Bimantika.net -Pemerintah Kota (Pemko)t Bima memiliki agenda besar pekan depan yakni menggelar Festival Pawai Rimpu yang di rencanakan pada hari Mingu 7 Mei 2023.
Kepala Dinas Kominfo Pemkot Bima Drs. H. Mahfud menyampaikan bahwa pawai tersebut akan diikuti oleh masyarakat Kota Bima, baik yang perempuan maupun yang laki-laki.
Untuk yang perempuan diwajibkan untuk menggunakan Rimpu Tembe. Sedangkan yang laki menggunakan Sambolo di kepala dan “Saremba Tembe”.
Untuk diketahui Publik bahwa Kegiatan Pawai Rimpu akan dimulai pada Minggu 7 Mei 2023 pagi hari pada pukul 07.00 wita.
Bagi masyarakat di wilayah timur akan star di depan Kantor Pariwisata Kota Bima, untuk warga di wilayah barat akan star di depan Paruga Nae Convention Hall. Sedangkan tempat finis adalah Kantor Pemkot Bima.
Dalam kegiatan itu Pemkot Bima akan menyediakan hadiah Door Prize utama berupa 5 unit motor dan juga disediakan hadiah menarik lainnya.
Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) yang di hubungi Media Online Bimantika Senin Malam (1/5) menyebutkan bahwa Festival Pawai Rimpu adalah kegiatan melestarikan warisan budaya para leluhur.
“Kegiatan Pawai Rimpu itu adalah memiliki makna kita lestarikan budaya leluhur tempo dulu dan berdampak ekonomis di era sekarang” ungkapnya.
Lanjut HML bahwa dampak ekonomisnya adalah kegiatan UMKM menggeliat dengan adanya acara besar yang melibatkan puluhan ribu warga tersebut.
“Berapa ratus UMKM yang kena dampak positif dari pernak pernik kegiatan itu mulai dari sarung, sambolo dan pernak pernik lainnya tentu ini akan menggeliatkan ekonomi arus bawah” ujarnya
Di Tahun 2022 Pemkot Bima pernah menggelar kegiatan yang sana kerjasama dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Bima di bawah kendali Ketua Dekranasda Kota Bima Hj. Elly Alwaini sukses menggelar Festival Pawai Rimpu Kota Bima 27 Agustus 2022.
Pakaian adat Rimpu adalah salah satu jenis pakaian tradisional yang dimiliki oleh daerah Kabupaten dan Kota Bima, Kabupaten Dompu Nusa Tenggara Barat (NTB).
Bahan dasarnya adalah sarung tenun asli Bima yang dipakai dengan cara bagian atas dililit pada kepala dan terurai ke bagian bawah.
Rimpu umumnya dikenakan oleh perempuan Bima. Ada dua jenis rimpu yang terdapat di daerah itu, pertama Rimpu Mpida atau rimpu kecil yang model pemakaiannya menutupi seluruh bagian muka, hanya mata yang terlihat. Jenis rimpu ini menandakan pemakainya perempuan yang belum menikah atau masih perawan.
Ketua Dekranasda Kota Bima yang juga Istri Walikota HM Lutfi, Hj. Elly Alwaini berterimakasih pada seluruh jajaran panitia pelaksana dan Pemerintah Kota Bima yang mensupport kegiatan yang melibatkan puluhan Ribu warga Kota Bima.
“Dengan rangkaian acara ini, secara tidak langsung Dekranasda Kota Bima melalukan upaya dan ikhtiar pemulihan ekonomi rakyat Kota Bima” ujar Umi Elly saat di wawancara Media Online Bimantika 27 Agustus 2022.
Efek dari Festival Pawai Rimpu ini adalah laku kerasnya puluhan ribu hasil kerajinan para pengrajin di Kota Bima seperti sarung dan sejumlah aksesoris lainnya.
Kebiasaan warga bima yang terjadi selama ini setiap event dipastikan akan membeli pernak pernik yang baru sehingga geliat kerajinan seperti kerajinan kain tentu akan semakin meningkatkan income dan pendapatan bagi para pengrajin.
“Inilah sejatinya tujuan dari Dekranasda dalam menyelenggarakan Pawai Rimpu di Kota Bima, salah satunya adalah menggerakkan geliat ekonomi arus bawah” ujar Umi Elly.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Bima Muhammad Nasir, M. Pd saat dikonfirmasi media online Bimantika Sabtu 27 Agustus 2022 menyebutkan bahwa untuk Festival Pawai Rimpu 2022 peserta yang mengikutinya sekitar 40 ribu peserta dari berbagai kalangan yang sudah terregistrasi.
“Ini tentunya menjadi sebuah catatan penting peningkatan tajam antusias warga Kota Bima dalam sebuah pagelaran yang menggembirakan” ungkapnya. (***)

