PKS Bersama Rakyat, Kutuk Tindakan Oknum PKH Jual Sembako Pola Intimidasi

Bimantika.net _Kader Muda Partai Keadilan Sejakhtera (PKS), Delian Lubis S. Sos adalah sosok pemuda yang mendirikan Liga Mahasidwa Nasional Demokrat (LMND) Bima.

Kerap dalam aktivitasnya selalu berpihak pada nilai-nilai Perjuangan keberpihakan pada rakyat tertindas.

Sosok Delian Lubis yang kini menjadi salah satu staf di salah satu Badan bentukan Gubernur Nusa Tenggara Barat itu tidak pernah membiarkan pihak tertentu melakukan intimidasi pada pihak lainnya.

“Karena esensi Kemerdekaan seseorang adalah Azasi seseorang yang tentu tidak boleh di rampas oleh pihak lainnya”

Delian Lubis “membongkar” Terkait dengan adanya dugaan oknum Pendamping PKH di Kecamatan Palibelo yang memanfaatkan situasi masyarakat yang sedang tetlilit oleh keadaan yang membuat suasana batin warga masyarakat tidak menjadi riang gembira disaat menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kompensasi Kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Politisi Muda Bakal Calon Anggota DPRD Kabupaten Bima Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Delian Lubis, S. Sos mengutuk keras tindakan yang dianggapnya merampas kemerdekaan orang lain.

“Kami mengutik keras tindakan-tindakan yang merugikan warga negara yang di lakukan atas pemaksaan” ungkap Delian Lubis Senin 12 September 2022.

Lanjutkanya bahwa Ketika PKH Beraksi Menunggu Para penerima Bantuan maka pihaknya siap melawan.

“Ini Warning Saja, pihak PKH jangan jual paksa sembako pada penerima BLT BBM, karena kami dengar juga ada pemaksaan dan intimidasi” ujar Delian Lubis.

Mantan Aktivis LMND Bima ini menyebutkan kalaupun jual beras harus diperhatikan kelayakannya dan Jangan menindas rakyat kecil.

Delia. lubis sesali tindakan pemaksaan dari oknum PKH yang ada di wilayah Palibelo dengn nada sedikit mengancam.

“Ada intimidasi dari pihak pendamping PKH Pada masyarakat, mewajibkan untuk beli barang pada distributor dengan argumen kalau tidak beli barang, maka bulan depan bapak, ibu tidak akan mendapatkan bantuan lagi” ujar Delian Lubis.

Belum lagi masyarakat direpotkan dengan harus mengeluarkan biaya uang tranportasi menuju Kantot pos lalu mereka direpotkan bawa pulang beras, telur dan minyak

“Ini asli tindakan yang tidak boleh dibiarkan karena menyangkut kemerdekaan masyarakat telah dirampas oleh oknum pendamping PKH” demikian tutup Delian Lubis. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *