Bupati IDP, Qurban Puluhan Sapi dan Kambing Idul Adha Tahun Ini

Bupati Bima 2 Periode Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE (IDP) dan Putra pertamanya yang juga sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bima Periode 2019-2024 Muhammad Putera Feryandi, S. Ip. Foto.doc.BMM2019

Bimantika.net KABUPATEN BIMA Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE (IDP) beserta keluarga besarnya menyumbang 18 ekor sapi dan 4 ekor kambing secara pribadi, pada idul Adha (Qurban) 1442 Hijriah, Tahun 2021.

Sejumlah hewan Qurban tersebut telah didistribusikan ke seluruh Kecamatan se Kabupaten Bima.

Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Bima, M Chandra Kusuma AP, mengatakan, pada tahun 2021 ini, Pemerintah Kabupaten Bima, tidak menyelenggarakan hewan Qurban. Karena anggaran tidak ada, sehingga tidak memungkinkan untuk pembelian hewan Qurban.

“Jadi, Pemerintah menyampaikan permohonan maaf pada masyarakat,” ujar Candra di Kantor Bupati Bima.

Dijelaskan Chandra, hanya Idul Qurban tahun 2021 ini Pemkab Bima tidak melakukan Qurban. Sedangkan untuk tahun 2020 kemarin, puluhan sapi dan kambing Qurban dibeli Pemkab Bima.

Bupati IDP, berharap, bantuan ternak untuk Qurban dan dikirim ke Kecamatan-kecamatan tersebut, bisa membantu keluarga yang berhak menerima.

“Semoga saja apa yang kita lakukan selalu bernilai ibadah di hadapan Allah SWT” demikian ujar singkat IDP saat dikonfirmasi Media Bimantika. (***)

Kapolri Sebut 475.420 Paket dan 2.471.217 Kg Beras ke Warga Selama PPKM Darurat

Bimantika.net JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan bahwa percepatan penyaluran bantuan sosial (bansos) di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat telah dilakukan di seluruh wilayah.

Sigit mengungkapkan, sejak pertama kali diterapkan PPKM Darurat pada tanggal 3 Juli hingga 19 Juli 2021, setidaknya Polri telah menyalurkan 475.420 paket dan 2.471.217 Kilogram beras sudah disalurkan kepada masyarakat. Khususnya, warga yang paling terdampak akibat Pandemi Covid-19.

“Sejak periode 3 sampai dengan tanggal 19 Juli 2021, Polri telah mendistribusikan bantuan sosial kepada masyarakat yang terdampak Covid-19 di 34 wilayah Polda sebanyak 475.420 paket sembako dan 2.471.217 Kg beras,” kata Sigit dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa (20/7/2021).

Kemudian, sepanjang tahun 2020, bantuan sosial yang disalurkan Polri sebanyak 394.347 paket sembako, 30.000 ton beras, 790.436 Alkes/APD, dan mendirikan 13.119 dapur umum.

Sementara, sampai dengan 2 Juli 2021, bantuan Sosial yang disalurkan Polri sebanyak 750.780 paket sembako, 3.753 ton beras, 763.079 Alkes/APD, dan mendirikan 143.467 dapur umum.

“Akselerasi penyaluran bantuan sosial kami lakukan di seluruh Indonesia atau 34 provinsi. Baik wilayah yang menerapkan PPKM Darurat ataupun PPKM Mikro,” ujar Sigit.

Menurut Sigit, Pemerintah melalui TNI dan Polri juga telah menggelontorkan bantuan sosial PPKM Darurat dengan menyasar para masyarakat yang memang membutuhkan. Selain itu, vaksinasi nasional untuk menuju Herd Immunity terus dilakukan.

Sebab itu, Sigit menginstruksikan kepada seluruh jajarannya dari tinggal atas hingga level bawah untuk terus melakukan percepatan distribusi bantuan sosial PPKM Darurat kepada masyarakat.

Ia juga meminta untuk jajaran TNI-Polri melakukan mapping dalam penyaluran bansos tersebut. Sigit berharap tak ada lagi wilayah yang melaporkan adanya saluran bantuan sosial tersebut terhambat.

Mantan Kabareskrim Polri ini juga mengingatkan kepada seluruh masyarakat, untuk melakukan komunikasi dan koordinasi dengan Bhabinkamtibmas dan Babinsa apabila stok bansosnya habis. Sebab itu, Sigit mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang.

“Masyarakat tetap tenang dan jangan khawatir, apabila bantuan yang diberikan habis, segera melapor. Nanti jajaran TNI dan Polri ataupun Kementerian Sosial akan memberikan lagi bantuan sosial tersebut,” ujar Sigit.

Disisi lain, Sigit menjelaskan, penerapan protokol kesehatan, merupakan kunci untuk menekan laju pertumbuhan virus corona di tatanan masyarakat. Karena itu, Sigit menegaskan pentingnya untuk terus melaksanakan protokol kesehatan di kehidupan sehari-hari.

“Semua ini dilakukan untuk sama-sama menjaga kesehatan untuk keluarga, diri sendiri dan orang lain,” ujar Sigit.

Dalam hal ini, Sigit juga mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk terlibat aktif dalam program vaksinasi nasional maupun mendistribusikan bantuan sosial kepada masyarakat.

“Saya mengajak elemen masyarakat, mulai dari mahasiswa, aktivis, OKP, Ormas, tokoh agama, ulama, dan tokoh masyarakat untuk bersama-sama dan bergandengan tangan untuk membantu masyarakat Indonesia dan mewujudkan target dari Pemerintah Indonesia,” ucap Sigit.

Sementara itu, demi meringankan beban dan keterbatasan masyarakat di tengah PPKM Darurat ini, Polri juga mengirimkan hewan kurban se-Indonesia, khususnya di permukiman masyarakat yang paling terdampak akibat Pandemi Covid-19 ini.

“Semoga semua yang kita lakukan di Idul Adha ini menjadi ladang amal dan ibadah untuk kita semua. Dalam kesempatan yang baik ini, saya ingin mengucapkan selamat merayakan Idul Adha bersama keluarga, tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan, menerapkan 5M, dan tetap di rumah saja, agar Pandemi Covid-19 segera berakhir di Indonesia,” tutup Sigit. (****)

Mori Hanafi Politisi Gerindra Putra Ngali, Cakrawala Berpikir Indonesia Raya

Bimantika.net Wakil Ketua DPRD Propinsi NTB, Mori Hanafi, SE., M. Comm adalah Politisi Partai GERINDRA NTB Putra Asli Desa Ngali Kecamatan Belo Kabupaten Bima yang sudah sukses di kancah Politik Regional Nusa Tenggara Barat (NTB)

Masa Kecilnya dihabiskan di DKI Jakarta Mulai dari Sekolah Dasar (SD) hingga menyelesaikan Study Sarjana Strata Satu dan Strata Dua (S2) Luar Negeri.

Salah Seorang Politisi Muda Asal Desa Ngali Kecamatan Belo Kabupaten Bima, Abd. Heris, SH atau biasa dengan nama Krennya HERIS OMPU KAPA’A membeberkan sosok Mori Hanafi.

“Pak Mori Hanafi lahir dan besar di Jakarta. Kalian tau Jakarta itu apa…? Miniaturnya Indoensia, pusat politik dan pusat pemerintahan. Apa maknanya? Pak Mori Hanafi ada dalam lingkaran itu. Jelaslah dia melihat NTB dalam kacamata yang enteng sebab cakrawala penglihatannya yang luas beliau meniti lebih awal dipusatnya Indonesia Raya yaitu Jakarta” Demikian Ungkap Heris Ompu Kapa’a.

Menurut Heris bahwa Menariknya, Pak Mori lebih mengidentikan dirinya sebagai Orang Ngali. Artinya beliau bangga sebagai orang Ngali, tempat tumpah darah Ayah Bundanya. Lalu apa resiko baginya? Lahir resistensi yang laten dari dalam lingkaran orang Bima sendiri pada sebagian orang tentunya.

Lanjut Heris, Resistensi yang laten itu pemicunya cuman satu, keinginan mereka menguasai orang Ngali selalu kandas disetiap momen.

Masalahnya watak orang Ngali juga punya kecenderungan menguasai. Kenapa begitu? Percaya diri orang Ngali itu massif, aksinya terstruktur, konsolidasi sosialnya sistimatis.

“Maka bisa dihitung jari orang Ngali gagal dalam bertarung. Juga enggan bertarung kalau estimasinya tidak menang” ujar Politisi Muda ini.

Masih menurut Heris bahwa Pak Mori ini melanggeng jadi DPRD Propinsi pada kali pertama bertarung. Jadi unsur pimpinan pula. Benar beliau gagal jadi 02 Wagub NTB. Tapi jangan lupa Bima dan Dompu beliau pegang bendera kemenangan.

Belum lama berselang dari kekalahan 02 NTB, Kembali terpilih DPR Propinsi, jadi unsur pimpinan lagi. Politik cerdik sangat terang terpatri padanya.

Belum lama ini Pak Mori muncul tiba-tiba calon Ketua PSSI NTB. Eh menang juga dengan mengalahkan Bupati Lombok Tengah pada selisih 3 biji suara pak Mori unggul. 4 suara sah Kab Bima dan Kota Bima justeru tidak satu suara pun jatuh ke Pak Mori Hanafi.

Apa sebab?
Orang Ngali kalau bertarung maha sulit dikadalin. Tapi lentur dan sangat mencair kalau diajak bangun komitmen.

Selama Pak Mori Hanafi mendedikasikan segala kemampuan, tenaga, pikiran serta perhatian pada NTB, sungguh beliau hafal watak sosial masyarakat setempat.

“Karena itu beliau tau mana lawan, mana kawan. Yang lain justeru sebaliknya yakni kawan dimusuhi dan musuh ditemani” beber Heris.

“Maka jangan sesal kalau selalu jadi korban para politisi kacang goreng. Majukan sepak Bola NTB kakandaku Mori dan pasti bisa membuktikan itu” demikian Support Heris pada Mori Hanafi yang baru beberapa hari ini menjabat sebagai Ketua PSSI Propinsi NTB. (***)

Cegah Konflik Ditengah Pandemi Covid-19, Polres Bima Terus Lakukan Operasi Rutin

Bimantika.net KABUPATEN BIMA Guna Memberikan Rasa Aman,nyaman Dan Bagi Masyarakat Kecamatan Parado Yang Sedang Dalam Suasana Lebaran Idul Adha 1442.H. Terlebih- Lebih Dimasa Pandemi Covid 19, Polsek Parado Menggelar Patroli Rutin, di wilayah Hukum nya Kecamatan Parado Kabupaten Bima, Selasa 20/ Juli /2021, Sekira pukul 14.00 Wita.

Patroli Rutin Yang Dipimpin Langsung Oleh Kapolsek Parado IPTU Nazaruddin Menyasar Seluruh Desa Yang ada di wilayah Hukum Polsek Parado, Selain Memberikan Rasa aman dan nyaman Serta Meminimalisir Segala Bentuk Kejahatan.

Juga Mengajak Masyarakat Agar Supaya Tetap Mengikuti Protokol kesehatan Guna Menekan Laju maupun Memutus Matarantai Penyebaran Virus Covid-19,Terang Adib Dalam Laporan Tertulis Resminya.

Setelah Menyambangi Empat Desa Nazarudin Dan Anggota nya Bertolak Menuju Desa Lere Yang Terletak Di Selatan Wilayah Kecamatan Parado, Sesampainya di desa Lere Tepatnya di pantai Lere,yang Merupakan Destinasi wisata yang Sering dikunjungi Oleh Wisatawan lokal Disetiap Hari Libur Maupun perayaan Hari hari Besar, Tim patroli Mendapati Sekelompok Warga yang Mengadakan Hiburan Organ Tunggal.

Kapolsek Beserta Anggota nya Langsung Membubarkan Kegiatan Tersebut Karena Selain Memicu Terjadinya Konflik Juga Jelas Melanggar Protokol Covid 19.

Dan Dikhawatirkan akan Menambah Jumlah Masyarakat Yang Terpapar, Dengan Mengedepankan Humanis Nazarudin Menghimbau kepada seluruh Warga Agar Kegiatan Dihentikan papar Adib.

“Kapolsek Menegaskan Bahwa pihak nya Tidak Pernah Memberikan Ijin untuk menyelenggarakan Acara Seperti ini apa Lagi Di masa Pandemi Covid 19, Apa bila ini terjadi lagi pihaknya Akan mengambil Langkah Tegas” Tandasnya.

Lanjut Adib, Setelah Mendengarkan Himbauan Dari Kapolsek Sekelompok Warga Membubarkan Diri, Alat alat Organ tunggal pun Diangkut oleh pemilik nya dan Dikawal oleh Tim Patroli, Seluruh Kegiatan Berjalan Lancar, Tutup Adib. (***)

Ketua KPK : Esensi Idul Adha dalam Pemberantasan Korupsi di NKRI

Bimantika.net JAKARTA Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia, Firli Bahuri, berharap agar umat Islam di Indonesia tidak kehilangan semangat Idul Adha 1442 H walau rangkaian ibadah hingga perayaan hanya dapat dilakukan dari dalam rumah dengan cara sederhana lantaran masih dalam masa pandemi Covid-19.

Menurut Firli, tidak sedikit hikmah serta nilai-nilai kehidupan yang dapat dipetik dari makna dan esensi Idul Adha.

“Tidak berlebihan jika kami menilai esensi, makna serta nilai-nilai kehidupan dari tauladan yang diberikan keluarga Nabi Ibrahim, adalah solusi dari permasalahan besar bangsa kita, yaitu laten korupsi serta perilaku koruptif yang masih berurat akar di republik ini, ” kata Firli dalam keterangannya, Selasa (20/7/2021).

Menurut Firli Hari ini, Selasa, 20 Juli 2021, segenap Umat Muslim dunia khususnya Indonesia, kembali merayakan Hari Raya Idul Adha 1442 H, Hari Raya Kurban yang tidak dapat kita rayakan seperti biasanya karena masih mewabahnya pandemi Covid-19 di tanah air.

Meskipun demikian, kami yakin Umat Muslim tidak kehilangan semangat Idul Adha, Hari Raya Kurban, meski rangkaian ibadah hingga perayaan hari nan suci ini, hanya dapat dilakukan dari dalam rumah dengan cara sederhana ditengah masa pandemi Covid-19.

Tidak sedikit hikmah serta nilai-nilai kehidupan yang dapat kita petik dari makna dan esensi Idul Adha, Hari Raya Kurban, salah satunya dari sejarah kisah Nabi Ibrahim AS dan Istrinya Siti Hajar dan buah hati mereka, Ismail AS, satu diantara kisah 25 Nabi yang biasa kami dengar sebagai dongeng penghantar tidur semasa kecil, oleh almarhum ayah dan ibu.

Kisah keluarga Ibrahim, Siti Hajar dan Ismail yang menjadi asal muasal ibadah Haji, Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban, banyak memberikan tauladan baik bagi kehidupan umat manusia tentang arti dan makna sebuah pengorbanan, kepatuhan, ke-ikhlasan serta keberanian luar biasa dan tekad kuat untuk menjalankan semua kewajiban dan menjauhi segala larangan-Nya, sebagai wujud kecintaan utuh kepada Allah SWT.

Tidak berlebihan jika kami menilai esensi, makna serta nilai-nilai kehidupan dari tauladan yang diberikan keluarga Nabi Ibrahim, adalah solusi dari permasalahan besar bangsa kita, yaitu laten korupsi serta perilaku koruptif yang masih berurat akar di republik ini.

Negeri ini butuh anak-anak bangsa yang memiliki keberanian luar biasa layaknya seorang Ismail, kerelaan dan keikhlasan sejatinya Siti Hajar, keteguhan segenap hati serta jiwa ayah bernama Ibrahim, dalam perang badar melawan korupsi yang telah menggurita di negeri ini.

Perlu di ingat, bukannya menyerah atau larut dalam bisik dan bujuk rayu setan yang terkutuk, Nabi Ibrahim se-keluarga melempari penghuni kekal neraka (setan) ini dengan batu, yang kita ketahui sebagai kegiatan jumrah dalam salah satu adab pelaksanaan ibadah haji di tanah suci Makkah Al Mukaramah.

Bercermin dari keluarga Nabi Ibrahim dan Idul Adha, Hari Kurban, hal ini seyogianya kita jadikan momentum untuk melempar jauh perilaku koruptif, menyembelih sifat serta tabiat tamak layaknya seekor binatang yang sejatinya ada namun terpendam dalam diri setiap manusia.

Tabiat tamak manusia pada hakikatnya adalah wujud nyata ketidakmampuan kita mengontrol dan mengendalikan hasrat serta hawa nafsu sehingga menjadi rakus layaknya se-ekor tikus, tidak pernah puas, selalu merasa kurang dengan apa yang telah dimiliki.

Dalam perspektif sejarah Islam, sebuah riwayat hadis bahkan menyebut bahwa Baginda Rasulullah Muhammad SAW enggan menyalati jenazah seseorang yang melakukan penggelapan harta, Naudzubillah Min Dzalik.

Alasan Nabi Muhammad SAW enggan menshalati jenazah tentara tersebut adalah almarhum telah menggelapkan harta yang bukan menjadi haknya. Meskipun demikian, Rasulullah memerintahkan para sahabat untuk menshalati jenazah almarhum sebelum dikebumikan.

Ibnu Abdil Barr dalam al-Tamhid menyatakan bahwa terdapat tujuan dalam kebijakan yang diambil oleh Rasulullah, yaitu memberi hukum jera bagi orang-orang yang masih hidup agar tidak melakukan perbuatan serupa dan bagi mereka yang masih melakukan untuk segera menyudahinya.

Setelah ditelusuri, ternyata sahabat yang gugur tersebut masih menyimpan manik-manik hasil rampasan perang yang belum dibagikan, yang nilainya sekitar dua dirham. Hanya karena menggelapkan ghanimah senilai dua dirham, Nabi SAW menunjukkan ekspresi kebencian yang terang. Bagaimana dengan yang korupsi lebih besar dari itu?

“Dengan meneladani kisah Nabi Ibrahim AS dan Ismail AS, khususnya Baginda Rasulullah Muhammad SAW, esensi dan makna Idul Adha serta menjaga Akhlaqul Karimah ANTIKORUPSI, mari kita rayakan Idul Adha, Hari Raya Kurban dengan sederhana”

beribadah bersama keluarga dirumah saja dan tetap meriahkan lebaran dengan bersilaturahmi ke sanak famili, keluarga, teman, sahabat melalui tatap muka langsung via online, dan senantiasa berdoa memohon kehadirat Allah SWT dalam perang badar bangsa ini melawan korupsi di NKRI.(***)

Polsek Parado Bagikan Daging Kambing Untuk Warga

Bimantika.net KABUPATEN BIMA Kepolisian Resor Bima Serta Polsek Jajaran Dalam Menyambut Hari Raya Idul Adha 10 Hijriah 1442 H, Juga Menyembelih Sapi Kurban Di tiap Polsek dengan

Tujuan untuk Dibagi bagikan Kepada Masyarakat Yang Berhak Menerima nya,Ba,da Sholat Idul Adha Polsek Parado Menyembelih Dua Ekor Sapi Bertempat Di Mapolsek Parado Selasa 20/07)21 Sekira Pukul 08:30 Wita.

Lima Desa Yang Ada Wilayah Hukum Polsek Parado Mendapatkan jatah Masing-Masing Desa Parado Wane sebanyak 35 bungkus,Desa Parado Rato sebanyak 30 bungkus,Desa Parado Kanca sebanyak 20 bungkus,Desa Parado Kuta sebanyak 20 bungkus, Dan Desa Parado Lere sebanyak 20 bungkus.

“Sebelum Dibagikan Terlebih Dahulu Bhabinkamtibmas Desa Masing masing Melakukan pendataan” Jelas Adib.

Kapolsek Parado IPTU Nazaruddin Melalui Kasi Humas Polres Bima IPTU Adib Widayaka Menuturkan, Sebelum Pemotongan Sapi Kurban Nazarudin Sudah Memberitahukan Kepada Warga Kecamatan Parado Bahwa Polsek Parado Mengadakan penyembelihan Sapi Kurban, Tuturnya.

Ba’da Sholat Idul Adha Warga Berduyung duyung Mendatangi Mapolsek Parado Untuk Mendapatkan Daging sapi,pada Saat pembagian itu Nazarudin Juga Menghimbau Agar Supaya Masyarakat Tetap Mengikuti Protocol kesehatan Demi Memutus Matarantai Penyebaran Virus Covid-19,Terang Adib.

Dikatakannya, Bagi Masyarakat Berusia Lanjut (Lansia) Nazarudin Beserta Anggotanya Langsung Membagikan Daging Sapi Tiap- Tiap Rumah Lansia,

“Nazarudin Juga Memerintahkan Kepada Bhabinkamtibmas Untuk Langsung Membagikan Daging Tersebut Disetiap Desa Binaanya Masing-Masing” papar Adib.

Sementara itu Kapolsek Parado IPTU Nazaruddin Mengatakan Semoga Apa yang kami Lakukan ini Bisa Bermanfaat Bagi Masyarakat Serta Menjadi Nilai Ibadah Di hadapan Allah SWT.

Kegiatan Yang juga ikut Di Bantu Ibu- ibu Bhyangkari Polsek Parado Berjalan Lancar Dan Berakhir Sekira Pukul 12:30 Wita.(***)

Warga Dadibou dan Donggobolo Berseteru, Polisi Kendalikan Situasi

Bimantika.net KABUPATEN BIMA Dugaan Terjadinya tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan konsentrasi massa dan ketegangan antara Warga Desa Donggobolo dan Desa Dadibou Kecamatan Woha Kabupaten Bima.

Pada hari Selasa tanggal 20 Juli 2021 sekitar pukul 11.00 wita,Bertempat di Waterboom Donggobolo Desa Donggobolo Kecamatan Woha Kabupaten Bima, Telah terjadi dugaan kasus penganiayaan oleh sekelompok orang yang diduga warga Desa Dadibou Kecamatan Woha Kabupaten Bima terhadap korban atas nama.Mastono Umur 44 tahun Alamat RT.08/02 Desa Nisa Kecamatan Woha Kabupaten Bima.

yang mengakibatkan korban mengalami luka pada bagian pipi sehingga di bawa ke Puskesmas Woha dan kejadian ini memicu konsentrasi massa antara kedua Kampung adapun motif kejadian tersebut di duga karna tidak mau membayar uang parkir.

Menurut Humas Polres Bima bahwa Sekitar Pukul 11.00 Wita Kejadian berawal korban datang untuk menjemput anaknya di lokasi Waterboom dan hendak memarkir motornya tiba-tiba di datangi oleh seorang pemuda untuk meminta uang sewa parkiran dan di jawab oleh korban yang mana yang tukang parkirnya tiba tiba datang sekitar 7 orang teman dan korban sempat memberikan uang namun tiba-tiba salah satu pelaku memukul korban dan korban sempat membela diri kemudian terjadilah pengeroyokan terhadap korban.

akibat pengeroyokan tersebut korban mengalami luka robek dibagian pipi sehingga korban di bawa oleh keluarganya ke PKM Woha .

Sekitar Pukul 12.00 wita Pihak Keluarga Korban yang ada di Desa Donggobolo tidak terima atas kejadian tersebut sehingga terjadi konsentrasi massa di Desa Donggobolo akan melakukan penyerangan ke Desa Dadibou karena diduga para pelaku berasal dari Desa Dadibou namun berhasil di redam oleh pihak kepolisian Polsek Woha dipimpin langsung oleh pak Kapolsek Iptu Saiful Anhar,S.Sos

Sekitar Pukul 12.30 Wita salah seorang pelaku berhasil di amankan oleh anggota Polsek Woha. Dan langsung di bawa ke Polsek Woha untuk diperiksa dan di proses lebih lanjut.

Dan Pukul 13.00 Wita kembali terjadi konsentrasi massa kedua Desa antara Warga Deda Donggobolo dan Warga Desa Dadibou dan sempat massa kedua Desa memasuki area persawahan untuk melakukan saling serang.

namun aksi saling serang tersebut dapat di tarik mundur oleh pihak kepolisian Polsek Woha dipimpin langsung oleh pak Kapolsek Iptu Saiful Anhar,S.Sos sehingga massa kedua belah pihak kembali ke Desa Masing – masing .

Sekitar Pukul 15.50 wita hingga berita ini di turunkan Situasi kedua Desa untuk sementara terpantau aman dan kondusif dan apabila ada perkembangan kembali akan dilaporkan lebih lanjut

Menurut pihak Humas Polres Bima bahwa Terjadinya ketegangan antara Warga Desa Donggobolo dan Desa Dadibou di picu oleh terjadinya kasus penganiayaan yang di lakukan oleh sejumlah petugas parkir yang diduga berasal dari Desa Dadibou yang menagih uang sewa parkir pada korban dan pada saat itu korban sempat menolak sehingga terjadi ketegangan dan berujung pada pengeroyokan dan penganiaan.

Dengan Adanya konsentrasi atau reaksi massa dari Desa Donggobolo di akibatkan oleh korban berasal dari Desa Donggobolo namun berdomisilih di Desa Nisa Kecamatan Woha Kabupaten Bima.(***effen)

Kabareskrim Selidiki Tambang Di Kalsel Yang Nekat Beroperasi Meski Sudah Disegel

Bimantika.net JAKARTA Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komjen Pol Agus Andrianto akan menyelidiki lokasi tambang milik PT Damai Mitra Cendana di Kalimantan Selatan yang diduga bodong. Pasalnya, tambang batu bara tersebut disinyalir nekat kembali beroperasi meskipun sudah disegel oleh Bareskrim.

“Kita cek dan dalami info tersebut, prosesnya seperti apa, kita koordinasi dengan (Kementerian) ESDM,” ujarnya kepada awak media, Senin (19/07/2021).

Sebelumnya, penyegelan tambang yang berada di Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar itu, dilakukan oleh Bareskrim Polri pada akhir Juni lalu. Kemudian aktivitas penambangan sempat dihentikan sementara.

Tindakan penyegelan turun setelah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo rapat dengan Komisi 3 DPR RI, di kompleks parlemen pada pertengahan Juni lalu.

Dalam rapat tersebut, Wakil Ketua Komisi 3, Pangeran Khairul Saleh menyebut ada puluhan Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang bermasalah di Kalsel, salah satunya Damai Mitra Cendana yang beroperasi di Banjar.

Perusahaan ini berani melakukan eksploitasi mulai dari penambangan hingga pengapalan batu bara tanpa mengantongi dokumen yang sah. Sehingga Khairul mendesak Kapolri untuk melakukan penindakan.

“Saya minta Kapolri untuk menangkap sindikat pembuat IUP aspal (asli tapi palsu), termasuk perusahaan yang menggunakan dokumen aspal yang sudah bekerja melakukan eksploitasi juga ditangkap,” tegas Khairul.

Meski sudah disegel oleh Bareskrim, namun pada Sabtu (17/7) kemarin, perusahaan tersebut diduga kembali beroperasi dengan berganti nama menjadi PT Damai Mitracendana Abadi, dan menambang di area yang disinyalir sama seperti sebelumnya, di tempat Damai Mitra Cendana.

Informasi itu diketahui dari salinan surat yang dikirim oleh Damai Mitracendana Abadi kepada PT Mitra Agro Semesta. Surat tersebut menggunakan cap dan logo Damai Mitracendana Abadi, yang diteken oleh Ahmad Yudhistira sebagai Direktur Utama serta Rakhman Silvika Maksum sebagai Kepala Teknik Tambang.

Saat dicek di sistem administrasi Direktorat Jenderal Mineral Dan Batubara Kementerian ESDM, yaitu Minerba One Data (Modi), nama Damai Mitracendana Abadi tidak terdaftar.

Adapun Mitra Agro Semesta merupakan perusahaan swasta pengelola lahan yang ditunjuk oleh PT Perkebunan Nasional (PTPN) XIII. Di dalam lahan milik PTPN XIII itu, terdapat sejumlah perusahaan tambang yang beroperasi, termasuk Damai Mitra Cendana.

“Melalui surat ini kami beritahukan bahwa kami akan memulai kembali aktivitas operasional pertambangan di Wilayah Izin Usaha Pertambangan PT Damai Mitracendana Abadi pada Sabtu pagi, 17 Juli 2021,” tulis Yudhistira dalam surat itu.(//rm//bbs/***)

Walikota HML Koordinasi dengan Bulog, 200 Ton Beras Untuk Warga PKH

Bimantika.net KOTA BIMA Ditengah Pandemi Covid-19, Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) tetap memikirkan urusan rakyat Kota Bima.

Buktinya (19/7/2021) Walikota HML melakukan Silaturrahim dengan Tim Bulog dalam rangka koordinasi penyaluran Bansos Beras Bulog sebanyak 200 ton yang diperuntukkan bagi 15.785 KPM PKH dan BST Kota Bima.

“Semoga bantuan ini menjadi berkah untuk warga Kota ditengah meningkatnya angka pasien Covid-19 di Kota Bima yang akhir-akhir ini dapat terkendalikan” Demikian ungkap Walikota HML.

Lanjut Mantan Anggota DPR RI Dua Periode Fraksi Partai Golkar ini bahwa sesungguhnya Program Keluarga Harapan (PKH) adalah program pemberian bantuan sosial bersyarat kepada Keluarga Miskin (KM) yang ditetapkan sebagai Keluarga penerima manfaat (KPM) PKH.

dirinya juga menjelaskan bahwa PKH adalah Sebagai bentuk ikhtiar percepatan penanggulangan kemiskinan, sejak tahun 2007 Pemerintah Indone­sia telah melaksanakan PKH.

Menurut Walikota HML bahwa PKH ini adalah Program Perlindungan Sosial yang juga dikenal di dunia internasional dengan istilah Conditional Cash Transfers (CCT).

“Program PKH cukup terbukti sukses dalam menanggulangi kemiskinan yang dihadapi di negara-negara tersebut, terutama masalah kemiskinan kronis” ujar HML yang juga Mantan Aktivis Pergerakan 1998.

Ia menjelaskan juga bahwa PKH sebagai salah bentuk ikhtiar pemerintah dalam rangka pengentasan kemiskinan di negeri ini.

Walau demikian, HML sangat berharap juga bahwa Keluarga penerima manfaat (KPM) PKH didorong untuk bisa segera menjadi KPM PKH mandiri. (***)

Kapolres Lotara Pimpin Apel Pengamanan Malam Takbiran Hari Raya Idul Adha 1442 H

Bimantika.net KABUPATEN LOMBOK UTARA Dalam rangka memelihara keamanan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) yang diprogramkan Kapolda NTB Irjen Pol Mohammad Iqbal S.I.K M.H tentunya dilaksanakan Polres jajaran Polda NTB, termasuk Polres Lotara diantaranya dengan melaksanakan apel malam kesiapan Pengamanan Malam Takbiran Hari Raya Idul Adha 1442 H di daerah hukum Polres Lombok Utara.

Kepala Kepolisian ( Kapolres ) Lombok Utara ( Lotara ) Polda NTB AKBP Feri Jaya Satriansyah,SH pimpin pelaksanaan Apel kesiapan pengamanan malam Takbiran Hari Raya Idul Adha 1442 H Tahun 2021 bertempat di lapangan Apel Polres Lotara, Seperti yang di sampaikan oleh Kasi Humas Polres Lotara Ipda Mulyadi dalam keterangan persnya Senin, (19/07/2021)

Kegiatan yang di hadiri Waka polres Lotara Kompol Setia Wijatono,SH, para Kabag, para Kasat, para Kasi, serta di ikuti oleh Anggota Polres Lotara, Anggota TNI, Dishub KLU, dan Sat Pol PP KLU berlangsung pulul 15.00 Wita.

Dalam amanatnya Kapolres Lotara, Polda NTB AKBP Feri Jaya Satriansyah,SH mengatakan, “bahwa Sebentar lagi kita akan melaksanakan rangkaian kegiatan operasi kemanusiaan. karna kegiatan ini adalah kegiatan dalam rangka memberikan rasa aman sekaligus rasa selamat kepada masyarakat warga Lombok Utara.

Sebagaimana rekan ketahui kita masih berada ditengah Pandemi Covid 19 sehingga sasaran kegiatan kita pun adalah kegiatan kegiatan yang di lakukan oleh warga masyarakat dengan pendekatan kemanusiaan. Sasaran bukan masalah keamanan tetapi juga kegiatan penegakan protokol kesehatan yang bertujuan menyelamatkan jiwa dan raga manusia dalam hal ini warga masyarakat lombok utara.

Kapolres Lotara juga berpesan kepada seluruh anggota agar melaksanakan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab dan ikhlas. Senantiasa berdoa kepada Allah SWT agar kita selalu diberikan kesehatan dan kemudahan dalam melaksanakan tugas-tugas Kepolisian.

“Laksanakan tugas dengan iklas tetap jaga kondisi dan tetap waspada. Senantiasa berdoa kepada Allah SWT agar kita selalu diberikan kesehatan dan kemudahan dalam melaksanakan tugas” Ucap Kapolres Lotara

Kasi Humas Polres Lotara Ipda Mulyadi menambahkan Polres Lotara mengerahkan 149 Personil untuk pengamanan malam takbiran idul adha 1442 H. selanjutnya anggota Polres dan Polsek jajaran akan menempati 31 titik lokasi di 5 kecamatan yang telah ditentukan di tambah personil patroli mobiling di wilayah hukum Polres Lotara” Tutup Kasi Humas Ipda Mulyadi. (***)