keluarga terhadap integritas dan profesionalisme anggota Polri.

Dalam arahannya, Kapolda NTB Irjen Pol Kalingga Rendra Raharja S.E.,MH.,memberikan penegasan tegas kepada seluruh personel terkait bahaya penyalahgunaan narkoba.

“Jauhi, hindari, dan jangan bermain-main dengan narkoba dalam bentuk apa pun!” tegas jenderal bintang dua tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Kapolda NTB memaparkan delapan Program Prioritas Strategis yang dirangkum dalam akronim “POLDA NTB”. Program tersebut akan menjadi pedoman utama seluruh jajaran Polda NTB, termasuk Polres Bima, dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada masyarakat.

Mengakhiri arahannya, Kapolda NTB kembali mengingatkan seluruh personel agar senantiasa mengedepankan pelayanan yang tulus, humanis, dan bertanggung jawab.

Ia menegaskan bahwa kehadiran Polri harus mampu memberikan rasa aman, menjadi solusi bagi masyarakat, serta menjaga kepercayaan publik melalui kinerja yang profesional dan berintegritas.(****)

Aktivis Global Sumud Flotilla Dilecehkan, Kejahatan Israel Makin Brutal

jpn

Oleh: Raodah Fitriah, S.P (Aktivis Dakwah)

BIMAntika.net -Global Sumud Flotilla (GSF) merupakan sebuah perkumpulan yang berlayar atas dasar misi kemanusiaan internasional, yang terdiri dari puluhan kapal sipil dari berbagai negara untuk membawa bantuan logistik dan medis ke jalur Gaza serta menembus blokade Israel.

Sudah dua kali GSF berlayar dan selalu dihadang bahkan disandera oleh Zionis. Namun, yang kedua ini tindakan Zionis makin brutal, termasuk pada perempuan. Penyelenggara GSF 2.0 merilis pernyataan terkait perlakuan militer Israel terhadap relawan. Ada 15 kasus kekerasan seksual termasuk pemerkosaan,

Ada yang ditembak menggunakan peluru karet dari jarak dekat dan puluhan orang mengalami patah tulang. (BBC Indonesia.com, 23/05/2026)

Aktivis Indonesia yang bergabung dalam GSF juga mengalami penyiksaan disetrum, ditendang hingga memar. Pemerintah Kanada, Spanyol, Jerman hingga Indonesia hanya sebatas mengecam atas perlakuan Israel terhadap warganya. diinformasikan bahwa rakyat yang terlibat dalam misi kemanusiaan GSF diperlakukan buruk oleh militer Israel.

Sejatinya ketika mendengar saudara sesama muslim yang menderita, secara naluriah bergerak untuk membantu meringankan bebannya dengan mengerahkan segala daya dan upaya.

Hingga terbentuknya GSF perwujudan orang-orang yang sadar atas dasar kemanusiaan, yang berasal dari berbagai negara.

Mereka tidak membawa senjata, mereka hanya berlayar membawa logistik, pakaian hingga obat-obatan dengan harapan sampai di Gaza.

Sayangnya, GSF justru dihadang di laut Mediterania dan gagal sampai Gaza.

Kejahatan pada aktivis GSF 2.0 adalah bentuk dominasi kolonialisme Barat, memunculkan arogansi melakukan kejahatan terhadap aktivis.

Tidak membiarkan siapapun membantu Gaza, padahal mereka hanyalah aktivis bukan kriminal yang membawa senjata.

Terlebih lagi Israel makin kebal, terbebas dari hukum internasional bahkan mendukung, sehingga wajar Israel makin represif. Kenapa terjadi demikian?

Hukum internasional dipengaruhi oleh negara besar yang memiliki kepentingan dalam hal ini adalah AS.

Terjadilah ketidakadilan, ketimpangan kekuatan, lemahnya akuntabilitas internasional dan perlindungan politik global Israel.

Selama ada perlindungan geopolitik, maka perang akan terulang.

Faktanya memang hukum internasional mengokohkan Barat- sekutu Israel dan melawan kaum muslimin.

Tindakan jahat yang dialami oleh aktivis menjadi bukti kuat, bahwa tidak ada yang bisa membela Gaza agar tetap dalam penjajahan.

Pun negara-negara yang mengikuti AS tidak memiliki kekuatan untuk melawan, mereka hanya mampu mengecam dengan apa yang dilakukan oleh Israel terhadap para aktivis. Mereka dilumpuhkan atas sebuah hubungan terikat dengan AS.

Seharusnya peristiwa ini menjadi tamparan keras bagi para penguasa muslim terutama yang ada di sekitar Gaza. Yang bergabung dalam GSF tidak hanya beragama Islam, tetapi ada juga dari kalangan non Islam.

Mereka bergerak atas dasar kemanusiaan, tetapi berbanding terbalik dengan pemimpin negeri muslim yang kokoh dengan sikap khianat kepada kaum muslimin dengan membiarkan penjajahan entitas Yahudi, genosida, dan kelaparan yang parah atas penduduk Gaza hingga saat ini.

Upaya pembebasan Palestina harus kembali bagaimana Islam menyediakan solusinya.

Hanya saja kita hari ini enggan menjadikan Islam sebagi solusi dalam berbagai problem kehidupan.

Yang terjadi antara Israel dan Palestina adalah perang yang berupaya mengambil alih tanah Palestina.

Maka upaya yang dilakukan Khilafah adalah menegakkan hukum perang di dunia. Memiliki aturan khusus dan tidak boleh dilakukan sembarangan. Salah satunya menjamin keselamatan warga sipil aktivis kemanusiaan (non kombatan) bahkan dilindungi dan dijaga kehormatannya.

Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ
“melarang membunuh wanita, anak-anak, orang tua, dan pendeta.”(HR. Bukhari no. 3015, Muslim no. 1744)

Tetapi kenyataannya, aktivis dilecehkan yang merupakan puncak dari kejahatan. Seharusnya menjadi tolak ukur untuk meruntuhkan keangkuhan Israel dan sekutunya dan hukum internasional yang melindunginya.

Akar permasalahan yang dihadapi Palestina adalah penjajahan, mekanisme untuk membebaskannya adalah umat dan pemimpin negeri muslim sadar. Solusi hakiki dan syar’i hanyalah jihad dan khilafah

Dalam kasus Palestina, jihad hukumnya wajib, sebagai upaya untuk mengusir kaum kafir di atas tanah kaum muslim.

Bukan hanya bantuan kemanusiaan. Sudah sangat jelas Khilafah adalah kebutuhan yang paling urgent hari ini. Sebab hanya dengan tegaknya khilafah kewajiban syar’i untuk melindungi tiap jengkal tanah palestina dan seluruh negeri muslim yang lain.

Dengan Khilafah tidak hanya terselesaikannya Palestina, tetapi juga bisa mengakhiri luka serta untuk mengakhiri berbagai kerusakan peradaban dunia yang lahir dari kapitalisme. Wallahu’alam. (****)

Walikota Bima Launching 4 Program Unggulan SMPN 4, Tekankan Pentingnya Penguasaan Teknologi Informatika di Era Digitalisasi

jpn

BIMAntika.net -Momentum penamatan 149 siswa kelas IX SMP Negeri 4 Kota Bima tahun 2026 menjadi lebih istimewa dengan diluncurkannya empat program unggulan sekolah yang diharapkan mampu mencetak generasi berakhlak, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Peluncuran program tersebut dilakukan oleh Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, SE saat menghadiri acara penamatan siswa dan launching program unggulan bertema “Membentuk Generasi yang Berakhlak, Berprestasi dan Unggul untuk Kota Bima yang Maju dan Bermartabat” di SMP Negeri 4 Kota Bima, Selasa (2/6/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Bima didampingi Asisten III Setda Kota Bima, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Bima, Camat Raba, Lurah Rabangodu Utara, serta dihadiri Kepala SMP Negeri 4 Kota Bima, jajaran komite sekolah, pengawas pendidikan, dewan guru, wali murid, dan para siswa.

Kepala SMP Negeri 4 Kota Bima dalam laporannya menyampaikan bahwa pembangunan sumber daya manusia menjadi fokus utama sekolah. Melalui berbagai program unggulan yang disiapkan, pihak sekolah berupaya mendukung visi Kota Bima yang maju dan bermartabat.

Menurutnya, dukungan sarana dan prasarana yang memadai menjadikan SMP Negeri 4 sebagai salah satu sekolah favorit di Kota Bima.

Tingginya minat masyarakat terlihat dari jumlah pendaftar baru yang setiap tahun mencapai sekitar 500 calon siswa.

“Pembangunan SDM harus dimulai dari dunia pendidikan. Karena itu kami terus berinovasi menghadirkan program-program yang dapat meningkatkan kualitas dan daya saing peserta didik,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Wali Kota Bima menegaskan bahwa tantangan terbesar pendidikan saat ini bukan hanya soal prestasi akademik, tetapi juga pembentukan karakter generasi muda.

Menurutnya, kegelisahan yang paling banyak dirasakan para orang tua saat ini adalah bagaimana menjaga dan membentuk karakter anak di tengah derasnya arus perkembangan zaman.

“Yang paling penting sekarang adalah membangun karakter siswa. Ini menjadi kegelisahan banyak orang tua. Benteng utama kita adalah perhatian, pendidikan akhlak, dan pembinaan karakter sejak dini,” tegas Wali Kota.

Ia juga mengingatkan pentingnya menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada anak-anak sebagai bekal kehidupan.

Aji Man sapaan Walikota Bima memberikan pesan Religius untuk Ajarkan anak-anak untuk tidak hanya mengejar dunia, tetapi juga mengejar akhirat.

“Keseimbangan keduanya akan membentuk pribadi yang kuat dan bertanggung jawab,” pesannya.

Selain penguatan karakter, Wali Kota menyoroti pentingnya penguasaan teknologi informasi di era digital.

Menurutnya, perkembangan teknologi telah mengubah hampir seluruh aspek kehidupan, sehingga kemampuan di bidang IT menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar.

Menurut Aji Man Dunia sekarang, siapa yang menguasai teknologi informasi, dialah yang akan menguasai dunia.

“Oleh Karena itu saya sangat mengapresiasi hadirnya kelas IT di SMP Negeri 4 Kota Bima,” ujarnya.

Ia juga mengaku bangga melihat semangat sekolah-sekolah di Kota Bima yang terus berinovasi dan berlomba menghadirkan program terbaik bagi peserta didik.

Wali Kota menegaskan bahwa kemajuan sekolah tidak bisa hanya bertumpu pada kepala sekolah dan guru semata. Dukungan komite sekolah dan wali murid menjadi faktor penting dalam mewujudkan berbagai program unggulan.

“Keinginan untuk maju tidak bisa hanya datang dari kepala sekolah. Jika komite dan para orang tua memiliki tekad yang sama, maka program-program unggulan ini akan berhasil dan memberikan manfaat besar bagi anak-anak kita,” katanya.

Menutup sambutannya, Wali Kota Bima menyampaikan pesan khusus kepada para siswa yang telah menyelesaikan pendidikan di tingkat SMP.

Ia mengajak para lulusan untuk senantiasa berbakti kepada orang tua, menjauhi pergaulan bebas, minuman keras, serta tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Walikota memberikan pesan moral Berbaktilah kepada orang tua. Jauhi pergaulan bebas dan minuman keras. Jangan pernah cepat menyerah.

“Jika satu pintu kegagalan tertutup, yakinlah masih ada pintu lain yang telah disiapkan Allah SWT untuk kalian,” pesannya.

Adapun empat program unggulan SMP Negeri 4 Kota Bima, yakni Kelas Tahfidz, Kelas IT, Kelas Sains, dan Kelas Bahasa Inggris.

Program ini diharapkan menjadi wadah pembinaan generasi muda yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga kuat dalam karakter, spiritualitas, dan kemampuan menghadapi persaingan global.(****//Kominfo)

Bupati Bima dan Wabup Sambut Kunker Kapolda NTB, Perkuat Sinergi untuk Keamanan dan Pembangunan Daerah

jpn

Bimantika.net -Kunjungan kerja (Kunker) perdana Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Nusa Tenggara Barat, Kalingga Rendra Raharja, ke Kota Bima dan Kabupaten Bima, Senin (1/6/2026), disambut hangat oleh jajaran pemerintah daerah dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Penyambutan berlangsung meriah di Bandar Udara Sultan Muhammad Salahuddin Bima dengan suguhan tarian tradisional Wura Bongi Monca yang dibawakan Sanggar Ntimbo La Maria Wawo, dilanjutkan dengan prosesi pengalungan selendang sebagai simbol penghormatan kepada tamu daerah.

Kedatangan Kapolda NTB beserta Ketua Bhayangkari Daerah NTB, Widhy Kalingga Raharja, dan para pejabat utama Polda NTB disambut langsung oleh Bupati Bima Ady Mahyudi, Walikota Bima A. Rahman H. Abidin, serta Wakil Bupati Bima, unsur TNI-Polri, Kejaksaan, serta sejumlah pejabat pemerintah daerah.

Kehadiran seluruh unsur pimpinan daerah tersebut mencerminkan kuatnya komitmen membangun sinergi antara pemerintah daerah dan aparat keamanan dalam menjaga stabilitas wilayah Bima.

Di sela-sela agenda kunjungan, Bupati Bima Ady Mahyudi menegaskan” bahwa Pemerintah Kabupaten Bima siap memberikan dukungan penuh terhadap delapan program prioritas strategis yang diusung Kapolda NTB. Dukungan tersebut mencakup penguatan peran polisi masyarakat, optimalisasi Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM), penguatan sinergi tiga pilar, hingga peningkatan pelayanan publik yang humanis dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Menurut Bupati Ady Mahyudi, keamanan dan ketertiban merupakan fondasi utama bagi percepatan pembangunan daerah.

Oleh karena itu, kolaborasi yang erat antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan iklim yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi, investasi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bima.

Pada malam harinya, Kapolda NTB bersama Ketua Bhayangkari menghadiri acara silaturahmi dengan jajaran Pemerintah Kota Bima, Pemerintah Kabupaten Bima, dan Forkopimda yang berlangsung di kediaman Wali Kota Bima H.A.Rahman H. Abidin, Dalam kesempatan tersebut, Kapolda menyampaikan harapannya agar seluruh pemangku kepentingan dapat memberikan dukungan dan masukan sehingga tugas pengelolaan keamanan di sepuluh kabupaten/kota di NTB dapat berjalan secara optimal.

Kapolda juga menegaskan komitmennya untuk mengedepankan pola pengambilan keputusan berbasis aspirasi masyarakat (bottom up approach), sejalan dengan semangat “Polri Untuk Masyarakat”. Menurutnya, tantangan keamanan dan pembangunan daerah hanya dapat diselesaikan melalui kekompakan, koordinasi, dan kolaborasi yang kuat antara seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat.

Lebih lanjut, kunjungan kerja perdana ini dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan kelembagaan antara Pemerintah Kabupaten Bima/ Kota Bima dan Polda NTB.

Kehadiran Kapolda di Bima tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga membuka ruang komunikasi yang lebih intensif dalam merumuskan langkah-langkah strategis guna menjaga stabilitas keamanan dan mendukung agenda pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Masyarakat Kabupaten Bima pun menaruh harapan besar terhadap sinergi yang terbangun antara Pemerintah Daerah di bawah kepemimpinan Bupati Ady Mahyudi dan jajaran Polda NTB.

Dengan kolaborasi yang semakin erat, berbagai program pembangunan, pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, serta upaya menjaga keamanan dan ketertiban diyakini akan berjalan lebih efektif, sehingga mampu mendorong terwujudnya Kabupaten Bima yang maju, aman, dan sejahtera.
(RRS//RumaRenggeSape//007)

Walikota Aji Man Ajak ASN Pedomani Pancasila dalam Melayani Rakyat

jpn

BIMAntika.net -Semangat kebangsaan dan komitmen menjaga persatuan kembali digaungkan dalam Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tingkat Kota Bima Tahun 2026 yang berlangsung di Halaman Kantor Wali Kota Bima, Senin (1/6/2026).

Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, S.E., bertindak sebagai Inspektur Upacara dan membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia.

Upacara tersebut dihadiri oleh Ketua DPRD Kota Bima Syamsurih, SH, Wakil Wali Kota Bima, Feri Sofiyan, SH, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para Asisten, Staf Ahli, Kepala Perangkat Daerah, serta diikuti seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Kota Bima.

Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, peringatan tahun ini menjadi pengingat bahwa Pancasila bukan sekadar dasar negara, melainkan sumber inspirasi dalam menghadapi berbagai tantangan zaman yang semakin kompleks.

Dalam amanat yang dibacakan Wali Kota Bima, Kepala BPIP RI menegaskan bahwa Pancasila telah terbukti menjadi perekat bangsa di tengah keberagaman suku, budaya, bahasa, dan agama yang dimiliki Indonesia. Di tengah dinamika global yang diwarnai ketidakpastian ekonomi, perkembangan teknologi yang begitu cepat, hingga berbagai konflik geopolitik dunia, Pancasila tetap menjadi jangkar moral yang menjaga arah perjalanan bangsa.

“Pancasila adalah bintang penuntun yang membimbing Indonesia untuk tetap kokoh dalam keberagaman. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya telah menjadi fondasi kuat yang menyatukan lebih dari 17 ribu pulau dan ratusan kelompok etnis dalam satu identitas kebangsaan,” demikian kutipan amanat Kepala BPIP RI.

Dalam kesempatan tersebut juga ditegaskan bahwa Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk berkontribusi dalam mewujudkan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Nilai musyawarah, gotong royong, dan penghormatan terhadap kemanusiaan yang terkandung dalam Pancasila dinilai menjadi modal penting bagi Indonesia dalam membangun diplomasi dan perdamaian global.

Lebih jauh, amanat tersebut mengingatkan bahwa pembangunan nasional tidak cukup hanya bertumpu pada kemajuan ekonomi dan teknologi. Kemajuan tersebut harus berjalan beriringan dengan penguatan nilai moral, etika, dan karakter bangsa. Oleh karena itu, seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda, diajak untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dan hadir dalam kehidupan sehari-hari.

Kepada seluruh kepala daerah dan penyelenggara pemerintahan, Kepala BPIP RI menitipkan pesan agar setiap kebijakan publik senantiasa berlandaskan prinsip keadilan sosial, berpihak kepada kepentingan masyarakat, serta mampu menjangkau kelompok-kelompok yang paling membutuhkan perhatian negara.

Peringatan Hari Lahir Pancasila di Kota Bima tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga momentum memperkuat komitmen aparatur pemerintah dalam memberikan pelayanan yang adil, inklusif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Nilai-nilai Pancasila diharapkan terus menjadi landasan dalam setiap langkah pembangunan daerah serta memperkuat harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat Kota Bima.

Upacara berlangsung khidmat dan penuh semangat kebangsaan.

Seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib sebagai wujud penghormatan terhadap sejarah lahirnya ideologi bangsa yang telah menjadi fondasi utama Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, Pemerintah Kota Bima menegaskan kembali komitmennya untuk menghadirkan tata kelola pemerintahan yang berkeadilan, memperkuat persatuan, serta menjaga nilai-nilai kebangsaan sebagai modal utama dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat.(****//Kominfo)