Amir Ncuhi Dara : Hutan dan Gunung Gundul, Bencana Banjir Tak Terbendung

Bimantika.net Aktivis Lingkungan dan Kemanusiaan Alumni STISIP Mbojo Bima Amiruddin, S. Sos gelisah dengan situasi dan kondisi Alam di Kota Bima yang hamparan Hutan dan Gunungnya Sudah Gundul Akibat Rakusnya Manusia.

Bahkan dalam Akun Facebook pribadinya, Amir yang juga Warga Asli Kelurahan Dara ini mengungkapkan kekecewaannya terhadap Kondisi Hutan dan Gunung yang kian Gersang.

Berikut Cuitannya ;
BENCANA.
Bumi semakin gersang ia kian rapuh diterpa bencana
Banjir menerjang semua
Kekeringan menghempaskan kehijauan
Tangan tangan laknat telah berbuah kerusakan
Sampah kau buang sembarangan sungai kian keruh jangan heran tuhan mengirimkan pesan melalui banjir ,hutan hutan yang kau kikis
Pohon pohon tumbang karena mesin gergaji simpanan air kian menyusut

Jangan heran tuhan mengirimkan pesan lewat kekeringan . kau sendiri yang merusak tanah surgamu

Jangan heran tanah ini tak lagi subur kering kerontang
Jangan heran lautmu tak lagi indah

Jangan heran musimpun tak tentu arah
Kaulah yang merusaknya
Dengan tangan

keserakahan telah kau jadikan alam sebagai pemuas nafsu Dan kau lupakan anak cucumu
Mereka keturunan kita ,pun berhak atas tanah yang kita tempati agar esok mendapatkan hari yang lebih baik .

Atas Keresahan itu, Media Online Bimantika menanyakan Apakah ini Akibat Keserakahan Manusia Menguasai Hutan dan Gunung² di Kota Bima ini sehingga Gunung sudah di ratakan dengan Alat Berat Ncuhi Dara New ???

“Bimantika tepat sekali kanda, alih fungsi hutan dan perampasan besar besaran oleh masyarakat untuk menanam komoditi tertentu dengan iming iming meraup keuntungan tanpa memikirkan perubahan ekosistim sehingga tanah penyangga yang kokoh ditebang tanpa berdosa pdhl kita manusia membutuhkan oksigen dari hasil pohon pohon tersebut” demikian Ungkap Amir.

Berarti adinda Ncuhi Dara New sangat Berharap pada Pemerintah Kota, Propinsi dan Pusat Untuk Segera Selamatkan Hutan dan Gunung Kota Bima ???

Amir Menyebutkan bahwa kesadaran kita sebagai warga menjadi skala prioritas ,,,pemerintah Kota/ kabupaten, propinsi maupun pusat harus melihat dari sudut pandang yang sama akan dampak yang ditimbulkan dari dampak bencana akhir akhir ini …kita ngambil sampel kota bima saja diibaratkan tempurung kelapa kalau tidak ada akar pohon penyangga maka segala lini aka bermuara kepada penduduk yang dataran rendah banjir akan mengepung dari segala arah,,,

“coba kakanda cek di sekitaran kendo,nggaro nangga ,toloweri ,kabanta hampir semua pohon pohon jati udah di tebang untuk ditanam komoditi tertentu dengan alasan cepat mendapatkan keuntungan tapi tidak memikirkan perubahan ekosistim dan satwa mulai menghilang” ungkap Amir.

Ncuhi Dara New Kalau saja Hutan dan Gunung dikuasai oleh Para Elite bagaimana adindaku ???

Dengan Tegas Amir Katakan bahwa Ini yang harus di carikan jalan keluarnya karena 20 tahun kedepannya anak cucu kita tidak lagi mempunya tanah di kampung sendiri karena terobsesi untuk menjual sawah dan kebun dan akan berubah fungsi yang menguntungkan pemodal. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *