TNI Marah, Ulah Effendi Simbolon Samakan TNI dengan Gerombolan Ormas

Bimantika.net _Beragam video kemarahan prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan darat (TNI AD) kepada anggota Komisi I DPR Effendi Simbolon semakin banyak ditemukan di lini masa dan media-media sosial seperti FB, WA Grup dan lainnya.

Baik berpangkat Kopral hingga Kapten, mereka membuat video pernyataan yang menuntut agar politikus PDIP tersebut segera minta maaf.

Hanya saja, dari semua video yang beredar itu, mereka tercatat sebagai prajurit TNI AD. Hal itu terlihat dari seragam yang dikenakan. Para prajurit TNI AD itu menghendaki agar Effendi segera meminta maaf atas ucapannya.

“Hei kau Effendi Simbolon, anggota Dewan Komisi I DPR, saya Kopral, saya tidak terima, TNI dibilang seperti gerombolan. Saya minta kamu segera minta maaf secara terbuka kepada TNI. Kalau kau tidak minta maaf, sampai di mana pun kamu akan saya cari sampai di ujung dunia. Nih Kopral Dua Arif,” kata Kopda Arif dalam video yang viral dikutip di Jakarta, Selasa (13/9/2022).

Sementara itu di akun Tiktok @laroses300, seorang prajurit TNI yang memakai baju sipil juga mengingatkan pernyataan Effendi. “Hei kau Effendi Simbolan, saya prajurit TNI tidak menerima atas statemen yang kau ucapan bahwa TNI seperti gerombolan, TNI seperti ormas, dan TNI sudah tidak kompak. Ingat Effendi Simbolan, TNI masih kompak, TNI masih solid sampai saat ini,” ujar sang prajurit yang tidak mengenalkan namanya.

“Kau telah mempermalukan pimpinan kami atasan kami Bapak Panglima dan Bapak KSAD di depan umum seolah-olah kau yang paling hebat. Itu sama saja kau mempermalukan seluruh prajurit TNI dari Sabang sampai Merauke dari Pulau Nias sampai Miangas dari Pulau Rote hingga Morotai. Kau telah mempermalukan kami kami seluruh prajurit TNI menunggu permintaan maaf secara terbuka dari kau Effendi Simbolon. Kami menunggu, jika tidak kami akan mencari kamu di mana pun kamu berada,” kata prajurit tersebut.

Menurut Effendi, TNI layaknya gerombolan karena kelakuannya mirip dengan organisasi masyarakat (ormas). Dia prihatian atas informasi yang didapat lantaran hubungan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dan KSAD Jenderal Dudung Abdurachman tidak harmonis.

Bahkan, Effendi menyebut, adanya ketidakpatuhan hingga pembangkangan di tubuh TNI. Dia mengaku, setiap kehadiran Andika di sebuah acara maka Dudung tidak ada.

Effendi juga menyoroti anak Dudung yang gagal lulus Akademi Militer (Akmil), namun karena KSAD melawan akhirnya sekarang harus diloloskan. “Ini TNI kaya gerombolan ini. Lebih-lebih ormas, jadinya tidak ada kepatuhan,” kata Effendi dalam RDP yang tidak dihadiri Dudung di Kompleks Parlemen, Senayan. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *