BABE SERAHKAN BANTUAN UNTUK MAJELIS TA’LIM SE KABUPATEN BIMA

Bimantika.net

Wakil Bupati Bima, Drs. H Dahlan M Noer, M.Pd, menyerahkan bantuan uang kepada 36 Majelis Ta’lim se Kabupaten Bima pada hari Senin (6/1/2020). Bantuan tersebut dengan nilai total Rp180 juta, diserahkan Babe sapaan akrab Wakil Bupati Bima di ruang Rapat Wakil Bupati didampingi Kabag Kesra Setda Bima, Drs. H Zainudin, MM. ‘’Masing-masing Majelis dibantu Pemkab Bima lima juta rupiah,’’ ujar Kabag Humas Setda Bima, M Chandra Kusuma Ap.

Wabup mengatakan bantuan yang diberikan sebagai motivasi agar Majelis Taklim lebih maksimal melaksanakan dakwah. Membantu pemerintah membina mental dan akhlak ummat.

Bantuan yang diberikan, kata Babe, sapaan akrab Wabup, tidak sebanding dengan peran dan keterlibatan lembaga tersebut membangun umat. ‘’Bantuan secara simbolis diterima oleh perwakilan ketujuh majelis ta’lim, kemudian yang lain menyusul,’’ lanjutnya.

Ketujuh Majelis Ta’lim yang telah menerima adalah Majelis Ta’lim Aisyah Desa Kananga Bolo, Majelis Ta’lim Al-Amin Desa Rato Bolo, Majelis Ta’lim Al-Fatanah Desa Lere Parado, Majelis Ta’li An-Nisa Desa Kuta Parado, Majelis Ta’lim An-Nur Desa Kananta Kecamatan Soromandi, Majelis Ta’lim Baiturahman Desa Tenga Woha, Majelis Ta’lim Al-Munawarah Desa Nau Sape.

Wabup berharap untuk kedepannya bisa muncul generasi Quran, sehingga sejalan dengan program Pemerintah Dinda-Dahlan mewujudkan Bima Ramah yang agamis. (GA//BNN_01)

Petahana IDP Bakal Kembali Ambil Gerindra Sebagai Kendaraan Politiknya

Bimantika.net

Calon Bupati Bima Petahana, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE bakal kembali mengambil Partai Gerindra untuk menjadi Kendaraan politiknya di Pilkada 2020 ini. Saat Pilkada 2015 IDP sapaan trendy Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE Periode 2015-2020 ini menggunakan Partai Gerindra sebagai kendaraan politiknya saat itu dan sukses menjadi Bupati Bima.
Petinggi Partai Gerindra yang dimintai Tanggapannya terkait dengan Pilkada Kabupaten Bima menyebutkan Gerindra akan mengacu pada hasil survey independent sehingga pada saatnya nanti akan merekomendasikan calon yang berpelung memenangkan Pilkada akhir tahun 2020.
Petinggi Gerindra pun berkomentar bahwa saat 2015 lalu, DPP Partai Gerindra Merekomendasikan Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE karena semata mata melihat hasil survey independent pada saat itu yang menunjukkan bahwa iDP memiliki kans untuk menjadi bupati bima “dan kenyataannya pada saat itu IDP meraih kemenangan” kenangnya.
Sementara itu, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE yang dikonfirmasi Bimantika.net pada hari senin (6/1/2020) menyatakan bahwa dirinya sedang mengikuti tahapan tahapan yang dilakukan oleh DPC Partai Gerindra hingga puncaknya pada hari ini senin (6/1/2020) menyampaikan Visi dan Misi di salah satu gedung di wilayah Kecamatan Bolo Kabupaten Bima.
Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE (IDP) yang juga Ketua DPD ll Partai Golkar Kabupaten Bima ini yang sudah sukses meraih kursi terbanyak saat Pemilu 2019 lalu yakni sembilan (9) kursi dari 45 kursi DPRD Kabupaten Bima dan sukses mengantarkan Partai Golkar menjadi Ketua DPRD kabupaten Bima, pun menyampaikan bahwa dirinya sangat mentaati semua tahapan dan prosedur dari DPC Gerindra. “Insya Allah kita tetap menghargai seluruh proses dan mengikuti semua tahapan, mekanisme serta prosedur dari DPC Gerindra” ungkap IDP Singkat. (BNN-01)

Petinggi Gerindra Bambang Kristiono Sejiwa dengan Abuya Bangun NTB

Bimantika.net

JAKARTA.- Petinggi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra Bambang Kristiono yang akrab disapa BK di internal Jajaran Gerindra memiliki kesamaan jiwa, Visi dan Misi Dengan Drs. H. Zainul Arifin, M. Si atau yang dikenal dengan sebutan Abuya.
Baik BK maupun Abuya, sama sama Dapil Nusa Tenggara Barat (NTB) saat bertarung di Pemilu 2019 lalu.
BK dapil NTB 2 meliputi Pulau Lombok (Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Timur dan Kota Mataram).
Dan Abuya Dapil NTB 1 Meliputi Pulau Sumbawa (Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Dompu, Kabupaten Bima dan Kota Bima). BK dan Abuya sama sama Menuju DPR RI.
Figur BK memiliki visi dan misi membangun NTB yang jauh lebih bermartabat. Se visi dan se Misi dengan Abuya.
Bahwa keberadaan dua Legislator Gerindra Dapil NTB 2 dan NTB 1 ini memiliki cita cita luhur mengembangkan segala potensi sumber daya Alam dan Sumber Daya Manusia sehingga terwujud Masyarakat NTB yang lebih sejahtera. Di Komisi VIII DPR RI, Abuya memiliki niat tulus ikhlas memperjuangkan pembangunan sosial ke-Agama- an. Dan dalam waktu yang tidak terlalu lama cita cita luhur itu Insya Allah terwujudkan. Salah satu upaya dan ikhtiar Abuya saat ini adalah Pembebasan lahan.
pembebasan laha ini adalab Kerja sama dengan Kerajaan Saudi Arabia adalah salah satu ikhtiar dan upaya menuju cita cita yang penuh visioner. Dan tujuannya adalah untuk pembangunan perguruan tinggi, rumah sakit setara Internasional serta fasilitas pendukung lainnya. Menurut Abuya, bahwa usaha dan ikhtiar itu adalah semata mata dengan niat tulus mengabdikan diri untuk bangsa dan negara (BNN-01)

Abuya Sebut Jujur Ikhlas adalah Kunci Sukses Kehidupan

Bimantika.net

Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Drs. H. Zainul Arifin, M. Si menyampaikan pesan penting pada seluruh masyarakat Pulau Sumbawa khususnya dan Warga Negara Republik Indonesia pada umumnya bahwa konsepsi hidup dan kehidupan yang sukses adalah ketika ditetapkan dalam hati Jujur dan Ikhlas. Menurut Abuya Sapaan akrab Anggota Komisi Vlll DPR RI ini bahwa konsep Jujur dan Ikhlas adalah sangat mudah di ucapkan namun berat direalisasikan. “Yang mampu merealisasikan itu adalah pemimpin pemimpin yang amanah dan takut hanya kepada Allah SWT” ungkapnya.
Abuya Sapaan Akrab Drs. H. Zainul Arifin, M. Si memberikan contoh riil pada saat dirinya menjadi Bupati Bima periode 2000-2005 pada saat itu dirinya didatangi oleh staffnya yang bernama Drs. H. Arifuddin dengan menenteng sejumlah uang untuk diberikan pada dirinya di kediamannya Meruya Ilir Jakarta Barat. Uang ratusan juta tersebut mau diserahkan kepada dirinya sebagai tanda terimakasih pada dirinya yang diberikan oleh salah satu pengusaha di Bima. “Haram bagi saya menerima uang ini pak Arif, karena ini bukan bagian dari hak saya” demikian ungkap Abuya saat itu. Rupanya anak sulung Abuya Melihat dan mendengar semua apa yang dibicarakannya bahkan anaknya suatu waktu berdoa kepada Allah semoga Abuya tidak menerima yang bukan haknya. “Anak saya si Arif Fadillah rupanya melihat dan mendengar semua percakapan itu sembari berdoa saat itu semoga Abuya tidak menerima yang bukan haknya” Demikian tutur Abuya saat berbincang santai dengan Pimpinan Redaksi Bimantika.net dikediamannya Meruya Ilir Jakarta Barat jelang pergantian Tahun Baru beberapa hari lalu.
Abuya pun menyampaikan bahwa apabila konsep Jujur Ikhlas dikedepankan oleh para pemimpin di negeri ini maka yakin saja akan terbentuk masyarakat yang Toyyibatun Warabbun Ghafur.
Dirinya sangat mengharapkan kedepan Pemkot. Bima, Pemkab Bima, Pemkab Dompu, Pemkab Sumbawa, Pemkab Sumbawa Barat dan Pemprof NTB menerapkan Konsep Jujur Ikhlas dalam memanagement Pemerintahan sehingga terwujud Masyarakat Pulau Sumbawa yang Adil makmur serta Bermartabat sepanjang sejarah. (BNN-01)

Syafru – Ady Punya Basis Massa & Kekuatan Riil

Bimantika.net

Pilkada Kabupaten Bima di gelar di akhir Tahun 2020 ini dan tentunya segala bentuk administrasinya pun akan dibarengi sekitar pertengahan tahun 2020.
Skema menumbangkan petahana sedang di mainkan oleh para elite politik lokal kabupaten bima dan skema mempertahankan kekuasaan pun sedang di lakukan upaya upaya riil oleh pasukan Incumbent dan Petahana dengan segala perangkat lunak dan perangkat kerasnya.

Salah seorang aktivis Asal Desa Talabiu Kecamatan Woha Kabupaten Bima, Iwan “Sang Prabu” pada Bimantika.net menyebutkan bahwa sesungguhnya yang bisa menumbangkan petahana dalam pilkada Kabupaten Bima 2020 adalah pasangan H. Syafru – Ady Mahyudi.

Dirinya berkeyakinan bahwa H. Syafru Memiliki Basis Massa Riil di Bima Barat Meliputi Bolo, Madapangga, Sanggar, Tambora Donggo Soromandi sementara Ady Mahyudi Memiliki basis massa yang sangat kuat bahkan pilkada 2015 menang di Parado, Woha Monta dan Ady Mahyudi punya Kekuatan riil Sape Lambu Wera Ambalawi.
“Dengan kekuatan riil itu tentu akan menjadikan Pasangan Syafru-Ady dengan gampang memenangkan Pilkada 2020” tegas Iwan.
Masih menurut Iwan bahwa dirinya sangat optimis kalau pasangan Syafru Ady adalah pasangan yang akan diusung oleh Partai PAN, Nasdem, PDIP, Gerindra.

Hasil Investigasi Bimantika.net di DPP PDI Perjuangan menunjukkan bahwa PDI Perjuangan akan mengusung Drs. H. Syafruddin H. M. Nur, M. Pd dan Ady Mahyudi dalam pilkada Kabupaten Bima.
“Pilkada Kabupaten Bima tidak akan jauh dengan pilkada lima tahun sebelumnya yakni PDI Perjuangan akan kembali usung H. Syafru dan siap Menang” ujar salah seorang Petinggi DPP PDI Perjuangan Melalui Saluran WhatsApp nya saat dikonfirmasi langsung Bimantika.net pada hari Sabtu (4/1/2020) menurutnya hasil analisa politik dari DPC Kabupaten Bima dan DPD NTB akan menjadi Pertimbangan Utama untuk DPP berikan rekomendasi. (BNN_01)

Bupati IDP Harap Pada Pejabat yang Di Lantik Tidak Lupa Diri

Bimantika.net

Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri SE, atau yang trend dengan sebutan IDP melantik 207 Pejabat Fungsional pada Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Bima, di Halaman Kantor Bupati Bima, pada Hari Kamis (2/01/2020).

Pelantikan Kepala Sekolah dan Pengawas tersebut adalah langkah awal yang dilakukan oleh IDP di tahun baru 2020.

Acara pelantikan tersebut Dihadiri Wakil Bupati Bima, H Dahlan HM Noer M.Pd, Sekda Bima HM Taufik HAR M.Si, seluruh OPD dan Kabag Lingkup Setda Bima.

Dihadapan sejumlah Kasek yang dilantik, Bupati IDP mengingatkan bahwa setelah menjadi pucuk pimpinan tidak lupa diri, tetap mengedepankan keikhlasan sehingga bisa bekerja sama, bermitra, dan mengemban amanah dan bekerja.Kemudian dalam waktu dekat, BPK akan kembali melakukan pemeriksaan dan mengabil sampel di sejumlah sekolah.

“Saya berharap selepas pelantikan ini, ada pembatasan tugas dari Kepala sekolah yang lama kepada kepala sekolah yang baru. Sehingga sudah siap dengan segala dokumen yang dimiliki,’’ujar Bupati melalui Kabag Humas Setda Bima, M Chandra Kusuma (hms//bnn_01)

Bakal Calon Bupati Bima Nimran Abdurrahman Jadi Nara Sumber Dialog Interaktif Mahasiswa Ngali-Malang

Bimantika.net

Republik Mahasiswa Ngali Malang (Reman – Malang) mengawali tahun 2020 dengan menyelenggarakan acara Dialog Interaktif Awal Tahun dengan tema Upaya Membangun Kesadaran SDM dalam Mengelola SDA Demi Kesejahteraan Daerah Bima, di Coffee Times Pasar Terpadu Dinoyo, Kamis (02/01).

Tiga orang narasumber dihadirkan dalam acara tersebut, yakni Nimran Abdurahman, SH., MH., Ilhamuddin Nukman, S. PSi., MA., dan Juardin Al-Sadra.

Ketua Umum Reman – Malang, Luluh Anggriani menyatakan bahwa acara ini memang didesain untuk menumbuhkan kesadaran berlingkungan terutama dalam pengelolaan sumber daya alam demi kesejahteraan bersama.

“Acara ini sebagai ajakan kepada semua orang untuk memiliki kesadaran dalam mengelola sumber daya alam. Dengan kesadaran yang sama, maka kita bisa menjadikan alam sebagai sumber kesejahteraan,” ungkapnya.

Sekaligus acara ini untuk mendengar dan mengetahui pemikiran para calon pemimpin Bima ke depan dalam membangun daerah berbasis lingkungan.

“Kami ketahui Bang Nimran Abdurahman ber ancang-ancang maju dalam suksesi Pilkada Bima 2020, karena itu kami ingin mengetahui konsepnya dalam membagun SDM dan juga SDA, sehingga kita semua memiliki referensi dalam menentukan pemimpin ke depan,” tutupnya.
Nimran Abdurrahman, SH, MH yang dikonfirmasi Bimantika.net menyebutkan bahwa kegiatan tersebut sangat bermanfaat untuk menjadikan referensi bagaimana memanfaatkan potensi Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia. “Bila perlu dialog semacam ini harus dikedepankan oleh mahasiswa sebagai bentuk tanggung jawab nya intelektual muda untuk tanah kelahirannya” ungkap Nimran. (Bnn_01)

Kepolisian Tetap Buru Keberadaan Hanif, Kasus Yang Hebohkan Warga Kota Bima

Bimantika.net

Pemerintah Kota Bima beberapa waktu yang lalu dihebohkan oleh ulah oknum tim sukses sekaligus orang dekat Kekuasaan yang bernama Hanif. Dalam sepak terjangnya, Hanief selaku tim Pemenangan Pasangan Walikota Bima saat Pilkada 2018 silam menjadi sorotan berbagai media baik cetak maupun online. Kasus kuitansi 7 juta adalah salah satu kasus terheboh di saat kepemimpinan Walikota Bima H. Muhammad Luthfi, SE sebagai Walikota Bima.
Dugaan kasus yang menimpa Hanif sejak beberapa waktu lalu yang sempat menghebohkan Warga Kota Bima atas aksi dugaan penipuannya hingga pada akhirnya di tetapkan oleh pihak Kepolisian setempat menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) kini pihak kepolisian tetap buru keberadaan Hanif hingga tertangkap
Kapolsek RasanaE Timur Resort Bima Kota, Iptu A. Luthfi, SH saat dikonfirmasi Bimantika.net melalui saluran whatsApp nya pada hari kamis (2/1/2020) menyatakan bahwa pihaknya kini sedang menelusuri keberadaan saudara Hanif. “Kami sedang menelusuri keberadaannya” ujar Luthfi.
Ditanya apakah DPO ada batas waktu ? Dengan tegs Luthfi menyatakan bahwa sesungguhnya keberadaan DPO itu tidak ada batas waktu. “Dan batas waktunya sampai tertangkap” tegasnya.
DPO Hanief dikenakan pasal 378 KUHP yakni pasal yang menetapkan seseorang melakukan dugaan tindak pidana penipuan. (BNN_01)

Garda Muda IDP : “Lanjut 2 Periode Tuntaskan Program Yang Belum Realisasi”

Bimantika.net

Ketua Garda Muda Indah Dhamayanti Putri, SE (Garda Muda IDP), Abdul Heris, SH menyebutkan bahwa Pemerintahan Indah Dhamayanti Putri (IDP) sejak tahun 2016 silam sudah banyak menorehkan hasil karya nyata. Hasil Karya Nyata bisa dilihat Berdiri dengan Kokohnya Beberapa Puskesmas Plus hampir di seluruh Kecamatan, terbangunnya DAM dan Fasilitas Para Petani, Terbangunnya Infrastruktur Jalan, terbangunnya Fasilitas ruang publik yang bisa dinikmati oleh warga. Namun tidak sedikit juga yang belum direalisasikan, sehingga dirinya berkeyakinan dengan masa akhir jabatan di tahun 2020 ini akan menuntaskan segala harapan warga. “Insya Allah sudah banyak yang diperbuat oleh IDP selama menjadi Bupati Bima dan tidak sedikit hal yang belum direalisasikan insya Allah akan dilanjutkan di tahun 2020” ujar Heris.
Lanjut Heris, bahwa saat ini rakyat kabupaten bima sudah sangat cerdas menilai bahwa satu periode tidak cukup untuk menuntaskan segala harapan dan ekspektasi masyarakat namun IDP sudah maksimal memberikan karya nyata itu walau itu masih ada sisa sisa harapan yang belum terealisasikan.
Dengan semakin cerdasnya masyarakat tentu mereka mampu melihat kondisi riil yang terjadi sehingga dibolak balik bagaimanapun issu issunya rakyat mengerti siapa yang punya karya dan siapa yang memiliki niat baik membangun bima.
Terjadi Banjir melanda kabupatrn Bima akibat gundulnya hutan sebenarnya rakyat tau kalau hutan gundul itu sejak lama dan cenderung dibiarkan. Pada saat inilah IDP mengembalikan semua kejadian 30 _ 40 tahun yang silam akibat perambahan hutan dan gunung yang cenderung dibiarkan tersebut. Menurutnya Kini IDP melakukan upaya penggalangan kembalikan fungsi hutan dan gunung yang gundul tentu hasilnya pun tidak serta merta dilihat hasilnya sekarang karena itu butuh proses panjang . (bnn_01)

Mengulas tulisanya Syamsuddin: Kepemimpinan Dinda-Dahlan Dinilai Tidak Layak dilanjutkan, Itu adalah Pernyataan Utopis.

Oleh : Dino Marahu

Bimantika.net

Demokrasi telah memberikan ruang kebebasan publik seluas-luasnya, baik untuk dipilih maupun memilih sesuai dengan keinginan dan pendapatnya, Demokrasi pula mengijinkan warga negara berpartisipasi baik secara langsung maupun tidak langsung serta memungkinkan adanya praktik kebabasan politik secara bebas dan setara tentunya tetap dalam kaidah-kaidah norma dan nilai universalitas itu sendiri.

Sebuah pendapat, tentu saja akan hadir mewarnai diskursus dalam dinamika proses kepemimpinan, ruang dialektika itu harus selalu terbuka sebagai bagian dari bentuk partisipasi dan kepedulian masyarakat terhadap proses pembangunan Daerah, pendapat itu bisa datang kepada siapa saja, termasuk kepada seorang akademisi sekalipun, hanya saja sebuah pendapat itu akan berniali akademis jika pendapat tersebut didukung oleh riset dan penelitian sehingga bisa dipertanggung jawabkan adanya sebuah obyektifikasi dari sebuah penialain, apakah itu di anggap gagal atau tidak. Apalagi sebuah penilaian itu tertuju pada kepemimpinan secara menyeluruh dari sebuah kekuasaan yang sedang berjalan, sebuat saja kepemimpinan IDP-Dahlan dalam bingkai Visi Bima Ramah.

Menurut penulis, Fariabel penilaian itu masih bersifat parsial dan sangat tendensius bahkan dinilai sangat politis. Pemberian penilaian atau menjustifikasi kegagalan sebuah kepemimpinan IDP-Dahlan, menurut saya itu adalah sebuah opini bukan hasil penelitian. Sebuah opini, boleh-boleh saja sebagai-bagian dari relasi kekuasaan dengan rakyat. Karena sebuah opini itu mengandung pandangan atau pendapat pribadi seseorang untuk menjelaskan suatu peristiwa atau hal tertentu, baik yang belum terjadi maupun yang telah terjadi dan tidak mewakili sebuah institusi manapun.

Sebagai seorang akademisi, saudara syamsuddin harus mengedepankan sisi ilmiyahnya sebagai bagian dari cara etis dalam mengupas sisi-sisi kritis pembangunan daerah ini. Sehingga melahirkan adanya preferensi edukatif dan moraliti serta memungkinkan adanya kodifikasi Visi dan Misi oleh para pemangku kebijakan dalam mendorong semangat pembangunan daerah kabupaten Bima yang kita cintai bersama, bukan sekedar menghakimi atau memberikan label penilaian kegagalan semata.

Seorang politisi sudah tentu berbeda gayanya sebagai seorang akademisi. Para politisi tentu memberikan citarasa dan aroma yang berbeda dalam setiap statementnya, dia akan hadir sebagai bagian dari gelombang politik dengan narasi dan gagasan politik yang sudah barang tentu akan mewakili para kelompok kepentingan. Sementara seorang akademi, dia akan selalu mengedepankan riset atau penelitian serta pandangan akademik dalam memberikan sebuah gagasan dan penilaian terhadap suatu obyek, apalagi sebuah obyek tersebut masih bersifat utopis untuk dinilai dan dianggap gagal. Saya menyarankan untuk melakukan riset dan penelitian, sehingga tidak asal memberikan penilaian apalagi mengeluarkan statement yang kurang ilmiyah sebagai seorang akademisi. Wallahu’alam.

Penulis adalah Wakil Ketua Bidang Pemuda & Olah Raga DPD II KNPI Kabupaten Bima.