Walikota HML : Spirit Kartini Adalah Kesetaraan Gender Berkontribusi untuk Bangsa & Negara

Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) dan Istri Hj. Elly Alwaini

Bimantika.net _Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) angkat bicara soal Hari Kartini 21 April yang diperingati setiap tahunnya.

Walikota HML yang juga mantan Anggota DPR RI dua Periode ini saat di wawancara ekslusive oleh Media online Bimantika Kamis Petang 21 April 2022 menyebutkan banyak hal soal Kebangkitan Kaum Perempuan yang di prakarsai oleh Raden Ajeng Kartini.

“RA Kartinu adalah sosok pendobrak pembaharuan kaum perempuan di Republik ini dan Spirit Kartini Adalah Kesetaraan Kontribusi untuk Bangsa dan Negara bagi kaum Perempuan” Ujar Walikota HML.

Hari Kartini diperingati pada 21 April setiap tahunnya untuk mengenang jasa pahlawan Raden Ajeng Kartini.

Menurut Walikota HML bahwa Hari Kartini merupakan hari yang istimewa untuk perempuan seluruh Indonesia.

“Berkat perjuangan dan pemikirannya, perempuan Indonesia bisa seperti sekarang” demikian ujar Walikota HML.

Untuk menghidupkan momen ini, Walikota HML pun berharap pada kaum perempuan masa kini di era Millenial agar mampu meneladani perjuangan RA Kartini.

HML menceritakan bahwa Kartini menjadi salah satu sosok penting dalam emansipasi wanita di Republik ini atas ide dan gagasan cerdasnya.

Oleh karena itu lah, tanggal 21 April yang juga merupakan hari lahir perempuan asal Jepara, Jawa Timur, tersebut diperingati setiap tahunnya sebagai Hari Kartini untuk mengenang jasa-jasanya dalam kesetaraan gender.

Peringatan Hari Kartini tersebut dirayakan setelah 2 Mei 1964, usai Presiden Soekarno mengeluarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No.108 Tahun 1964.

Dalam keputusan tersebut, Kartini juga ditetapkan sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional.

Raden Ajeng Kartini lahir pada tanggal 21 April 1879, dan berasal dari kalangan bangsawan Jawa.

Ia merupakan putri dari bupati Jepara bernama Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat dengan M.A. Ngasirah.

Kakek Kartini, Pangeran Ario Tjondronegoro IV dikenal pada pertengahan abad ke-19 sebagai salah satu bupati pertama yang memberi pendidikan Barat kepada anak-anaknya.

Sementara itu Sosrokartono, kakak Kartini, merupakan orang yang pandai dalam bidang bahasa. Hingga usianya yang ke 12 tahun, ia diperbolehkan bersekolah di ELS (Europese Lagere School) di mana Kartini belajar bahasa Belanda. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *