Pilkada dan Ahlaq berpolitik

Oleh : DR. Ikhwan HZ, SE, MM, M.Si *)

Konstruksi model terbaik dalam Pilkada apabila dilandasi oleh nilai- nilai Akhlaq dalam berpolitik karena bagian dari Esensi politik yang mulai tereduksi saat ini. Politik harus berdiri kokoh pada pondasi nilai aklaq dan moral, bukan sebaliknya : Menipu, curang, berbohong dan segala macam untuk meraih ambisi kekuasaan secara tidak baik. Politik itu bukan hanya sarana mencapai kekuasaan belaka akan tetapi Politik sarana berkhidmat kepada Rakyat dalam menegakan keadilan, kesejahteraan Rakyat, kepentingan umat.

Politik jangan dijadikan satu- satunya tujuan dan motif kehidupan, dan hanya menjadikan politik alat untuk mendapatkan kekuasaan semata- mata.

Kekuasaan yang baik apabila diperoleh dengan proses yang baik pula buka dengan cara yang mereduksi nilai keluhuran politik.

Politik harus dijadikan sarana untuk : 1).Untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat, bukan untuk mencari keuntungan pribadi atau motif ekonomi kelompok. 2). Memperjuangkan dan menegakan keadilan. Keadilan yang berpihak kepada Rakyat, bukan keadilan yang mengutamakan kepentingan kelompok. 3). Politik harus memperjuangkan kebaikan ( Amar Ma,ruf) dan mencegah kemungkaran ( nahir Mungkar)

Politik yang luhur harus didasarkan Komitmen yang kuat untuk mewujudkan amanat yang dimandatkan oleh Rakyat lewat Pemilu. Maka Islam mengajarkan Seorang pemimpin politik Memiliki kriteria : Kualitas, Moral dan Intelektual: Adil, Amanah dan Jujur:

Pandangan islam tentang persyatan pemimpin politik mendeskripsikan kualifikasi yang sempurna dan diatas, segala- galanya Keniscayaan Ahlaq.

Seorang politisi juga harus mempunyai kesadaran Spiritual yang yang tinggi bahwa diri nya adalah berfungsi sebagai Khalifa Allah dimuka Bumi ini, Tentu semua tanggungjawab dan tugasnya akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT.

” Semua kamu adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan diminta pertanggungjawabanya, Seorang politisi adalah pemimpin dan ia akan mempertanggungjawabkan Kepemimpinannya”

Berpartai politik merupakan bagian dari amal shaleh dan ibadah, sarana berdakwah, Karena intinya menyeruh kepada kebaikan dan jangan jadikan Partai politik hanya Memiliki Satu Nafsu ” Ladang Mencari Keuntungan semata”

Sesungguhnya Allah Swt mewajibkan untuk berbuat sebaik baiknya ( Ihsan) dalam segala sesuatu ( HR Muslim)

Jangan sampai kita terjebak dengan politik pragmatis yang mereduksi nilai keluhuran politik, Berpolitik lah dengan Akhlaq sehingga dapat memberikan kebaikan dan kemaslahatan kepada banyak orang,, ——-

Integritas kata kunci keberhasilan pemimpin, karena berkaitan dengan kepercayaan publik atas amanat yang diberikan. Integritas adalah karakter pribadi terpuji, memiliki kejujuran, memiliki prinsip menyatakan yang benar adalah benar dan yang salah salah, Meletakan kepentingan masyarakat diatas kepentingan kelompok dan golongan, Ia hanya tunduk dan patuh pada kehendak mayoritas.

The supreme quality for leadership is Unquestionably Integrity” ( Dwight D Einsenhower)

Survei Tentang kepemimpinan di As (1982) ” The Chicago Tribune melaporkan 49 Sejarawan dan ahli ilmu politik melakukan rating kepada presiden amerika tentang pentingnya Integritas menempati keberhasilan tertinggi Presiden di AS dan terbukti membawa AS Negara Super power

Integritas dibutuhkan oleh siapa saja karena terkait dengan etika, komitmen, moralitas yg dibutuhkan untuk membangun kepercayaan orang yang dipimpin.

Integritas juga paralel dengan keedibilitas yang menyangkut kemampuan berpikir, mengambil keputusan, ketrampilan dan kompetensi. Jadi esensinya Integritas menyangkut Hati ” Heart” sedangkan Kredibilitas otak” Head”

Tetapi hal utama adalah integritas karena menyangkut nilai- nilai, konsistensi dan komitmen. Ia konsisten antara ucapan nya dengan tindakannya, Konsisten antara janji dengan komitmen melaksanakannya, Kita butuh pemimpin berintegritas dan sekaligus kredibilitas

Bisnis pun perlu memastikan praktik tatakelolanya dijalankan dengan Integritas. Salah satu contoh yang menghebohkan dunia bisnis skandal Enron Corporation 2001 yang menyebabkan perusahaan ini bankrut, perusahaan Energi terbesar dunia jatuh selama- lamanya karena soal Integritas CEO nya.

Kasus Bank Century, Kasus BLBI kerugian Negara Triliun karena soal integritas CEO dalam mengelola Bank atau perusahaan, melanggar pringsip kepatuhan dan perilaku curang atau Fraud.

Maka Segelintir pemimpin Hebat harus menjadi Referensi utama untuk dijadikan keteladanan dan pelajaran pemimpin Integritas : Erdogan, Nelson Mandela, Mahatma Gandhi, Soekarno, Hatta, Sahrir,Abraham Lincoln, Mahmud Ahmadinejad, Muhamad Yunus, Mahathir Muhammad, Lea Kuan Yew, dan banyak pemimpin hebat lainya yang berpengaruh didunia. Mereka semua disebut ” Great Man Leader”

Tentu saja tidak mudah mencari sosok ideal untuk sebua daerah kaya potensi seperti Bima, Tapi kita yakin banyak orang potensial yang tidak muncul,karena kita melihat saat ini Partai politik gagal Memproduk pemimpin yang ideal, sementara orang – orang hebat tidak punya partai politik, kebanyakan mereka memiliki pengaruh tapi bukan otoritas , Karena yang punya otoritas hanya dimiliki ketua Partai politik.

Adakah kehendak Pemimpin Partai politik untuk Membangun Bima ini lebih baik, Jika Ia seharusnya mereka terbuka menerima Tokoh- tokoh alternatif diluar partai dengan persyatan utama Ia memiliki Integritas dan Kredibilitas yang teruji oleh publik.

Demokrasi kita terlalu mahal ” Semuanya perlu Cost / Ongkos politik, Politik kita dikuasai Pemilik Modal, Media, dikuasai keluarga atau dinasti sangat tidak sehat untuk membawa daerah ini kedepan dan telah merusak hak warga negara yang lain untuk memperoleh kesempatan, justru berpotensi mendorong demoralisasi.

Jika kekuatan uang yang menjadi faktor utama menentukan seseorang memegang kekuasaan, maka integritas dan keluhuran demokrasi tergadaikan, kedaulatan Rakyat digantikan oleh kepentingan politik kotor yang mencederai demokrasi.

Relasi yang kuat antara politik dengan uang inilah yang sangat berbahaya, kalau ini terus terjadi maka hanya mimpi mendapatkan pemimpin yang integritas dan kredibel karena keterpilikan pemimpin jabatan publik diperoleh dengan cara yang tdk benar maka yang terjadi abuse of power ( penyalahgunaan kekuasaan).

Berbahaya lagi muncul rentenir politik: Transaksi politik dengan uang : Siapa yang banyak uang itu yang didukung baik oleh partai atau pendukung akhirnya setelah mendapatkan kekuasaan pasti Mengambalikan cost politik dan tentu harus lebih banyak dan berlipat dari biaya yang ia keluarkan, disini berlaku Rentenir Politik.

Kita ingin pematangan demokrasi melalui proses yang berkualitas sehingga ouput demokrasi dapat menghasilkan pemimpin hebat memiliki Integritas dan kredibilitas yang membawa Daerah ini lebih baik kedepan.
*) Penilis adalah Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gunadarma dan Wakil Rektor Universitas Attahiriyah Jakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hacklink Hacklink Satış бэклинки casibom marsbahis casibom hacklink market marsbahis giriş vdcasino casibom casibom