HDCI Jelajahi Nusantara

Bimantika.net Ketua Umum Club HDCI (Harley Davidson Club Indonesia) Komjen Polisi (Purn) Nanang Soekarna dalam rangka melaksanakan program kerja HDCI yaitu Jelajah Nusantara Peduli Bangsa. dimana rute yang dijadikan agenda mulai dari Brebes, Andalas, Jawa, Bali, NTB dan NTT.

Selasa 30 November 2021 tepatnya dihotel Marina Inn Kota Bima Ketua Club Harley Davidson Indonesia Bapak Komjen Polisi (Purn) Nanang Soekarna bersama 43 Bikers Se Indonesia meninggalkan Kota Bima menuju Labuan Bajo NTT.

“Bima sangat eksotis Jalan dri sumbawa menuju bima bagus disamping pemandangan yang sangat indah” ungkapnya

Kupang adalah Provinsi terakhir yang kami jelajah..ungkapan terima kasih beliau sampaikan pada Bapak Waka Polres bima kota Kompol Mujahiddin, S. Sos atas pengamanan serta jamuan kepiting, udang madu serta susu kuda liar bimanya.

Sementara itu Waka Polres Bima Kota Kompol Mujahidin, S.Sos mewakili Bapak Kapolres Bima Kota menambahkan bahwa kehadiran bapak Mantan Waka Polri dalam rangka kegiatan Organisasi Harley Davidson Club Indonesia adalah bagian dari tugas kami untuk mengamankan setia kegiatan yang ada di kota Bima.

“doa kami semoga Bapak mantan Waka Polri sampai dengan selamat dan kembali ke Jakarta dengan selamat” ungkapnya. (***)

Walikota HML Tinjau Progres Pembangunan Perpustakaan Taman Ria

Bimantika.net Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) berkesempatan meninjau langsung progres pembangunan perpustakaan yang terletak ditengah Kota Bima tepatnya utara Taman Ria selasa 30 November 2021.

Kunjungan tersebut dilaksanakan seusai membuka acara Seminar Politik yang dilaksanakan oleh Pengurus BEM Kampus Stisip Mbojo Bima dimana Wali Kota Bima sekaligus bertindak sebagai narasumber.

Kunjungan Walikota HML ke Perpusatakaan tersebut untuk mengetahui sejauh mana perkembangan dari proyek rumah baca tersebut yang direncanakan tahun 2022 sudah dapat beroperasi.

Dimana dengan adanya perpustakaan tersebut dapat memenuhi kebutuhan ruang ilmu bagi warga Kota Bima yang sudah menjadi rahasia umum sangat tinggi dan minat dengan nilai-nilai pendidikan dan keilmuan.

“Kita membangun ini dengan harapan ruang- ruang wawasan dan ilmu dapat terpenuhi disini. Kita tidak perlu lagi mencariya jauh-jauh, semua nanti ada disini. Apalagi warga Bima terkenal dengan minatnya dalam mengenyam pendidikan tinggi, kesemuanya itu dikarenakan masyarakatnya sangat butuh dan menjujung tinggi nilai-nilai keilmuan”, Jelas Wali Kota Bima.

Dalam harapannya setelah perpustakaan ini terbangun akan semakin bertambah generasi yang suka membaca sehingga dikemudian masa akan terbentuk generasi penerus kota ini yang cerdas, selain faham akan perkembangan teknologi juga kaya akan ilmu dan wawasan tinggi. Semua akan terpenuhi dengan adanya ruang baca dan tersedianya “gudang ilmu”.

“Setelah perpustakaan ini berjalan, silahkan kepada anak-anaku, saudara dan keluarga mari berbondong-bondong untuk menambah wawasan dan ilmu disini, agar kelak semakin banyak generasi yang siap untuk memajukan daerah ini dengan bekal yang mumpuni. Tugas kami sebagai orang tua dan pemimpin mengajak dan memfasilitasi. Terbesit harapan semoga semua ini membawa berkah buat semua”, pungkas Wali Kota Bima dalam komentarnya.(***)

Walikota HML Dapat Penghargaan Polda NTB, Inovatif Tangani Covid-19

Bimantika.net Dari Sisi Inovatif, Pemerintah Kota Bima dibawah kendali Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) mendapat penghargaan dari Polda NTB.

Penghargaan itu menurut Walikota HML saat dihubungi Media Online Bimantika Selasa 30 November 2021 menyebutkan bahwa itu adalah berkat kerja semua pihak lintas sektoral.

“Ini adalah buah dari kerja keras, kekompakan dan semangat luar biasa yang ditunjukkan oleh segenap jajaran tenaga kesehatan yang bahu-membahu dengan para Camat, kelurahan, aparat TNI/ Polri, baik Babinsa dan Babinkamtibmas, Danramil dan Kapolsek hingga Kapolres dan Dandim yang didukung oleh seluruh elemen masyarakat” ungkap Walikota HML.

Mantan DPR RI dua periode ini mengingatkan, keberhasilan meraih penghargaan ini tidak boleh menjadikan instansi terkait dan para petugas di lapangan mengendorkan semangat.

“Prestasi ini harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan cakupan vaksinasi di semua kecamatan agar dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19 serta kita bisa kembali menjalankan kehidupan yang normal” tutupnya. (***)

IDP Terima Anugerah Bupati Tangguh Vaksin

Bimantika.net Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri SE (IDP) menerima Anugerah Bupati Tangguh Vaksin pada Puncak Kegiatan Lomba Kampung Sehat 2 yang diinisiasi oleh Kepala Kepolisian Daerah NTB Irjen.Pol Muhammad Iqbal. Kampung Sehat Awards tahun ini diserahkan oleh Kapolda NTB Selasa (30/11) di Prime Park Hotel and Convention Jalan Udayana Mataram

Hj. Indah Dhamayanti Putri SE, usai penerimaan Piala dan Piagam dari KAPOLDA NTB mengungkapkan, lomba kampung sehat ini ditujukan untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di seluruh wilayah NTB.

Keberhasilan Ini kata Bupati, buah dari kerja keras, kekompakan dan semangat luar biasa yang ditunjukkan oleh segenap jajaran tenaga kesehatan yang bahu-membahu dengan para Camat, Kepala Desa, aparat TNI/ Polri, baik Babinsa dan Babinkamtibmas, Danramil dan Kapolsek hingga Kapolres dan Dandim yang didukung oleh seluruh elemen masyarakat.

Kerja keras tersebut menjadikan kabupaten Bima sebagai salah satu daerah dengan cakupan vaksin berlebih angka 54 % dalam kurun waktu beberapa minggu terakhir dan pada bulan Desember mendatang ditargetkan akan mencapai angka 70 persen. Ungkap Bupati.
Namun demikian.

Bupati dua periode ini mengingatkan, keberhasilan meraih penghargaan ini tidak boleh menjadikan instansi terkat dan para petugas di lapangan mengendorkan semangat.

Prestasi ini harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan cakupan vaksinasi di semua kecamatan agar dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19 serta kita bisa kembali menjalankan kehidupan yang normal.

Kabid Humas Polda NTB mengatakan, Lomba Kampung Sehat 2 Tahun ini mengangkat tema “Kampung Sehat 2, Nurut Tatanan Baru”, Patuhi Protokol Kesehatan yang merupakan kerjasama Polda NTB, TNI dan pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat.(***)

Walikota HML : “Rawat Demokrasi dengan Adab dan Etika Hukum”

Bimantika.net Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) hadir di kegiatan Badan Eksekutif Mahasiswa STISIP Mbojo Bima hari ini Selasa 30 November 2021 sebagai Keynote Speake.

Dihadapan ratusan Peserta Seminar itu, Walikota HML bicara soal etika Berdemokrasi secara luas.

Mantan Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar ini menjelaskan bahwa Mahasiswa sekarang adalah masuk dalam kategori hidup di alam millenial.

Kaum millenial sebenarnya adalah kaum yang tidak memiliki kepentingan politik praktis hanya saja Kaum millenial berpihak dimana ada jejaring politik disitulah ada tautan harapan besar mereka kaum millenial.

“Kaum millenium itu adalah sekelompok generasi Apolitis tidak gampang dijadikan hal-hal yang sifatnya kepentingan sesaat” ungkap Walikota HML.

Walikota HML yang juga mantan aktivis Pergerakan ini lebih jauh menjelaskan bahwa kaum Millenial apalagi Mahasiswa itu adalah memiliki Partisipasi politik tinggi bukan karena take and give akan tetapi lebih pada urusan ide dan gagasan.

“Tidak ada tuntutan pragmatis dalam diri kaum Millenial dan Mahasiswa sehingga mereka tidak mudah di giring oleh kepentingan pragmatisme” ungkap Walikota HML.

Masih menurut HML bahwa saat ini wajah demokrasi bangsa ini masih belum menemukan bentuk Demokrasi yang sesungguhnya sehingga perlu kaum Millenial melakukan gerakan-gerakan moral untuk Bangunan demokrasi yang sehat dan dinamis, bukan semata-mata demokrasi yang dibangun dengan take and give. Karena take and give dalam berdemokrasi akan perbesar biaya politik.

“Saya merasa sangat bangga dan tersanjung dan bisa hadir dalam kegiatan ini, untuk memberikan sedikit gambaran tentang makna demokratisasi dalam berbangsa dan bernegara” ucap Walikota HML.

Walikota HML memiliki pandangan bahwa kaum Millenial dan Mahasiswa adalah Harapan bangsa kedepan karena mereka melek tentang teknologi, oleh karena itu bicara berdasar fakta empiris akan menjadi poin penting dalam berbangsa bernegara dan berdemokrasi secara sehat.

“Inilah ruang-ruang yang harus diisi oleh kaum millenial dan mahasiswa era sekarang, dan membangun narasi serta diksi yang etis hampir-hampir ruang ini kosong” ujarnya.

Dalam berdemokrasi Menurut Walikota HML
Harus ada pakem dan etika-etika yang ditaati sehingga ada regulasi yang mengatur ruang-ruang berdemokrasi secara elegan dalam berdinamika demokrasi.

“Tugasnya kalangan millenial adalah menjaga marwah dan etika hukum dalam demokrasi Sehingga nilai demokrasi terjaga” harapnya.

Dalam demokrasi tetap kedepankan prinsip-prinsip egalitarian tidak ada sub koordinasi yang mengembalikan nilai demokrasi dalam himpitan otoritarianisme.

“Tidak ada ruang demokrasi yang sehat dan elegan dalam genggaman sistim otoritarianisme” tegas HML.

Politik dinamis ikuti perkembangan zaman

Walikota HML pun menceritakan pengalamannya saat menumbangkan Orde baru yang memakai sistim ototitarian.

Dulu dimasa Orde baru sama sekali tidak ada ruang demokrasi karena menyinggung kekuasaan oleh kalangan manapun akan dikenakan Undang-undang Subversi

“Kita pun tidak bisa menyalahkan negara karena pada saat itu negara membutuhkan Stabilitas Politik dan keamanan” ujarnya.

HML dengan tegas pula katakan hal itulah dirinya dan rekan-rekan Mahasiswa 1998 menumbangkan rezim orde baru dengan Tetap harus taati etika demokrasi karena ada UU, dan kita lewwti demokrasi itu beradab dan beretika

“Perlunya beretika dan adab disebabkan karena Produk akhir dari demokrasi adalah kepentingan rakyat” tegasnya.

Masih menurut Walikota HML bahwa sesungguhnya Demokrasi saat ini sedang Mencari Bentuk karena Kesadaran berdemokrasi masih setengah-setengah

“Karena berdemokrasi itu Bukan saja urusan parpol, tapi oleh seluruh aktifitas keseharian masyarakat kita, karena kalau kita Melanggar hukum tentu itu adalah salah satu poin tidak berdemokratisasi nya kita dalam demokrasi itu sendiri” ujarnya.

Walikota HML berharap Kaum Millenial selaku menentukan nasib bangsa dan negara dimasa yang akan datang perlu dibekali Etika dan moral hukum.

“Karena Kalau tidak dibekali etika, moral, hukum dan demokrasi akan berbahaya” singgungnya.

Laporan ketua panitia Safikar Terimaksih pada ketua KPUD Kota Bima Imran, S. PdI, ketua Bawaslu Kabupaten Bima Abdulah, SH . berterima kasih kepad unsur kepanitiaan yang sudah konsisten mengawal kegiatan ini sehingga bisa dilangsungkan pada hari ini , anggaran 2,5 juta rupiah.

Sambutan ketua BEM STISIP Mbojo Bima, Khaerul : politik adalah seni tanpa harus menciderai hubungan sosial , politik adalah membangun kesadaran bukan membangun batasan sosial .

Sambutan ketua lembaga STISIP Mbojo Bima, Drs. Muhklis Ishaka, M. AP
mudah-mudahan apa yang dipaparkan oleh bapak wali kota Bima bisa menambah wawasan kita semua bagaimana peran dan seni dalam berpolitik.

Politik adalah seni dalam mengimplementasikan apa yg menjadi buah pikiran, planing² yang direncanakan serta jalan menuju demokrasi yang adil dan sejahtera .

Kegiatan seminar langsung dibuka secara resmi oleh ketua lembaga. (***)

Bupati IDP Pimpin Apel Siaga, Pastikan Kesiapan Penanganan Bencana Banjir

Bimantika.net Apel Siaga dan Simulasi Lapangan Penanganan Banjir Integrasi Covid-19, Mengusung Tema Bersama Menuju Bima Tangguh” tingkat Kabupaten Bima berlangsung Senin (29/11) bertindak selaku Inspektur Upacara Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri SE (IDP) di Halaman Kantor Bupati Bima.

Bupati IDP yang mengenakan seragam Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD didampingi Wakil Bupati Drs.H Dahlan M Noer, Dandim 1608/Bima Letkol Inf. Teuku Mustafa Kemal, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD kabupaten Bima M.Chandra Kusuma AP, Kasdim 1608/Bima Mayor Inf. Yudha Bhakti dan Kabag Operasi Polres Bima Kota dan Polres Kabupaten Bima, Ketua TP PKK Kabupaten Bima Hj Rostiati Dahlan S.Pd mengawali Apel dengan melakukan inspeksi pasukan dan alat-alat transportasi yang akan digunakan dalam kesiapsiagaan penanggulangan bencana.

Kepada masing-masing unit pasukan, Bupati memastikan kesiapan personil menghadapi dan menangani bencana sesuai tugas yang ada.

Bupati IDP dalam sambutannya mengungkapkan, setelah melaksanakan simulasi dalam ruangan, hari ini dilaksanakan simulasi lapangan yang diawali dengan pengecekan kesiapsiagaan pasukan.

“Dalam beberapa hari terakhir, curah hujan di Kabupaten Bima mengalami peningkatan karena itu yang paling penting adalah kebersamaan kolaborasi sebagai kekuatan besar dan tangguh dalam menghadapi bencana”. Jelas Bupati.

Langkah ini penting untuk membangun kesadaran dan kewaspadaan bagi semua pihak. Hal ini menjadi prasyarat dalam menghadapi bencana dengan membangun partisipasi semua pihak melalui peningkatan kapasitas dan kapabilitas terkait kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Oleh karena itu satuan pelaksana 9penanggulangan bencana harus memiliki rencana tindak lanjut yang terkoordinir dengan baik dan melibatkan semua pihak dalam pelaksanaan tugas-tugas di lapangan dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan”. Ungkap Bupati.(***)

Langkah Cepat dan Tepat Walikota HML Tangani Korban Banjir

Bimantika.net Keberpihakan Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) pada warga masyarakat Kota Bima yang dipimpinnya sungguh sangat nampak disaat warga membutuhkannya.

“Walikota hadir di saat Warga membutuhkannya adalah obat psikologis bagi masyarakat berdampak banjir luapan” demikian ungkap Ketua Gerakan Pemuda Ansor Kota Bima M. Rafi’in, SE Saat di mintai pendapatnya soal gerakan cepat Walikota HML dalam menyapa warga korban banjir luapan sungai.

Untuk diketahui publik bahwasannya sejumlah areal permukiman warga di Kota Bima terdampak luapan air sungai yang diakibatkan curah hujan yang tinggi dan merata di sejumlah wilayah Kota Bima pada Minggu (28/11/2021) sore kemarin.

Atas bencana luapan air sungai itulah sekitar pukul 14.21 WITA minggu sore. Walikota Bima HML bergerak cepat langsung meninjau sejumlah lokasi yang berdampak.

Walikota HML pum turun lokasi secara langsung didampingi Dinas PUPR dan BPBD serta lurah setempat guna memastikan langkah-langkah apa yang jitu dan pas untuk menangani bencana banjir luapan tersebut.

Pada Minggu sore itu, Walikota HML langsung meninjau beberapa titik pada pukul 15.30 WITA. Antara lain lingkungan lewijambu, kelurahan Santi, jembatan raba Salo penaraga, Lingkungan Salama kelurahan pane, lingkungan gilipanda kelurahan Sarae, jembatan kelurahan Jatiwangi dan Jatibaru timur.

“curah hujan yang tinggi dua hari berturut-turut berdampak pada beberapa sungai meluap dan air masuk ke lahan pertanian dan lahan pemukiman warga. Ini tentu harus ada solusi terbaik dan menjadi sebuah tanggung jawab kita bersama, pemerintah akan mencari solusi terbaik untuk masyarakat yang terdampak banjir luapan sungai,”ujar Walikota HML.

Walikota HML pun tidak tinggal diam dengan adanya duka sejumlah warga masyarakatnya.

“Tidak mungkin kita tinggal diam dengan duka warga, makanya saya selaku Walikota Bima terus berikhtiar mencari soalusi termasuk kerja sama dengn Wold Bank 2022 dalam rangka penuntasan saluran drainase perkotaan” ungkapnya.

Selain dirinya lakukan lobi tingkat tinggi dengan sejumlah pihak diantaranya Wolrd Bank, Mantan Anggota DPR RI Dua Periode ini pun memiliki harapan kesadaran kolektif seluruh warga untuk selalu jaga kelestarian Alam dan Hutan.

Walikota HML tidak hentinya berharap pada jajaran pemerintahan hingga sampai tingkat RT untuk saling ingatkan dalam hal pelestarian alam dan hutan.

“Disamping langkah konkrit perbaikan saluran drainase perkotaan, saya harap kepada seluruh lurah untuk menginstruksikan kepada RT wilayah terdampak untuk segera melaporkan melalui e-Lapor berapa masyarakat yang terdampak di wilayahnya dan akan langsung ditindak lanjuti melalui command centre” demikian Ujar Walikota HML.

Sedangkan untuk jangka pendek saat ini Walikota HML melakukan sentuhan langsung dalam hal memberikan bantuan sembako pada warga yang berdampak banjir.

“langkah jangka pendek ini sifatnya membantu meringankan beban warga berdampak banjir, namun langkah besarnya adalah insya Allah 2022 kita sudah lakukan komunikasi dengan Wold Bank untuk pembenahan seluruh sistim drainase perkotaan” demikian tegas Walikota HML. (***)

HIV Aids Vs Covid-19 di Kota Bima NTB

Oleh : Asryadin, S.ST.,M.Si / Dinas Kesehatan Kota Bima
Email : baekadhin@yahoo.co.id

Bimantika.net
Gambaran Umum Kasus HIV AIDS di Kota Bima.
Program pengendalian HIV/AIDS bertujuan untuk menghentikan epidemi AIDS di Indonesia pada tahun 2030, dengan tujuan khusus (`three zeros’) untuk (a) menurunkan hingga meniadakan infeksi HIV baru; (b) menurunkan hingga meniadakan kematian yang disebabkan oleh keadaan yang berkaitan dengan AIDS; dan (c) meniadakan diskriminasi terhadap Orang Dengan HIV AIDS (ODHA).

Kasus kumulatif HIV di Provinsi NTB sampai tahun 2020 sebanyak 1.075 dengan kumulatif AIDS 1.167 orang. ODHA yang telah mengetahui statusnya sebanyak 2.178 orang dari target estimasi 5.972. ODHA yang pernah memulai ART 1447 sedangkan ODHA on ART hanya 905 dari 1.088 ODHA yang pernah memulai ART serta ODHA loss to follow up 183 orang. ODHA on ARV dengan virus tersupresi 7 orang.

Hal ini dikarenakan jumlah akses layanan pengobatan yang sangat terbatas serta dengan klinik pengobotan yang tidak tersebar di semua kabupaten/kota di provinsi NTB yang menimbulkan kesulitan dalam mengakses pengobatan (Dinkes Provinsi NTB, 2020).

Penemuan kasus HIV/AIDS di Kota Bima pada tahun 2020 sebanyak 8 orang dengan 7 orang disertai penyakit TB paru dan 3 diantaranya telah meninggal.

Sementara itu sampai dengan bulan oktober 2021, telah ditemukan 7 kasus AIDS dengan tambahan 6 kasus HIV positif dan 4 ODHA telah diberi terapi ARV. Pada tahun 2021, ODHA yang mengetahui status dan masih hidup mencapai 100%, ODHA yang masih dalam pengobatan ARV sebesar 57%.

Sementara itu, target layanan pemeriksaan HIV AIDS dan PIMS berdasarkan target SPM Kota Bima tahun 2021 sebanyak 9.363 orang yang terdiri ibu hamil, calon pengantin, pasien TBC serta kelompok populasi kunci seperti gay/LSL, waria, pemakai narkoba suntik, WSW, warga binaan pemasyarakatan dan pekerja seks.

Selain itu, sampai dengan bulan oktober 2021 cakupan pemeriksaan HIV baru mencapai 2.381 orang (25,4%) di seluruh fasilitas pelayanan Kesehatan di Kota Bima (Dinkes Kota Bima, 2021).

Kasus HIV AIDS pada Ibu, Anak dan Remaja
Untuk mengetahui tingkat penularan HIV terhadap ibu hamil dan pencegahan penularan pada bayi, dilakukan tes HIV terhadap ibu hamil.

Pemerintah menargetkan tes HIV untuk ibu hamil mencapai 90%.

Berdasarkan kebijakan Menteri Kesehatan No 21 Tahun 2013 tentang penanggulangan HIV/AIDS pasal 17 disebutkan bahwa semua ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan diharuskan mengikuti pemeriksaan diagnostik HIV dengan testing dan konseling (VCT) sebagai upaya pencegahan dan penularan HIV dari ibu ke anak yang di kandungnya (Menteri Kesehatan RI 2013).

Berdasarkan data ODHA/ODHIV dari Dinas Kesehatan Provinsi NTB, pada tahun 2020 ditemukan 4 kasus HIV positif dan 5 kasus anak AIDS.

Sementara di tahun 2021, sampai dengan bulan September 2021, dtemukan 1 kasus HIV positif dan 3 pasien AIDS. Data kasus HIV anak di Kota Bima sepanjang tahun 2021 telah ditemukan 1 pasangan ODHA dengan 1 HIV positif pada anak usia 3 tahun.

Layanan pemeriksaan dan pengobatan di Kota Bima yang dipusatkan di RSUD Kota Bima secara umum belum maksimal terutama pada masa pandemi COVID-19.

Kurang efektifnya pelayanan disebabkan oleh beberapa hal, seperti : kurangnya dukungan leading sector seperti belum maksimalnya kinerja Komisi Penanggulangan AIDS Kota Bima,

Minimnya anggaran, kurang maksimalnya penyediaan logistik pelayanan serta kurangnya motivasi petugas layanan. Ketersediaan ART anak yang tidak rutin juga menjadi kendala lain dalam pemberian terapi yang cepat dan tepat.

Penanganan HIV AIDS pada masa pandemi Covid-19
Sejak pandemi COVID-19, inovasi dalam pemberian layanan HIV diperlukan untuk memastikan akses tanpa gangguan pelayanan pengobatan HIV pada anak dan remaja.

kebutuhan pengujian laboratorium yang adekuat serta fasilitasi akses ke lokasi sarana kesehatan yang nyaman untuk memastikan pengujian laboratorium dan pemberian terapi pengobatan tepat waktu.

Adanya kebijakan pembatasan sosial di masa pandemi COVID-19 menjadi permasalahan tersendiri bagi upaya penanggulangan HIV/AIDS. Selain stigma dan upaya pencegahan melalui penggunaan kondom, terdapat masalah dilematis yang muncul, antara lain :

kurang optimalnya sosialisasi dan edukasi pencegahan HIV AIDS yang biasanya dilakukan secara massal dengan keterbatasan media edukasi digital;

penundaan pelaksanaan mobile VCT atau tes HIV pada populasi berisiko, dikarenakan sumber daya yang terbatas dan dialihkan untuk penanggulangan COVID-19 serta keterbatasan akses antiretroviral therapy (ART) dan risiko kerentanan ODHIV/ODHA yang lebih besar terinfeksi COVID-19.

Sejak pandemi, terdapat kecenderungan ketakutan dari populasi atau individu yang berperilaku berisiko untuk melakukan tes HIV termasuk ibu hamil dan notifikasi pasangan. Rendahnya angka temuan kasus HIV pada anak juga dapat disebabkan oleh minimnya pemeriksaan HIV pada pasangan terlebih selama pandemi COVID-19.

Oleh karena itu diperlukan langkah percepatan perluasan layanan dan optimalisasi tes dan pengobatan pada seluruh fasilitas layanan kesehatan di Kota Bima termasuk membangun jejaring untuk menunjang pemeriksaan viral load pada ODHA/ODHIV anak dalam rangka monitoring terapi.

Pada pedoman pemeriksaan dan monitoring kasus HIV AIDS pada anak usia 6-8 minggu sampai dengan usia <18 bulan, tatalaksana pemeriksaan EID (Early Infant Diagnosis) yaitu pemeriksaan DNA bayi menggunakan PCR pada tahun 2020 telah dilakukan pada 37 dari 532 bagi yang di tes HIV.

Pemeriksaan EID ini sangat penting terutama bagi anak-anak yang berasal dari orang tua ODHA. Rendahnya cakupan pemeriksaan EID disebabkan oleh masih minimnya jumlah unit alat pemeriksaan molekuler (PCR) dan rendahnya pengiriman pemeriksaan tersebut oleh dokter PDP di layanan.

Selain itu, rendahnya penemuan kasus HIV anak maupun dewasa karena disebabkan oleh menurunnya jumlah kunjungan di fasilitas pelayanan kesehatan serta belum maksimalnya tatalaksana pelayanan notifikasi pasangan. Keadaan ini semakin berat dimasa pandemi COVID-19.

Pada masa pandemi COVID-19, ibu hamil merasa khawatir untuk datang ke pelayanan kesehatan, sehingga terjadi penurunan jumlah cakupan pemeriksaan HIV AIDS pada populasi kunci seperti ibu hamil serta kurangnya pemeriksaan notifikasi pasangan.

Di Kota Bima sendiri berdasarkan data cakupan pemeriksaan pada bulan Januari sampai dengan oktober 2021,

pelayanan pemeriksaan HIV AIDS pada ibu hamil baru mencapai 2.381 orang (25,4%) dari target SPM sebanyak 9.363 orang termasuk 1 notifikasi pasangan dan dapat dilihat pada tabel 1
Tabel. 1.

Data Cakupan Pemeriksaan HIV AIDS pada Poci termasuk Ibu Hamil dan Kontak Erat ODHA bulan Januari – Oktober 2021

​Akses layanan yang ditunjang dengan logistik layanan yang tidak memadai terutama obat anti retroviral pada anak maupun dewasa, bahan medis habis pakai, perlatan penunjang pemeriksaan dan perawatan ODHA harus menjadi perhatian. Akses layanan pemeriksaan awal (deteksi dini) HIV AIDS.

Deteksi dini pada upaya penemuan kasus pasangan ODHA termasuk pada anak pasangan ODHA dapat dimulai dari pemeriksaan ibu hamil dengan Riwayat faktor resiko maupun dari pasangan yang berasal dari populasi kunci dengan faktor resiko.

Menurut Alexandra C., et al., 2020, layanan penemuan kasus HIV penting untuk wanita hamil dan menyusui serta anak-anak yang harus dipertahankan termasuk tes pada ibu, tes diagnostik untuk bayi yang terpajan HIV, tes indeks untuk anak-anak yang orang tua kandungnya atau saudara kandung yang hidup dengan HIV, serta untuk anak-anak/remaja yang menunjukkan gejala HIV dan penyakit penyerta.

Tes mandiri HIV untuk anak berusia dua tahun ke atas harus didukung dengan pendidikan pengasuh. Metode layanan seperti pengambilan sampel dan pengujian dapat disesuaikan untuk mengurangi risiko terpapar COVID-19.

Selain itu juga diperlukan pembaruan metode deteksi dini, penjaringan maupun sosialisasi layanan pemeriksaan dan pengobatan HIV AIDS bagi populasi kunci dan notifikasi pasangan yang disesuaikan dengan kondisi pandemi COVID-19.

Layanan konseling dan tes dan pengobatan yang komprehensif serta tetap mengikuti protokol kesehatan menjadi upaya terbaik dalam memberikan pelayanan di masa pandemi COVID-19.

Layanan pendekatan melalui jangkauan pada ODHA/ODHIV anak juga dapat dilakukan untuk lebih mendekatkan akses layanan.

Pendekatan metode virtual terutama untuk layanan sosialisasi dan KIE dapat memanfaatkan teknologi dan dukungan dari berbagai pihak seperti KPA, pemangku kebijakan, pemerhati Kesehatan, LSM, tim penjangkau HIV AIDS di wilayah kerja, BNN dan lain lain. (***)

Usai Apel Siaga, Walikota HML Sambangi Warga Korban Banjir Serahkan Bantuan

Bimantika.net Pemerintah Kota Bima Menggelar Apel Siaga Bencana guna mempersiapkan instrumen dan kesiapan jiwa dan raga dalam mengahadapi cuaca ekstrem yang mengakibatkan tingkat curah hujan tinggi diwilayah kota Bima dan sekitarnya. Senin ( 29/11/2021)

Dalam agenda Apel Siaga Bencana tersebut, beberapa unsur yang menghadiri seperti TNI , POLRES Bima kota , BPBD , POLPP , TAGANA , Dinas Lingkungan hidup , Pemadam kebakaran dan SAR .

Apel Siaga Bencana dibuka langsung oleh Walikota Bima H. Muhammad Luthfi S.E (HML), dengan memberikan sebuah spirit dan semangat agar elemen-elemen yang tergabung dalam gerakan cepat tanggap senantiasa kuat secara lahiriah dan batiniah .

Dalam penyampaiannya, walikota HML mengintruksikan kepada kepala lurah sampai pada tingkat RT dan RW agar tetap memberikan informasi yang akurat dan masif dalam mensosialisasikan kepada masyarakatnya masing-masing.

“Tugas lurah dan RT tetap berkoordinasi dengan pemerintah kota , masifkan gerakan sosialisasi gerakan bersih sungai dengan tidak membuang sampah sembarangan serta tidak membiarkan masyarakatnya untuk menebang pohon secara legal .

“dengan cara itu ekosistem hutan terlindungi , sungai-sungai mengalir semestinya dengan baik maka dari kesadaran itu , sedikit tidaknya probelm banjir tahunan yang kita hadapi akan sedikit berkurang.

Usai menggelar Apel siaga, Walikota HML lagi-lagi menyambangi warga korban banjir dengan menyerahkan sejumlah bantuan seperti beras dan kebutuhan lainnya(***/FIQAR_03 )

Kadis Sosial Jelaskan JPS untuk Masyarakat Kota Bima

Bimantika.net Kepala Dinas Sosial Kota Bima Drs. H. Muhiddin AS, MM saat dikonfirmasi media online Bimantika Senin 29 November 2021 menjelaskan tentang data riil penerima bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS).

Muhiddin Menjelaskan bahwa JPS Kota Bima setara yang disalurkan utk masyarakat sejumlah 6.486 keluarga penerima manfaat (KPM)

“Enam ribuan lebih KPM itu tentunya sudah sesuai dengan anggaran yang tersedia” ungkapnya.

H. Muhiddin menjelaskan bahwa Semula yang direncanakan 8.793 tapi oleh karena dari 8.793 ada yang menerima bantuan program sembako ppkm dari pusat sejumlah 2.307 kpm.

Karema penerima manfaat tidak dibenarkan mendapat dobel sehingga masyarakat kota bima hanya 6.486 dan kpm JPS kota bima Setara yang di SK kan hanya 6.486.

“Sedangkan bantuan lanjut usia dari kemensos uangnya langsung masuk rekening lks lembaga kesejahteraan sosial tidak lewat rekening dinas” demikian jelasnya. (***)