Pj Gubernur Lalu Gita : Pelabuhan KSOP Bima Bakal Jadi Pelabuhan Internasional

jpn

Bimantika.net -Penjabat Gubernur NTB Drs H Lalu Gita Ariadi, M.Si meninjau secara langsung kapal-kapal perintis yang sedang bongkar muat penumpang maupun barang di Pelabuhan KSOP Kota Bima Propinsi NTB.

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas IV Bima, menerima kunjungan kerja (Kunker) Penjabat (PJ) Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Gita Ariadi pada Sabtu (2/12/2023).

Dalam kunjungannya, Gubernur bersama rombongan Kepala OPD Provinsi dan Pj Wali Kota Bima Ir. H.Mohammad Rum, melihat langsung 2 dari 4 kapal Perintis yang merupakan bantuan Kementerian Perhubungan RI.

Ditemani Kepala KSOP Bima M Junaidi, Pj Gubernur NTB dan Pj Wali Kota Bima, juga memantau kondisi kapal serta berdialog dengan para penumpang kapal.

“Hari ini kami menerima kunjungan Pj Gubernur NTB bersama Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB dan sejumlah kepala OPD lainnya. Beliau ingin melihat pelayanan 4 Kapal Perintis. Sebagai penanggungjawab perintis di Pelabuhan Bima ini, tentu kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan pelayanan yang baik kepada para penumpang,” kata Kepala KSOP Bima M Junaidi.

Lanjutnya, meski armada perintis telah terpenuhi untuk melayani masyarakat di Pelabuhan Bima, namun beberapa trayek masih dibutuhkan.

Diakuinya, saat ini KSOP Bima telah mengajukan penambahan satu trayek perintis ke Kementerian Perhubungan. Hal itu diusulkan berdasarkan kebutuhan dominan masyarakat.

Disamping itu, tahun 2024 mendatang, Pelabuhan Bima direncakan cikal bakal menjadi Pelabuhan Internasional. Untuk memenuhi spesifikasi, perlu didukung dengan peningkatan fasilitas serta sarana.

“Berdasarkan konsesi antara KSOP dengan Pelindo Bima, tahun 2024 Pelabuhan Bima akan mulai dibenahi, mulai dari pengembangan fasilitas dan sarana, hingga perbaikan akses jalan menuju pelabuhan,” ungkap Kepala KSOP Bima.

Sementara itu, Pj Gubernur NTB Lalu Gita Ariadi, tak lupa menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada Menteri Berhubungan RI, Budi Karya Sumadi, atas bantuan kapal Perintis sebagai alat yang mempermudah transportasi masyarakat.

Empat armada kapal Perintis yakni R19, R20, R21 dan R22, saat ini melayani dan memfasilitasi sejumlah wilayah kepulauan di NTB, NTT dan Sulawesi Selatan.

Bagi Provinsi NTB yang merupakan daerah berbasis kepulauan, tentu bantuan armada perintis sungguh sangatlah berarti, dalam rangka peningkatan geliat ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Hal ini pula akan berdampak pada meningkatnya bidang pendidikan dan kesehatan, terlebih sektor pertanian dan peternakan.

“Dari dulu Bima terkenal sebagai daerah yang memiliki hasil produksi pertanian cukup tinggi, seperti bawang, jagung, termasuk sapi. Bahkan kebutuhan suplai nasional dapat terbantukan,” tutupnya.

Pelabuhan KSOP Bima terdapat beberapa rute trayek kapal perintis. Yakni jaringan Trayek R-19 (KM Sabuk Nusantara 49) meliputi Bima – Reo – Jampea – Makassar – Jampeo – Reo – Bima – Waikelo – Ende – P.Raijua – Sabu – P.Raijua – Ende – Waikelo – Bima.

Selanjutnya jaringan Trayek R-20 (KM Sabuk Nusantara 51) meliputi Bima – Carik – Celukan Bawang – Sapeken – Kangean – Kalianget – Surabaya – Kalianget – Kangean – Sapeken – Celukan Bawang – Carik – Bima.

Jaringan Trayek R-21 (KM Amukti Palapa) meliputi Bima – Calabai – Lb.Lombok – Sailus – Sapuka – Balobaloang – Makassar – Balobaloang – Sapuka – Sailus – Lb. Lombok – Calabai – Bima.

Ada juga jaringan Trayek R-22 (Sabuk Nusantara 27) meliputi Bima – Lab.Bajo – Bonerate – Selayar – Baubau – Selayar – Bonerate -Lab.Bajo – Bima.

Dalam rangkaian program Jumat Salam tersebut, Lalu Gita juga meninjau secara langsung pembangunan Jembatan di Desa Sondosia, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima.

Jembatan tersebut merupakan akses utama penghubung antara Kabupaten dan Kota Bima. Karena rusak diterjang banjir dan dalam perbaikan, sehingga dibuatkan jembatan pengganti.

Lalu Gita sampaikan pesan agar Semua hal yang terkait keselamatan pengerjaan proyek harus diperhatikan seksama agar tidak terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan.

Lalu Gita dalam kesempatan itu berharap dalam waktu tidak terlalu lama, jembatan sudah bisa beroperasi agar arus lalu lintas kendaraan kembali berjalan normal.

“Dalam situasi darurat seperti ini, perbaikan harus dilakukan sesegera!sehingga kepentingan masyarakat dan aktivitas ekonomi tetap lancar” ujarnya.

Pesan lainnya yang disampaikan oleh Lalu Gita agar dalam pengerjaan perbaikan jembatan tetap mengedepankan aspek kualitas. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *