Tidak Ada Yang Mengancam, Al Imran Ketakutan Sendiri Minta Perlindungan LPSK

Bimantika.net Kasus yang menimpa Pengacara Al Imran, SH yang melaporkan Pemkot Bima ke KPK dengan dugaan Salahgunakan dana Covid-19 dilapor balik oleh Barisan Kekuatan Rakyat Pimpinan Ruslan Alias Parlan di Polres Bima kota dengan aduan Al Imran menyebarluaskan berita bohong.

Al Imran pun pada Jum’at pagi membuat Press Release akan meminta Perlindungan pada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) dan KPK.

Sontak Barisan Kekuatan Rakyat Pimpinan Parlan Cs menyebutkan bahwa sesungguhnya Al Imran merasa ketakutan sendiri sehingga tidak lagi secara sempurna mengerti alur hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Tidak ada yang mengancam kok Al Imran ketakutan sendiri, sampai-sampai minta perlindungan LPSK dan KPK tanpa memahami alur dan prosedur hukum” ungkap Parlan.

Ruslan alias Parlan selaku Ketua Barisan Kekuatan Rakyat Kota Bima yang melaporkan Al Imran, SH di Polres Bima Kota dengan tuduhan menyebarkan informasi bohong yang dikonfirmasi media Bimantika Jum’at Siang 4 Pebruari 2022 menyebutkan tindakan Al Imran ingin mendapat perlindungan dari LPSK itu adalah tindakan ngawur tidak mengerti prosedur hukum.

“Ada ketentuan mas, dalam meminta perlindungan di LPSK itu, Al Imran baca lagi ketentuannya biar paham hukum secara utuh” ungkap Parlan.

Masih menurut Parlan bahwa sesungguhnya ada tata aturan yang mengatur prosedur permohonan perlindungan di LPSK dan KPK.

“Al Imran harus baca dulu ketentuannya bahwa setiap masyarakat yang meminta perlindungan dengan sarat bahwa Pelapor akan di jamin kerahasiaannya sepanjang tidak mempublikasikan pelaporannya sendiri, lahh ini Al Imran sudah publikasikan beberapa kali di media tiba-tiba sekarang minta perlindungan LPSK dan KPK, kan sangat lucu saja ini” ujar Parlan.

Parlan juga melaporkan Al Imran Karena dinilainya telah melakukan upaya penyebaran informasi hoax kepada warga masyarakat Kota Bima.

“Bukan berarti kami menghalangi pihak pihak dalam hal pemberantasan Korupsi, Silakan saja KPK lakukan penyelidikan dan penyidikan Soal Penggunaan Dana Covid-19 di Kota Bima, tapi kami tidak akan pernah biarkan pelaku penyebaran Informasi hoax seperti Al Imran mengunggah RAB dan data yang tidak sesuai dengan Penggunaan Covid-19 yang sebenarnya, jangan suka sebarkan data bohong lah” ujar Parlan.

Diakhir pernyataannya, Parlan menyebutkan bahwa LPSK itu bertugas kalau saksi itu ada ancaman. “Lha ini nggak ada yang ancam dia kok, kenapa harus takut minta perlindungan LPSK” ungkap Parlan. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *