Polisi Tangkap Pengedar Narkoba Uang Jutaan Rupiah Ikut Disita, Kapolres Bima : Tidak Ada Ruang Kompromi Untuk Pengedar Narkoba

jpn

Bimantika net -Genderang perang memberantas peredaran gelap narkoba terus dilakukan oleh Polres Bima Kabupaten Polda NTB di wilayah hukumnya.

Sebelumnya pada hari yang sama hanya saja beda jam Polsek Bolo juga berhasil meringkus terduga pelaku pengedar narkoba di Desa Tambe.

Kali ini kola borasi apik personel Polsek Bolo kembali berhasil mengungkap dan meringkus terduga pelaku pengedar narkoba di Desa Tambe Kecamatan Bolo pada Sabtu 17 Oktober 2026 pukul 03.30. Wita.

Hasilnya peersonel yang dipimpin oleh Kapolseknya Iptu M. Sofyan S.sos., M.M. ini berhasil mengamankan terduga pelaku berinisial SD (L/45) warga Desa Tambe dan barang bukti Klip plastik besar berisi narkotika yang di duga jenis sabu sabu.

Tidak hanya dari tangan terduga pelaku petugas juga menyita 2 unit handphone, alat hisap ,Uang Rp.1.740.000 (satu juta tujuh ratus empat puluh ribu rupiah)
2 buah korek gas,1 Buah tabung kaca
3 Buah pipet Sekop, dan bungkus klip kosong.

Saat dilakukan Interogasi awal dihadapan petugas terduga pelaku mengakui bahwa barang terlarang tersebut merupakan milik dirinya.

Penangkapan terduga pelaku pelaku itu dibenarkan oleh Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar S.I.K.,M.H., melalui Kapolsek Bolo Iptu M. Sofyan Hidayat S.sos, M.M.

“Kami pastikan tidak ada ruang dan kompromi bagi para pengedar narkoba dalam bentuk apapun di wilayah hukum Polres Bima Kabupaten” Tegasnya.

Untuk Kapolres menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat agar berani memberikan informasi kepada pihak kepolisian terkait adanya transaksi maupun penyalahgunaan narkoba.

Senada dengan itu Kasat Resnarkoba menuturkan hingga saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap terduga pelaku terkait keterlibatannya dalam peredaran gelap narkoba dan kemungkinan adanya pihak lain.

Saat ini terduga pelaku bersama sejumlah barang bukti diamankan di Mapolres Bima Kabupaten untuk menjalani pemeriksaan dan diproses hukum lebih lanjut.(****)

Polisi Grebek Kampung Narkoba di Kecamatan Bolo, 2 Pasangan Suami Istri dan 1 Oknum Mahasiswa Diamankan, Kapolres Bima : Pengungkapan Kasus Narkoba Bagian Dari Operasi Sarang Narkoba

jpn

Bimantika.net -Satresnarkoba Polres Bima Kabupaten Polda NTB menggelar operasi kampung narkoba di wilayah Kecamatan Bolo Kabupaten Bima.

Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan lima orang 2 diantaranya perempuan dan menyita 6,06 gram paket sabu.

Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar S.I.K.M.H. melalui Kasat Resnarkoba Iptu Fikri Dafa Alfares S.Tr.K mengatakan pengungkapan tersebut merupakan bagian dari Operasi Sarang Narkoba (OSN) menindaklanjuti arahan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto.

“Dalam operasi tersebut kami mengamankan 5 orang di dua lokasi berbeda yakni di Desa Tumpu dan desa Kananga Kecamatan Bolo” ujar Kapolres.

Kelimanya diamankan setelah petugas mendapatkan informasi dari masyarakat yang menyebut adanya transaksi narkoba jenis sabu di wilayah tersebut yang sangat meresahkan.

Berbekal informasi pada Sabtu tanggal 17 Oktober 2026 sekitar Pukul 02.30.Wota dini hari Satresnarkoba langsung menggelar operasi.

Hasilnya di tempat kejadian perkara (TKP) pertama tepatnya di salah satu kamar kos yang berlokasi di desa Kananga petugas berhasil mengamankan terduga berinisial GN (L/36) warga Desa Nggembe dan SS (P/44) warga kelurahan Melayu Kecamatan Asa kota, Kota Bima.

Selain mengamankan keduanya petugas juga berhasil menyita barang bukti (BB) 1 lembar plastik klip berisi Narkotika yang di duga jenis shabu, uang tunai Rp. 800.000 (delapan ratus ribu rupiah) dan sejumlah barang bukti lainnya.

Sementara di TKP ke dua di Desa Tumpu petugas kembali mengamankan tiga orang terduga pelaku masing-masing berinisial MT (L/44), DM (P/37) dan RK (L/22) ketiganya merupakan warga desa Tumpu dan diamankan di kediaman saudari DM.

Di TKP itu petugas berhasil menyita sejumlah barang bukti 18 lembar plastik klip berisi Narkotika yang di duga jenis shabu.1 unit timbangan digital,uang tunai Rp. 9.130.000 (sembilan juta seratus tiga puluh ribu rupiah) dan sejumlah BB lainnya yang berkaitan dengan tindak pidana narkotika.

Lebih lanjut Kasat menjelaskan hingga saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap para terduga pelaku terkait keterlibatannya dalam peredaran gelap narkoba di wilayah hukum Polres Bima Kabupaten.

“Kami masih melakukan pemeriksaan secara intensif untuk mengetahui keterlibatan mereka dan kemungkinan adanya pihak lain”. Tegasnya.

Saat ini Kelimanya di amankan di Satresnarkoba Polres Bima Kabupaten untuk menjalani pemeriksaan dan diproses hukum lebih lanjut. (****)

Polsek Bolo Tangkap Pengedar Narkoba Lima Klip Narkoba Siap Edar Ikut Disita, Kapolres Bima : Perang Lawan Narkoba Terus Digencarkan

jpn

Bimantika.net -Perang terhadap narkoba terus digencarkan Polres Bima Kabupaten Polda NTB.Polsek Bolo berhasil menggerebek dam mengamankan terduga pelaku pengedar narkoba jenis sabu di Desa Tambe Kecamatan Bolo Kabupaten Bima pada Jumat malam 16 Oktober 2026 pukul 02.45.Wita dini hari.

Penggerebekan yang dipimpin langsung oleh Kapolseknya Iptu M. Sofyan Hidayat S.sos.M.M. satu orang terduga pelaku pengedar sabu berinisial ED (L) warga Desa Tambe diringkus dengan barang bukti sabu 5 klip siap edar.

Selain itu petugas juga mengamankan
Uang Rp.65.000 (enam puluh lima ribu rupiah) satu unit handphone dan sejumlah barang bukti (BB) lainnya yang berkaitan dengan tindak pidana narkotika sesuai dengan UU No 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Terduga pelaku ini diringkus setelah Kapolsek Bolo memperoleh informasi dari masyarakat yang menyebut bahwa dirumah terduga pelaku terjadi transfer narkoba yang sangat meresahkan masyarakat.

Menindaklanjuti informasi itu Kapolsek Bolo bersama personel nya langsung bergerak cepat menuju tempat kejadian perkara (TKP).

Tiba di TKP petugas langsung melakukan tindakan hukum dengan menggerebek dan mengamankan terduga pelaku serta BB.

Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar S.I.K.M.H.melalui Kapolsek Bolo Iptu M. Sofyan Hidayat S.sos.M.M. menegaskan, pengungkapan ini merupakan komitmen Polri dalam Program Quickwin Kapolri tentang pemberantasan dan pemulihan kawasan narkoba.

“Keberhasilan ini berkat dukungan masyarakat yang peduli terhadap lingkungannya,” ujarnya

Kapolres juga menegaskan tidak ada ruang bagi pengedar narkoba di wilayah hukum Polsek Bima Kabupaten.

“Kami sangat mengapresiasi kepercayaan masyarakat yang berani menyampaikan informasi. Ini bukti nyata sinergitas Polri dan masyarakat”! Katanya lagi.

Saat ini terduga pelaku dan sejumlah BB diamankan di Mapolsek Bolo dan selanjutnya akan diserahkan ke Satresnarkoba Polres Bima Kabupaten. (****)

Sosialisasi Haji, Umi Lena Sampaikan Biaya Haji 2027 Turun, Kepala Kemehaj Kota Bima : Perjalanan Haji Itu Menuju Pembaharuan Manusia

jpn

Bimantika.net -Kegiatan Sosialisasi Regulasi Penyelenggaraan Ibadah Haji Tingkat Kota/Kabupaten Bima 2026 dan Bimsik Armuzna diselenggarakan di Gedung Serba Guna (GSG) Muhammadiyah Jalan Gajah Mada Kota Bima
Sabtu 17 Oktober 2026

Narasumber dalam kegiatan itu Anggota DPR RI Hj. Mahdalena, S.S.,M.M. dan Kepala Kantor Kemenhaj Kota Bima Bapak H.Eka Iskandar Zulkarnain M. Si
Bersama Perwakilan dari Direktur Jendral Kementrian Haji dan Umroh.

Umi Lena, panggilan akrab Ibu Hj. Mahdalena dalam materinya yang berjudul Regulasi Penyelenggaraan Haji 2027 menyampaikan bahwa biaya haji yang ditanggung oleh jamaah haji tahun 2027 lebih rendah dari tahun sebelumnya dan alhamdulillah setiap jamaah haji mendapatkan subsidi 3 juta rupiah.

Dalam kesempatan itu Umi Lena juga membagikan bantuan kursi roda untuk jamaah haji yang membutuhkan dan membagikan air zam-zam kepada seluruh peserta.

Kepala kementrian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Kota Bima H.Eka Iskandar Zulkarnain, S. Ag, M.Si. dalam materinya yang berjudul Pelaksanaan Ibadah Haji di Armuzna menyampaikan bahwa Ibadah haji bukan sekedar perjalanan menuju Baitullah, tetapi perjalanan menuju pembaharuan manusia.

Pelaksanaan niat haji dan ihram, wukuf di Arofah, mabit di Muzdalifah, lontar jumrah aqobah, tahallul awal, mabit di Mina, lontar jumrah ula, wustha, aqobah di hari tasyriq, thowaf ifadhoh mengeliling Ka’bah, sa’i dari bukit Safa ke bukit Marwa, tahallul tsani merupakan proses transformasi diri dari sifat egois menjadi peduli, sombong menjadi tawadhu’, mudah marah menjadi sabar, boros menjadi sederhana, konfliktual menjadi damai, individualistik menjadi solidaritas.

Ibadah haji merupakan proses pembaharuan dari manusia yang berorientasi dunia menjadi manusia yang berorientasi tauhid yaitu arah, pandangan, tujuan hidup yang menjadikan Allah sebagai satu-satunya pusat pengabdian, pegangan nilai dan rujukan segala aktivitas manusia.

“Semoga seluruh jamaah haji Kota Bima mendapatkan status istithoah kesehatan dan dapat melakukan pelunasan biaya haji dan pada saatnya nanti dapat berangkat ke tanah suci menunaikan ibadah haji dan kembali pulang ke tanah air membawa predikat haji mabrur” ujar Ustadz Eka sapaan Kepala Kantor Kemenhaj Kota Bima. (***Parmilla Relawan Haji Kota Bima*)

BBWS Nusa Tenggara I Salurkan 4.700 Liter Air Bersih ke Desa Runggu, 526 Warga Terdampak Kekeringan Terbantu

jpn

Bimantika.net -Kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan kembali ditunjukkan Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I (BBWS NT I) Mataram. Melalui Posko Bencana, BBWS NT I menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Desa Runggu, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima, Sabtu (17/10/2026).

Dalam kegiatan yang berlangsung pukul 10.00 hingga 13.20 WITA tersebut, satu unit truk tangki berkapasitas 4.700 liter dikerahkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

Bantuan itu menjangkau sekitar 200 kepala keluarga atau 526 jiwa yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat kekeringan.

Penyaluran air bersih tersebut dilaksanakan berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya penanganan dampak kekeringan sekaligus bentuk respons terhadap kebutuhan dasar masyarakat di wilayah yang mengalami keterbatasan pasokan air.

Bagi warga Desa Runggu, bantuan air bersih bukan sekadar distribusi air dari satu tempat ke tempat lain.

Di tengah musim kemarau, ketersediaan air menjadi kebutuhan mendasar untuk memasak, minum, menjaga kebersihan, dan menunjang aktivitas sehari-hari keluarga.

Tokoh masyarakat Desa Runggu, Ruslin, S.H., menyampaikan bahwa kekurangan air bersih merupakan persoalan yang berulang setiap tahun. Ia berharap BBWS NT I tetap melanjutkan penyaluran air bersih selama musim kemarau, sekaligus mempertimbangkan pembangunan sumur dangkal sebagai solusi yang dapat membantu masyarakat memperoleh akses air secara lebih berkelanjutan.

“Setiap tahun kami selalu mengalami kekurangan air bersih. Kami berharap penyaluran air bersih tetap dilakukan selama musim kemarau dan ada upaya pembangunan sumur dangkal untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat,” demikian harapan Ruslin.

Pelayanan yang Menyentuh Kebutuhan Dasar Masyarakat

Kehadiran BBWS NT I di Desa Runggu memperlihatkan bahwa penanganan persoalan sumber daya air tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur berskala besar, tetapi juga menyangkut kebutuhan paling mendasar masyarakat.

Ketika kekeringan membatasi akses terhadap air bersih, langkah tanggap darurat seperti distribusi air menjadi sangat berarti bagi warga yang membutuhkan.

Bagi masyarakat Kabupaten Bima, upaya seperti ini patut diapresiasi karena manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.

Bantuan air bersih membantu meringankan beban warga, terutama keluarga yang harus mengalokasikan waktu, tenaga, dan biaya tambahan untuk mendapatkan air selama musim kemarau.

Mendorong Solusi Jangka Panjang

Meski distribusi air bersih memberikan bantuan cepat, persoalan kekeringan yang berulang membutuhkan penanganan yang lebih berkelanjutan. Harapan warga Desa Runggu mengenai pembangunan sumur dangkal layak menjadi bahan koordinasi dan kajian teknis bersama instansi terkait, dengan mempertimbangkan kondisi geologi, ketersediaan air tanah, kualitas air, serta kebutuhan masyarakat setempat.

Sinergi antara BBWS NT I, BPBD Kabupaten Bima, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi penting agar penanganan kekeringan tidak berhenti pada bantuan darurat. Pemetaan wilayah rawan kekeringan, identifikasi sumber air potensial, serta perencanaan infrastruktur air yang sesuai dengan kondisi lapangan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan air masyarakat.

Membangun Kepercayaan Melalui Kerja Nyata

Kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pemerintah tumbuh ketika kehadirannya mampu menjawab persoalan nyata di tengah kehidupan warga. Bagi BBWS NT I, keberlanjutan pelayanan, ketepatan sasaran bantuan, serta keterbukaan terhadap aspirasi masyarakat merupakan unsur penting dalam memperkuat hubungan dengan warga Kabupaten Bima.

Penyaluran 4.700 liter air bersih di Desa Runggu menjadi salah satu bentuk ikhtiar membantu masyarakat menghadapi musim kemarau. Namun, harapan warga tentu lebih besar: bukan hanya memperoleh bantuan ketika kekeringan datang, melainkan juga mendapatkan solusi agar kebutuhan air bersih dapat terpenuhi secara lebih aman dan berkelanjutan.

Dengan koordinasi lintas sektor dan tindak lanjut yang sesuai kebutuhan lapangan, BBWS NT I diharapkan terus hadir sebagai mitra masyarakat dalam menghadapi persoalan sumber daya air. Sebab, pada akhirnya, keberhasilan pelayanan publik tidak hanya diukur dari jumlah bantuan yang disalurkan, tetapi juga dari sejauh mana upaya tersebut mampu memberikan manfaat nyata dan menjawab kebutuhan masyarakat.

Air bersih adalah kebutuhan dasar, dan akses terhadapnya merupakan harapan setiap keluarga. Bagi warga Desa Runggu dan masyarakat Kabupaten Bima, setiap langkah nyata untuk mengatasi kekeringan menjadi alasan untuk menaruh harapan pada pelayanan yang semakin responsif, berkelanjutan, dan berpihak pada kebutuhan rakyat.
(RRS//RumaRenggeSape//007)

Misfalah Optimistis Demokrat NTB Perkuat Konsolidasi di Bawah Kepemimpinan Hadi Gunawan, Bidik Dua Kursi DPR RI Pemilu 2029

jpn

Bimantika.net -Terpilihnya Hadi Gunawan secara aklamasi sebagai calon Ketua DPD Partai Demokrat Nusa Tenggara Barat (NTB) periode 2026–2031 menjadi momentum penting bagi penguatan konsolidasi dan penataan strategi politik partai menjelang Pemilu 2029.

Dukungan penuh dari seluruh pemilik suara dalam Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) menjadi salah satu pijakan untuk menyatukan langkah kader Demokrat di seluruh wilayah NTB.

Optimisme tersebut disampaikan Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bima, Hj. Misfalah, seusai pelaksanaan Musdalub Partai Demokrat NTB di Hotel Lombok Astoria, Kota Mataram, Jumat (16/10/2026).

Ia berharap kepemimpinan Hadi Gunawan dapat menjadi ruang konsolidasi bersama untuk memperkuat struktur organisasi, memperluas komunikasi politik, serta meningkatkan kontribusi partai bagi masyarakat.

Menurut Misfalah, terpilihnya Hadi Gunawan dengan dukungan 11 suara, yang terdiri atas 10 suara dari DPC kabupaten/kota dan satu suara dari DPD, menjadi modal organisasi untuk melangkah ke tahap berikutnya.

Meski demikian, penetapan ketua definitif masih menunggu persetujuan dan surat keputusan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat.

Bagi Misfalah, tantangan Demokrat NTB ke depan tidak hanya terletak pada soliditas kepengurusan, tetapi juga pada kemampuan partai menerjemahkan agenda politik menjadi kerja nyata yang dapat dirasakan masyarakat.

Konsolidasi, menurutnya, perlu berjalan beriringan dengan penguatan kader, pembenahan organisasi, dan penyerapan aspirasi rakyat hingga ke tingkat desa.

“Kami berharap di bawah kepemimpinan Ketua DPD yang baru, Partai Demokrat NTB semakin maju, semakin solid, dan semakin dekat dengan masyarakat. Ini momentum bagi kita semua untuk membangun kekuatan partai secara bersama-sama,” ujar Misfalah.

Ia menegaskan, berakhirnya Musdalub harus menjadi awal bagi seluruh kader untuk kembali menyatukan langkah. Perbedaan dalam dinamika organisasi diharapkan tidak menjadi penghambat, melainkan bagian dari proses demokrasi internal yang harus disikapi secara dewasa demi kepentingan partai.

Menurutnya, kekuatan partai politik tidak cukup diukur dari struktur kepengurusan atau ramainya agenda konsolidasi. Lebih dari itu, kepercayaan masyarakat perlu dibangun melalui keterbukaan, komunikasi yang berkelanjutan, serta kehadiran kader dalam menjawab persoalan sosial dan pembangunan di daerah masing-masing.

“Yang paling penting sekarang adalah bagaimana kita menjaga persatuan. Jangan sampai setelah pemilihan justru ada perbedaan yang menghambat perjalanan partai. Kita harus bersatu, bekerja bersama, dan membuktikan bahwa Demokrat mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat NTB,” tegasnya.

Bidik Dua Kursi DPR RI, Siapkan Strategi Politik Terukur

Misfalah juga menyampaikan harapannya agar Partai Demokrat NTB mampu meningkatkan perolehan kursi legislatif pada Pemilu 2029, terutama di tingkat DPR RI.

Ia menyebut target minimal dua kursi DPR RI dari daerah pemilihan NTB sebagai salah satu sasaran politik yang ingin diperjuangkan melalui kerja organisasi yang terencana dan terukur.

Bahkan, ia berharap peluang meraih tiga kursi dapat menjadi motivasi tambahan bagi seluruh kader untuk memperkuat kerja politik, membangun komunikasi dengan masyarakat, serta mempersiapkan kader yang memiliki kapasitas dan komitmen dalam memperjuangkan aspirasi daerah.

“Harapan kami, mudah-mudahan di bawah kepemimpinan Ketua DPD yang baru, Partai Demokrat NTB bisa semakin maju dan berkembang. Kami ingin Demokrat mampu meraih dua kursi DPR RI dari NTB pada Pemilu 2029. Kalau memungkinkan, tentu kami berharap bisa meraih tiga kursi,” ungkapnya.

Menurut Misfalah, target tersebut perlu ditopang strategi yang realistis, pemetaan kekuatan organisasi, serta evaluasi berkala terhadap kerja kader di setiap daerah pemilihan.

Dengan demikian, agenda politik partai tidak berhenti sebagai pernyataan target, tetapi diterjemahkan menjadi program dan langkah organisasi yang jelas.

Ia menambahkan, keterwakilan di parlemen memiliki arti penting dalam memperjuangkan berbagai kebutuhan daerah, mulai dari pembangunan infrastruktur, peningkatan kesejahteraan masyarakat, penguatan ekonomi lokal, hingga pemerataan pembangunan di seluruh wilayah NTB.

“Kalau kita ingin mendapatkan kepercayaan rakyat, maka kita harus bekerja untuk rakyat. Kader harus hadir di tengah masyarakat, mendengar keluhan mereka, memahami kebutuhan daerah, dan ikut mencari solusi. Dengan cara seperti itu, masyarakat akan melihat bahwa Demokrat benar-benar hadir untuk memperjuangkan kepentingan mereka,” katanya.

Hj. Misfalah dan Konsolidasi Demokrat di Kabupaten Bima

Sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bima, Hj. Misfalah menempatkan konsolidasi di tingkat daerah sebagai bagian penting dari agenda penguatan organisasi Demokrat NTB. Kabupaten Bima memiliki dinamika sosial dan politik tersendi

Sosialisasi Haji, Umi Lena Menyalami Satu Persatu Sembari Berikan Air Zam-Zam Untuk Ratusan CJH Kota Bima

jpn

Bimantika.net -Sosialisasi Regulasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 17 Oktober 2026 di Gedung Serba Guna (GSG) Muhammadiyah diikuti oleh ratusan Calon Jamaah Haji (CJH) Kota Bima yang Insya Allah akan diberangkatkan Musim Haji Tahun 2027.

Hadir dalam sosialisasi itu Anggota Komisi Vlll DPR RI Fraksi PKB, Hj. Mahdalena, S.S, MM sebagai Nara Sumber.

Umi Lena sapaan akrab Hj. Mahdalena, S.S, MM sebagai Nara Sumber dalam kegiatan yang berlangsung penuh khidmat tersebut.

Sebelum acara dimulai, Umi Lena menyapa dan menyalami para CJH Kota bima satu persatu sembari memberikan satu gelas air zam-zam.

Tipikal Umi Lena yang tulus menyapa menyalami dan memberikan satu per satu di apresiasi dengan sangat mendalam oleh CJH Kota Bima.

“Umi Lena sosok yang sangat ramah dan rendah hati tidak sombong dengan statusnya sebagai Anggota DPR RI dan beliau sangat tulus melayani” ujar salah seorang CJH Kota Bima.

Ratusan CJH Kota Bima juga saat meregistrasi daftar hadir mendapatkan masing-masing 150 ribu uang saku pengganti transportasi serta bingkisan nasi kotak dan jajan serta tumbler.

Acara dibuka oleh pemandu di awali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya lalu Do’a setelah itu Umi Lena menyampaikan materi sosialisasinya.

Hj. Mahdalena menyampaikan ikhtiarnya dalam rangka Perjuangkan Biaya Haji Lebih Terjangkau.

Umi Lena sampaikan Pemerintah bersama DPR RI melalui Komisi VIII telah menyepakati Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 1448 H/2027 M sebesar Rp 98.466.351 per jemaah.
Dalam proses pembahasan tersebut, Hj. Mahdalena, S.S., M.M., Kapoksi Komisi VIII DPR RI, menjadi salah satu anggota DPR yang terus mengawal agar komponen biaya haji dapat ditekan, sehingga tidak semakin membebani masyarakat yang telah lama menunggu kesempatan menunaikan rukun Islam kelima.

Kesepakatan BPIH 2027 menetapkan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) atau biaya yang menjadi tanggungan langsung jemaah sebesar Rp54.648.825 atau 55,50 persen. Sementara itu, sebesar Rp43.817.526 atau 44,50 persen berasal dari nilai manfaat pengelolaan dana haji oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

Dengan komposisi tersebut, biaya yang harus dilunasi oleh jemaah pada musim haji 1448 H/2027 M ditetapkan sebesar Rp26.248.825. Angka tersebut turun Rp184.981 dibandingkan pelunasan sebelumnya.

Yang semakin meringankan masyarakat, pemerintah juga memberikan subsidi sebesar Rp 3 juta per jemaah.

Umi Lena Menegaskan Dengan adanya subsidi tersebut, pelunasan yang harus dibayarkan jemaah menjadi sekitar Rp 23.248.825.

Kawal Biaya Haji di Tengah Tantangan Kenaikan Biaya Penerbangan
Penurunan biaya yang harus dibayar jemaah ini menjadi perhatian penting karena penyelenggaraan haji 2027 menghadapi berbagai tantangan, termasuk dinamika harga energi dan biaya penerbangan.

Sebelumnya, Mahdalena juga secara langsung mempertanyakan kenaikan biaya penerbangan haji yang mencapai sekitar Rp713 miliar dalam penyelenggaraan haji 1447 H/2026 M.

Ia meminta agar kontrak dan dasar pembebanan biaya penerbangan dibuka dan diperiksa secara menyeluruh.

Sikap tersebut menunjukkan bahwa pembahasan biaya haji tidak hanya berkaitan dengan angka akhir, tetapi juga menyangkut bagaimana setiap komponen pembiayaan dapat dikelola secara efisien, transparan, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi jemaah.

Dalam persiapan haji 2027, Mahdalena juga sebelumnya menekankan agar pembayaran uang muka penyelenggaraan haji dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas pelayanan jemaah, termasuk akomodasi, transportasi, konsumsi, serta pelayanan di Arafah, Muzdalifah dan Mina.

Hasil Kerja Bersama DPR, Kemenhaj dan BPKH
Besaran BPIH 2027 merupakan hasil pembahasan bersama antara Komisi VIII DPR RI, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), serta BPKH.

Sebelumnya, pemerintah sempat mengusulkan rata-rata BPIH 2027 sebesar Rp107,34 juta per jemaah.

Dalam usulan awal tersebut, komposisi Bipih sebesar 40 persen dan nilai manfaat sebesar 60 persen.

Dalam perkembangannya, pemerintah dan DPR terus melakukan pendalaman terhadap berbagai komponen pembiayaan. Presiden Prabowo Subianto juga mengusulkan formula pembiayaan sekitar 52 persen Bipih dan 48 persen nilai manfaat agar biaya yang ditanggung jemaah tidak terlalu berat.

Hasil akhir yang disepakati kemudian menghasilkan BPIH sebesar Rp98.466.351 dengan Bipih sebesar Rp54.648.825 dan nilai manfaat sebesar Rp 43.817.526

Bagi Hj. Mahdalena dan jajaran Komisi VIII DPR RI, perjuangan menekan biaya haji merupakan bagian dari upaya memastikan masyarakat tetap memiliki kesempatan menunaikan ibadah haji dengan beban biaya yang lebih terjangkau, tanpa mengabaikan kualitas pelayanan.

Dengan telah disepakatinya BPIH Tahun 1448 H/2027 M, calon jemaah haji Indonesia diharapkan mulai mempersiapkan diri, termasuk kesiapan administrasi dan tahapan pelunasan. (****)

Gerak Cepat Polisi, Dalam 4 Jam Polsek Monta Tangkap Pelaku Penganiyaan di Desa Pela

jpn

Bimantika.net -Cepat, tepat dan terukur personel Polsek Monta Polres Bima Kabupaten Polda NTB berhasil meringkus terduga pelaku penganiayaan di Desa Pela Kecamatan Monta Kabupaten Bima.

Kasus dugaan penganiyaan itu terjadi pada Jum,at 16 Oktober 2026 sekira pukul 01.30. Wita dini hari tepatnya di RT 09/05 desa Pela yang diduga dilakukan oleh FZ (L/25) terhadap korban berinisial SM (L/38) keduanya merupakan warga Desa setempat.

Akibatnya korban mengalami robek akibat sabetan senjata tajam/ parang di tangan kanannya.

Kronologi. Awalnya korban menegur pelaku gara-gara keluyuran di tengah malam, mengatakan “au lampa sangadi menam ke, dula marurae” artinya (kenapa kalian keluyuran tengah malam, silahkan pulang tidur ).

Rupanya teguran tidak diterima, terduga pelaku langsung kembali ke rumahnya mengambil sebilah parang kemudian tiba-tiba mendatangi korban, melihat itu korban kembali mengatakan “dee, arawalira re” artinya (sudah datang lagi kalian) tanpa basa-basi pelaku langsung membacok tangan kanan korban dengan menggunakan parang,.

Setelah melakukan Pembacokan terduga pelaku langsung melarikan diri, korban sempat memanggil pelaku agar berhenti namun pelaku tetap melarikan diri. Warga sekitar yang melihat kejadian itu langsung membawa korban ke Puskesmas Monta namun karena lukanya cukup serius korban di rujuk ke RSUD Bima

Personel Polsek Monta yang mendapatkan informasi itu langsung bergerak menuju tempat kejadian perkara (TKP).

Tiba di TKP petugas melakukan serangkaian penyelidikan guna mencari keberadaan terduga pelaku dan menghimbau pihak keluarga agar tidak melakukan aksi main hakim sendiri.

Tidak lama kemudian tepatnya pukul 04.00. Wita personel Polsek Monta yang dipimpin oleh Kapolseknya AKP Sudirman berhasil meringkus terduga pelaku.

Hal itu dibenarkan oleh Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar S.I.K.M.H., melalui Kapolsek Monta AKP Sudirman S.H.,

“Benar terduga pelaku sempat kabur namun dalam waktu singkat kami berhasil mengamankan nya” tegasnya.

Untuk itu pihaknya menghimbau kepada masyarakat dan pihak keluarga korban agar menyerahkan kasus tersebut ke pihak kepolisian.

Saat ini terduga pelaku diamankan di Mapolsek Monta untuk menjalani pemeriksaan dan diproses hukum lebih lanjut

Pasca kejadian tersebut situasi Kamtibmas diwilayah hukum Polsek Monta dilaporkan dalam keadaan kondusif. (****)

Hadi Gunawan Resmi Daftar Ketua DPD Demokrat NTB, Kantongi 11 Surat Dukungan, Konsolidasi Partai Menguat

jpn

Bimantika.net -Dinamika pemilihan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Nusa Tenggara Barat (NTB) memasuki babak baru. Mantan Kapolda NTB, Irjen Pol (Purn) Hadi Gunawan, secara resmi menyerahkan berkas pendaftaran sebagai Bakal Calon (Bacalon) Ketua DPD Partai Demokrat NTB dengan membawa 11 surat dukungan dari unsur pengurus partai.

Penyerahan berkas berlangsung di Kantor DPD Partai Demokrat NTB, Jalan Udayana, Kota Mataram, Kamis (15/10/2026).

Hadi Gunawan hadir bersama sejumlah Ketua DPC Partai Demokrat kabupaten/kota se-NTB, menandai semakin intensifnya konsolidasi internal menjelang penentuan kepemimpinan partai di tingkat provinsi.

Sebanyak 11 surat dukungan tersebut diserahkan kepada panitia penjaringan untuk selanjutnya menjalani tahapan verifikasi sesuai dengan mekanisme dan ketentuan organisasi Partai Demokrat.

Ketua Steering Committee (SC) penjaringan, Simanjuntak, membenarkan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan awal terhadap dokumen dukungan yang diserahkan oleh Hadi Gunawan.

“Kami sudah mengecek seluruhnya, ada 11 surat dukungan DPC dan DPD,” ungkap Simanjuntak, Kamis (15/10/2026).

Sebelumnya, 10 DPC Partai Demokrat kabupaten/kota se-NTB telah menyatakan dukungan kepada Hadi Gunawan untuk maju sebagai calon Ketua DPD Partai Demokrat NTB periode mendatang.

Dukungan tersebut disampaikan melalui surat rekomendasi dalam agenda konsolidasi dan silaturahmi yang berlangsung di Mataram.

Dukungan dari sejumlah pengurus tingkat kabupaten/kota itu menjadi salah satu indikator penting dalam membaca dinamika politik internal Demokrat NTB.

Namun, besarnya dukungan yang telah dihimpun tetap harus ditempatkan dalam kerangka mekanisme organisasi, mengingat keputusan akhir akan mengikuti tahapan penjaringan dan ketentuan partai yang berlaku.

Anggota SC, Asrorul Hady, menyampaikan bahwa tahapan verifikasi berkas calon akan dilaksanakan di Hotel Prame Park.

“Nanti akan ada verifikasi berkas di Hotel Prime Park,” ujarnya.

Sebelum menyerahkan berkas pendaftaran, Hadi Gunawan terlebih dahulu mengambil formulir pencalonan dan menyatakan kesiapannya mengikuti seluruh tahapan serta mekanisme yang telah ditetapkan Partai Demokrat.

Langkah tersebut menjadi bagian dari proses formal menuju penentuan figur yang akan memimpin organisasi Demokrat di Nusa Tenggara Barat.

Penyerahan berkas dilakukan sekitar pukul 14.00 WITA. Waktu tersebut dipilih bertepatan dengan nomor urut Partai Demokrat, yakni 14, yang memiliki makna simbolis bagi partai berlambang bintang mercy tersebut.

Konsolidasi dan Tantangan Kepemimpinan Demokrat NTB

Masuknya Hadi Gunawan dalam tahapan resmi penjaringan menjadi momentum penting bagi Partai Demokrat NTB untuk memperkuat konsolidasi organisasi.

Dukungan dari pengurus tingkat kabupaten/kota dapat menjadi modal awal dalam membangun komunikasi politik internal, menyatukan pandangan, serta merumuskan agenda partai yang lebih terarah menghadapi dinamika politik ke depan.

Di sisi lain, kepemimpinan DPD tidak hanya ditentukan oleh jumlah dukungan yang terkumpul, tetapi juga oleh kemampuan membangun soliditas kader, memperkuat struktur partai hingga tingkat akar rumput, serta menghadirkan program yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Karena itu, proses penjaringan ini menjadi ruang bagi Demokrat NTB untuk menguji kesiapan para calon dalam menerjemahkan konsolidasi internal menjadi kerja politik yang nyata dan berkelanjutan.

Dengan resmi diserahkannya berkas pendaftaran tersebut, Hadi Gunawan kini memasuki tahapan verifikasi administrasi dan dukungan. Hasil verifikasi serta mekanisme organisasi akan menjadi bagian penting dalam proses penentuan Ketua DPD Partai Demokrat NTB untuk periode mendatang.

Persaingan menuju kursi Ketua DPD Demokrat NTB pun semakin menarik untuk dicermati. Perkembangan dukungan, komunikasi antarpengurus, serta proses pengambilan keputusan di internal partai akan menjadi faktor penting dalam menentukan arah kepemimpinan Demokrat di Bumi Gora.

Pada akhirnya, tantangan bagi kepemimpinan Demokrat NTB bukan sekadar memenangkan kontestasi internal, melainkan memastikan bahwa proses pergantian kepemimpinan mampu memperkuat persatuan kader, menjaga kepercayaan publik, dan menjadikan partai semakin hadir di tengah aspirasi masyarakat Nusa Tenggara Barat.
(RRS//RumaRenggeSape//007)

MTQ ke-24 Langgudu Resmi Dibuka, Bupati Ady Mahyudi Tekankan Pentingnya Membangun Generasi Qur’ani Menuju Bima Bermartabat

jpn

Bimantika.net -Upaya memperkuat nilai-nilai keagamaan dan membangun karakter generasi muda terus menjadi bagian penting dalam pembangunan Kabupaten Bima.

Hal tersebut ditegaskan Bupati Bima, Ady Mahyudi, saat membuka secara resmi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-24 Tingkat Kecamatan Langgudu Tahun 2026, di Lapangan Desa Rompo, Rabu (14/10/2026).

Mengusung tema “Mewujudkan Masyarakat yang Qur’ani, Harmonis dan Berbudaya Islami di Era Modern Menuju Bima Bermartabat”, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat syiar Islam sekaligus menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat.

Pembukaan MTQ tersebut diikuti kafilah dari 15 desa se-Kecamatan Langgudu dan dihadiri jajaran perangkat daerah, Camat Langgudu Syaikhu, S.H., M.Si., unsur Muspika, Ketua MUI, Kepala KUA, para kepala desa, Ketua BPD, alim ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Ady Mahyudi menyampaikan apresiasi kepada pemerintah kecamatan, pemerintah desa, panitia pelaksana, tokoh agama, dan seluruh masyarakat yang telah berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan MTQ tersebut.

Menurutnya, Al-Qur’an bukan sekadar kitab suci yang dibaca dalam kegiatan seremonial keagamaan, melainkan pedoman hidup yang mengajarkan nilai-nilai kebaikan, keadilan, kedamaian, kejujuran, dan keberkahan. Karena itu, kecintaan terhadap Al-Qur’an perlu diwujudkan melalui kebiasaan membaca, memahami, dan mengamalkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.

Bupati juga menegaskan bahwa MTQ memiliki peran strategis dalam pembangunan sumber daya manusia, terutama dalam membentuk generasi muda yang berakhlak mulia, berkarakter kuat, serta mampu menghadapi tantangan perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas keislaman dan nilai-nilai budaya daerah.

“Semangat Al-Qur’an hendaknya menjadi landasan dalam membangun kehidupan yang damai, saling menghormati, menjunjung tinggi kejujuran, serta mengutamakan kepentingan bersama,” demikian pesan yang disampaikan Bupati di hadapan para dewan hakim, qari-qariah, dan hafiz-hafizah.

Bagi Pemerintah Kabupaten Bima, pembangunan daerah tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menyangkut pembentukan karakter, penguatan moral, serta kualitas kehidupan sosial masyarakat. Nilai-nilai keagamaan menjadi salah satu fondasi penting agar kemajuan daerah berjalan seiring dengan terpeliharanya kerukunan, persaudaraan, dan kepedulian sosial.

Bupati Ady Mahyudi berharap MTQ ke-24 Langgudu dapat melahirkan generasi Qur’ani yang tidak hanya unggul dalam perlombaan, tetapi juga mampu menjadi teladan di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Ia juga berharap para peserta berprestasi dapat melanjutkan pembinaan ke tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional, sekaligus membawa nama baik Kecamatan Langgudu dan Kabupaten Bima.

Sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan syiar Islam dan pembinaan generasi Qur’ani, Bupati Bima turut menyerahkan bantuan pribadi berupa uang tunai serta paket kitab suci Al-Qur’an dari BAZNAS Kabupaten Bima. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu menyukseskan kegiatan sekaligus memperkuat semangat masyarakat dalam membumikan Al-Qur’an.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Karnain, S.Pd., M.Pd., melaporkan bahwa MTQ ke-24 Tingkat Kecamatan Langgudu berlangsung selama delapan hari, mulai 14 hingga 21 Oktober 2026. Kegiatan ini mempertandingkan enam cabang lomba, yakni Tilawah Al-Qur’an, Tartil Al-Qur’an, Tahfiz Al-Qur’an, Fahm Al-Qur’an, Syarh Al-Qur’an, dan Kaligrafi.

Sebanyak 15 desa mengirimkan kafilah untuk berpartisipasi dalam ajang tersebut. Kehadiran para peserta menjadi gambaran semangat masyarakat Langgudu dalam menjaga tradisi keagamaan sekaligus memberikan ruang bagi anak-anak dan generasi muda untuk mengembangkan kemampuan membaca, memahami, menghafal, serta menghayati kandungan Al-Qur’an.

MTQ sebagai Investasi Moral Menuju Bima Bermartabat

Penyelenggaraan MTQ ke-24 Langgudu diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan, melainkan menjadi bagian dari gerakan pembinaan keagamaan yang berkelanjutan. Peran keluarga, sekolah, lembaga pendidikan Al-Qur’an, pemerintah desa, dan tokoh agama sangat dibutuhkan agar kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an tumbuh sejak dini dan terus terpelihara.

Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang semakin cepat, penguatan karakter menjadi tantangan bersama. Generasi muda membutuhkan bekal ilmu pengetahuan, keterampilan, dan akhlak yang baik agar mampu memanfaatkan kemajuan zaman secara positif. Dalam konteks inilah, MTQ memiliki makna lebih luas sebagai ruang pendidikan, pembinaan prestasi, dan penguatan jati diri masyarakat.

Melalui kegiatan keagamaan yang melibatkan masyarakat hingga tingkat desa, Pemerintah Kabupaten Bima bersama seluruh elemen masyarakat diharapkan terus memperkuat kolaborasi dalam membangun kehidupan yang harmonis, religius, dan berbudaya. Semangat tersebut sejalan dengan cita-cita mewujudkan Bima Bermartabat, yakni daerah yang tidak hanya berkembang secara fisik, tetapi juga memiliki masyarakat yang menjunjung tinggi nilai moral, persaudaraan, dan tanggung jawab sosial.

MTQ ke-24 Langgudu pun menjadi pengingat bahwa masa depan Kabupaten Bima bukan hanya ditentukan oleh apa yang dibangun hari ini, melainkan juga oleh karakter generasi yang dipersiapkan untuk masa mendatang. Dengan pembinaan yang konsisten dan partisipasi masyarakat yang luas, nilai-nilai Al-Qur’an diharapkan semakin membumi dalam kehidupan sehari-hari.
(RRS//RumaRenggeSape//007)