Ruslan : AM Kuasai Narkoba Bukan Kader PDIP, Dukung Kapolres Bima Kota Penegakan Hukum

Bimantika.net Salah seorang Politisi Partai PDI Perjuangan Kota Bima Ruslan menyebut bahwa AM yang di tangkap Pihak Polres Bima Kota kaitannya dengan penguasaan Narkoba adalah bukan kader PDI Perjuangan.

“AM Bukan Kader PDIP, saya memberikan support pada Kapolres Bima Kota Soal penegakan hukum terhadap saudara AM” demikian Ungkap Parlan Sapaan akrab Kader Militansi PDI Perjuangan Kota Bima ini.

Parlan menyebutkan bahwa sesungguhnya AM pernah memosting sebagai Bakal Caleg 2024, adalah sebatas baru bakal Calon Anggota DPRD Kota Bima, bukan sebagai pengurus PDIP.

“Kami dari PDIP bersikap jelas pada siapapun yang mengatasnamakan PDIP lalu melabrak aturan dan perundang-undangan di negeri ini” jelas Parlan.

Bahkan menurut Parlan PDIP mulai dari DPP hingga ranting-ranting se Indonesia tidak sepakat pda siapapun yang mengatasnamakan PDIP labrak aturan main dan perundangan-undangan.

“Apalagi ini adalah Kasus Narkoba musuh bersama bangsa ini, PDIP jelas sikapnya dukun APH soal penegakan Hukum Terkait Narkoba” tegas Parlan.

AM adalah oknum Wartawan pada salah satu Media Online di Bima. Di tangkap oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas.Sabtu 19 November 2022 AM diduga berhadapan dengan masalah baru. Yakni dibekuk oleh Babinsa Rabadompu Barat dan Bhabinkamtibmas setempat dalam kasus Narkoba jenis sabu.

BB tersebut dijelaskan oleh nara sumber saksi mata diduga disimpan oleh AM di dalam HP.

Seorang saksi mata menjelaskan, BB yang diduga Narkoba jenis sabu tersebut ditemukan disaat HP milik AM terjatuh.

Dan saat itu pula BB tersebut ditemukan oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat.

“Semula saya datang ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) di RT 08/03 Kelurahan Rabadompu Barat Kecamatan Raba-Kota Bima, saya datang ke rumah itu. Namun sebelumnya saya melihat keponakan dari ibu masuk ke dalam rumah tersebut,” ungkap saksi mata.

Sekitar satu menit kemudian, AM datang ke rumah itu. Dan saat itu pula AM memarkir sepeda motornya di halaman rumah tersebut pula.

“Saat itu juga AM terlihat jalan-jalan keliling di rumah tersebut. Dan saat itu saya pulang antar cucu ke rumah saya sendiri,” katanya.

Selanjutnya saksi mata tersebut kembali ke TKP. Saat itu dia mengaku tak lagi melihat AM.

“Namun saat saya masuk di halaman TKP, spontan saja AM dengan seseorang keluar dari rumah itu. Saat keduanya keluar, AM mengaku datang memberikan uang untuk seseorang tersebut dengan anaknya.

“Saat itu saya melihat gelagatnya AM yang diduga kurang bagus,” tandasnya.

Begitu melihat dugaan gelagatnya AM yang kurang bagus, akhirnya saksi mata tersebut memanggil keluarganya dan orang-orang sekitar TKP termasuk Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat.

Tak lama kemudian orang-orang itu datang dan menanyakan sesuatu kepada AM.

“Saat itu juga AM berontak sembari menyebutkan nama Dandim, Kapolres dan mengaku diri sebagai seorang Wartawan sembari menunjukan ID Card Wartawan (Kartu Wartawan),” ungkapnya.

Selanjutnya Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat langsung bergerak untuk melakukan pemeriksaan badan dan tas kecil milik AM. Saat diperiksa tersebut, secara tiba-tiba HP milik AM terjatuh di TKP.

“Saat itu pulalah Bhabinkamtibmas dan Bhabinsa menemukan BB yang diduga Narkoba jenis sabu itu yang dibungkus dengan plastik klip. Tetapi yang jelas, saya tidak tahu apakah BB itu adalah sabu atau bukan. Selanjutnya AM digelandang ke Kantor Sat Narkoba Polres Bima Kota,” pungkas saksi mata yang meminta identitasnya tidak di mediakan ini.

Kini AM sedang dimintai keterangan secara intensif oleh Penyidik Unit 2 Sat Narkoba Polres Polres Bima.Seiringbdengan diperiksanya AM, sejumlah temanya datang ke Kantor Sat Narkoba Polres Bima Kota. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *