Walikota HM Rum : Gotong Royong dan Penertiban Lapak Cermin dari Budaya Kebersihan

jpn

Pemerintah Kota Bima dibawah komando Penjabat (Pj) Walikota Bima H. Mohammad Rum, ST, MT pada hari Jumat (27/10/2023) menggelar gotong royong dan penertiban lapak-lapak liar agar lebih teratur dan tertata rapi.

Gotong royong yang digelar di seputaran lapangan Pahlawan Raba itu menurut Mohammad Rum adalah terwujudnya kebersihan di Kota Bima.

“Intinya agar semua masyarakat terutama para ASN memberi contoh dan suri tauladan bagi masyarakat bahwa kebersihan itu perkara penting yg harus diwujudkan di Kota Bima” demikian ujar Mohammad Rum.

Lanjutnya bahwa biasanya masyarakat kita ini selalu melihat perilaku Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai contoh bagi mereka.

“Makanya saya minta ASN ini memakmurkan masjid dan jaga kebersihan di Kota Bima” tegas Mohammad Rum.

Mohammad Rum menyampaikan pesan kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan karena kebersihan kebahagiaan dari Iman.

“Saya minta agar seluruh warga masyarakat Kota Bima menumbuhkembangkan budaya menjaga kebersihan, dan hendaknya dijadikan kebiasaan dalam keseharian kita semua,” ungkapnya.

Menurutnya Gotong royong yang digelar adalah agar tercipta kegiatan yang mendorong keterlibatan proaktif seluruh aparatur sipil negara (ASN) lingkup Pemkot Bima yang melahirkan keteladanan yang baik dalam membangun kesadaran akan kebersihan lingkungan.

Mohammad Rum sampaikan juga bahwa pentingnya pemanfaatan outlet pemasaran produk UMKM yang telah disediakan oleh Pemkot Bima secara maksimal dan tidak membuat lapak-lapak liar..

“Tentunya ini membutuhkan pengawasan intensif dari OPD terkait agar fasilitas tersebut tidak disalahgunakan oleh siapapun yang diperuntukkan pada pihak pelaku UMKM” tegasnya.

Dan keberadaan outlet ini menurut Muhammad Rum memiliki peran strategis pembangunan ekonomi Kota Bima dalam menggeliatkan ekonomi arus bawah.

Mohammad Rum sampaikan visi Pemerintah Kota Bima bagaiman menciptakan kebersihan dan nilai estetika yang lebih baik yang akan mendorong tumbuh kembangnya ekonomi dan investasi di Kota Bima secara utuh dan menyeluruh.

Menjawab adanya kekhawatiran pelaku UMKM atas menurunnya omset penjualan karena adanya penertiban lapak karena mereka yang menyebabkan sepinya pembeli di komplek outlet yang disediakan.

“Sebenarnya kekhawatiran itu tidak perlu muncul sebab faktanya pembeli akan mencari dan mendatangi lokasi penjualan yang tersedia dan representatif untuk memenuhi kebutuhannya” demikian ujar Muhammad Rum.

Bahkan ia menyamoaikan analogi Logikanya janganlah gula yang mendatangi semut, tetapi semut lah yang mendatangi gula.

“Artinya jika kita menyediakan outlet pemasaran yang representatif, nyaman dan bersih maka dimanapun pun kita berjualan pasti akan didatangi pembeli” ungkapnya. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *