Bimantika.net -Penjabat (Pj) Walikota Bima, Ir. H. Mohammad Rum, MT Pada media Online Bimantika Selasa Subuh (12/4/2024) menguraikan makna ibadah puasa di bulan suci Ramadhan 1445 H.
Menurut pengertian terminologi atau pengertian secara istilah nya bahwa puasa adalah meninggalkan makan, minum, hubungan seksual dan segala yang membatalkannya, mulai terbit fajar sampai terbenam matahari.
“Puasa menurut syariat islam adalah menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa dari terbit fajar (subuh) hingga terbenamnya matahari (Maghrib) dengan niat karena Allah disertai dengan syarat-syaratnya” ujar HM Rum.
Di Bulan Suci Ramadhan 2024 ini, Pj Walikota Bima menghimbau pada seluruh Umat muslim di Kota Bima untuk memperbanyak amal kebaikan.
“Mari perbanyak amal kebaikan di bulan penuh ampunan ini termasuk memberikan sedekah dan membantu sesama yang membutuhkannya” ujar HM Rum.
Ada banyak Hikmah sampingan dari puasa di bulan suci Ramadhan diantaranya adalah melatih disiplin diri dan kekuatan fisik. Menahan diri dari makan dan minum selama sehari penuh membutuhkan kekuatan fisik yang kuat.
“Faedah dan manfaat berpuasa tentunya mempertebal iman seseorang pada Allah sang pencipta” ungkap HM Rum.
Lanjutnya bahwa Berpuasa di bulan Suci Ramadhan, dosa-dosa kita akan terhapus dan diampuni oleh Allah SWT.
“Selain itu tujuan dari berpuasa ialah mendapatkan predikat taqwa di hadapan Allah SWT”, ungkap HM Rum
Lantas HM Rum menguraikan dalil Berpuasa yang dianjurkan oleh Allah SWT yakni “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al Baqarah: 183).
Dengan membiasakan diri untuk mengendalikan yang halal, umat muslim dapat belajar untuk merasakan kenikmatan.
Hal tersebut dapat dirasakan dari nikmatnya seseorang yang berpuasa, yaitu pada saat berbuka, idul fitri, dan menghadap Allah SWT.
Di bulan Ramadan, umat muslim yang melaksanakan ibadah puasa diwajibkan untuk menahan diri dari segala nafsu. Nafsu tersebut tidak hanya meliputi rasa lapar, haus ataupun syahwat, tetapi juga termasuk nafsu amarah.
Sebagaimana disebutkan dalam buku Syarah Syama’il Nabi Muhammad karya Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al-Badr, puasa menurut bahasa bermakna menahan dan mengendalikan diri.
Sedangkan menurut istilah syara’ puasa adalah menahan atau mengendalikan diri dari perkara-perkara yang membatalkan sejak terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari. Maka dari itu, umat muslim yang berpuasa harus mampu bersabar dan mengendalikan diri.
Umat muslim harus bersabar dan mengendalikan diri ketika puasa sebab hal tersebut telah disyariatkan dalam Islam. Perintah untuk berpuasa termaktub dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 183, bahwasannya Allah SWT berfirman:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS Al-Baqarah: 183).
Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin 8 menyebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Puasa adalah separuh dari sabar dan sabar adalah separuh dari iman.” Puasa di bulan Ramadan menjadi ibadah yang paling efektif untuk mengajarkan umat muslim dengan kesabaran.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas r.a., Rasulullah SAW bersabda, “Sabar dalam Al-Qur’an terbagi ke dalam tiga bentuk, yaitu sabar dalam melaksanakan perintah Allah, sabar dalam menjauhi larangan Allah, dan sabar pada saat pertama kali tertimpa musibah.” (HR Ibnu Hibban).
Tiga bentuk kesabaran tersebut seluruhnya terkumpul dalam ibadah puasa. Orang yang berpuasa juga memiliki tiga bentuk kesabaran, yaitu sabar karena tengah mengerjakan ketaatan kepada Allah, sabar dalam menghindari segala perkara yang membatalkan atau menggugurkan pahala puasanya, serta sabar atas rasa haus dan lapar yang tengah dihadapinya.
Ganjaran atas orang yang bersabar juga telah disebutkan dalam Al-Qur’an surat Az-Zumar Ayat 10, sebagaimana firman Allah SWT:
إِنَّمَا يُوَفَّى ٱلصَّٰبِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ
Artinya: “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas” (QS Az-Zumar: 10). (***//Berbagai Sumber)

