Polsek Parado Bubarkan Kegiatan Orgen Tunggal

Bimantika.net
Personil Polsek Parado Polres Bima Polda NTB melakukan pembubaran acara Orgen tunggal Bertempat di RT 09 Desa Parado Wane kecamatan Parado, kabupaten Bima (4/7) pukul 22.00 WITA.

Pembubaran tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Parado Iptu Nazarudin dan Pembubaran acara orgen tunggal ini bertujuan untuk mencegah munculnya kluster baru penyebaran covid-19.

“Langkah ini adalah upaya meminimalisir potensi penyebaran Covid-19 dan menghindari potensi terjadinya kasus perkelahian” pungkas Kapolsek

Lebih-lebih lagi Mengingat kegiatan tersebut tidak adanya ijin dari kepolisian dan juga dikawatirkan akan muncul kluster baru penyebaran Covid-19.

“sehingga kami melakukan pembubaran dengan cara tindakan prefentif yang humanis dan persuasive,” ujar Iptu Nazarudin

Kapolsek menambahkan bahwa Pelaksanaan kegiatan di himbau untuk membubarkan acara orgen tunggal ini, tanpa ada kekerasan.

“karena tuan rumah selaku penyelenggara acara dan masyarakat bisa mengerti dan memahami serta bertujuan untuk mencegah dari penyebaran Virus Covid -19 (Corona) di Wilayah hukum Polsek Parado, ” imbuh Kapolsek

Lebih lanjut IPTU Nazarudin mengatakan, pembubaran acara orgen tunggal ini bermula dari laporan masyarakat bahwa ada salah satu warga di RT 09 Desa Parado Wane Kecamatan Parado Kubupaten Bima, menggelar acara organ tunggal.

Menindaklanjuti laporan warga itu Kapolsek Bersama anggotanya langsung melakukan pengecekan untuk dihimbau secara persuasif supaya bisa membubarkan diri.

Apabila tidak mau mentaati himbauan untuk membubarkan diri sesuai dengan Maklumat Kapolri kata Iptu Nazarudin, selanjutnya dilakukan pembubaran sesuai dengan SOP.

“Alhamdulillah, tuan rumah dan warga menyadari dan memahami imbauan ini sehingga dengan sendirinya membubarkan kegiatan tersebut tanpa paksaan, ” ungkapnya.

“Tujuan membubarkan berkumpulnya orang banyak itu guna pencegahan penyebaran Covid-19 atau Corona, dan demi tercipta situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif di Kecamatan Parado,”tandasnya.(**)

Polsek Monta Grebek Lokasi Judi

Bimantika.net Kepolisian Sektor (Polsek) Monta bersama Polsubsektor Wilamaci dan personil Posramil Monta 07/02 menggerebek lokasi yang dijadikan tempat judi sabung ayam.

Lokasi judi tersebut beralamat di RT. 05 Dusun Tanjung Mas Desa Wilamaci, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima (4/7) pukul 13.00 wita

Penggerebekan dan pemusnahan lokasi gelanggang sabung ayam ini, dipimpin langsung oleh Kapolsek Monta, Iptu Takim beserta anggotanya bersama Polsubsektor Wilamaci dan Personil Posramil Monta 07/02.

Kapolsek Monta Iptu Takim melalui Kasi Humas Polres Bima Kabupaten, Iptu Adib Widayaka mengatakan, Dalam Kegiatan Pembubaran Judi Sabung Ayam tersebut dilakukan Atas dasar Adanya laporan dari warga.

Namun pada saat personil tiba dilokasi, para pemain judi sabung ayam sudah meninggalkan TKP diduga Informasi Penggerebakan telah bocor

Kemudian Personil melakukan tindakan berupa membongkar tempat/lokasi gelanggang judi sabung ayam dan barang bukti Berupa Gelanggang, Bak Air dan karpet, ucapnya

“Kita membakar tempat yang dijadikan sarana perjudian sabung ayam diantaranya Gelanggang, bak Air dan karpet ,” kata Kapolsek Monta

Selanjutnya Kapolsek Monta Iptu Takim Memberikan Himbauan kepada Warga yang masih berada dilokasi agar jangan lagi mengadakan kegiatan judi sabung ayam karena dapat menimbulkan kerumunan dan dapat meresahkan warga sekitar,

Iptu Takim menegaskan kepada Warga Maupun Pemain Judi sabung ayam apabila masih tetap melakukan judi sabung ayam maka pihak kepolisian akan melakukan tindakan tegas sampai tidak ada lagi kegiatan judi sabung ayam dilokasa tersebut karena mengingat dapat meresahkan warga, pungkasnya.(***)

Polsek Manggelewa Patroli Antisipasi Keamanan Pasca Bentrok Petani Bawang

Bimantika.net Dalam rangka mengantisipasi kejadian perkelahian petani bawang yang terjadi pada hari Minggu (4/7) sekitar pukul 08.00 wita di Dusun Mekarsari, Desa Nangatumpu, Kecamatan Manggelewa Kabupaten Dompu, Polsek setempat lakukan Patroli.

Personil Polsek Manggelewa di bawah pimpinan Kapolsek Manggelewa IPTU Abdul Malik, SH melaksanakan Patroli Cipkon ( Cipta Kondisi) di Wilayah Desa Nangatumpu, Kecamatan Manggelewa Kabupaten Dompu.

Kegiatan tersebut berlangsung sekitar pukul 20.30 wita, yang mana dalam kegiatan tersebut Patroli Personil Manggelewa dibawah Kapolsek Manggelewa menghimbau para pemuda yang nongkrong dan duduk dipinggir jalan Dusun Lara, Desa Nangatumpu, Kecamatan Manggelewa Kabupaten Dompu untuk pulang kerumah masing – masing.

Serta menghimbau untuk menghindari hal – hal yang tidak di inginkan dan Kapolsek juga menyampaikan untuk tidak terprovokasi dengan informasi yang tidak benar dari pihak lain yg ingin memanaskan situasi terkait dengan permasalahan perkelahian tadi pagi di lahan tanam Bawang tepatnya di Dusun Mekar Sari Desa Nangatumpu.

Kapolsek juga menghimbau kepada warga Dusun Lara Desa NangaTumpu terkait masalah perkelahian minggu pagi sudah di tanganin oleh Pihak keamanan.

Selanjutnya Sekitar pukul 21.20 Wita Personil kembali laksanakan Patroli di Dusun Napa Desa Nangatumpu Kecamatan Manggelewa Kabupaten Dompu, tepatnya di kediaman Sekdes Desa Nangatumpu saudara Taufiq.

Dalam kegiatan tersebut Kapolsek Manggelewa meminta kepada Kades Nangatumpu Bapak Abdul Azis, S. Sos dan Sekdes Nangatumpu Saudada Taufiq untuk menghimbau kepada Masyarakat khususnya warga Dusun Lara dan Dusun Mekarsari, Desa Nangatumpu serta warga agar bersama-sama menjaga dan mengantisipasi terjadinya gangguan kamtibmas agar tetap kondusif dan aman.

Kesempatan tersebut Kapolsek Manggelewa IPTU ABDUL MALIK SH juga menyampaikan kepada Kades Nangatumpu Bapak Abdul Azis, S.Sos agar melakukan sosialisasi atau memberikan pemahaman kepada masyarakatnya agar mau melakukan Vaksinasi Covid 19.

Supaya masyarakatnya terhindar dari Covid 19 sekarang ini yang mana bertujuan untuk memberikan kekebalan pada tubuh serta untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.

Kepala Desa Nangatumpu Bapak Abdul Azis, S. Sos menyampaikan ucapan terimakasih kepada Personil Polsek Manggelewa dibawah pimpinan Kapolsek Manggelewa dalam Pelaksanaan Patroli Cipkon ( Cipta Kondisi) di Wilayah Desa Nangatumpu dalam mengantisipasi kejadian perkelahian petani bawang di Lahan tanam bawang.

“Kami Pemerintah Desa Nangatumpu akan melakukan Sosialisasi maupun pemahaman kepada Warga untuk melaksanakan Suntik Vaksinasi Covid 19 serta siap mendukung program Pemerintah dalam Pelaksanaan Vaksinasi Covid 19” ujarnya.(***)

BEM Nusantara Minta Pemerintah Gencarkan Vaksinasi Kalangan Mahasiswa

Bimantika.net Dimas Prayoga, Koordinator Pusat BEM Nusantara dalam press releasenya meminta pemerintah, menggencarkan vaksinasi bagi kalangan mahasiswa di lingkungan kampus selama pemberlakuan PPKM Darurat.

Menurutnya, para mahasiswa perlu dilihat sebagai aset. Begitupun kampus, yang juga perlu dipandang sebagai rumah inkubasi yang mencetak pemimpin dan tokoh masa depan.

Mahasiswa juga harus menjadi pelopor dalam upaya menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan ditengah wabah pandemi covid-19 ini.

“Saya mengajak kawan-kawan mahasiswa se-Nusantara untuk betul-betul membaca situasi sekarang ini. Hari ini kita harus ikut serta berkolaborasi saling bahu-membahu untuk terlibat dalam upaya memutus rantai penyebaran covid-19.

Dengan cara mematuhi prokes yang sudah dianjurkan oleh pemerintah,” ujar pres Dimas yang akrab disapa, Minggu, (04/07/2021).

Menurutnya, Covid-19 ini bisa hilang jikalau kita kembali menerapkan asas gotong royong untuk saling menjaga dan mengingatkan satu sama lain.

“Dalam situasi seperti sekarang ini, masyarakat jangan mudah untuk termakan berita-berita hoax. Harus lebih difilter, jangan sampai malah menimbulkan kegaduhan. Fokus kita hari ini adalah memutus rantai penyebaran covid-19,” tegasnya.

Dengan mempercepat pemberian vaksin Covid-19 tentunya diharapkan masyarakat Indonesia bisa memiliki kekebalan tubuh dan masyarakat dapat terhindar dari virus SARS-CoV-2 sehingga kegiatan apapun bisa kembali dilakukan seperti sebelum saat pandemi.

Saat ditanya perihal seruan aksi dan agenda terdekat gerakan mahasiswa yang akan bergerak ke istana. Ia membantah dan menegaskan bahwa BEM Nusantara akan menahan diri dan tetap fokus pada penanggulangan Covid-19 untuk kepentingan bangsa dan negara, menuju indonesia sehat, serta pulih nya ekonomi nasional.

Warga Lido Ngali Saling Bacok, Polisi Tengahi

Bimantika.net Pada hari Minggu 4 juli 2021 sekitr pukul 08.00 wita, bertempat di Lahan tanam Bawang Dusun Mekar Sari Desa Nanga Tumpu Kec. Manggelewa Kab. Dompu, telah terjadi penyerangan menggunakan Senjata Tajam (Sajam).

Penyerangan dengan menggunakan sejenis parang terhadap Warga Desa Lido Kecamatan Belo Kabupaten Bima oleh Warga Desa Ngali Kecamatan Belo Kab. Bima bergabung dengan Warga Dsn. Lara Des. Nanga Tumpu Kecamatan Manggelewa Kabupaten Dompu tersebut berdampak pada kedua belah pihak tersebut sama-sama terluka.

Berikut Identitas Korba dari desa Lido
JUMAIDIN, Laki, Umur sekitar 32 tahun, Islam, Petani, alamat Dusun Tonggo Ndoa Desa Lido Kec. Belo Kab. Bima, ( Luka Robek Punggung.

Hasil medisnya kedalaman luka 3 cm dengan 2 lapisan jahitan, Lapisan pertama 15 kali jahitan, Lapisan kedua 14 kali jahitan dan Luka robek telapak tangan kanan dengan 6 kali jahitan.

Yang diduga Pelaku.
AJUDA AGO, Laki, Islam, Petani, Umur sekitar 43 tahun, alamat Desa Ngali Kec. Belo Kab. Bima.

ERIK, Laki, Islam, Petani, Umur sekitar 37 tahun, alamat Desa Ngali Kec. Belo Kab. Bima.

JUFRIN alias DUTA, Laki, Islam, Petani, Umur sekitar 30 tahun, alamat Dsn. Lara Des. Nanga Tumpu Kec. Manggelewa Kab. Dompu, ( Luka Robek Telapak Tangan Kiri ).

Adapun Kronologis kejadiannya pihak Polsek Manggelewa membuat releasenya

Menurut keterangan saksi di sekitar TKP, warga Desa Lido Kec.Belo Kab. Bima sedang bekerja di lahan tanam bawangnya, tiba-tiba datang sekelompok Warga Desa Ngali Kec. Belo Kab. Bima bergabung dengan warga Dsn. Lara Des. Nangatumpu Kec. Manggelewa Kab. Dompu sekitar 20 orang, langsung menyerang dan membacok warga Des. Lido Kec. Belo Kab. Bima dengan menggunakan Sajam sejenis parang.

Sehingga dari salah satu warga Desa Lido terkena luka robek bagian punggung dan telapak tangan bagian kanannya yaitu sdr. JUMAIDIN.

karena ada yang terluka temannya warga Des. lido tidak terima dan menyerang balik warga Desa Ngali dan warga Dusun Lara Desa Nanga tumpu sehingga dari warga Dusun Lara Desa Nanga Tumpu Kec. Manggelewa Kab. Dompu yaitu Sdr. JUFRIN alias DUTA mengalami Luka Robek Telapak tangan Kiri.

Pada Pukul 08.20 wita Kapolsek Manggelewa IPTU ABDUL MALIK SH, dan Piket jaga Polsek Manggelewa di informasikan oleh Masyarakat melalui Telphone dengan kejadian tersebut di atas dan Anggota Piket Jaga Polsek Manggelewa Langsung meluncur ke TKP yang di pimpin oleh Kapolsek Manggelewa IPTU ABDUL MALIK SH.

Sekitar Pukul 09.00 wita Kapolsek Manggelewa dan Anggota Piket Jaga Polsek Manggelewa tiba di TKP.

Langsung kapolsek menyampaikan beberapa hal. Adapun penyampaian Kapolsek Manggelewa IPTU ABDUL MALIK SH, terhadap keluarga korban agar masalah tersebut di percayakan sepenuhnya kepada pihak keamanan atau pihak penegak hukum untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Kapolsek Manggelewa juga menekankan juga kepada keluarga korban agar tidak terprovokasi oleh pihak yang lain dan atas penekanan atau himbauan dari Kapolsek Manggelewa tersebut pihak Kelurga korban siap akan mempercayakan sepenuhnya kepada pihak keamanan.

Untuk sementara sampai sa’at ini situasi di TKP masih aman terkendali dan bila ada perkembangan situasi kami akan laporkan kembali.

Menurut Pihak Polsek Manggelewa bahwa Kejadian tersebut Berawal dari kurang lebih 10 hari yang lalu saudaea NASIR, Laki, Petani, alamat Desa Ngali Kec. Belo Kab. Bima mencuri HP ( Telphone ) milik sdr. FADIL ,Laki, Petani, alamat Desa Lido Kec. Belo Kab. Bima akan tetapi dengan aksinya tersebut di ketahui oleh saudara FADIL selaku pemilik HP.

Setelah seharian HP tersebut di curi selanjutnya HP Sdr. FADIL di kembalikan.
Kemudian pada hari Sabtu tanggal 3 juli 2021 kedua belah pihak kembali ribut dan berujung dengan di buatnya surat pernyataan Damai di Mapolsek Manggelewa.

Namun pada hari ini Minggu tanggal 4 juli 2021 sekitar Pukul 08.00 wita, mereka dari pihak sdr. NASIR kembali melakukan penyerangan terhadap pihak Sdr. FADIL terkait masalah kemarin yang mereka anggap belum selesai yang mana sudah di mediasi di Mapolsek Manggelewa.

saat ini korban dari desa Lido atas nama Jumadin sudah melaporkan kasus tersebut ke Polsek Manggelewa

Sementara korban yang dari desa Lara atas nama Jufrin belum datang melaporkan kasus tersebut di Polsek. (***)

Bupati IDP Sumbang Pribadi di MTQ Bolo, Berharap Semakin Banyak Generasi Qur’ani

Bimantika.net Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kecamatan Bolo, di gelar di lapangan olah raga Desa Leu, (3/7). Di buka secara resmi oleh Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri, SE (IDP) bersama Wakil Bupati Drs. H Dahlan HM Noer.

Bupati IDP menyumbang secara pribadi uang Rp 5 juta. Dari Baznas Kabupaten Dua Juta Rupiah dan Al-Qur’an, diterima Camat Bolo, Mardianah, SH selanjutnya diserahkan pada Ketua Panitia MTQ, Ismail, S.Pd,

Musabaqah Tilawatil Quran, akan digelar selama seminggu. Ditandai dengan penekanan Sirine oleh Bupati. Didampingi Wabup Dahlan dan Ketua DPRD Kabupaten Bima, Muhammad Putera Feriyandi, S. Ip.

Bupati mengaku, merasa bangga dengan semangat gotong royong yang ditunjukan masyarakat Desa Leu. Selaku tuan rumah, telah mempersembahkan tilawah MTQ yang begitu megah.

“Arena MTQ ini begitu megah dan asri,”ujar Bupati.

Dijelaskan IDP bahwa MTQ yang digelar dapat menghasilkan Syamsuri Firdaus baru. Yang membanggakan kita semua hingga ke tingkat Internasional. Dan Ustad Syamsuri Firdaus, menjadi motivasi seluruh qori dan qoriah.

“Saya berharap para Qori dan Qoriah di Bolo, dapat meraih pretasi yang membanggakan,”kata Bupati Umi Dinda.

MTQ tahun ini, dapat dilaksanakan di tengah Pandemi Covid- 19. Untuk itu, pada seluruh masyarakat tetap menjaga Protokol Kesehatan covid.

Diakui Bupati, membangun daerah bukan saja dari sisi infrastruktur. Tetapi membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang mempunyai Aqidah, menyintai dan memahami isi kandungan Al- Qur’an jauh lebih utama. Untuk itu, masyarakat tetap mengedepankan kebersamaan. Para guru dan alim ulama dapat mendorong lahirnya qori dan Qoriah terbaik. (***)

Polres Bima Lakukan Penyemprotan Disinfectan Gunakan Mobil Water Canon

Bimantika.net Mengantisipasi penyebaran virus corona, Polres Bima Bersama dengan BPBD beserta Damkar melaksanakan penyemprotan disinfektan di jalan umum dan tempat umum (3/7)

Kegiatan penyemprotan ini dengan penggunaan campuran larutan yang efektif dalam mengantisipasi adanya virus corona maupun bibit penyakit lainnya.

Penyemprotan cairan disinfectan dilakukan menggunakan mobil Water Canon polres Bima, pungkasnya

Kapolres Bima AKBP Gunawan Tri Hatmoyo, S.I.K Menambahkan, kegiatan penyemprotan disinfektan akan terus dilakukan jajarannya sebagai upaya pencegahan penyebaran Virus Corona yang akhir-akhir ini meresahkan masyarakat.

“Penyemprotan cairan desinfektan dilakukan sebagai langkah pencegahan penyebaran virus corona atau Covid-19, ”ujar Kapolres. (***)

Rakyat Mengadu Ada Pembalakan Hutan, Gubernur Zul Tidak Tanggapi

Bimantika.net Salah seorang pemuda Kritis asal Jatibaru Kecamatan Asakota Kota Bima, Mardiyansah, S. Pd mengkritisi beberapa hal terkait pembiaran pembalakan liar hutan yang diduga kuat di bekingi oleh oknum Pemangku jabatan

Menurutnya Ada 5 hektar milik eks Oknum pejabat penting Kota Bima yang dipagari seng di duga kuat dilindungi oleh Oknum Kepala KPH MDM Karena sampai dengan hari ini Pagar seng tersebut tidak berani di bongkar, Sementara bangunan lain yang dibangun oleh warga di rubuhkan.

Masalah selanjutnya menurut Man Sapaan akrab Mardyansah, S. Pd adalah Ada izin Kemitraan yang dipungut atas nama pajak di Ncai Kapenta 2020 kemarin dengan di iming-iming akan dikeluarkan IZIN KEMITRAAN dijanjikan oleh Ibunda Yuliati Basri pasca panen 2021 izin tsb keluar, Alhasil non sen hingga detik ini.

Menurut Man bahwa Hutan MANCASARIBA hari ini dibabat habis oleh masyarakat kuat dugaaan atas izin Oknum KPH.

“Kuat dugaan kami hutan dibabat habis karna dibekingi oleh oknum KPH” ujar Man.

Lanjut Man, Buktinya hingga hari ini tempat tersebut tidak di tindak lanjuti artinya Pembiaran pembalakan hutan kerap terjadi.

Man juga meminta pada Gubernur NTB untuk menggantikan Kepala KPH. “Mohon kepala KPH MDM di ganti demi keselamatan masyarakat Kota dan Kabupaten Bima” ujar Man.

Analisa Man bahwa Dengan tingginya harga jagung kemarin maka besar kemungkinan tahun ini, akan lebih luas lagi pembabatan hutan tersebut.

Gubernur NTB DR. H. Zulkieflimansyah yang dikonfirmasi Media Online Bimantika enggan memberikan komentar dan tanggapan. (***)

LP3LH Terus Kawal Kasus Penimbunan Laut

Nursi, S. Sos saat di periksa oleh Polisi sebagai Pelapor Kasus Penimbunan Laut

Bimantika.net Adanya dugaan kasus penimbunan laut yang terjadi di wilayah TPI Teluk Bima beberapa waktu lalu, kini sedang di proses di ranah Hukum.

Sepertinya Aparat Penegak Hukum (APH) dalam hal ini Polres Bima Kota sangat serius menangani dugaan penimbunan laut tersebut sehingga kasusnya jalan tanpa hambatan.

Terbukti APH Polres Bima Kota memanggil Ketua LSM LP3LH NTB Nursi,S.Sos. diperiksa Penyidik Fungsi Tipidter Polres Bima Kota Kamis (1/7/21).

Menurut Oka, bahwa dirinya dipanggil Polisi Terkait Laporan dugaan Tindak Pidana Penimbunan Pesisir Laut dan Pembabatan hutan Mangrove yg dilakukan oleh Oknum Anggota DPRD Kota Bima dari Partai Nasdem HME dan Idr Gnwn Mantan Anggota DPRD Kota BIma.

Lanjut Nursi sapaan akrabnya Bunk Oka menyatakan bahwa dalam laporannya itu dirinya kawal secara ketat hingga ada yanh di tetapkan sebagai Tersangka dan di Vonis Penjara setelah tahapan proses Pembuktian oleh pihak APH.

Menurut Oka bahwa Sangkaan dimaksud bukan asal – asalan tapi sudah terlihat secara kasat mata telah terjadi peristiwa hukum dengan Locus delictinya di Kelurahan Tanjung Kecamatan Rasa Na’E Barat Kota Bima. (***)

Ada Mafia Gas Elpiji, Rakyat Sengsara

Gambar Ilustrasi Gas Elpiji 3 kg

Bimantika.net dengan langka dan naiknya harga Gas Elpiji di Kota dan Kabupaten Bika menjadikan warga marah.

Gejolak dan marahnya sejumlah warga terkait naiknya harga gas elpiji, terutama untuk ukuran tabung 3 kg tidak terbendung.

Kenaikan harga yang sangat drastis dan melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) sempat terjadi sekitar dua minggu lalu hingga saat ini.

Pada tingkat pengecer dan pangkalan ada praktek yang melukai hati rakyat, harga isi ulang gas elpiji 3 kg bisa mencapai kisaran Rp 35.000.

Trent harga yang terus naik tajam seperti ini tak pelak meledakan amarah warga terutama Ibu-ibu rumah tangga yang sangat bergantung pada ketersediaan gas elpiji untuk melakukan pekerjaan rumah tangganya.

Hal senada juga terjadi pada para pedagang kuliner sederhana.

Dari hasil penelusuran dan pengaduan yang diterima wartawan, banyak sekali keluhan dan harapan Ibu-ibu terkait tingginya harga isi ulang gas elpiji tersebut.

Ibu Misbah 38 tahun warga RT 07 Kelurahan Paruga sangat meradang ketika dengan terpaksa harus membeli slot isi ulang gas elpiji 3 kg miliknya.

Misbah kaget ketika diminta membayar diluar batas harga yang ditetapkan, yaitu dengan harga Rp. 33.000. Jumiatul warga Kelurahan Dara juga mengeluhkan hal serupa, dirinya sangat heran ketika harus membayar Rp 30.000 untuk isi ulang tabung gas elpiji 3 kg miliknya. Para pedagang kulinerpun merasakan kesulitan yang sama.

Seorang pedagang makanan siap saji dikompleks pasar amahami (sebut saja Sri) menceritakan pada madambojo bahwa dirinya mengalami kerugian akibat naiknya harga isi ulang gas elpiji miliknya tersebut, karena ongkos yang dikeluarkan tidak sebanding dengan harga jual mie instan siap saji yang dijualnya.

“Serba salah jadinya, jika harga jual dinaikkan maka pembeli akan lari, sementara untuk ongkos elpiji saja sudah membuat saya rugi” Keluh Sri.

Hingga berita ini diturunkan Pemerintah setempat melalui Bagian Ekonomi Setda Kota Bima sudah melakukan langkah penanganan terpadu dengan menghadirkan tambahan kuota gas elpiji dari Pertamina Surabaya (Koordinasi dengan Pertamina Depo Bima)

Dan telah memperkuat regulasi yang diterbitkan Gubernur NTB terkait harga jual tertinggi isi ulang tabung gas elpiji. Pemkot Bima secara resmi telah menerbitkan perwali nomor 41 sebagai regulator untuk memperkuat pergub NTB.

Disamping itu, melalui Bagian Ekonomi Setda, Pemerintah telah membentuk satgas terpadu untuk mengawasi harga dan menindak oknum nakal yang menaikkan harga jual diluar batas kewajaran.

Satgas tersebut nantinya akan diisi para personel dari Pemkot, Kepolisian, TNI dan Perwakilan Agen Resmi.

Adapun berdasarkan hasil dari penelusuran dan investigasi yang dilakukan oleh media ini dengan beberapa wartawan lainnya, telah ditemukan beberapa faktor yang menyebabkan harga jual isi ulang gas elpiji tersebut terus naik tajam.

Sehingga dari hasil temuan dilapangan, media dapat menyimpulkan berbagai bentuk dan modus operandi dari para ‘pemain Gas Elpiji.

Cara kerja para oknum tersebut sangat rapi dan sistematis dan terkesan dikoordinir oleh ‘big bos’, sehingga seringkali membuat Pemerintah kecolongan.

Karena pola yang demikian rapi, tidaklah salah media media ini menyebut para oknum tersebut sebagai kartel elpiji (kartel adalah sekelompok orang yang memfokuskan pekerjaan dalam membentuk dan mengendalikan harga komoditas tertentu).

Beberapa faktor terkait naiknya harga tersebut adalah sebagai berikut ini :

  1. KECURANGAN PADA TINGKAT PANGKALAN, yaitu sengaja menjual jauh diatas batas harga yang ditetapkan pemerintah yang sebesar Rp 15.000. Hampir disetiap pangkalan harga isi ulang tabung elpiji 3 kg adalah sekitar 18.000 dan harga tersebut masih dalam batas toleransi warga. Berbanding terbalik dengan beberapa pangkalan nakal yang menjual dengan harga Rp. 30.000 sampai 35.000 atau mengalihkan jatah pangkalan pada pencecer/calo yang tidak memiliki hak distribusi sehingga oleh pengecer tersebut harga jual elpiji bisa dinaikkan sampai harga 37.000.
  2. PERAN PIHAK KETIGA ATAU CALO/PENGECER ILEGAL yaitu mereka yang membeli jatah atau menjualkan jatah dari pangkalan nakal yang karena takut ditindak Pemerintah mengalihkan jatah gas elpijinya kepada para pengecer ilegal atau calo.
  3. DISFUNGSI AGEN TUNGGAL yaitu dimana dalam hal ini PT Tanone Jaya selaku agen tunggal pemasok gas pada pangkalan menutup mata atas tindakan yang dilakukan oleh pangkalan/pengecer nakal. Padahal dengan kewenangan yang dimilikinya, Agen tunggal dapat menghentikan droping pada pangkalan nakal jika masih terbukti mempermainkan harga. Dalam wawancaranya dengan wartawan, Agus Rusmanto selaku manager PT Tanone Jaya mengaku tidak mampu memberikan sangsi pada pangkalan nakal, padahal jika berkeinginan kuat menghentikan kekacauan harga ini maka agus bisa saja menghentikan distribusi pada pangkalan nakal tersebut. “Kami hanya mengimbau pada pangkalan agar tidak menaikkan harga jauh melebihi HET (harga eceran tertinggi)” ucap Agus.
  4. ADANYA KARYAWAN NAKAL DARI AGEN TUNGGAL, para pekerja atau karyawan tersebut kerap dipergoki masyarakat ketika menurunkan tabung gas diluar rute yang ditetapkan agen dan pemerintah.

Wartawan pernah memberikan bukti rekaman pada manager Tanone Jaya, namun Agus Rusmanto sebagai manager menampiknya dengan mengatakan bahwa untuk rute Nitu dan Oi fo’o memang tidak bisa diturunkan di pangkalan karena keterbatasan akses jalan bagi truk pengangkut.

Hal ini jelas dapat menimbulkan resiko tinggi ketika pangkalan harus menjemput sendiri tabung gas tersebut dengan kendaraan yang tidak safety.

Menurut Agus, perjanjiannya dengan pangkalan-pangkalan yang berada di Oi Fo’o adalah tabung gas hanya bisa diantar sampai Kelurahan rontu dan pemilik pangkalan harus membawanya sendiri ke Nitu dan Oi Fo’o.

Ketika ditanyakan bahwa jika bukti valid terkait permainan pangkalan nakal dapat dihadirkan, apakah bisa langsung diberikan sangsi berupa penghentian droping gas elpiji.

Agus tampak ragu menjawabnya. Begitu pula terkait karyawan atau supir nakal, Agus masih berkilah bahwa dirinya mengalami keterbatasan sumberdaya untuk mengawasinya.

Padahal cukup dengan sistem GPS Terintegrasi, Agus sudah bisa mengawasi rute dari armada pengangkutan tabung gas via Android.

  1. TIDAK SINERGISNYA STEKEHOLDER DENGAN SATGAS TERPADU, Kabag Ekonomi Setda Kota Bima Ruslan SE MM mengaku sudah sejak lama berkoordinasi dengan Agen maupun pangkalan terkait fenomena lonjakan harga yang terjadi, namun hanya Pertamina Depo Bima yang sudah koperatif dengan memfasilitasi tambahan kuota elpiji dari surabaya.

Baik Agen maupun pangkalan yang teridentifikasi nakal, belum menunjukan tanda tanda koperatif dalam menyikapi hal ini.

Berbagai gejolak yang timbul karena lonjakan hal ini tidak bisa disikapi hanya dari sisi administratif dan ekonomis, namun aspek yuridis harus dihadirkan Pemerintah guna mencegah dan memberantas permainan Kartel Elpiji

sehingga tidak terulang dimasa yang akan datang. Pelibatan Satgas Pangan dari Kepolisian sangat diperlukan untuk menindak Kartel elpiji tersebut. (Madamedia//ikbal***)