Bimantika.net -Pasca melaksanakan ibadah puasa Ramadhan selama satu bulan penuh, umat muslim merayakan Idul Fitri.
Penjabat (Pj) Walikota Bima, Ir. H. Mohammad Rum, MT pada Media Bimantika Sabtu 6 April 2024 menyampaikan makna dari Idul Fitri dalam pemahaman utuh Umat Muslim.
Menurut HM Rum bahwa secara umum di Indonesia sendiri, salah satu hari raya Islam ini disebut lebaran.
Menurutnya tak ada perbedaan antara keduanya. Sebutan ini muncul karena budaya dan bahasa.
Makna Idul Fitri dapat diambil kesimpulan secara hakiki bahwa Idul Fitri berarti kembalinya seseorang kepada keadaan suci atau keterbebasan dari segala dosa, kesalahan, kejelekan, dan keburukan sehingga kembali berada dalam posisi kesucian atau fitrah.
“Sangat urgen bagi kita untuk memaknai Idul Fitri sungguh-sungguh. Bukan soal banyaknya makanan yang kita punya di hari raya, melainkan berapa banyak bantuan yang kita beri untuk mereka yang kekurangan selama ini” ujar HM Rum.
HM Rum menjelaskan bahwa Idul Fitri merupakan wahana untuk memperbaiki, memaafkan dan merenung perjalanan hidup didunia menuju alam Akhirat kelak.
“Selamat merayakan Idul Fitri di hari yang Fitri. Mari jadikan momentum kemenangan ini untuk menjadi insan yang semakin baik dalam ketaatan kepada Allah SWT” demikian ajak Pj Walikota HM Rum.
Makna terdalam Idul Fitri menurut HM Rum bukan sekadar kembali pada yang suci.
“Makna terdalam Idul fitri dapat pula diartikan sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas kemenangan besar yang diperoleh setelah menjalankan ibadah puasa Ramadan” ujarnya.
Oleh karena itu memahami makna Idul Fitri dapat membuat seseorang merasa selalu bersyukur pada Allah SWT sebagai sang pencipta.
Selain itu, Lanjut HM Rum bahwa pada Hari Raya Idul Fitri Allah SWT mengampuni dosa-dosa para jemaah haji dan orang-orang yang berpuasa Ramadan serta mengaruniakan rahmat-Nya kepada mereka.
“Dengan demikian salat Id menjadi ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT. Kemudian, salat Id juga mempererat tali silaturahmi dan persatuan kaum muslim seluruh dunia” demikian ujar HM Rum. (****)

