Sholat Sebagai Bekal Manusia di Akhirat

jpn

Bimantika.net -Jumhur ulama sepakat bahwa sholat lima waktu tersebut hukumnya wajib atau fardhu ‘ain bagi umat Islam yang sudah baligh.

Salah satu alasan salat lima waktu adalah sumber cahaya kekal baik di dunia ataupun di akhirat. Adapun hadis yang menjelaskan tentang keutamaan ini sebagai berikut,

“Siapa yang menjaga salat lima waktu, baginya cahaya, bukti dan keselamatan pada hari kiamat. Siapa yang tidak menjaganya, maka ia tidak mendapatkan cahaya, bukti, dan juga tidak mendapat keselamatan. Pada hari kiamat, ia akan bersama Qorun, Fir’aun, Haman, dan Ubay bin Kholaf.” (HR. Ahmad 2: 169).

Keutamaan salat lima waktu juga dapat menghapus segala dosa. Hal ini telah diterangkan dalam sejumlah hadis Nabi SAW tentang keutamaan salat lima waktu yang begitu luar biasa dan istimewa. Adapun hadisnya sebagai berikut dilansir dari brilio.net,

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Tahukah kalian, seandainya ada sebuah sungai di dekat pintu salah seorang di antara kalian, lalu ia mandi dari air sungai itu setiap hari lima kali, apakah akan tersisa kotorannya walau sedikit?” para sahabat menjawab, “Tidak akan tersisa sedikit pun kotorannya.” Beliau berkata, “Maka begitulah perumpamaan salat lima waktu, dengannya Allah menghapuskan dosa.” (HR. Bukhari no. 528 dan Muslim no. 667).

Allah memerintahkan umat Islam untuk mendirikan sholat lima waktu. Jumhur ulama sepakat bahwa sholat lima waktu tersebut hukumnya wajib atau fardhu ‘ain bagi umat Islam yang sudah baligh.

Imam Al-Ghazali mengatakan dalam Ihya’ ‘Ulumuddin, sholat menjadi perkara yang pertama dilihat di hari akhir. Apabila sholat seorang hamba dilaksanakan dengan sempurna, maka amal perbuatannya yang lain akan diterima. Namun, apabila sholat seorang hamba tidak sempurna, maka amal-amalnya yg lain tidak akan diterima.

Ada begitu banyak perintah untuk mendirikan sholat dalam Al-Qur’an, di antaranya:

Surah Al-Baqarah: 43
وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ وَارْكَعُوْا مَعَ الرّٰكِعِيْنَ

Artinya: “Tegakkanlah sholat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk.”

Surah Al-Baqarah:45
وَاسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ ۗ وَاِنَّهَا لَكَبِيْرَةٌ اِلَّا عَلَى الْخٰشِعِيْنَۙ

Artinya: “Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat. Sesungguhnya (sholat) itu benar-benar berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.”

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah mengatakan dalam Kitab Ash Shalah, kaum muslimin sepakat bahwa meninggalkan sholat lima waktu dengan sengaja adalah dosa besar yang paling besar dan dosanya lebih besar dari dosa membunuh, merampas harta orang lain, berzina, mencuri, dan minum minuman keras.

Dosa meninggalkan sholat ini juga dijelaskan dalam salah satu firman-Nya yang berbunyi,

۞ فَخَلَفَ مِنْۢ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ اَضَاعُوا الصَّلٰوةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوٰتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا ۙ ٥٩

Artinya: “Kemudian, datanglah setelah mereka (generasi) pengganti yang mengabaikan sholat dan mengikuti hawa nafsu. Mereka kelak akan tersesat.” (QS Maryam: 59). (//Berbagai Sumber)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *