Bimantika.net Dua orang nelayan di perairan Calabai Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu gegerkan warga setempat.
Kedua nya hilang tenggelam terseret arus air laut pada saat memasang jaring ikan.
Korban diduga tenggelam terseret arus laut di Pantai Karombo Desa Karombo Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu.
Mendengar hal itu jajaran Sat Polairud Polres Dompu segera menuju ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) dipimpin langsung oleh KBO Sat Polairud Polres Dompu Ipda Jubaidin bersama dengan personil Sat Polairud Polres Dompu.
Kapolres Dompu AKBP Iwan Hidayat, S.I.K melalui KBO Sat Polairud Polres Dompu Ipda Jubaidin membenarkan adanya kejadian tersebut,
”Ya, benar ada warga yang tenggelam di Pantai Karombo Kecamatan Pekat. Namun saat berita ini diturunkan, korban atas nama Amak Sudar dan Amak Nambun sudah ditemukan dan di evakuasi oleh anggota dit Polairud Polda NTB, Sat Polairud Polres Dompu yang turun langsung ke TKP dengan di bantu oleh warga sekitar “. Jelasnya.
Kronologis kejadian pada hari Jumat 25 Pebruari 2022 sekitar pukul 22.00 Wita saksi Amak Mar bersama korban Amak Sudar dan Nambun berangkat dari Dusun Karang Lebah Desa Pekat Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu menuju pantai Karombo untuk menjaring ikan.
Sekitar pukul 23.00 Wita saksi dan korban sampai di pantai Karombo dan langsung melepas jaring dengan posisi Amak Sudar memegang ujung jaring sebelah kiri dan Nambun memegang jaring pada bagian tengah dan saksi (Amak Mar) memegang jaring pada bagian ujung kanan sambil berjalan kedalam air kurang lebih sekitar 1.5 meter.

Tiba-tiba korban Amak Sudar dan Nambun terseret arus dan berteriak mengatakan “Tolong dalam disini”.
Setelah itu, Saksi (Amak Mar) berenang ke pinggir menyelamatkan diri, selanjutnya saksi mencari korban menggunakan senter akan tetapi korban Amak Sudar dan Nambun sudah tidak kelihatan di air.
Sekitar pukul 23.45 Wita saksi memberi kode kepada masyarakat yang sedang membuat api unggul di sekitar pantai Karombo untuk meminta tolong bersama-sama mencari korban.
Akan tetapi korban tidak dapat ditemukan selanjutnya saksi mendatangi piket Kapal Pol 2008 Dit Polairud Polda NTB dan Satpolairud Polres Dompu untuk melaporkan kejadian tersebut.
Kalau menurut keterangan saksi Amak Mar pada saat kedua korban akan memasang jaring akan tetapi kedalaman airnya tidak bisa dijangkau dan arus lautnya sangat besar sehingga korban meminta tolong karena air lautnya sangat dalam sehingga kedua korban terbawa oleh arus laut.
Pada saat kejadian kedua korban saat akan memasang jaring akan tetapi kedalaman air lautnya tidak bisa dijangkau serta arus lautnya sangat besar dan sempat melambaikan tangan atau kode minta tolong ke saksi.
Pukul 06.00 wita anggota satpolairud polres dompu dan kru KP. XXI-2008 yang di pimpin oleh KBO Satpolairud Polres Dompu Ipda Jubaidin dan SAR gabungan dengan Polsek Pekat,dan TNI AL Pos Calabai untuk bersama-sama melaksanakan melakukan pencarian dengan menyisir Pantai perairan Calabai sampai dengan pantai Karambo.
Pukul 07.00 wita Tim mendapatkan Laporan bahwa korban Nambun telah di ketemukan oleh anak korban bernama Mursalim.
Penemuannya di tanjung Pantai Karambo dengan keadaan meninggal Dunia kemudian Korban di bawa kerumah Duka dengan menggunakan Mobil Ambulan Puskesmas Calabai.
Selanjutnya Tim kembali melakukan penyisiran, Pukul 07.50 witaTim mendapatkan Laporan Bahwa Korban Amak Sudar sudah di ketemukan oleh temukan sama anak korban Nurhadi sekitar 3 mil dari tempat awal korban menjaring ikan oleh dengan keadaan meninggal Dunia,
Selanjutnya Tim merapat ke Tempat Mayat Korban diamankan.
Pukul 08.25 wita KBO Sat Polairud Polres Dompu beserta Anggota mengantar Korban Amak Sudar kerumah Duka dengan menggunakan Mobil Ambulan Puskesmas Calabai.
Tidak ada bekas kekerasan dari kedua korban dan keluarga menerima atas meninggalnya korban karena musibah. (***)

