Videotron Ucapan Dirgahayu Republik Indonesia Ke-81 Kapolri Listyo Sigit Prabowo Ditayangkan di Bandara SMS Bima, Sejumlah Warga Apresiasi

jpn

Bimantika.net -Penayangan TVC ucapan Dirgahayu Republik Indonesia ke-81 dari Kapolri dilakukan secara serentak di media sosial dan seluruh jajaran videotron milik Polri di seluruh Indonesia.

Di wilayah hukum Polres Bima Kabupaten Polda NTB Videotron Kapolri jenderal Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo itu ditayangkan di Bandara SMS Bima Rabu 19 Agustus 2026 pukul 13.30.Wita.

Video spesial persembahan dari Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) pada peringatan HUT ke-81 RI ini mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”.

Di dalam Vidio tersebut Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., menyampaikan pesan persatuan dan komitmen dedikasi penuh insan Bhayangkara dalam menjaga kedaulatan di darat, laut, udara, hingga ruang digital.

Publikasi video TVC resmi Kapolri disebarluaskan secara masif melalui akun media sosial jajaran kepolisian dan jaringan videotron luar ruang guna memantik semangat nasionalisme masyarakat.

Pemutaran Videotron di area bandara SMS Bima ini untuk memudahkan masyarakat melihat di harapkan mampu di implementasikan dalam kehidupannya sehari-hari.

Senada dengan itu Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar S.I.K.,M.H., penayangan Videotron tersebut merupakan langkah dan upaya Polri untuk menumbuhkan semangat nasionalisme dan patriotisme.

Hadir dan tayangnya Videotron Kapolri jenderal Pol Drs Listyo Sigit Prabowo M. Si itu mendapatkan apresiasi positif dari berbagai kalangan masyarakat. (****)

Bupati Bima Ady Mahyudi : Kemerdekaan Harus Diisi dengan Prestasi dan Merah Putih Harus Terus Berkibar Sebagai Bentuk Cinta pada Bangsa dan Negara

jpn

Bimantika.net -Peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada HUT ke-81 RI di Kabupaten Bima berlangsung khidmat dan penuh semangat kebangsaan.

Bupati Bima Ady Mahyudi bertindak sebagai inspektur upacara pada upacara peringatan yang digelar di Lapangan Upacara Kantor Bupati Bima, Godo, Kecamatan Woha, Senin (17/8).
Pukul 09.20 WITA, bunyi sirine menandai dimulainya prosesi peringatan detik-detik Proklamasi.

Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang dinikmati bangsa Indonesia hari ini merupakan hasil perjuangan panjang yang harus terus dijaga, dirawat, dan diisi dengan kerja nyata untuk kemajuan bangsa.
Dengan sikap penuh khidmat, Bupati Ady Mahyudi memimpin jalannya upacara sebagai simbol penghormatan terhadap jasa para pahlawan sekaligus penegasan komitmen Pemerintah Kabupaten Bima untuk terus menjaga semangat Merah Putih, persatuan, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Puncak prosesi ditandai dengan pengibaran Sang Merah Putih oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Bima. Tiga pelajar terbaik daerah menjalankan tugas tersebut dengan penuh disiplin dan kebanggaan.

Mereka adalah Haeratul Hisan dari SMAN 2 Wawo sebagai pembawa baki, M. Farel Ramadan dari SMAN 1 Woha sebagai pembentang bendera, serta Awalul Ibrar dari SMAN 1 Bolo sebagai pengerek bendera.

Pengibaran bendera berlangsung lancar dan penuh penghayatan, diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dibawakan Paduan Suara Guru Kecamatan Belo bersama Korps Drumband Gita Bahana Aparatur. Kibaran Merah Putih di tengah upacara seakan menegaskan kembali pesan kemerdekaan: berbeda dalam latar belakang, tetapi tetap satu dalam Indonesia.

Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pembacaan teks Proklamasi oleh Ketua DPRD Kabupaten Bima, Diah Citra Pravitasari, S.IP. Momentum tersebut semakin memperkuat suasana sakral peringatan hari kemerdekaan sekaligus mengingatkan seluruh peserta upacara akan amanat para pendiri bangsa.

Upacara turut dihadiri Wakil Bupati Bima dr. H. Irfan Zubaedy, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan dan anggota DPRD, jajaran TNI-Polri, pimpinan perangkat daerah, instansi vertikal, pelajar, serta tokoh masyarakat.

Kapten Cba Iwan Susanto, S.H., yang sehari-hari menjabat Wadanramil 1608-07/Monta, bertindak sebagai perwira upacara. Sementara Kapten Inf. Ibrahim, Danramil 1608-04/Woha Kodim 1608/Bima, dipercaya sebagai komandan upacara.

Bagi Bupati Ady Mahyudi, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI bukan sekadar seremoni tahunan. Momentum tersebut menjadi ruang untuk meneguhkan kembali kecintaan kepada tanah air sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat Kabupaten Bima meneruskan perjuangan para pahlawan melalui pengabdian, persatuan, dan kerja nyata.

Kemerdekaan harus diisi dengan prestasi, persatuan harus dijaga dengan kebersamaan, dan Merah Putih harus terus berkibar sebagai simbol kecintaan kepada bangsa dan negara.
(RRS//RumaRenggeSape//007)

Walikota Bima Aji Man : HUT Kemerdekaan Momentum Perkuat Persatuan dan Tingkatkan Semangat Gotong Royong

jpn

Bimantika.net -Pemerintah Kota Bima menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Kantor Wali Kota Bima, Senin, 17 Agustus 2026.

Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, SE, bertindak sebagai inspektur upacara. Upacara berlangsung khidmat dan diikuti jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bima, Wakil Wali Kota Bima, pimpinan perangkat daerah, aparatur sipil negara, serta para undangan lainnya.

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tersebut menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Bima bersama seluruh elemen masyarakat untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus memperkuat semangat kebangsaan dalam menjalankan pembangunan daerah.

Dalam upacara tersebut, rangkaian prosesi peringatan kemerdekaan dilaksanakan secara tertib, mulai dari pengibaran Sang Merah Putih hingga pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kehadiran jajaran Forkopimda dan unsur pemerintahan dalam upacara tersebut juga mencerminkan soliditas antarlembaga dalam menjaga persatuan serta mendukung pelaksanaan agenda pembangunan di Kota Bima.

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Bima tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa kemerdekaan membawa tanggung jawab bersama untuk memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat dan daerah.

Pemerintah Kota Bima mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum kemerdekaan sebagai energi untuk memperkuat persatuan, meningkatkan semangat gotong royong, serta bersama-sama membangun Kota Bima yang lebih maju dan sejahtera. (****)

Kapolres Bima Ajak Seluruh Elemen Masyarakat dan Pemangku Kebijakan Isi Kemerdekaan Dengan Ide-ide Cemerlang

Bimantika.net -Kapolres Bima Kabupaten Polda NTB AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar S.I.K., M.H., menghadiri upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar di Halaman Kantor Bupati Bima Senin (17/8/2026).

Upacara peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia 2026 tersebut berlangsung khidmat dengan melibatkan unsur pemerintah daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), aparat TNI-Polri, serta peserta upacara dari berbagai unsur di Kabupaten Bima.

Bupati Bima Ady Mahyudi bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Sementara itu, posisi Komandan Upacara dipercayakan kepada Danramil Woha.Kapten inf. Ibrahim.

Pelaksanaan upacara peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI Ke-81 tahun 2026 dengan tema “Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur*

Kehadiran Kapolres Bima dalam upacara HUT ke-81 RI menjadi bagian dari keterlibatan unsur kepolisian dalam momentum kenegaraan di Kabupaten Bima.

Sebagai bagian dari Forkopimda, Polres Bima memiliki peran dalam mendukung pelaksanaan kegiatan pemerintahan dan agenda publik yang melibatkan masyarakat dalam jumlah besar.

Dalam pelaksanaannya, seluruh peserta mengikuti rangkaian upacara dengan tertib. Prosesi pengibaran Bendera Merah Putih juga menjadi bagian yang mendapat perhatian utama dalam peringatan tersebut.

Pembacaan Proklamasi menjadi salah satu bagian penting dalam upacara peringatan kemerdekaan karena mengingatkan kembali peserta dan masyarakat terhadap sejarah lahirnya Republik Indonesia.

Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar S.I.K.M.H., melalui Kasi Humas AKP Adib Widayaka menjelaskan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI pun menjadi momentum untuk melihat kembali makna kemerdekaan dalam konteks kehidupan hari ini.

“Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI karena itu dapat menjadi pengingat bahwa menjaga kemerdekaan tidak berhenti pada seremoni tahunan”. Ujarnya.

Kegiatan dengan suasana khidmat itu berjalan dengan lancar dan aman pungkas Adib menutup rilisnya.(****)

Bupati Bima Ady Mahyudi : “Kibarkan Merah Putih dengan Penuh Kebanggaan”

jpn

Bimantika.net -Bupati Bima Ady Mahyudi meminta 53 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Bima Tahun 2026 menjalankan tugas dengan penuh disiplin, tanggung jawab, dan kebanggaan.

Amanah mengibarkan Sang Merah Putih pada momentum Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, menurutnya, merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar bagi generasi muda.

Pesan tersebut disampaikan Bupati Bima Ady Mahyudi saat mengukuhkan 53 anggota Paskibraka Kabupaten Bima di Lobi Kantor Bupati Bima, Sabtu sore (15/8/2026).

Mereka terdiri atas 27 putra dan 26 putri yang akan bertugas pada upacara pengibaran dan penurunan Bendera Merah Putih pada Senin (17/8/2026).

Para anggota Paskibraka tersebut sebelumnya telah melewati proses seleksi secara ketat serta menjalani pemusatan latihan fisik dan mental selama hampir satu bulan. Tahapan tersebut menjadi bagian penting untuk membentuk kedisiplinan, kekompakan, ketangguhan, sekaligus kesiapan mereka dalam mengemban tugas kenegaraan.

Pengukuhan berlangsung khidmat dan dihadiri Wakil Bupati Bima dr. H. Irfan Zubaidy, Dandim 1608/Bima Letkol Arh. Samuel Asdianto Limbongan, M.Sc., Kapolres Bima Anton Bhayangkara Gaisar, S.I.K., M.H., Ketua DPRD Kabupaten Bima Diah Citra Pravitasari, S.IP., jajaran Forkopimda, kepala OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Bima, serta para orang tua dan wali anggota Paskibraka.

Prosesi pengukuhan diawali dengan pengucapan Ikrar Putra Putri Indonesia dan penciuman Sang Saka Merah Putih oleh pemimpin upacara sebagai simbol kesetiaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Nuansa haru semakin terasa ketika para orang tua menyematkan kendit dan pin Garuda kepada putra-putri mereka.

Di hadapan para anggota Paskibraka, Bupati Bima Ady Mahyudi menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, panitia, serta tim pelatih dari unsur TNI, Polri, dan Purna Paskibraka Indonesia (PPI) yang telah mendampingi proses pembentukan mereka.

“Kalian adalah putra-putri terbaik Kabupaten Bima yang mendapat kehormatan dan kepercayaan besar untuk mengemban tugas sejarah ini. Pengukuhan ini bukan sekadar seremoni, melainkan simbol kesiapan mental, kedisiplinan, dan rasa cinta tanah air,” ujar Ady.

Ia menegaskan, setelah dikukuhkan, tanggung jawab para anggota Paskibraka semakin besar. Karena itu, mereka diminta tidak hanya berorientasi pada keberhasilan teknis pengibaran bendera, tetapi juga mampu menjaga kehormatan diri, keluarga, daerah, dan bangsa.

“Mulai saat ini tanggung jawab kalian semakin besar. Laksanakan tugas dengan penuh keikhlasan, disiplin, dan rasa tanggung jawab. Saya percaya kalian mampu melaksanakan amanah tersebut dengan sebaik-baiknya. Berikan yang terbaik, jaga kehormatan dan jaga kekompakan,” tegasnya.

Bupati juga mengingatkan bahwa Sang Merah Putih bukan sekadar simbol negara. Di balik bendera yang dikibarkan terdapat sejarah panjang perjuangan dan pengorbanan para pahlawan dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Karena itu, ia berharap momentum tersebut menjadi pengalaman berharga yang membentuk karakter para pelajar untuk terus mencintai bangsa, menghargai perjuangan para pahlawan, serta menanamkan semangat persatuan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kibarkan Merah Putih dengan penuh kebanggaan. Laksanakan tugas dengan hati, karena di tangan kalian kehormatan upacara dan semangat kemerdekaan akan disaksikan seluruh masyarakat Kabupaten Bima,” pesan Ady Mahyudi.

Pengukuhan Paskibraka Kabupaten Bima tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Dari 53 putra-putri daerah itu, tersimpan harapan agar semangat nasionalisme tidak berhenti di lapangan upacara, tetapi tumbuh menjadi karakter generasi muda Bima yang disiplin, berintegritas, dan siap melanjutkan estafet pembangunan bangsa.
(RRS//RumaRenggeSape//007)

Bupati Bima Ady Mahyudi Gerak Cepat, Kirim Tim Kemanusiaan ke Nagekeo NTT

jpn

Bimantika.net -Di tengah duka akibat gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), kepedulian kemanusiaan kembali ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Bima.

Bupati Bima Ady Mahyudi merespons cepat bencana tersebut dengan menginstruksikan Dinas Sosial Kabupaten Bima mengirimkan tim tanggap darurat ke wilayah terdampak di Kabupaten Nagekeo NTT.

Langkah tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap sesama tidak dibatasi oleh wilayah administrasi. Bagi Ady Mahyudi, ketika masyarakat sedang menghadapi musibah, kehadiran pemerintah harus dirasakan secara nyata.

Bukan sekadar menyampaikan simpati, tetapi bergerak dan hadir membantu mereka yang membutuhkan.

Menindaklanjuti instruksi Bupati, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bima Zunaidin, S.Sos., MM, mengerahkan 10 personel terlatih yang diberangkatkan pada Minggu (16/8/2026) menuju Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, NTT.

Tim dipimpin Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Bima Edy Sahroni, A.KS, bersama sembilan personel Taruna Siaga Bencana (TAGANA).

“Tim ini akan melaksanakan tugas selama tujuh hari masa tanggap darurat, mulai 16 hingga 22 Agustus 2026,” kata Zunaidin.

Di lokasi bencana, tim Kabupaten Bima akan mengoperasikan Dapur Umum Lapangan (DUMLAP) untuk memastikan kebutuhan makanan para pengungsi dan korban gempa dapat terpenuhi.

Peralatan yang dibawa tidak sekadar simbolis, tetapi dirancang untuk mendukung pelayanan kemanusiaan secara langsung dengan kapasitas hingga 2.000 porsi makanan.

Selain mobil DUMLAP lengkap dengan peralatan memasak, tim juga membawa satu unit kendaraan rescue serta tenda pengungsian darurat. Seluruh perlengkapan tersebut menjadi bagian dari kesiapan Pemerintah Kabupaten Bima dalam memberikan bantuan di tengah situasi darurat.

Misi kemanusiaan ini juga akan diperkuat melalui sinergi dengan Dinas Sosial Provinsi NTB. Kolaborasi lintas daerah tersebut diharapkan mempercepat distribusi bantuan sekaligus memastikan pelayanan dasar bagi warga terdampak dapat berjalan secara optimal.

Dinas Sosial Provinsi NTB turut mengerahkan enam unit truk bantuan logistik yang membawa kebutuhan pangan dan sandang.

Bagi masyarakat Bima, langkah Ady Mahyudi ini memperlihatkan bahwa kepemimpinan bukan hanya tentang membangun daerah sendiri, tetapi juga tentang membangun rasa kemanusiaan.

Ketika saudara sebangsa tertimpa bencana, Bima memilih untuk hadir, membantu dan bergandengan tangan.

Di tengah berbagai tantangan pemerintahan, sikap cepat tanggap seperti ini menjadi pesan penting bahwa pemerintah harus dekat dengan rakyat dan peka terhadap penderitaan sesama.

Ady Mahyudi menunjukkan bahwa solidaritas kemanusiaan tidak mengenal batas daerah: ketika ada yang membutuhkan pertolongan, Bima datang membawa kepedulian.

Langkah tersebut sekaligus menegaskan semangat Bima sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai maja labo dahu, solidaritas dan gotong royong.

Bantuan mungkin tidak langsung menghapus seluruh kesedihan para korban, tetapi kehadiran dan kepedulian selalu menjadi kekuatan untuk bangkit dari bencana.
Dari Bima untuk NTT. Dari hati untuk kemanusiaan.
(RRS//RumaRenggeSape//007)

Bupati Bima Ady Mahyudi Saksikan Langsung Aksi Sosial Partai Demokrat: Donor Darah dan Penghijauan Warnai Peringatan HUT Partai Demokrat di Langgudu

jpn

Bimantika.net -Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat, DPC ( Dewan Pimpinan Cabang) Partai Demokrat Kabupaten Bima menggelar aksi sosial dan lingkungan melalui kegiatan donor darah serta penghijauan di kawasan Pantai Sambane dan Pantai Baba, Kecamatan Langgudu, Jumat (14/8/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Bima Ady Mahyudi, yang turut memberikan dukungan terhadap gerakan kemanusiaan dan kepedulian lingkungan yang digagas jajaran Partai Demokrat Kabupaten Bima.

Aksi donor darah diawali oleh Ketua DPC ( Deean Pimpinan Cabang )Partai Demokrat Kabupaten Bima, Hj. Misfalah, S. Pd sebagai pendonor pertama.

Setelah itu, kegiatan dilanjutkan oleh jajaran pengurus DPC Partai Demokrat Kabupaten Bima bersama para relawan dan masyarakat yang secara sukarela ikut menyumbangkan darah.

Tidak berhenti pada aksi kemanusiaan, rangkaian HUT ke-25 Partai Demokrat juga diisi dengan gerakan penghijauan di sekitar kawasan Pantai Sambane dan Pantai Baba.

Penanaman pohon menjadi simbol komitmen untuk menjaga kelestarian alam sekaligus mengajak masyarakat menjadikan lingkungan sebagai bagian penting dari pembangunan daerah.

Bagi Partai Demokrat Kabupaten Bima, peringatan HUT( Hari Ulang Tahun ) bukan sekadar seremoni atau perayaan ulang tahun organisasi.

Lebih dari itu, momentum 25 tahun menjadi kesempatan untuk menghadirkan politik yang dekat dengan rakyat, bermanfaat bagi sesama, dan peduli terhadap masa depan lingkungan.

Kehadiran Bupati Bima Ady Mahyudi bersama pengurus partai dan para relawan semakin memperkuat pesan bahwa membangun Bima tidak cukup hanya melalui program pemerintahan, tetapi juga membutuhkan semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan kesadaran bersama untuk merawat alam.

Dari setetes darah untuk menyelamatkan kehidupan, hingga sebatang pohon untuk menjaga masa depan. Inilah semangat HUT ke-25 Partai Demokrat: hadir, peduli, dan bergerak bersama rakyat.
( RRS//RumaRenggeSape//007)

BUPATI ADY MAHYUDI IKUT ACARA HUT PARTAI DEMOKRAT: MENANAM POHON, MENANAM HARAPAN UNTUK BIMA

jpn

Bimantika.net Semangat memperingati Hari Ulang Tahun Partai Demokrat di Kabupaten Bima tidak hanya diwujudkan melalui seremoni, tetapi juga melalui aksi nyata yang menyentuh kepentingan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

Bupati Bima, Ady Mahyudi, hadir bersama jajaran pengurus Partai Demokrat Kabupaten Bima dalam kegiatan penanaman pohon.

Aksi sederhana namun penuh makna ini menjadi simbol bahwa membangun daerah bukan semata tentang menghadirkan infrastruktur, tetapi juga tentang menjaga alam agar tetap lestari bagi generasi yang akan datang.

Menanam satu pohon hari ini adalah menanam harapan untuk hari esok. Dari tangan para pemimpin, kader partai, dan masyarakat, tumbuh pesan bahwa politik juga dapat hadir dalam bentuk kepedulian, gotong royong, dan keberpihakan terhadap lingkungan.

Kehadiran Bupati Ady Mahyudi memberikan warna tersendiri dalam momentum tersebut yang berlokasi di pantai sambane,dan pantai Baba langgudu 14 agustus 2026.

Ia menunjukkan bahwa kepemimpinan tidak hanya diukur dari kebijakan yang dibuat di ruang pemerintahan, tetapi juga dari kesediaan untuk turun langsung, bergandengan tangan dan menjadi bagian dari kegiatan positif bersama masyarakat.

Demokrat untuk rakyat, Demokrat untuk lingkungan, dan Demokrat untuk masa depan Bima.

Sebab daerah yang maju bukan hanya daerah yang pembangunannya tumbuh tinggi, tetapi juga daerah yang mampu menjaga hijaunya bumi dan mewariskan lingkungan yang lebih baik kepada anak cucu.
(RRS//RumaRenggeSape//007)

ANALISIS K3: DARI TRAGEDI GELIS RAUH KE KMP PUTRI YASMINKeselamatan Pelayaran, Sistem Keselamatan Modern, dan Perspektif Islam

jpn

Oleh : Rita Kartika Syarif, S.KM., M.Kes
(Promotor Kesehatan dan Aktivis Muslimah Peduli Umat)

Pendahuluan
Kebakaran KMP Putri Yasmin pada 12 Agustus 2026 kembali mengingatkan bahwa keselamatan pelayaran bukan hanya persoalan memadamkan api ketika kebakaran sudah terjadi.

Keselamatan adalah sebuah sistem yang harus dibangun sejak sebelum kapal meninggalkan dermaga.

Berdasarkan informasi sementara yang beredar, KMP Putri Yasmin membawa 131 orang, terdiri dari 114 penumpang dan 17 awak kapal.

Satu orang dilaporkan meninggal dan informasi awal menyebut adanya persoalan pada pelampung yang digunakan korban.

Karena investigasi resmi masih berjalan, penyebab kematian maupun rangkaian kejadian secara keseluruhan tetap harus menunggu hasil pemeriksaan otoritas yang berwenang.

Dari perspektif K3, kasus ini penting dikaji karena keselamatan tidak berhenti pada pertanyaan, “Apakah alat keselamatan tersedia?” Pertanyaan berikutnya adalah, “Apakah alat tersebut benar-benar layak dan efektif digunakan ketika nyawa manusia bergantung kepadanya?”

Promosi Kesehatan dan Promosi K3
Sebagai bagian dari ilmu promosi kesehatan, promosi K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) juga memiliki peran penting.

Promosi K3 tidak hanya berorientasi pada pencegahan kecelakaan, tetapi juga membangun pengetahuan, sikap, perilaku, lingkungan kerja yang aman, komunikasi risiko, kepatuhan, serta budaya keselamatan.
Dalam konteks pelayaran, pendekatan promosi K3 dapat diterapkan kepada awak kapal, pengelola perusahaan, petugas pelabuhan, pengemudi kendaraan yang masuk kapal, hingga penumpang. Edukasi penggunaan life jacket, simulasi evakuasi, pengenalan jalur penyelamatan, larangan terhadap sumber bahaya,

komunikasi keadaan darurat, dan pembentukan perilaku aman merupakan bagian dari intervensi promosi K3.

Dengan demikian, promosi kesehatan tidak hanya berbicara tentang bagaimana manusia tetap sehat, tetapi juga bagaimana manusia terlindungi dari bahaya di lingkungan kerja dan lingkungan aktivitasnya. K3 merupakan bagian penting dari upaya preventif dan promotif untuk melindungi manusia.

Belajar dari KMP Gelis Rauh
KMP Gelis Rauh pada 17 Juli 2014 mengalami kebakaran dalam pelayaran rute Padangbai–Lembar. Api dilaporkan berasal dari salah satu kendaraan di geladak dan berkembang dengan cepat. Awak kapal melakukan upaya pemadaman dan evakuasi, sementara sejumlah kapal di sekitar turut membantu penyelamatan.

Kasus Gelis Rauh memberikan pelajaran mengenai cepatnya kebakaran pada geladak kendaraan, pentingnya pengendalian muatan, kesiapan pemadaman, komunikasi darurat, dan evakuasi.

Namun, kasus Gelis Rauh dan Putri Yasmin tidak boleh dinyatakan memiliki penyebab yang sama sebelum hasil investigasi resmi tersedia.

Yang dapat dibandingkan adalah pelajaran keselamatannya: kapal Ro-Ro membawa banyak manusia dan kendaraan dengan beragam potensi bahaya, sehingga pengendalian risiko harus dilakukan secara sistematis sejak sebelum keberangkatan.

Sistem Keselamatan Modern: Aturan Sudah Ada, tetapi Apakah Efektif?

Sistem keselamatan pelayaran modern bukan tanpa aturan. Terdapat persyaratan kelaiklautan kapal, pemeriksaan dan sertifikasi, peralatan keselamatan, sistem pemadam kebakaran, prosedur keadaan darurat, pelatihan awak, sistem manajemen keselamatan, serta pengawasan.

Indonesia juga menerapkan kerangka keselamatan pelayaran yang mengacu pada standar internasional. Namun, dari perspektif K3, keberadaan aturan tidak otomatis sama dengan efektivitas keselamatan.

Perbedaan pentingnya adalah antara safety compliance dan safety performance. Compliance berarti memenuhi persyaratan, sedangkan safety performance berarti sistem tersebut benar-benar mampu mencegah kecelakaan atau mengurangi konsekuensinya.

Contohnya, life jacket yang tercatat tersedia belum tentu menjadi safety barrier yang efektif. Kondisinya harus baik, sesuai, mudah diakses, diperiksa, dirawat, dan dapat digunakan dengan benar.

Demikian pula APAR, hydrant, sprinkler, fire pump, alarm, life raft, sekoci, jalur evakuasi, dan sistem komunikasi darurat.

Safety Equipment Bukan Sekadar Checklist
Dalam K3, alat keselamatan tidak boleh diperlakukan sebagai formalitas administratif. Pemeriksaan harus menjawab apakah peralatan benar-benar siap ketika dibutuhkan.

Jika informasi mengenai pelampung yang rusak dalam kasus Putri Yasmin nantinya terbukti melalui investigasi resmi, maka hal tersebut perlu ditelusuri sampai akar masalah: kapan inspeksi terakhir dilakukan, bagaimana sistem pemeliharaannya, apakah kerusakan dicatat, siapa yang bertanggung jawab, apakah alat rusak langsung diganti, dan apakah terdapat mekanisme verifikasi.

Pertanyaan K3 bukan berhenti pada “pelampung rusak”, tetapi harus sampai pada “mengapa pelampung yang tidak layak dapat berada dalam kondisi darurat dan digunakan untuk menyelamatkan nyawa?”

Lapisan Pertahanan Keselamatan

  • Pencegahan: pemeriksaan kendaraan, muatan, instalasi listrik, bahan mudah terbakar, serta pengawasan geladak kendaraan.
  • Deteksi: alarm kebakaran, detektor, CCTV, pengawasan awak, dan pelaporan kondisi tidak aman.
  • Pemadaman: APAR, hydrant, sprinkler, fire pump, serta prosedur pemadaman.
  • Pengendalian: komando nakhoda, komunikasi darurat, isolasi area, dan pengendalian kepanikan.
  • Evakuasi: muster station, life jacket, sekoci, life raft, jalur evakuasi, serta awak yang terlatih.
  • Search and rescue: koordinasi dengan Basarnas, syahbandar, unsur TNI/Polri, dan kapal-kapal di sekitar.
    Sistem yang matang tidak boleh bergantung pada satu alat atau satu orang. Jika satu lapisan gagal, lapisan berikutnya harus mampu mengurangi dampak dan menyelamatkan manusia.
    Apakah Kita Belajar dari Kecelakaan Sebelumnya?
    Sejarah Gelis Rauh penting bukan untuk menyimpulkan bahwa Putri Yasmin mengalami penyebab yang sama, melainkan untuk menilai apakah pembelajaran dari kecelakaan masa lalu benar-benar masuk ke dalam sistem.

Setiap kecelakaan seharusnya menghasilkan lesson learned, tindakan korektif, tindakan pencegahan, dan verifikasi efektivitas.

Jika rekomendasi hanya berhenti pada laporan atau rapat, organisasi belum menjadi learning organization.

Dalam K3 dikenal prinsip root cause analysis. Kita tidak cukup mencari siapa yang melakukan kesalahan.

Kita perlu mencari kondisi sistem apa yang memungkinkan kesalahan terjadi dan mengapa pengaman yang seharusnya mencegahnya tidak bekerja.

Perspektif Islam: Menjaga Jiwa dan Mencegah Mudarat
Jauh sebelum istilah K3, risk assessment, dan safety management system digunakan seperti sekarang, Islam telah memberikan prinsip moral yang kuat mengenai perlindungan manusia.

Al-Qur’an mengingatkan manusia agar tidak menjatuhkan dirinya sendiri ke dalam kebinasaan.

Prinsip la darar wa la dirar juga dikenal dalam khazanah hukum Islam: tidak boleh membahayakan diri sendiri dan tidak boleh membahayakan orang lain.

Dalam maqasid al-syariah terdapat prinsip hifz al-nafs, yaitu menjaga dan melindungi jiwa.

Jika diterapkan dalam K3, keselamatan manusia harus ditempatkan di atas sekadar target operasional, kecepatan pelayanan, atau kepentingan ekonomi.

Dalam sejarah peradaban Islam juga dikenal konsep hisbah, yang mengandung semangat pengawasan terhadap aktivitas masyarakat agar tidak terjadi kecurangan dan kemudaratan. Secara prinsip, hal ini memiliki kesesuaian dengan pendekatan preventif: bahaya harus diawasi dan dikendalikan sebelum berubah menjadi kecelakaan.

Budaya Keselamatan: Dari Compliance Menuju Safety Culture
Masalah keselamatan tidak selalu diselesaikan dengan menambah aturan. Jika aturan yang sudah ada belum dilaksanakan secara konsisten, maka tantangannya berada pada implementasi, pengawasan, pemeliharaan, kompetensi, komunikasi, dan budaya keselamatan.

Safety culture berarti setiap orang merasa bertanggung jawab terhadap keselamatan. Awak kapal berani melaporkan kondisi tidak aman. Kerusakan alat segera diperbaiki. Near miss dianalisis.

Latihan tidak dilakukan hanya untuk memenuhi jadwal. Dan keselamatan tidak dikorbankan demi mengejar target operasional.

Keselamatan yang matang bukan sekadar “sudah sesuai aturan”, tetapi “sistem benar-benar bekerja ketika keadaan paling buruk terjadi”.
Rekomendasi dari Perspektif K3 dan Promosi Kesehatan

  • Melakukan audit menyeluruh terhadap kondisi dan pemeliharaan seluruh alat keselamatan.
  • Memastikan inspeksi tidak hanya administratif, tetapi melalui pemeriksaan fisik dan uji fungsi.
  • Memperkuat edukasi dan promosi K3 kepada awak kapal, penumpang, petugas pelabuhan, dan pengemudi kendaraan.
  • Melakukan drill keadaan darurat secara berkala dengan skenario realistis, termasuk kebakaran, blackout, dan evakuasi.
  • Membangun sistem pelaporan near miss dan kondisi tidak aman tanpa budaya menyalahkan pelapor.
  • Menindaklanjuti hasil investigasi kecelakaan dengan tindakan korektif dan pencegahan yang dapat diverifikasi.
  • Memastikan manifest kendaraan dan muatan akurat agar potensi bahaya dapat diidentifikasi sejak awal.
  • Menempatkan keselamatan manusia sebagai indikator utama keberhasilan operasional.
    Kesimpulan
    Tragedi KMP Putri Yasmin harus menjadi momentum untuk menguji efektivitas sistem keselamatan pelayaran, bukan hanya keberadaan dokumen dan sertifikat. Sistem keselamatan yang baik harus mampu mencegah bahaya, mendeteksi kejadian, melakukan pemadaman, mengendalikan keadaan, mengevakuasi manusia, dan memobilisasi pertolongan.

Dari perspektif promosi kesehatan, promosi K3 menjadi bagian penting karena keselamatan dibangun melalui pengetahuan, keterampilan, perilaku, lingkungan yang mendukung, dan budaya keselamatan. Dari perspektif Islam, seluruh upaya tersebut sejalan dengan prinsip mencegah mudarat dan menjaga jiwa.

Karena itu, tujuan akhir K3 bukan mencari kambing hitam. Tujuan K3 adalah memastikan manusia pulang dengan selamat.
Semoga investigasi resmi KMP Putri Yasmin nantinya mampu menjelaskan fakta secara objektif dan menghasilkan perbaikan nyata. Satu korban jiwa sudah merupakan kehilangan yang sangat besar. Keselamatan harus menjadi amanah yang diwujudkan dalam tindakan, bukan sekadar tulisan dalam prosedur.

Penulis :Rita Kartika Syarif, S.KM., M.Kes. Promotor Kesehatan dan Aktivis Muslimah Peduli Umat (****)

Hadiri Penutupan MTQ Ke-20 Tingkat Kecamatan Soromandi, Bupati Bima Ady Mahyudi Serahkan Hadiah

jpn

Bimantika.net -Kepedulian terhadap pembangunan keagamaan kembali ditunjukkan Bupati Bima Ady Mahyudi. Di tengah berbagai agenda pemerintahan dan pembangunan daerah, Bupati tetap memberikan perhatian serius terhadap kegiatan keagamaan sebagai fondasi penting dalam membentuk karakter generasi muda Kabupaten Bima.

Hal itu terlihat saat Bupati Bima Ady Mahyudi menghadiri sekaligus menutup secara resmi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke-20 Tingkat Kecamatan Soromandi, Rabu (12/8/2026), yang berlangsung di Lapangan Desa Lewintana.

MTQ tersebut diikuti 45 qari dan qariah dari tujuh desa dengan tiga mata lomba, yakni Tartil, Tahfiz dan Tilawah. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ady Mahyudi menyerahkan secara simbolis hadiah kepada juara umum.

Acara penutupan juga diwarnai lantunan suara merdu Malhatun Toyyibah dari Desa Sai, juara umum MTQ XX Tingkat Kecamatan Soromandi golongan Qariah Remaja.
Di hadapan para kafilah, tokoh agama, tokoh masyarakat dan masyarakat Soromandi, Bupati Ady Mahyudi menegaskan pentingnya mendekatkan generasi muda dengan Al-Qur’an.

“Jangan biarkan generasi kita jauh dari Al-Qur’an. Mari kita hidupkan kembali rumah-rumah Al-Qur’an, majelis ilmu dan kegiatan keagamaan di tengah masyarakat.

Dengan demikian, kita tidak hanya melahirkan generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga generasi yang memiliki akhlak, integritas dan kepedulian terhadap sesama,” ujar Bupati.

Bupati menambahkan, Pemerintah Kabupaten Bima terus berkomitmen memperkuat pembangunan di bidang keagamaan. Menurutnya, MTQ tidak boleh hanya dipandang sebagai ajang perlombaan, tetapi harus menjadi gerakan bersama untuk membangun generasi Bima yang beriman, berkarakter, berilmu dan berakhlak mulia.

“Saya mengajak para orang tua, guru, tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk terus memberikan perhatian terhadap pendidikan Al-Qur’an bagi anak-anak,” Tegasnya.

Komitmen tersebut menunjukkan bahwa bagi Ady Mahyudi, pembangunan daerah bukan hanya tentang membangun jalan, infrastruktur dan fasilitas publik, tetapi juga membangun manusia. Sebab, kemajuan sebuah daerah akan kehilangan makna apabila tidak dibarengi dengan pembentukan generasi yang memiliki iman, ilmu dan akhlak. Karena itu, perhatian Bupati terhadap MTQ dan berbagai kegiatan keagamaan menjadi bagian dari ikhtiar membangun Bima dari sisi lahir sekaligus batin.

Di tengah masyarakat, kehadiran pemimpin dalam kegiatan keagamaan juga memiliki makna yang kuat. Bupati tidak sekadar datang untuk menutup sebuah kegiatan, tetapi membawa pesan bahwa Al-Qur’an, pendidikan agama dan pembentukan akhlak generasi muda merupakan bagian penting dari masa depan Kabupaten Bima.

Inilah wajah kepemimpinan yang ingin mendekatkan pemerintah dengan masyarakat melalui nilai-nilai agama, persaudaraan dan kebersamaan.

Menutup sambutannya, Bupati Ady Mahyudi mengajak seluruh elemen masyarakat Kecamatan Soromandi menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai perekat dalam membangun daerah.

“Mari terus bangun Kabupaten Bima dengan semangat kebersamaan, berlandaskan iman dan takwa serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam mewujudkan masyarakat yang maju dan bermartabat,” ujarnya.

Kegiatan penutupan MTQ tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Bima Dapil I Supardin, SH, Camat Soromandi Julkifli, SH., M.Hum., unsur Muspika, para kepala desa, tokoh agama, alim ulama serta tokoh masyarakat setempat.

Bagi masyarakat Bima, perhatian terhadap kehidupan keagamaan merupakan investasi jangka panjang. Karena dari rumah-rumah Al-Qur’an, masjid, majelis ilmu dan kegiatan MTQ, akan lahir generasi yang bukan hanya mampu membaca Al-Qur’an, tetapi mampu menjadikan nilai-nilainya sebagai pedoman dalam kehidupan.
(RRS//RumaRenggeSape//007)