JPU Sebut Feri Sofyan Terbukti Secara Sah Lakukan Tindak Pidana Dituntut 1 Tahun Penjara

Hari ini Kamis 21 Oktober 2021 berlangsung sidang lanjutan Pembangunan Jembatan Tiang (Jeti) Bonto dikawal ketat oleh aparat kepolisian dari Polres Bima Kota.

Kasus Jembatan Tiang (Jeti) Bonto yang menyeret Wakil Walikota Bima Feri Sofyan, SH kini masuk dalam babak baru yakni pembacaan tuntutan hukum oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) pihak Kejaksaan Negeri Raba Bima di Ruang Sidang Kantor Pengadilan Negeri Raba Bima.

Dalam Dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Raba Bima yang dibacakan oleh Ibrahim bahwa Feri Sofian di tuntut dengan hukuman 1 Tahun Penjara dengan masa percobaan 1 tahun penjara, subsider 3 bulan dengan Denda 1 Milyar Rupiah.

JPU dalam hal ini Ibrahim dengan tegas dalam pembacaan surat tuntutan bahwa Terdakwa Feri Sofyan, SH menyebutkan bahwa terdakwa Feri Sofyan tidak memberikan contoh yang baik pada masyarakat dan terbukti secara sah dalam melakukan tindak pidana.

Kasus Jeti Bonto menarik perhatian publik Bima raya karena menjdikan posisi hukum tidak lagi tajam ke bawah dan tumpul keatas, namun mengkonfirmasikan bahwa hukum berlaku bagi siapapun yang melanggar tata aturan yang menjadi panglima di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Jaksa Penuntut Umum dalam pembacaan dakwaan tuntutannya pun menemukan pelanggaran hukum atas pembangunan Jeti Bonto tersebut sehingga menuntut Feri Sofyan, SH sesuai dengan pasal yang disangkakan yakni pasal 109 UU nomor 32 Tahun 2009.

Sementara itu, Al Imran, SH yang juga sebagai salah satu penasehat Hukum Feri Sofyan menyebutkan bahwa penerapan Pasal 109 UU Nomor 32 Tahun 2009 oleh JPU secara keilmuan dalam dimensi hukum adalah melanggar norma hukum karena pasal itu sudah tidak diberlakukan lagi.

“Saya yakin Hakim akan memutuskan kasus feri sofyan ini bebas dari tuntutan hukum karena sesungguhnya pasal yang diterapkannya adalah pasal yang sudah dihapus” ujarnya.

Masih menurutnya bahwa keadilan itu bukan milik semua orang akan tetapi milik para pencari keadilan itu sendiri. Dalam hal ini Feri Sofyan sebagai kliennya mencari keadilan dalam bentuk bukan penerapan pasal yang sudah tidak diberlakukan lagi.

Menurutnya bahwa yang paling tepat JPU menuntut kliennya dengan pasal 109 A UU Cipta Karya, Bukan pasal 109 UU 32 Tahun 2009 itu.

“Secara pribadi klien kami diuntungkan oleh penerapan pasal oleh JPU yang sudah tidak berlaku lagi” ungkapnya.

Bagaimana Pandangan Rakyat Kalangan Umum?? salah seorang warga Pane Kota Bima, Alwi menyesalkan sikap Jaksa Penuntut Umum yang menuntut Fery Sofyan dengan adanya kalimat hukuman Percobaan.

“Saya sudah sepakat dengan Tuntutan Jaksa Penuntut Umum dengan Pasal 109 UU Nomor 32 Tahun 2009, dengan tuntutan 1 tahun penjara, yang saya tidak sepakati adalah adanya kalimat JPU dengan Hukuman 1 Tahun Masa Percobaan, sementara dalam pasal itu sama sekali tidak ada kalimat percobaannya” ungkap Alwi.

Sidang selanjutnya akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda hukum selanjutnya. (***)

Tugas Mulia Mencari Ilmu
(Catatan Khas Untuk Anakku Menjadi Mahasiswa Teknik Informatika di Makassar)

Oleh : Muhammad Arifudin *)

Bimantika.net Mencari ilmu adalah Tugas Mulia anak manusia dalam memanusiakan dirinya sendiri dan orang lain.

Penulis mencoba merangkum sebuah tulisan ini untuk sebuah pesan moral pada siapapun yang mencari ilmu, terutama teruntuk anakku M. Afrizal Ghifary B. Radja yang baru menginjak Dunia Kampus.

19 Oktober 2021 sekitar pukul 19 : 30 Wita Star dari Pelabuhan Laut Bima Menuju Kota Makassar Sulawesi Selatan dengan menggunakan KM. Wilis.

Anakku Gifar adalah Lulusan Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar Tahun 2021 namun karena bukan kehendaknya mendaftarkan diri di Sebuah Universitas Terbaik Indonesia Timur yakni Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makasaar Dengan Jurusan Teknik Informatika.

Tercatat sebagai Mahasiswa UMI Makassar adalah kebanggaan Kami sebagai Orang Tuanya, Berangkat Dengan Niat Pulang Dengan Gelar Sarjana Teknik Informatika adalah Pesan Khusus kami selaku Orang Tua.

Masuk pada pokok inti tulisan yakni tugas Mulia Mencari Ilmu, bahwasannya Menurut Imam Syafi’i ilmu diperoleh berdasarkan enam perkara.

“Saudaraku, Ilmu tidak akan diperoleh kecuali dengan enam perkara yang akan saya beritahukan rinciannya: kecerdasan, semangat, bersungguh-sungguh, dirham (kesediaan mengeluarkan uang), bersahabat dengan ustaz, dan memerlukan waktu yang lama.” demikian Penggalan kata-kata Imam Syafi,i dalam sebuah syair Keilmuannya.

Kegigihan Imam Asy-Syafi’i dalam meraih ilmu, sungguh sangat patut diapresiasi dan dijadikan sebagai pelajaran untuk kita semua. Dikenal sebagai ulama besar yang begitu cerdas, bahkan pada usianya yang masih berumur 15 tahun keilmuan beliau setara dengan seorang mufti.

Untuk mencatatkan berbagai ilmunya, beliau menuliskannya di tulang-tulang besar dan mengumpulkan kertas bekas, karena harga kertas yang mahal pada saat itu. Sulit mendapatkan kertas, maka beliau lebih memilih untuk menghafalnya, alhasil menjadikan Imam Syafi’i memiliki ingatan yang luar biasa tajamnya.

Beranjak dari cerita tersebut, semoga menjadi pelajaran untuk kita agar tidak mengeluh dalam menghadapi segala jerih payahnya menuntut ilmu.

Hal ini menyadari kita bahwasannya tidak ada suatu ilmu yang mudah diraih jika tanpa bersandar pada kesungguhan untuk memahaminya.

Memang begitu membosankan dan melelahkannya dalam proses belajar, tetapi percayalah hasil yang kamu dapatkan dari penatnya menuntut ilmu akan menyelamatkan dirimu dari ketidaktahuan yang akan menyengsarakanmu.

Berbahagialah, kalian sekarang anak rantau! Ya, Imam Syafi’i tidak berdiam diri di Mekkah saja, setelah menguasai kitab Al-Muwatta karangan Imam Malik beliau langsung berhijrah ke Madinah berguru kepada pengarang kitab tersebut.

Tak hanya berhenti di situ, beliau juga berkelana ke Yaman, Baghdad, Persia, hingga Mesir. Menurut Imam Syafi’i, orang-orang yang merantau demi sebuah ilmu tak ubahnya seperti kayu gaharu. Jika hanya berdiam diri di hutan, maka mustahil ia menjadi parfum yang tinggi nilainya.

Dalam syair keilmuannya, Imam Syafi’i pernah berujar bahwa “Ilmu bagaikan hewan buruan, dan tulisan/pena adalah ibarat tali pengikatnya. Oleh karena itu, ikatlah hewan buruanmu itu dengan tali yang kuat. Termasuk kebodohan kalau engkau memburu rusa kemudian setelah rusa itu berhasil ditangkap, kamu biarkan saja dia tanpa diikat dikeramaian.”

Diakhir Tulisan ini Penulis kemukakan bahwa betapa mencari ilmu itu adalah melelahkan, namun yakin dan percaya bahwa dibalik kelelahan itu akan tercipta dan terwujud kualitas diri dalam hadapi segala bentuk tantangan zaman di era millenial ini.

Apabila seseorang merasa lelah dan putus asa untuk mencari ilmu maka sesungguhnya kelelahan dan keputusasaan itu menjdikan sebuah kebodohan dalam hidupnya selama-lamanya.

Maka melawan rasa lelah dalam mencari Ilmu Pengetahuan adalah Sukses untuk meraih masa depan yang lebih Cemerlang.

Makassar 21 Oktober 2021
*) Penulis Alumni Ilmu Komunikasi Universitas Satria Makassar 1998.

*Mantan Sekretaris HMI Cabang Ujung Pandang Periode 1996/1997

*Mantan Ketua Umum Senat Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Satria Makassar periode 1994-1995

*Wartawan Suara Nusa Tahun 2000-2001

*Wartawan Bima Post Tahun 2002-2003

*Pimpinan Redaksi Media Cetak dan Online sejak Tahun 2004-Sekarang.

Marbot Tewas, Kecelakaan Jalan Kembar Lakey

Bimantika.net Terjadi Kecelakaan lalu lintas (LakaLantas) di Jalan Kembar Lintas Lakey Desa Hu’u Kec. Hu’u Kab. Dompu antara kendaraan Mobil Pick UP dengan Nopol DR 8436 DA dan kendaraan Sepeda Motor Mio Soul.

Kejadian naas itu terjadi Pada hari Rabu tanggal 20 Oktober 2021 sekitar pukul 10.45 Wita yang mengakibatkan Korban atau Pengendara Sepeda Motor Mio Soul Atas Nama M. SALEH IDRUS, 65 THN pekerjaan Marbot Mesjid Al-Hilas Desa Cempi Jaya, Alamat Dusun Konca Desa Cempi Jaya Kecamatan Hu’u Kab. Dompu Meninggal Dunia

Sedangkan identitas Tersangka atau Pengendara Mobil Pik UP atas Nama HERI, 27 Thn, Desa Marada Kecamatan Hu’u Kabupaten Dompu.

Adapun Kronologis kejadiannya korban hendak belok Kanan dengan menggunakan kendaraan Sepeda Motor Mio Soul di Jalan Kembar lintas Lakey tiba-tiba dari Arah yang sama datang Mobil PIK UP dengan Nopol DR 8436 DA dengan laju kecepatan di atas rata-rata.

Akibat mobil pick up melaju dengan kecepatan tinggi dan menghantam bagian belakang kendaraan Korban yang mengakibatkan korban terpental sekitar 10 meter,.

Atas kejadian tersebut Korban di bawa ke Puskesmas (PKM) Rasabou setelah mendapatkan perawatan Nyawa korban tidak bisa di selamatkan.

Setelah di bawa ke Puskesmas Rasabou dan dilakukan pemeriksaan Luar bahwa Korban mengalami :

  • Luka di bagian Dahi kanan
  • Luka Lecet pada Kaki Kanan dan kiri
    -Luka Lecet pada Perut Kanan
  • Luka Dalam mengeluarkan darah dari bagian mulutnya. (***)

Dirjen P2P Kemenkes Apresiasi Tekhnik Percepatan Vaksinasi di NTB

Bimantika.net LOMBOK TENGAH – Penasaran dengan tekhnik percepatan Vaksinasi yang dilakukan Polda NTB, Plt Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI dr Maxi Rein Rondonuwu, DHSM.,MARS, langsung datang ke NTB.

Setibanya di Bandara Internasional Lombok , Dirjen P2P langsung bertolak menuju Markas Kepolisian Resor (Polres) Lombok Tengah untuk menyaksikan Batalyon PCARE bekerja input data warga yang sudah divaksinasi.

“Saya datang kesini karena ingin langsung melihat pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi NTB lebih spesifik ,saya ingin melihat batalyon PCARE,” terangnya usai melihat proses input data oleh Batalyon PCARE di Markas Komando Polres Lombok Tengah, Selasa (19/10/2021).

Plt Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) terkagum dengan metode yang dibuat dalam percepatan Vaksinasi di Lombok Tengah.

Batalyon PCARE yang diinisiasi Kapolda NTB Irjen Pol Mohammad Iqbal S.I.K MH itu sangat diapresiasi oleh dr Maxi, dia mengatakan bahwa Batalyon PCARE itu sangat baik untuk dijadikan solusi keterbatasan jangkauan jaringan Internet di Lombok Tengah.

“ini adalah hal yang baik, untuk membantu proses percepatan Vaksinasi, karena kita tahu bahwa NTB banyak terdapat Gunung dan salah satu hambatannya adalah keterbatasan jaringan Internet,” jelasnya.

Dia juga apresiasi keterlibatan Dukcapil dalam Batalyon PCARE sebagai langkah percepatan pendataan warga yang sudah di Vaksinasi di Lombok Tengah.

“Hal ini sudah saya laporkan kepada Pimpinan termasuk Kepada Kapolri dan juga Pak Menteri, menurut saya ini sangat baik dan tepat sekali dijadikan solusi,” ungkapnya.

Dikatakan, Batalyon PCARE bentukan Kapolda NTB itu dapat dijadikan contoh, karena semua pihak perlu bekerjasama termasuk TNI Pemda dan Seluruh Stakeholder yang lain.

Batalyon PCARE juga dapat dijadikan solusi terhadap segala bentuk kendala yang dihadapi dalam percepatan Vaksin seperti banyaknya tempat yang susah di jangkau dan juga keterbatasan Signal Internet.

Metode percepatan Vaksinasi yang di Lakukan di NTB bersama TNI-Polri dan Pemda, dr Maxi sudah menshare ke Kadinkes di Provinsi yang lain di Seluruh Indonesia, sebagai contoh bagi Provinsi lain untuk penentuan langkah percepatan Vaksinasi di daerah masing masing.

“saran kami untuk semua Daerah, agar selalu berkolaborasi dan bekerjasama dengan TNI – Polri, Swasta dan organisasi kemasyarakatan yang ada didaerah masing – masing,” Tutupnya.

Turut hadir dalam kunjungan Kadinkes provinsi NTB, Kabid Humas Polda NTB, Plh Kabid Dokes Polda NTB, Wadir Intelkam Polda NTB, Wadir Reskrimsus Polda NTB, Karumkit Bhayangkara Mataram, Dandenkesyah Mataram dan Karumkit Tk.IV Wira Bhakti Mataram.(***)

Spektakuler, Serapan BTPKLW di Mataram Lampaui 100 Persen
 

Bimantika.net Mataram – Polresta Mataram berhasil menyalurkan bantuan tunai bagi pedagang kaki lima dan warung (PKLW), hingga melampaui target 100 persen atau menembus angka 143.4 Persen. Demikian diungkapkan Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Artanto, S.I.K., M.Si. melalui siaran pers, Selasa (19/10/2021).

Menurut Artanto, keberhasilan Polresta Mataram itu karena kemampuan dalam memanajemen dan menggerakkan seluruh personel yang ada.

“Ini patut diapresiasi. Polresta Mataram sudah menyalurkan bantuan tunai bagi PKL dan pedagang warung dengan capaian yg spektakuler,” kata Artanto.

Artanto menjelaskan, sesuai data aplikasi BTPKLW Presisi terkait progres program penyaluran Bantuan Tunai PKL, hingga minggu keempat (Ahad, 17 Oktober 2021) pukul 21.00 WIB, dari target 500.000 paket seluruh Indonesia telah tersalurkan sebanyak 258.290 atau 51,7 persen. Dimana Polda NTB menempati urutan pertama dengan 143,4 persen (termasuk penambahan quota), disusul Polda Sumatera Utara 100 persen, Polda Riau di urutan ketiga dengan 96,38 persen.

“71 Polres se-Indonesia telah di atas 50 persen. Alhamdulillah, Polresta Mataram yang tertinggi yakni 143,4 persen,” kata Artanto.

Apresiasi serupa juga disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Kamis (14/10/2021), saat menyaksikan langsung penyaluran BTPKLW oleh jajaran TNI/Polri di Kota Mataram. Dalam kesempatan itu Menko Airlangga menyatakan bahwa penyaluran BTPKLW di Kota Mataram sebagai penyaluran terbaik se-Indonesia.
 

“Kota Mataram menjadi daerah dengan sistem penyaluran BTPKLW terbaik, karena serapan cepat dan tepat sasaran. Jadi, kami ingin melihat langsung proses pencairannya,” kata Airlangga.

 
Airlangga menyampaikan, pemberian BTPKLW dimaksudkan untuk membantu PKL dan pedagang warung, akibat terdampak langsung kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di Kota Mataram. dimana saat PPKM Level 4 warung dan PKL tidak diizinkan berjualan sementara.

“Jadi bantuan ini sebagai kompensasi, dengan harapan semoga bisa membantu mendukung modal bagi PKL dan pemilik warung,” ujarnya usai berkeliling dan berdialong dengan PKL. (***)

Ketua Forum Perempuan Dompu Kutuk Keras Aksi Premanisme Pada Demonstran

Bimantika.net Aksi Demonstrasi yang digelar oleh sejumlah warga Kabupaten Dompu Propinsi NTB menjadi perhatian utama kaum perempuan.

Urusannya adalah adanya aksi premanisme yang berkedok Sebuah Pengamanan kondusifitas daerah.

Negara menjamin hak-hak warga masyarakatnya untuk menyampaikan pendapat, gagasan dan ide dihadapan umum termasuk didalamnya adalah demonstrasi atau aksi yang melibatkan massa.

Aksi massa sesungguhnya adalah gejala adanya ketidakpuasan massa terhadap pemimpin yang dinilainya tidak memihak pada masyarakat aruh bawah sehingga gerakan massa akan sulit dibendung dengan cara apapun termasuk dengan sistim premanisme.

Semakin para pejuang kemanusiaan di sambut dengan aksi premanisme maka semakin tumbuh kembang gerakan perlawanan yang tiada hentinya.

Ketua Forum Perempuan Dompu NTB, Nursyamsiah, S.H., menyesalkan adanya tragedi kemanusiaan yang terjadi saat masyarakat melakukan aksi menyampaikan pendapat.

Menurutnya Aksi pemukulan yang dilakukan oleh beberapa oknum kepada masa demonstran pada hari senin, tanggal 18 Oktober 2021 di kantor Bupati Dompu itu pantasnya di sebut apa selain tragedi.

Menurutnya bahwa selama dekade kurun waktu 10 tahun terakhir, baru kali ini dirinya menemukan penanganan Demonstrasi yang sangat buruk di wilayah Kabupaten Dompu.

Dulu dirinya sering berada di tengah masa demonstrasi yang berujung chaos, kantor BKD berkali-kali luluh lantah, meja kursi sudah tak jelas wujudnya, kaca kantor di lempari batu, begitu juga dengan kantor DPRD, nasibnya setali tiga uang, apalagi ruang ajudan Bupati, jangan dikata, ambyar.

Dan kejadian itu sering. Berkali-kali, bahkan bisa di bilang, selama 10 tahun kepemimpinan HBY, selama 10 tahun pula Dompu selalu di goyang demonstrasi .

“Saya adalah saksi mata demonstrasi, dan demonstrasi itu mula-mula, karena saya ada di front depan. Saat itu saya masih aktif sebagai jurnalis televisi (Indosiar)” ungkapnya.

Ia menceritakan pula kisah nya bagaimana harus lari pontang-panting cari angle yang tepat tapi tetap aman dengan helm masih melekat di kepala. Beberapa kali hampir kena lembaran batu. Tapi Alhamdulillah selalu berhasil lolos.

Jadi menurutnya sesungguhnya tidak ada yang baru dengan berita soal demonstrasi. Tapi tragedi tanggal 18 Oktober itu tidak dapat dibenarkan, atas nama apapun.

Belum pernah dirinya melihat masa demonstran dipukuli secara membabi buta macam kemarin itu. Entah frasa apa yang paling tepat untuk menggambarkannya.

“Bagi saya, penanganan seperti ini, macam menyiramkan bensin pada kobaran api yang sedang menyala” demikian ungkapnya. (***)

Bupati IDP Bangga Partisipasi Masyarakat Wera Raya

Bimantika.net Pembukaan Turnamen Sepak bola antar aparatur Desa se Wera Raya (Kecamatan Wera dan Kecamatan Ambalawi) Ahad (17/10) Lapangan Desa Nunggi yang diikuti oleh 20 Desa dimanfaatkan oleh Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri SE (IDP) untuk menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif warga di kedua kecamatan serumpun dalam pembangunan.

Pada turnamen yang digagas oleh Ikatan Keluarga Wera Nusantara (IKRA) ini, Bupati menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada IKRA yang telah mengadakan event penyemangat terutama para aparat desa.

Terima kasih kepada DR. H. Muhtar, S.Pd., M.Si. CFrA yang sudah begitu banyak membantu mengkoordinasikan berbagai usulan dan harapan masyarakat Kabupaten Bima, baik melalui kementerian/lembaga maupun kontribusi langsung pada berbagai kejadian termasuk musibah kebakaran di Sape.

Ini menandakan bahwa IKRA Nusantara tidak hanya berbuat untuk kecamatan Wera tapi juga berbuat untuk masyarakat Kabupaten Bima.

“IKRA Nusantara diharapkan terus menjadi wadah yang bisa menyatukan masyarakat Wera dimanapun berada”. Kata Bupati.

Kepada seluruh pemain, Bupati meminta agar menjunjung tinggi sportifitas, mengedepankan persaudaraan dan kekeluargaan. Wasit yang memimpin pertandingan diharapkan dapat untuk mengawal event ini menjadi pertandingan yang menjunjung tinggi sportivitas.

Terkait penyelenggaraan event, Bupati mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya tournamen dan diharapkan berkelanjutan pada tahun mendatang.

Dari olahraga sepakbola ini, Kabupaten Bima akan memiliki pemain-pemain yang berbakat dan berprestasi serta diperhitungkan bagi daerah lain.

Sebelumnya, Ketua Panitia Furkan, S.Sos yang akrab disapa Ukan Madhisa dalam laporannya mengatakan, turnamen ini ditujukan untuk meningkatkan sinergitas dan kebersamaan antara aparatur Desa se Wera Raya dalam rangka percepatan Pembangunan Wera Raya dan digagas oleh IKRA.

“20 Kesebelasan akan berlaga dalam 54 pertandingan yang diperkirakan hingga awal Desember 2021 mendatang terbagi dalam empat pool dengan menggunakan sistem pertandingan setengah kompetisi”. Jelasnya. (***)

Bhabinkamtibmas Desa Tolotangga Gotong Royong Bersama Warga Rehab Masjid

Bimantika.net Kehadiran Personil kepolisian, Bhabinkamtibmas Ditengah tengah Masyarakat sangat dibutuhkan selain sebagai Pengayom,pelindung tetapi juga sebagi motivator dalam berbagai kegiatan sosial lainya Didesa Binaanya Masing-Masing.

Seperti yang Dilakukan Oleh Bhabinkamtibmas Desa Tolotangga Aipda Suherman yang ikut Berjibaku dengan Masyarakat Setempat bergotongroyong Merehab Masjid Baitul Muttaqin Desa Tolotangga (17/10/2121)

Salah Satu Tokoh Masyarakat Desa Tolotangga Drs. Syarifudin yang akrab Disapa Angko kepada media ini mengatakan Sosok Aipda Suherman sangat merakyat.

“Beliau dimata kami adalah seorang polisi yang memiliki jiwa sosial yang tinggi serta mampu merangkul Masyarakat Dari kaum muda Tokoh Agama maupun tokoh adat Yang ada Didesa kami” ujar Tokoh masyarakat kenamaan itu.

Sementara itu Kepala Desa Tolotangga Habibi Ibrahim Menuturkan, Bhabinkamtibmas adalah mitra kami Baik dalam menciptakan Harkantibmas yang kondusif Maupun Kegiatan Sosial Lainya.

Habibi juga mengucapkan Terima kasih kepada pihak kepolisian Khususnya Bhabinkamtibmas Desa Tolotangga Aipda Suherman yang Selalu Hadir Dalam setiap Kegiatan serta menyelesaikan setiap persoalan yang ada Didesa kami ujar Kades Termuda Semonta Selatan. (***)

Pelaku Judi Togel SGP Ditangkap Tim Puma Polres Bima

Bimantika.net Lagi- Lagi Tim Puma Polres Bima Berhasil Meringkus Pelaku Perjudian Togel SGP (Singapura) Yang sangat meresahkan Masyarakat diwilayah Hukum Polres Bima tepatnya di Desa Talabiu Kecamatan Woha Kabupaten Bima Sabtu (16/10/21) lalu

Kapolres Bima AKBP Heru Sasongko, S.I.K.,Melalui Kasat Reskrim polres Bima IPTU Masdidin SH, Menjelaskan bahwa Pemberantasan Segala Bentuk Perjudian Merupakan Atensi dari Dirtipidum Bareskrim Polri.

“Agar seluruh Ditreskrimum Polda dan jajaran melaksanakan Penindakan Aktifitas Perjudian dengan Nomor Laporan Polisi : LP.A / 332 /X/2021/NTB / Res. Bima” jelas Kasat.

Lebih lanjut Masdidin Menjelaskan, Tim yang puma Menangkap Pelaku AY alias Durang 48 Yang Merupakan Warga Desa Raba Kodo Kecamatan Woha Kabupaten Bima Dengan Sejumlah barang Bukti diantaranya,

Satu Lembar kertas berisi angka-angka,Satu Lembar kertas rekapan,Tiga Buah pulpen,Satu lembar kertas bertuliskan rumus Togel,Uang tunai Rp. 90.000 (Sembilan Puluh Ribu Rupiah) Tepatnya Didepan Kios Milik MM (P) warga Desa Talabiu, Beber mantan Kasat Narkoba polres Sumbawa itu.

Masdidin Juga Menjelaskan penangkapan Terduga pelaku Berdasarkan laporan masyarakat Yang Merasa Resah bahwa di Desa Talabiu tepatnya didepan Kios MM sering dijadikan tempat bermain judi jenis togel.

Kemudian Dirinya, Memerintahkan katim Puma Aiptu Gatot Wahyudin Bersama Jajaranya untuk melakukan penyelidikan dan mendapatkan informasi bahwa di TKP sedang berlangsung permainan judi jenis Togel.

Setelah mendapatkan informasi selanjutnya Tim bergerak menuju TKP dan berhasil mengamankan Pelaku dan sejumlah Barang Bukti serta seorang saksi (S) Pelaku pun langsung Digelandang Ke Mapolres Bima untuk Diproses Lebih Lanjut Tandasnya.(***)

Profesor Mu’ti Sekum Muhammadiyah Apresiasi Ikhtiar 2 Tahun Jokowi-Maruf

Bimantika.net Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (Sekum PP) Muhammadiyah, Prof Abdul Mu’ti memberi testimoni, terkait dengan dua tahun Pemerintah Jokowi – KH. Ma’ruf Amin dalam webinar Moya Institute bertajuk ‘Dua Tahun Jokowi-Ma’ruf Amin: Capaian, Harapan dan Tantangan’.

Sekum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti, mengingatkan bahwa Presiden ada waktu 3 tahun, soal komunikasi politik harus mendapat perhatian. Karena, kata dia, Jokowi ingin menerapkan politik yang harmonis.

“Tentu kita mengapresiasi semua usaha dan Ikhtiar yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo – KH. Ma’ruf Amin pada dua tahun kepemimpinan beliau, memang ini masa yang tidak mudah masa sulit karena beberapa bulan setelah dilantik kemudian terjadi pandemic Covid-19” ujarnya dalam webinar Moya Institute bertajuk ‘Dua Tahun Jokowi-Ma’ruf Amin: Capaian, Harapan dan Tantangan’ di Jakarta, Senin (18/10)

Kendati demikian, kata dia, ini masa yang tidak mudah masa sulit karena beberapa bulan setelah dilantik kemudian terjadi pandemic Covid-19 yang selama ini belum sepenuhnya dapat diatasi, ditengah berbagai usaha yang sungguh-sungguh.
Beberapa hal dari sudut pandangnya sebagai pimpinan organisasi Islam menekankan pentingnya komunikasi dan membangun relasi yang lebih terbuka dan lebih integralistik serta lebih insklusif dengan semua kalangan sehingga tidak ada kesan bahwa Pemerintah ini lebih dekat dengan kelompok keagamaan tertentu dan tidak ada atau kurang komunikasi atau kerjasama dengan kelompok keagamaan yang lainnya.

“Ini adalah catatan yang perlu untuk menjadi bahan kajian bagaimana agar kedepan komunikasi-komunikasi politik dapat terjalin dengan baik dan perdebatan diruang publik itu memang perlu untuk mendapatkan perhatian,” jelasnya.

Karena itu, lanjutnya, adalah bagian dari demokrasi tapi tentu saja harus dalam kerangka yang saling menghormati dan dilakukan dengan semangat untuk yang lebih baik lagi dan untuk kepentingan-kepentingan saling menjatuhkan dengan yang lainnya. (***//Kontributor Bimantika Jakarta)