Foto : Lahan Warga Kampung KB Kelurahan Jatibaru Timur Kecamatan Asakota Kota Bima dimanfaatkan untuk tanam sayuran
Bimantika.net KOTA BIMA_Kepala Dinas Pengendalian Penduduk
Dan Keluarga Berencana
(DPPKB) Kota Bima, Hj. Nurjannah, S. Sos saat dihubungi media Online Bimantika Minggu 15 Agustus 2021 menyebutkan bahwa dirinya selalu melakukan upaya dan ikhtiar memajukan program Kampung Keluarga Berencana (KKB) salah satu dari sekian banyak program di Dinas yang ia pimpin.
“Kita lakukan sosialisasi action lapangan itulah yang kita sebut dengan pembinaan karna Dinas adalah penggerak” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa sering lakukan pembinaan-pembinaan dilakukan pada 16 Kampung KB yang ada di Kota Bima salah satunya yang berlokasi di Kelurahan Jatibaru Timur.
“Di Jatibaru timur itu sering kita lakukan pembinaan dalam bentuk sosialisasi hingga program penanaman sayur-marur” ujar nya.
Lebih jauh ia menguraikan dan menjelaskan bahwa Kampung KB, kedepannya akan menjadi ikon program kependudukan, KB dan Pembangunan Keluarga (KKBPK).
Kehadiran Kampung KB bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung atau yang setara melalui program KKBPK serta pembangunan sektor lain dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitas
Kampung KB merupakan Satuan wilayah setingkat RW, dusun atau setara yang memiliki kriteria tertentu dimana terdapat keterpaduan program KKBPK yang dilakukan secara sistemik dan sistematis.
“Program Kegiatan Kampung KB dititik beratkan pada penguatan pokja dan sosialisasi poktan ketahanan ketahanan keluarga” ungkapnya.
Dampak dari program ini menurut Hj. Nurjanah adalah adanya kerjasama lintas sektor termasuk PKK dan sekarang sudah menciptakan pemberdayaan pemanfaatan lahan pekarangan dengan menanam sayuran untuk meningkatkan pendapatan warga yang ada disekitar kampung KB, Penataan lingkungan dilakukan dengan pengecatan pagar dan program lainnya.
“kampung KB bukan milik DPPKB akan tetapi milik semua dinas yang basa membantu di kampung KB seperti PKK, Ketahanan Pangan yang kasih bibit pengurus kampung KB yang mengelola, itu namanya kerja sama lintas sektoral” ujar Hj. Nurjanah.
Diakhir komentarnya, Hj. Nurjanah pun menyebutkan bahwa Kampung KB itu sendiri di bentuk atas dasar, merubah perilaku masyarakat dari yang tidak ber KB menjadi ber KB, dari yayng tidak mau ikut posyandu menjadi sadar akan pentingnya posyandu, serta merubah pemahaman dan pola pikir masyarakat dari yang tidak baik ke arah yang lebih baik lagi. (***)

