Ribuan Warga Bima Padati Tabligh Akbar Ustadz Abdul Somad

Bimantika.net _Kamis malam 28 Juli 2022 Tabligh Akbar yang di Gelar di Lapangan Kantor Bupati Bima dipadati ribuan warga Bima dengan penceramah Ustadz H Abdul Somad LC, D.E.S.A, Ph.D atau yang biasa di kenal dengan sebutan UAS.

Tabligh Akbar tersebut diadakan Organisasi Pecinta Quran Bima, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ikhlas Donggo dan pimpinan Pondok Pesantren Al-Wafa Godo Kecamatan Woha dan didukung penuh oleh Pemerintah Kabupaten Bima,

Nampak hadir dalam acara Tabligh Akbar antara lain Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri SE (IDP) Wakil Bupati Bima Drs. H. Dahlan M. Noer, Ketua DPRD Kabupaten Bima Muhammad Putera Ferryandi, S. IP, Anggota DPR RI H. Syafrudin,ST MM (HMS), Sekda Bima Drs. H. Taufik HAK Kapolres Bima, Dandim Bima, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bima Hj. Ellya Alwaini, Jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkab Bima, Tokoh Agama, Pemuda, Masyarakat dan ribuan undangan.

Acara Tabligh Akbar diawali dengan pembacaan Kalam Illahi oleh Qori Internasional asal Bima, NTB, Ustadz Syamsuri Firdaus.

Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri SE (IDP) pada momentum itu menyampaikan selamat datang di Kabupaten Bima kepada Ustadz H Abdul Somad.

“Selama ini masyarakat Kabupaten Bima, Kota Bima dan Kabupaten Dompu yang hadir dalam acara tabligh Akbar hanya bisa melihat Ustadz H Abdul Somad di Televisi dan jejaring sosial lainnya, kini Ustadz Abdul Somad hadir di hadapan Kita” ungkap Bupati IDP.

Bupati IDP menjelaskan bhwa melalui acara Tabligh Akbar dalam rangka memperingati hari jadi Kabupaten Bima dan 1 Muharram (Tahun Baru Islam), Warga Bima Dompu semua dapat berjumpa dan melihat secara langsung Ustadz H Abdul Somad.

“Kehdiran Ustadz Abdul Somad ini adalah penghargaan yang luar biasa bagi kami dan seluruh lapisan masyarakat karena pak Ustadz menyempatkan waktu untuk hadir dan mengisi ceramah di Tabligh Akbar ini,” ungkap Bupati IDP.

Bupati IDP mewakili pemerintah dan seluruh masyarakat, menyampaikan permohonan maaf kepada Ustadz Abdul Somad, apabila hal yang kurang berkenan di hati selama berada di Kabupaten Bima.

“Kami meminta maaf jika ada hal yang kurang berkenan selama pak Ustadz berada di Bima ,” ungkap Bupati IDP.

Ustadz H Abdul Somad LC, D.E.S.A, Ph.D (UAS) pada momentum Tabligh Akbar menyampaikan rasa bahagia bisa berada di Kabupaten Bima untuk memberikan tausiah di acara Tabligh Akbar.

“Tak biasanya saya ceramh di tanah lapang, ini baru terjadi di Bima” ungkap UAS mengawali ceramahnya disambut aplous ribuan warga Bima

UAS menyampaikan bahwa kehadirannya di Bima merupakan penghargaan yang luar biasa. Apalagi berada ditengah masyarakat.

“Saya ucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Bima, Ibu Bupati Bima dan masyarakat Kabupaten Bima atas sambutan luar biasa ini,” ucapnya.

UAS memuji keindahan Alam Bima dan menyebutkan bahwa Kabupaten Bima sangat indah alamnya karena dipenuhi pegunungan dan lautan, ditambah lagi dengan Keramahan masyarakatnya.

“Mungkin ini efek masyarakat Bima sering minum susu kuda liar, makanya fisik tubuh selalu kuat,” ungkap UAS disambut tawa ribuan warga.

Ustadz H Abdul Somad menjelaskan juga selama berada di Kabupaten Bima, akhirnya mengetahui ternyata Bima tempo dulu berbentuk Kerajaan dan Kesultanan.

“Ini menandakan masyarakat Bima, sangat luar biasa. Bahkan kecintaan terhadap NKRI juga tidak diragukan karena Raja dan Sultan rela bergabung dengan NKRI,” katanya.

UAS pun menyampaikan bahwa sewaktu santap siang di Pandopo Bupati Bima, dirinya sempat melihat secara langsung foto Sultan Bima. Ia pun, langsung mengambil Telepon Genggam (HP-nya) dan langsung mengabadikan foto Sultan Bima.

“Foto ini akan saya bawa pulang dan saya akan perlihatkan kepada anak-anak saya dan menceritakan kepada mereka tentang seperti apa Kabupaten Bima,” jelasnya.

Isi Ceramah UAS berkaitan dengan Hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah Ke Madinah Pemaparan yang komunikatif oleh UAS pun membuat seluruh yang hadir merasa Kagum pada UAS.

UAS menjelaskan bahwa Perjalanan hijrah Nabi Muhammad bersama Abu Bakar dari Makkah ke Madinah dalam upaya menyelamatkan dakwah Islam dari gangguan kafir Quraisy,

Rasulullah SAW bersegera hijrah dari Makkah ke Yatsrib (Madinah), dari Daarul Harbi menuju Daarul Islam.

UAS dalam Tabligh Akbar menyampaikan Sejarah Hijrah Nabi Muhammad SAW bahwa kaum kafir Qurais dan pemuda-pemuda yang sudah disiapkan kaum Quraisy untuk membunuh Rasulullah pada malam itu sudah mengepung rumah Nabi SAW.

“Pada saat bersamaan, Rasulullah menyuruh Ali bin Abi Thalib untuk memakai mantelnya yang berwarna hijau dan tidur di kasur Rasulullah SAW” urai UAS

Nabi Muhammad SAW meminta Ali supaya ia tinggal dulu di Makkah untuk menyelesaikan berbagai keperluan dan amanah umat, sebelum melaksanakan hijrah.

UAS menguraikan bahwa para pemuda Quraisy yang dipilih untuk membunuh Nabi SAW itu telah sepakat untuk bertemu di luar gerbang rumah Nabi SAW saat malam tiba.

Menjelang larut malam, Rasulullah keluar rumah menuju kediaman Abu Bakar setelah beliau membacakan surah yang diberi nama dengan kalimat pembukanya, Yasiin. Ketika sampai pada kalimat, “Dan, Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding pula dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat.

“Jangan pula Surat Yasin itu kau baca saat ada razia polisi” ujar UAS yang menghangatkan suasana Dakwahnya.

Lanjut UAS, Nabi Muhammad SAW dan Abu Bakar keluar melalui jendela pintu belakang dan terus bertolak ke arah selatan, ke arah Yaman, menuju Gua Tsur.

Hal itu dilakukan untuk mengelabui para pemuda Quraisy tersebut. Mereka menutup semua jalur menuju Madinah. Para pemuda ini berencana akan menyergap Nabi SAW saat itu.

Dan, ketika memasuki rumah Nabi SAW, mereka kaget karena Rasulullah sudah tidak ada. Mereka hanya menemukan Ali sedang tidur di kasur Rasul SAW. Kafir Quraisy merasa kecolongan karena tak menemukan Nabi Muhammad SAW.

Tiada seorang pun yang mengetahui tempat persembunyian Nabi SAW dan Abu Bakar, selain Abdullah bin Abu Bakar, Aisyah, dan Asma’ serta pembantu mereka, Amir bin Fuhaira.

Abdullah diperintahkan untuk mengawasi gerak-gerik Quraisy pada siang hari dan memberitahukan keadaan di sekitar gua pada malam hari.

“Amir bin Fuhaira bertugas menyiapkan kendaraan untuk Nabi SAW dan Abu Bakar, sedangkan Asma bertugas mengantarkan makanan ke gua” Ujar UAS.

Sementara itu, pihak Quraisy terus berusaha mencari keberadaan Rasulullah tanpa mengenal lelah. Selain mencari ke tempat lain, sebagian di antara mereka ada yang mendatangi Gua Tsur.

Tidak jauh dari Gua Tsur itu, mereka bertemu seorang gembala (menurut sebagian riwayat, penggembala itu adalah Amir bin Fuhaira, yang lalu ditanya. “Mungkin saja mereka dalam gua itu, tapi saya tidak melihat ada orang yang ke sana.”

Sementara itu, Abu Bakar merasa khawatir jika keberadaan mereka akan diketahui pihak Quraisy. Rasulullah mengatakan, “Jangan takut, Allah bersama kita.” (QS Al-Anfal [9]: 40).

UAS menjabarkan Juga Adanya peristiwa lainnya yang juga memberi arti penting dalam hijrah Rasulullah SAW, yakni pengejaran yang dilakukan oleh Suraqah bin Malik bin Ja’syam.

Ia bermaksud menangkap Rasulullah SAW dan Abu Bakar, lalu menyerahkannya kepada Quraisy karena tergiur dengan iming-iming yang diberikan bila dapat menangkap Rasul SAW. Namun, belum sempat mendekati Rasul, kudanya terperosok dan ia pun terjungkal.

Hal itu berulang-ulang terjadi hingga akhirnya ia memohon maaf dan mengaku terus terang perbuatannya untuk menangkap Rasulullah SAW karena tergoda oleh imbalan besar yang dijanjikan orang-orang kafir Quraisy. Rasul kemudian memaafkannya.

“Kemudian Suraqah bin Malik pulang dengan Dua Kalimat Syahadat” demikian ujar UAS. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *