Ketua Forum Perempuan Dompu Kutuk Keras Aksi Premanisme Pada Demonstran

Bimantika.net Aksi Demonstrasi yang digelar oleh sejumlah warga Kabupaten Dompu Propinsi NTB menjadi perhatian utama kaum perempuan.

Urusannya adalah adanya aksi premanisme yang berkedok Sebuah Pengamanan kondusifitas daerah.

Negara menjamin hak-hak warga masyarakatnya untuk menyampaikan pendapat, gagasan dan ide dihadapan umum termasuk didalamnya adalah demonstrasi atau aksi yang melibatkan massa.

Aksi massa sesungguhnya adalah gejala adanya ketidakpuasan massa terhadap pemimpin yang dinilainya tidak memihak pada masyarakat aruh bawah sehingga gerakan massa akan sulit dibendung dengan cara apapun termasuk dengan sistim premanisme.

Semakin para pejuang kemanusiaan di sambut dengan aksi premanisme maka semakin tumbuh kembang gerakan perlawanan yang tiada hentinya.

Ketua Forum Perempuan Dompu NTB, Nursyamsiah, S.H., menyesalkan adanya tragedi kemanusiaan yang terjadi saat masyarakat melakukan aksi menyampaikan pendapat.

Menurutnya Aksi pemukulan yang dilakukan oleh beberapa oknum kepada masa demonstran pada hari senin, tanggal 18 Oktober 2021 di kantor Bupati Dompu itu pantasnya di sebut apa selain tragedi.

Menurutnya bahwa selama dekade kurun waktu 10 tahun terakhir, baru kali ini dirinya menemukan penanganan Demonstrasi yang sangat buruk di wilayah Kabupaten Dompu.

Dulu dirinya sering berada di tengah masa demonstrasi yang berujung chaos, kantor BKD berkali-kali luluh lantah, meja kursi sudah tak jelas wujudnya, kaca kantor di lempari batu, begitu juga dengan kantor DPRD, nasibnya setali tiga uang, apalagi ruang ajudan Bupati, jangan dikata, ambyar.

Dan kejadian itu sering. Berkali-kali, bahkan bisa di bilang, selama 10 tahun kepemimpinan HBY, selama 10 tahun pula Dompu selalu di goyang demonstrasi .

“Saya adalah saksi mata demonstrasi, dan demonstrasi itu mula-mula, karena saya ada di front depan. Saat itu saya masih aktif sebagai jurnalis televisi (Indosiar)” ungkapnya.

Ia menceritakan pula kisah nya bagaimana harus lari pontang-panting cari angle yang tepat tapi tetap aman dengan helm masih melekat di kepala. Beberapa kali hampir kena lembaran batu. Tapi Alhamdulillah selalu berhasil lolos.

Jadi menurutnya sesungguhnya tidak ada yang baru dengan berita soal demonstrasi. Tapi tragedi tanggal 18 Oktober itu tidak dapat dibenarkan, atas nama apapun.

Belum pernah dirinya melihat masa demonstran dipukuli secara membabi buta macam kemarin itu. Entah frasa apa yang paling tepat untuk menggambarkannya.

“Bagi saya, penanganan seperti ini, macam menyiramkan bensin pada kobaran api yang sedang menyala” demikian ungkapnya. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share via
Copy link
Cloudflare Tunnel error | linkpanel.cabseo.vip | Cloudflare

Error 1033

Ray ID: a33a4064cde0ecf2 • 2026-08-31 07:16:44 UTC

Cloudflare Tunnel error

What happened?

You've requested a page on a website (linkpanel.cabseo.vip) that is on the Cloudflare network. The host (linkpanel.cabseo.vip) is configured as a Cloudflare Tunnel, and Cloudflare is currently unable to resolve it.

What can I do?

If you are a visitor of this website:
Please try again in a few minutes.

If you are the owner of this website:
Ensure that cloudflared is running and can reach the network. You may wish to enable load balancing for your tunnel.