Bimantika.net Pada Jum’at (31/12/ 2021) Remaja Masjid Nurul Haq Desa Risa, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima menggelar kegiatan Ceramah, Dzikir dan Doa Bersama.
Ustadz Abdul Rafik S.Pd menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertemakan “Tantangan dan Solusi Umat di Era Milenial”.
Dia mengatakan, tema ini diangkat selaras dengan kondisi sekarang. Dimana masih banyak generasi Islam yang tidak peduli Agama ini.
“Padahal agama ini, telah mengajarkan kepada kita bahwa barang siapa yang menolong agama Allah, maka Allah akan menolongnya.” beber dia
Sementara itu, Pembina Remaja Masjid Nurul Haq, sekaligus Penyuluh Agama, Ustadz Mukhrim S.Pdi menegaskan bahwa kegiatan-kegiatan malam akhir tahun seperti ini harus terus diadakan sebab banyak hikmah dan keberkahan yang akan didapatkan.
“Tidak boleh diam, kita harus mengambil bagian dalam mencerdaskan dan mewujudkan generasi Islam yang lebih baik.” ungkapnya.
Ustadz Muhrim, S.Pdi menyebutkan kekhawatiran tentang perkembangan generasi ini, menjadi tanggung jawab kita semua karena kita semua akan meninggalkan dunia ini.
“Dan yang melanjutkannya adalah generasi hari ini. Semoga generasi Islam kedepannya semakin baik.” tutur dia.
Semetara itu, Penceramah, Ustadz Arif Sofyandi, S. Kep., MKM menyebutkan bahwa tantangan bagi generasi islam hari ini sangat banyak. Datang silih berganti. Dari depan, belakang, kiri, kanan. Semuanya menyerbu.
Tetapi kita tidak boleh kalah dengan berbagai tantangan ini. Kita harus jadi pemenang dan mewariskan peradaban terbaik bagi generasi islam dimasa sekarang dan masa yang akan datang dengan cara mendekatkan generasi islam kepada Al-quran dan hadist Nabi Muhammad SAW. Ia mengutip Al-Baqorah 185.
Kata dia, pada momentum akhir tahun ini, harusnya kita semua melakukan muhasabah atau evaluasi diri agar hidup jelas dan terarah.
Dia menyebukan bahwa tugas manusia dimuka bumi ini ada dua. Yakni sebagai khalifah (pemimpin) dan sebagai hamba yang mengabdi kepada Tuhannya (Allah SWT). Ia mengutip Al-Quran surah Al-Baqorah : 30 dan Az-Zariyat 51.
“Kalau manusia sudah mengerti tujuan hidupnya. Maka kita pasti akan dapat dengan mudah merumuskan kurikulumnya.” bebernya.
Kata dia, tantangan bagi generasi di era milenial sekarang ini sangat mudah untuk diurai. Bergantung sungguh komitmen bersama antara pemerintah, tokoh agama, pemuda dan masyarakat. Semua bergandengan tangan saling tolong menolong untuk kemuliaan agama Allah.
“Para orang tua juga harus mampu menjadi pendidik terbaik bagi anak-anaknya. Agar mereka merasakan ada Cinta di rumahnya. Kalau anak sudah menemukan cinta di rumah, pasti ia akan menemukan kasih dan sayangnya.” terangnya.
Selain itu, ia menegaskan, didik mereka dengan cinta dan kasih sayang. Jangan jauhkan dari Al-Quran. Carikan guru yang terbaik bagi mereka. Karena disitu ada cinta yang tidak bisa dijelaskan.
Penulis buku Sabda Rindu dan Malaikat Tak Bersayap ini juga menyebutkan, diakhir tahun seperti ini, harusnya setiap manusia semakin mendekatkan dirinya kepada Allah SWT. Melakukan perenungan terhadap dirinya sendiri dan apa yang telah dilakukan sebelumnya. Sehingga dapat dilakukan perbaikan-perbaikan di Tahun yang akan datang (Ibadah lebih dimaksimalkan).
“Periksa hubungan dengan Allah, Rasulullah, dan sesama manusia dikehidupan sosial. Lebih hati-hati dan teliti lagi. Sehingga kita semua mendapatkan rahmat Allah SWT dari langit dan dari bumi.” Ia mengutip Al-Quran Surah Al-Araf 96.
Ia menjelaskan, setiap generasi yang unggul, memiliki kemampuan lebih harus didorong, disupport dan diberikan ruang agar mereka dapat belajar dengan baik dan menjadi generasi islam yang menjadi role model bagi daerah lainnya.
“Ia berharap, generasi-generasi emas islam terus terlahir khususnya di Desa Risa dan Desa-desa lainnya di Kabupaten Bima, sehingga Bima menjadi kampung madani. Kampung Surga yang dirindukan oleh semua.” bebernya. (***)

