Bimantika.net Sikap Kenegarawanan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Republik Indonesia, DR. H. Anwar Usman, SH., MH memaafkan pelaku ujaran kebencian di media sosial yang berdampak pada Pelanggaran UU ITE adalah sikap yang bermartabat sebagai penyelenggara Negara.
“Ini adalah sikap kenegarawanan seorang figur terbaik penyelenggara Negara, karena MK itu adalah Lembaga Konstitusi Penegak Kontitusi Negara, namun Saya apresisi sikap Kakanda Ketua MK memaafkan adek-adek Mahasiswa yang menyerang harkat martabatnya sebagai penyelenggara Negara” Demikian Ungkao Doktor Muda Asal Kecamatan Bolo Madapangga, DR. Nimran Abdurrahman, SH., MH.
Menurut Doktor Lulusan Terbaik Alumni Makassar ini Alhamdulillah dugaan pelanggaran UU ITE oleh adik kita mahasiswa asal Bima dengan postingan di FB yg berisi tuduhan serta fitnahan terhadap Ketua MK RI, Dr. H.Anwar Usman, S.H., M.H tgl 26 Mei yang telah dilakukan solusi damai secara kekeluargaan antara Adik kita Ikhsan dgn Kapten TNI Sitompul dan Letda Indra (Wakil Keluarga Bpk Dr. Anwar Usman Ketua MK RI) yg disaksikan oleh Bpk Kapolda Banten Irjen Rudy Heriyanto Adi Nugroho dan Direktur/Wadir Siber Krimsus Brigjend Slamet Uliandi dan Kompol Wendy Andryanto bersama tim pd dini hari Senin 31 Mei 2021 pukul 02.00 Wib.
Musyawarah dicapai dengan Ucapan Permohonan Maaf secara tertulis diatas materai 10.000 maupun melalui vidio kepada Bapak Anwar Usman baik selaku Ketua MK RI maupun sebagai pribadi beserta kepada segenap keluarga besar Beliau dan diakhiri dengan dilakukannya pencabutan atas laporan polisi pada kepolisian daerah Banten oleh pihak keluarga.
Ini menjadi pembelajaran yg berharga buat semua terkhusus adik Ikhsan agar kedepan lebih bijak lagi dalam bermedsos, lebih berhati-hati lagi menggunakan kedua jempol tangannya dan mempertimbangkan segala akibat yang akan ditimbulkan baik buat diri sendiri maupun nama dan kehormatan org lain.
Nimran memberkan bahwa dirinya yang turut serta menjembatani upaya penyelesaian, sungguh menaruh rasa hormat, apresiasi yang tinggi serta ucapan terima kasih yg amat besar pada keluasan dan kelapangan jiwa Bapak Anwar Usman beserta keluarga besarnya yang telah berkenan menerima permohonan maaf dari adik kita.
“Beliau benar-benar sosok penyelenggara Negara yang patut diapresisi dan di jadikan contoh bagi penyelenggara negara yang lainnya” ungkap Nimran.
Dan satu hal yg menjadi catatan khusus pribadi Nimran bahwa adalah kemuliaan hati keluarga ini adalah tat kala kami keluar melalui Gerbang Toll Serang Barat Dae Tompul (keponakan dr Bpk Anwar Usman) menjemput dan membawa kami menuju sebuah Rumah Makan Sop Ikan yg sungguh gurih dan nikmat. Kakak tersebut tau betul perjalanan yang kami tempuh sekitar 2,5jam akan dihinggapi rasa lapar.
“Sungguh sifat fathonah (pemaaf) sesuai sifat Rasulullah benar-benar tampak nyata didalam sikap dan kepribadian Ketua MK dan keluarga. Kiranya Allah Ta’ala membalas kebaikan Beliau dengan pahala yang berlipat dan mencurahkan keberkahan bagi diri dan segenap keluarga. Aamiin” ungkap Nimran.
Diakhir Wawancaranya, Doktor Muda Ilmu Hukum ini menyebutkan bahwa
Sebagai mediator dirinya menyebut marwah dan kehormatan Bapak Anwar Usman sebagai tokoh Nasional dan menjadi kebanggaan daerah yang patut untuk dijaga dan lindungi secara bersama-sama. (DAE)


