Selasa Menyapa di Lambitu, Akses Layanan Publik Kian Didekatkan ke Masyarakat

jpn

Bimantika.net -Pemerintah Kabupaten Bima kembali melaksanakan Program Selasa Menyapa pada Rabu dan Kamis, 29–30 April 2026, sebagai upaya konkret mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat. Kegiatan yang kini memasuki fase kedua tersebut dipusatkan di Desa Kaboro dan Desa Sambori, Kecamatan Lambitu—wilayah dengan karakter geografis pegunungan yang menantang akses layanan.

Bupati Bima Ady Mahyudi hadir langsung bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Bima Ny. Murni Suciyanti, Wakil Bupati dr. H. Irfan Zubaidy, serta Ketua GOW Kabupaten Bima Ny. Anita H. Irfan. Turut mendampingi para kepala perangkat daerah dan kepala bagian. Kehadiran rombongan pemerintah daerah disambut meriah oleh Camat Lambitu Hafid, S.Sos, unsur Muspika, para kepala desa, serta masyarakat setempat, ditandai dengan pengalungan selendang tenun khas Bima dan penampilan Tarian Wura Bongi Monca oleh siswa SMPN 3 Lambitu Satap.

Kegiatan diawali dengan Ngopi Bareng di Lapangan Desa Kaboro yang berlangsung hangat dan penuh keakraban. Momentum ini menjadi ruang dialog terbuka antara pemerintah dan masyarakat, memperkuat komunikasi dua arah dalam menyerap aspirasi warga.

Dalam sambutannya, Bupati Bima menegaskan bahwa Program Selasa Menyapa tidak hanya berorientasi pada pelayanan administratif semata, tetapi juga menjadi wadah silaturahmi yang mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat desa. “Kehadiran pemerintah harus dirasakan langsung oleh masyarakat, tidak hanya melalui kebijakan, tetapi juga melalui interaksi yang nyata,” ujarnya.

Beragam layanan disediakan dalam kegiatan ini, mulai dari pelayanan kesehatan gratis, administrasi kependudukan, hingga bazar UMKM yang mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan pertunjukan seni budaya oleh pelajar, di antaranya Tarian Nangi Dana Doro Tambora oleh siswa SDN Kuta Lambitu dan Tarian Japin Melayu oleh siswa SMPN 3 Lambitu.

Sementara itu, Wakil Bupati Bima menekankan bahwa Selasa Menyapa merupakan bentuk kehadiran langsung pemerintah dalam mendengar dan merespons kebutuhan masyarakat secara cepat dan tepat.

“Melalui program ini, berbagai persoalan di tingkat desa dapat segera diidentifikasi dan ditindaklanjuti,” jelasnya.

Sebagai bagian dari komitmen terhadap pelestarian lingkungan, Pemerintah Kabupaten Bima juga menyerahkan masing-masing 500 bibit pohon kepada Desa Kaboro dan Desa Sambori. Bantuan ini diharapkan dapat mendukung upaya menjaga kelestarian alam sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya lingkungan berkelanjutan.

Kegiatan Ngopi Bareng turut dihadiri oleh Ketua GOW Kabupaten Bima, Camat Lambitu beserta unsur Muspika, para kepala desa se-Kecamatan Lambitu, kepala sekolah, alim ulama, serta tokoh masyarakat yang berperan aktif dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Program Selasa Menyapa di Kecamatan Lambitu menunjukkan komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Bima dalam menghadirkan pelayanan yang inklusif dan merata, terutama bagi wilayah dengan keterbatasan akses geografis.

Kehadiran langsung pimpinan daerah menjadi simbol bahwa pembangunan tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan, tetapi juga menjangkau masyarakat di daerah terpencil.

Lebih dari sekadar program pelayanan, Selasa Menyapa telah berkembang menjadi gerakan sosial yang memperkuat kebersamaan, mendorong partisipasi masyarakat, serta membangun kepercayaan publik terhadap pemerintah.

Dengan pendekatan yang humanis dan responsif, program ini diharapkan mampu menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan visi Bima yang lebih maju, berdaya saing, dan bermartabat.
(RRS//RumaRenggeSape//007)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *