jpn
Bimantika.net -Banjir bandang yang meluluhlantakkan Kota Bima tahun 2016 menjadi atensi khusus Mantan Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) di era pemerintahan nya Periode 2018-2023.
Di masa pemerintahan HML itulah banyak bantuan dari berbagai pihak sehingga berkelanjutan hinga masa penjabat (Pj) Walikota Bima Ir. H. Mohammad Rum, MT saat ini.
Menindaklanjuti ikhtiar mantan Walikota HML dan Pj Walikota HM Rum, Kepala Bappeda Kota Bima Drs. Adisan Sahidu menggelar Rapat Koordinasi dan Supervisi Pembentukan Forum Pokja Ketangguhan Banjir Perkotaan di Ruang Rapat Bappeda (28/11/2023).
Dalam rapat tersebut hadir pula Subdit Pekerjaan Umum Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri sebagai fasilitator.
Rapat ini digelar sebagai tindak lanjut dari lokakarya penguatan kapasitas pemerintah daerah pada awal Bulan November lalu di Hotel Ambara Jakarta.
Adisan menyampaikan beberapa hal dalam krapat tersebut dalam rangka penguatan kelembagaan dan kelompok masyarakat sebagai subjek utama yang berperan aktif dalam usaha penanganan banjir di Kota Bima.
”Melalui perubahan perilaku, diharapkan masyarakat dapat berperan aktif dalam usaha preventif dan responsif terhadap pengurangan resiko bencana banjir di Kota Bima,” ungkap Adisan.
Ia berharap program-program terimplementasikan dengan baik,.
Khususnya penanganan banjir perkotaan yang dilaksanakan di Kota Bima dapat berjalan dengan baik dan lancar sesuai dengan acuan regulasi yang telah ditetapkan sekaligus.
“Saya mengucapkan terima kasih khususnya kepada NuFREP sebagai lembaga donatur proyek ketahanan banjir Kota Bima,” pungkasnya.
Sekretaris Bappeda Kota Bima Arif Roesman Effendy, ST., MT., MSc. mewakili Pokja NUFReP Kota Bima dalam pemaparannya secara runtut menjelaskan tentang kondisi eksisting kelembagaan yang meliputi berbagai regulasi yang terkait dengan penanganan banjir Kota Bima.
“Program prioritas Pemerintah Kota Bima untuk penanganan resiko banjir di Tahun 2023 dan Tahun 2024 sebagai bentuk komitmen dan dukungan daerah terhadap kerjasama NUFReP,” jelasnya.
Selain itu, tahapan updating keanggotaan pokja, rencana kerja, tata kerja dan sistem monev yang akan disempurnakan dalam Pokja Kota Bima di Tahun 2024 sesuai dengan Berita Acara dan TOR hasil lokakarya 9-11 November 2023.
Sedangkan Ahmad Azzam, mewakili Kasubdit Pekerjaan Umum Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri, menjelaskan peran NPIU Bangda dalam pelaksanaan program NuFREP di Indonesia antara lain terkait dengan regulasi sebagai acuan dasar yaitu Perpres Nomor 18 tahun 2020 Tentang RPJMN Tahun 2020-2024.
“Isu strategis dan arah kebijakan peningkatan ketahanan bencana dan iklim di Indonesia, serta penjelasan mengenai monitoring dan evaluasi capaian program NuFREP,” terangnya.
Azzam juga menyampaikan tahapan kegiatan kerjasama NUFReP yang akan berlangsung selama 5 Tahun sejak Bulan April 2023 hingga Bulan Januari 2028.
“Dengan total anggaran untuk kegiatan konstruksi (struktural) di Kota Bima mencapai 936,5 miliar rupiah,” jelasnya.
Jumlah tersebut kemudian dikonfirmasi oleh Perwakilan BWS-NT 1 yang diwakili oleh Rahmawati. Ia menjelaskan bahwa untuk pekerjaan tahap 1 berupa penanganan saluran drainase primer dengan anggaran 256 miliar rupiah dalam beberapa hari ke depan akan segera dibuka proses pelelangan.
Acara tersebut kemudian dilanjutkan dengan diskusi yang melibatkan peserta dari berbagai instansi
Peserta diskusi antara lain Perwakilan dari Direktur LP2DER, Rektor Universitas Muhammadyah Bima, Kepala BPBD, Kepala Dinas Kominfotik, Kepala Dinas Sosial, Kepala DP3A, Kepala Dinas PUPR, Kepala DLH, Kepala Dinas Perkim, serta Kepala Dinas Pertanian.
Penjabat (Pj) Walikota Bima Ir. H. Mohammad Rum, MT yang dikonfirmasi media Online Bimantika Rabu 29 November 2023 menyampaikan komitmennya dalam hal penanganan banjir di Kota Bima.
Terbukti komitmennya HM Rum gelar pertemuan dengan Kedeputian Penanganan Darurat serta Kedeputian Logistik dan Peralatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia di Jakarta Hari ini Selasa 28 November 2023.
‘Tujuan kita membangun link yang kuat dalam upaya penanganan, antisipasi, serta mitigasi ancaman bencana banjir di Kota Bima yang membuat trauma warga masyarakat Kota Bima” ujar HM Rum.
Pada momentum itu, HM Rum menyampaikan komitmen Pemerintah Kota untuk bekerja sama secara erat dengan BNPB RI dalam rangka meningkatkan kapabilitas dalam menghadapi potensi bencana banjir di Kota Bima.
“Pertemuan itu diharapkan ada langkah-langkah strategis yang bisa di implementasikan secara efektif dan efisien” harapnya.
Pemerintah Kota Bima melalui Dinas Kominfotik Kota Bima memberikan tanggapan terkait kucuran dana sebesar 936,5 M yang diberikan NUFReP untuk penanganan banjir di Kota Bima.
Kepala Dinas Kominfotik Kota Bima Drs. H. Mahfud, M.Pd mengonfirmasi bahwa benar Pemerintah Kota Bima menerima manfaat dari anggaran tersebut, namun seluruh program akan dijalankan oleh pihak NUFReP melalui BWS-NT 1.
H. Mahfud berharap program-program tersebut dapat berjalan dengan baik. “Kita berharap penanganan banjir di Kota Bima dapat teratasi dengan baik dan lancar,” jelasnya pada Rabu, 29 November 2023.
Menurutnya sesuatu yang memiliki nilai manfaat jangka panjang khususnya bagi masyarakat harus terus didukung.
“Sebab langkah konkret yang dihasilkan dapat jadi landasan kuat untuk meningkatkan ketahanan dan penanganan banjir di masa depan,” tutupnya. (***)

