Walikota HML : Pelatihan Relawan Tanggulangi Bencana, Untuk Bantu Rakyat

Bimantika.net _Senin 6 juni 2022 sekitar pukul 09.00 Wita, Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) menghadiri acara Pelatihan Relawan Penanggulangan Bencana Kota dan Desa ( RPBK/RPBD ).

Kegiatan yang digelar itu adalah Tentang mitigasi dan kesiap siagaan.yang dihadir oleh 41 kelurahan se-kota Bima dengan jumlah peserta 150 orang.

Kegiatan itu berjalan lancar
atas kerjasama LP2DER dan turut hadir dan mendampingi Walikota bima adalah Wakil Ketua DPRD Kota Bima Samsuri, SH, Kadis BPBD Hj. Jaenab, Staf ahli bidang pemerintahan hukum dan politik H. Alwi Yasin, camat raba H. Ahmad, Lurah Rontu Amiruddin.

Adapun poin arahan yang disampaikan oleh Kepala Dinas BPBD adalah sebagi berikut :

Dalam kegiatan penanggulangan bencana sudah pasti sangat membantu, patut disyukuri bahwa ada 7 kelurahan yang mendapatkan pemantapan dan pelatihan. Dari 41 kelurahan baru 35 terbentuk TSBK.

“Mudah-mudahan kedepannya secara merata dapat menuntaskan dan menghadirkan relawannya untuk Bagaimana membantu masyarakat menanggulangi bencana” ungkapnya.

Lanjutannya, Diharapkan setiap kelurahan bisa memanfaatkan dengan maksimal tenaga relawan ini.

Dengan kegiatan ini diharapkan kita memiliki peta mitigasi sehingga kelurahan tangguh bisa kita wujudkan dan kita terapkan, ketika bencana akan terjadi masyarakat sudah tahu kemana harus mengevakuasi diri dan menyelamatkan diri.

Peran dan dukungan anggaran di kelurahan bisa di dukung untuk meningkatkan peran TSBK.

Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) dalam kesempatan itu mengungkapkan
Bagaimana daerah bisa menyelesaikan secara tuntas kebencanaan di daerahnya,

“Tentunya dengan adanya kerjasama pemerintah dengan masyarakat yang dimana disini perwakilan masyarakat adalah para relawan” demikian ujar Walikota HML.

Walikota HML Berharap adanya motivasi dan spirit serta kesadaran Bagi siapa saja yang terpanggil untuk merelakan dirinya kepada masyarakat, Jangan hanya pada saat bencana, namun bagaimana pencegahan agar bencana tersebut tidak terjadi.

Lanjut Walikota HML Bagaimana penerapan aturan di lapisan masyarakat terkecil mengenai kegiatan yang dilarang yang akan berpotensi menyebabkan bencana itu juga akan menjadi Penting.

Menurut Walikota HML bahwa 10 tahun lalu di Kota Bima terdapat 200 lebih mata air, namun saat ini hanya sekitar 25 mata air.

Menggerakkan dan mengedukasi masyarakat merupakan salah satu tugas dan tanggungjawab bersama relawan, untuk mengajak masyarakat bertindak mencegah potensi bencana.

“insya Allah Normalisasi sungai Padolo dan Melayu dan penataan drainase yang di prakarsai oleh Bank Dunia tentu menjadi solusi juga dalam urusan bencana banjir di Kota Bima” demikian ungkap Walikota HML.

Masih Menurut Walikota HML bahwa Perubahan butuh waktu, tidak semudah membalik telapak tangan, apalagi bagaimana merubah pola pikir masyarakat.

“Itulah mengapa mengambil anak-anak muda untuk menjadi relawan, karena merupakan tunas muda yang akan mewarisi perubahan dan kemajuan zaman” ungkap Walikota HML.

TSBK tidak hanya relawan saat bencana datang, namun juga relawan kemanusiaan yang membawa suatu perubahan terhadap perubahan iklim di Kota Bima yang semakin membaik.

“Semoga kegiatan ini Dapat di pelajari dan di maknai dengan benar-benar agar menambah wawasan” tutup Walikota HML. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *