Baru Keluar Rutan, Pria ini Kembali Ditangkap Polisi

Bimantika.net Belum sempat menghirup udara bebas setelah menjalani hukuman MF alias Ogan 21 Warga Desa Waro ini langsung di jemput oleh unit Reskrim polsek Monta di Depan Rutan Bima (13/12).

Kapolres Bima AKBP Heru Sasongko S.I.K., Melalui Kasi Humasnya Iptu Adib Widayaka Menuturkan. Penjemputan MF alias Ogan ini karena terlibat Kasus pencurian Dua unit Laptop dan Satu pucuk senapan angin milik salah satu Staf Desa Waro 07/Juni/2021 Bersama rekannya FD saat sedang menjalani hukuman di Rutan Bima.

Pelaku Diamankan berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP / 303 / IX / 2021 / Polda NTB / Res Bima / Polsek Monta, tanggal 22 September 2021. Tutur Adib.

Lebih lanjut Adib mengatakan dalam rilisannya Kejadian yang Menimpa Staf Desa Waro ini Terjadi 07 Juni 2021, di rumah korban yang diduga dilakukan oleh kedua pelaku MF dan MF alias Ogan yang merupakan warga Desa setempat.

Kejadian itu berawal korban saat korban tidak berada dirumah karena sedang menuju pelabuhan mengantar Sapi yang hendak dikirim ke ibu kota, sehingga kedua pelaku leluasa menggasak barang- barang mik korban dengan cara Merusak Jendela rumah korban.

Penangkapan pelaku MF Berdasarkan hasil koordinasi Unit Reskrim Polsek Monta dengan pihak Rutan Bima, MF alias Ogan yang sedang menjalani hukuman di Rutan Bima karena terlibat Pencurian Hewan akan bebas pada hari Senin, 13 Desember 2021.

Sehingga Kanit Reskrim Polsek Monta Aipda Anhar bersama 2 orang anggotanya langsung menunggu pelaku di depan Rutan Bima, dan pada saat yang bersangkutan keluar dari Rutan Bima langsung diamankan tanpa perlawanan, dan digelandang Menuju Mapolsek Monta Ucapnya.

“Terpisah Kapolres AKBP S.I.K., Heru Sasongko S.I.K.,Mengatakan Bahwa kedua pelaku tersebut merupakan spesialis dan sindikat pencurian yang selama ini kerap melakukan aksinya di rumah – rumah warga di Desa Waro dengan sasaran barang barang elektronik dan hewan ternak ujar pria Bermelati Dua itu.” (***)

BPBD Kota Bima Terima Bantuan Logistik Kedaruratan

Bimantika.net Bencana banjir yang menerjang Kota Bima pekan ini, menjadi atensi dari pihak BPBD Kota Bima hingga ke tingkat Pusat.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bima, Nazamuddin, S. Sos Hari ini Selasa 14 Desember 2021 menyebutkan bahwa BPBD Kota Bima selalu standby dan siaga dalam membantu warga terdampak banjir.

Ia menerangkan bahwa
Sebagai Bentuk Tanggung Jawab Dalam Menjalankan Misi Kemanusiaan Dalam Penanganan Kedaruratan Bencana Kota Bima 2021-2022 Dan Tanggap Darurat Hari ini BPBD Kota Bima Menerima Paket Bantuan.

Paket bantuan itu terdiri dari Beberapa Bahan Logisti Mie Instant,Telur Dan Minyak Goreng Dari Puskesmas Paruga Yg Di Antar Langsung Oleh Ibu Kapus Paruga Rita Astuti.

Hal Ini Merupakan Sinergitas Yang Bersifat Penting Dalam Meringankan Beban Bagi Masyarakat Yang Terdampak Banjir Di Kota Bima.

“Mudah-mudahan Berkah, untuk warga Kota Bima yang sedang berduka dengan bencana banjir” Ucap Kapus Saat Menyerahkan Paket Logistik Di BPBD Pagi tadi. (***)

Gerakan Kemanusiaan Tagana Kota Bima Bantu Warga Terdampak Banjir

Bimantika.net Taruna Siaga Bencana yang selanjutnya disebut TAGANA adalah suatu organisasi atau gugus tugas berbasis masyarakat yang berorientasi di bidang Kesejahteraan Sosial untu menangani penanggulangan bencana

Koordinator Tagana Kota Bima, Ery Irawadin, S. Pd Selasa malam 14 Desember menyebutkan bahwa Tagana Kota Bima selalu siap dan siaga membantu warga terdampak banjir.

Ia menyebutkan bahwa Sebagai Upaya Untuk Membantu Masyarakat Kota Bima, Yang terdampak Banjir, Tagana Kota Bima, Membuka Dapur Umum, Di Dinas Sosial Kota Bima.

“Sejak Tadi malam, Dan Kami akan Siap Melayani Masyarakat Yg terdampak Banjir Sampai Dua Hari Kedepan. Bagi masyarakat dan ReLawan Kemanusiaan Yang membutuh kan Nasi Bungkus, baik itu dari Dinas Instansi yang sedang Bersih bersih, serta Dari pihak TNI/Polri yg sedang melaksanakan gotong Royong, sisa sisa Banjir, Agar Bisa langsung datang ke Dinas Sosial untuk Mengambil Nasi sesuai dengan Kebutuhan Masing Masing” ujar Eryk sapaannya.

Eryk juga menyebutkan bahwa aksi kemanusiaan Tagana Kota Bima juha kerjasama dengan Tagana Kabupaten Bima, Dan tagana Rajawali dari Unsur Umat Kristiani. (***)

Dinas PUPR Kota Bima Sukses Tangani Penyediaan Air Bersih

Bimantika.net Siang tadi Selasa 14 Desember 2021 Dinas PUPR Kota Bima melalui Bidang Cipta Karya melakukan Penanganan Penyediaan Air Bersih Kota Bima.

Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Kota Bima, Fahad Fuad, ST menyebutkan bahwa kegiatan penyediaan saran air bersih itu adalah kerja sama dengan pihak lainny.

“kami bekerja sama dengan Pemerintah Pusat (Balai Prasarana Pemukiman Wilayah NTB), yaitu Pembangunan DAM, Intake (Bak Penampung Air) menuju Instalasi Pengolahan Air (IPA) Nungga dan Penyediaan/Penyambungan Pipa 10″ demi kelancaran Distribusi Air Bersih untuk masyarakat Kota Bima” Demikian ungkap Fahad.

Dirinya mengharapkan untuk warga masyarakat Kota Bima untuk Tetap semangat, dan gunakan air bersih sehemat mungkin. (***)

Walikota HML Pimpin Rakor, Fokus Penanganan Banjir 2022

Bimantika.net Rapat koordinasi (Rakor) Pemantapan Program Pembangunan Tahun 2022 dipimpin langsung oleh Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) terkait sejumlah Program nyata untuk warga masyarakat Kota Bima kedepannya.

Dalam Rakor itu juga dihadiri pula oleh Sekretaris Daerah Kota Bima Drs. H. Muhtar Landa, MH, Seluruh Camat dan Lurah se-Kota Bima berlangsung di Aula Kantor Wali Kota Bima, Selasa, 14 Desember 2021.

Pada momentum Rakor tersebut, Walikota HML mengatakan bahwa curah hujan yang tinggi menyebabkan terjadinya banjir di Wilayah Kota Bima.

“Namun tak bisa dipungkiri pula bahwa ladang jagung dilereng-lereng gunung terjal, perusakan hutan, pembuatan jalan tani membelah gunung menjadi faktor lain bencana tersebut yang merugikan banyak warga lainnya” ungkap Walikota HML dalam Rakor.

Demi menyelamatkan banyak warga secara utuh dan menyeluruh, Walikota HML mengimbau Camat dan Lurah untuk meningkatkan program-programnya di tahun 2022 ini.

Disamping perbaikan hutan, alam dan gunung dan mengingat banjir yang terus melanda Kota Bima setiap tahunnya, diperlukan adanya program alternatif lainnya seperti halnya pembuatan biopori disetiap kelurahan.

“Lurah harus bisa mengedukasi masyarakat terkait pembuatan biopori di pekarangan rumah warga, minimal membuat 2 biopori,” jelasnya.

Meskipun dengan keterbatasan anggaran yang dimiliki, diharapkan program ini dapat dioptimalkan dan terlaksana dengan baik di tahun 2022.

Pemerintah juga tidak menutup mata bahwa Pandemi COVID-19 belum berakhir, upaya-upaya pemerintah untuk menekan penyebarluasan COVID-19 hingga saat ini berjalan dengan sangat baik.

“Kita juga berharap dengan kekuatan yang kita miliki, misalnya ada masyarakat yang terpapar bisa langsung melaporkan ke puskesmas terdekat. Sehingga penanganannya dilakukan dengan cepat,” tuturnya.

Walikota HML juga menyampaikan bahwa Camat dan Lurah untuk betul-betul mengawal apa yang terjadi di masyarakat. Khususnya di musim penghujan seperti saat ini, Camat dan Lurah harus segera mencopot SPPT lahan jagung yang mengarah ke pemukiman penduduk.

“Tidak ada kompromi. Kita tidak melarang masyarakat kita untuk mencari nafkah, tetapi jangan sampai merusak lingkungan, alam, hutan dan gunung-gunung yang menimbulkan kerugian bagi warga lainnya” tegasnya. (***)

Kodim 1608/Bima Bersih-Bersih Fasilitas Pendidikan, Rumah Warga Pasca Banjir

Bimantika.net Hingga kini kondisi perkampungan utamanya rumah warga yang berdampak banjir, masih dalam proses pembersihan. Sepertinya butuh waktu agar Fasilitas Pendidikan, rumah warga bisa bersih seperti sedia kala.

Fenomena ini pun menjadi perhatian dan atensi Dandim 1608/Bima dibawah pimpinan langsung Letkol Inf Teuku Mustafa Kamal yang memerintahkan seluruh personil agar bergerak peduli kemanusiaan.

Selasa (14/12/2021) tadi, Danramil 01 Rasanae diwakili Pelda Jufrin Danpos Asakota bersama Anggota Ramil Rasanae , turun langsung ke wilayah terdampak banjir.

Tepatnya di TK RA DARUL MAARIF RT 03 RW 01 Kelurahan Dara Kec Rasanae Barat Kota Bima. Dilain tempat 5 orang anggota bergotong royong membersihkan sisa lumpur dirumah warga akibat banjir di beberapa wilayah Kota Bima

Mewakili Dandim 1608/Bima, Pelda Jufrin disela bersih-bersih dan gotong royong di TK RA DARUL MAARIF serta rumah warga, menyebutkan, Kodim 1608/Bima merasa peduli dan berkomitmen membantu warga saat bencana terjadi.

TNI mengabdi serta membangun kemanunggalan bersama masyarakat apapun yang dialami masyarakat menjadi atensi pihaknya dalam membantu.” Dandim 1608/Bima Letkol Inf Teuku Mustafa Kamal sangat peduli dan berkomitmen membantu warga, saat bencana terjadi,”ucap Pelda Jufrin.(***)

Walikota HML Berhati Lembut, Maafkan Seorang Ibu Yang Menghinanya di Medsos

Bimantika.net salah seorang warga lingkungan Dara Kelurahan Dara Kecamatan RasanaE Barat Kota Bima berinisial MTN alias IN yang videonya viral saat menyebutkan Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE dengan kalimat tidak senonoh saat terjadinya banjir pada senin 13 Desember 2021, dimaafkan oleh Walikota Bima.

“Iya saya Maafkan Ibu itu semoga Ibu itu selalu mendapat rahmat dan Hidayah Pada Allah SWT” ungkap Walikota HML saat dihubungi Media Online Bimantika Selasa sore 14 Desember 2021 via saluran WhatsAppnya.

Walikota HML menyebutkan juga bahwa Kita harus memaafkan masyarakat kita yang memang saat ini sedang dalam kondisi terdampak banjir bandang dan luapan air sungai.

“Masyarakat kita tidak bersalah mereka hanya kesal banjir yang menimpa tempat tinggal mereka dan mereka kurang paham bahwa banjir ini merupakan peristiwa tahunan yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia” ujar Walikota HML.

Masih Menurut Walikota HML bahwa sesungguhnya keadaan daerah kita bisa banjir yang besar karna hutan dan gunung kita banyak yang gundul ditebang oleh masyarakat yang bertani jagung dan ditunjang oleh kebijakan pemerintah yang tidak melihat sisi dampak lingkungan dimasa lalu.

“Pemerintah masa lalu tidak melihat dampak lingkungan dengan pembuatan jalan tani yang menuju akses hutan dan gunung sehingga mereka semakin mudah untuk membuka lahan pertanian jagung ini membawa bencana yang besar” ungkap Walikota HML

Atas regulasi dan peluang-peluang itulah banjir menerjang karena tidak ada resapan air oleh pohon-pohon yang besar dan air langsung membawa tanah-tanah menuju perumahan dan persawahan.

IN menyampaikan permintaan maaf secara resmi kepada Walikota Bima Muhammad Lutfi, SE (HML) dihadapan pihak Kepolisian.

Umpatan IN yang terkesan menyerang dan menghina pribadi Walikota Bima tersebut viral setelah sebuah postingan video yang memperlihatkan pelaku sedang mengungkapkan kalimat tak pantas kepada orang nomor satu di Kota Bima tersebut tersebar luas di jejaring facebook.

Mengetahui kejadian tersebut, selasa 14 Desember 2021 Lurah Paruga, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Paruga serta Babinkamtibmas Kelurahan Dara melakukan pemanggilan dan pembinaan terhadap pelaku yang dilakukan di kantor Polsek RasanaE Barat.

Setelah melewati tahapan dan proses interogasi dan pembinaan secara langsung didampingi oleh Lurah Paruga, Babinsa dan Babinkamtibmas Kelurahan Paruga serta Babinkamtibmas Kelurahan Dara, pelaku menandatangani surat pernyataan sikap serta menyampaikan permintaan maaf secara resmi kepada Walikota Bima Muhammad Lutfi, SE.

“Dari lubuk hati saya yang paling dalam, dengan tulus dan ikhlas saya memohon maaf yang sebesar-besarnya atas kekhilafan serta kekeliruan saya yang menyinggung perasaan Bapak Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE yang sudah tersebar di media sosial”. Ucapkan pelaku IN dalam video permintaan maafnya.

Video permintaan maaf IN tersebut kini lebih viral lagi beredar luas di media sosial baik Facebook maupun Grup WhatsApp. (***)

Selamatkan Banyak Warga dari Banjir, Walikota HML Memilih Dibenci Para Peladang Liar

Bimantika.net Banjir Bandang Kota Bima kembali terjadi menerjang Kota Bima Pada Senin 13 Desember 2021. Senin Pekan lalu belum kering perabot rumah sebagian yang kemasukan banjir namun Senin ini kembali dikotori lumpur banjir, walau tak separah Senin pekan lalu.

Walikota Bima H. Muhamnad Lutfi, SE (HML) ikut merasakan kesedihan yang dialami oleh sebagian dari warganya yang terdampak banjir bandang dan luapan sungai.

Merasakan akan kesedihan dan kesengsaraan warga masyarakatnya sehingga pada senin siang itu hingga jelang magrib mendatangi sejumlah tempat yang terdampak banjir sembari menyapa warga untuk tetap sabar dan tabah dalam hadapi musibah banjir.

Hadirnya Walikota HML ditengah-tengah warganya yang terdampak banjir tentu sebagai bukti akan rasa kesedihannya yang sangat amat dalam dengan kondisi Banjir Kota Bima.

Walikota HML tidak hanya sekedar berempati dan turut merasakan trauma warga nya, melainkan disertai dengan sikap yang amat sangat tegas yakni mencabut seluruh SPPT petani jagung di lereng-lereng gunung yang ada di Kota Bima lebih-lebih lagi lereng-lereng gunung dekat perkampungan warga.

Sikap ini jelas mengecewakan sebagian kecil para peladang liar atau pelaku perusak hutan namun prinsip Walikota HML menyelamatkan banyak orang jauh lebih penting.

“Saya ambil sikap dan tindakan biarkan para pelaku peladangan liar membenci saya sebenci-bencinya, namun saya lebih memilih menyelamatkan warga masyarakat saya secara utuh dari bahaya dan ancaman banjir” ungkap Walikota HML.

Kepada Lurah-lurah dan Camat Asakota H. Muhammad Lutfi tegaskan bagi warga masyarakat yang tanam jagung di lereng bukit berdekatan dengan rumah warga agar dicabut SPPT nya.

“Hentikan Penggundulan Hutan, Hentikan Perusakan Hutan dan Gunung” Tegas Walikota HML.

Kebijakan cabut SPPT bagi pemilik SPPT yang tanam jangung di lereng-lereng gunung dekat perkampungan adalah kebijakan yang tidak populis namun Walikota HML lebih mengutamakan Keselamatan Warga Masyarakat secara luas dan menyeluruh.

“Demi keselamatan warga Kota Bima secara keseluruhan, saya perintahkan seluruh Lurah agar cabut SPPT yang menanam jagung lereng gunung dekat perkampungan” ungkap Walikota HML.

Apakah pak Walikota HML tidak merasa kalau Pemilik SPPT yang di cabut tidak akan mendukung di Pilkada 2024 ?

Dengan Tegas Walikota HML katakan dirinya tidak sedang memikirkan Pilkada 2024, tapi lebih pada pemikiran agar warga Kota Bima terselamatkan dari bencana banjir setiap tahunnnya.

“Saya sedang tidak pikirkan urusan Pilkada, tapi saat ini demi lestarikan Alam, hutan dan Gunung serta keselamatan warga secara utuh dan menyeluruh” ungkap Walikota HML. (***)

Tak Kenal Lelah, Walikota HML Turun Langsung Pantau Banjir

Bimantika.net Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) tak kenal lelah saat turun langsung memantau kondisi dan keadaan masyarakat yang sedamg dilanda banjir dan luapan sungai.

Walikota HML pertama turun di jembatan Sadia Kelurahan Mpunda Kota Bima.

Walikota HML Tidak sekedar melihat dan memantau kondisi melainkan mendengarkan sejumlah masukan-masukan warga setempat yang ada dilokasi terdampak banjir.

Setelah itu Walikota HML menuju ke seputran Kelurahan Rontu. Di Kelurahan Rontu Walikota HML melihat langsung kondisi Bantaran Sungai Rontu yang kelihatannya sudah sangat rapi setelah perbaikan bantaran sungai Rontu.

Dibantaran Sungai Rontu pun Walikota HML langsung melihat kondisi salah satu sayap jembatan yang patah akibat hantaman banjir dari pegunungan Rontu.

Setelah Itu Walikota HML menuju salah Satu Jembatan yang menuju Oi Si,i yang juga patah akibat hantaman banjir gunung.

Disitu Walikota HML berbincang langsung dengan beberapa warga yang ada dan mencoba memahami apa yang menjadi kehendak rakyat yang terputus jembatan nya dan tidak bisa melakukan aktifitas apapun.

Tanpa kenal lelah, Walikota HML melanjutkan pantauan secara langsung di Kelurahan Paruga Kecamatan RasanaE Barat Kota Bima.

Banjir yang melanda warga Paruga adalah banjir luapan sungai dari Sungai Padolo hingga banjir meluap sampai di Masjid Raya Al Muwahiddin Kota Bima.

Walikota HML saat diwawancara Media Online Bimantikan sangat memahami trauma yang sedang dialami oleh warga masyarakatnya.

“Atas keluh kesah warga terdampak banjir itulah saya selaku Walikota Bima ambil langkah tegas perintahkan pada Seluruh Lurah untuk Cabut SPPT pelaku Perladangan Liar (Ngoho,red) di lereng-lereng Gunung di Kota Bima” ungkap Walikota HML.

Kebijakan cabut SPPT bagi pemilik SPPT yang tanam jagung di lereng-lereng gunung dekat perkampungan adalah kebijakan yang tidak populis namun Walikota HML lebih mengutamakan Keselamatan Warga Masyarakat secara luas dan menyeluruh.

“Demi keselamatan warga Kota Bima secara keseluruhan, saya perintahkan seluruh Lurah agar cabut SPPT yang menanam jagung lereng gunung dekat perkampungan” ungkap Walikota HML.

Aoakah pak Waikota HML tidak merasa kalau Pemilik SPPT yang di cabut tidak akan mendukung di Pilkada 2024 ?

Dengan Tegas Walikota HML katakan dirinya tidak sedang memikirkan Pilkada 2024, tapi lebih pada pemikiran agar warga Kota Bima terselamatkan dari bencana banjir setiap tahunnnya.

“Saya sedang tidak pikirkan urusan Pilkada, tapi saat ini demi lestarikan Alam, hutan dan Gunung serta keselamatan warga secara utuh dan menyeluruh” ungkap Walikota HML. (***)

Dialog Keumatan : Islam Moderat Mencegah Radikalisme Beragama

Bimantika.net Tragedi teror bom Gereja Katedral (28/3/2021) masih menyimpan pilu bagi masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Kota Makassar. Ironinya, pelaku teror bom adalah pasangan suami istri yang terindikasi menjadi bagian dari kelompok teroris Jamaat Ansharut Daulah (JAD). “JIHAD” jelas menjadi label pembenaran dengan jaminan surga tanpa dihisap.

Tragedi ini memilukan, dan membawa luka bagi rakyat Indonesia. Apalagi agama denganabel jihad dan khilafah yang disuarakan sebagai alasan dalam melalukan aksi nir kemanusiaan yang merugikan banyak orang. Tragedi Bom Gereja Katedral menjadi bukti bahwa bangsa kita masih sangat rawat untuk diserang oleh kelompok teroris.

Oleh karena itu, untuk mengingat tragedi ini Cangkir Opini bersama Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Universitas Hasanuddin menggelar kegiatan bertajuk Moderasi Indonesia “mengenang tragedi gereja katedral” dengan membuat dua kegiatan sekaligus, yaitu mempo-mempo kebangsaan dan dialog keummatan (11-12 Desember 2021). Kedua kegiatan tersebut dilakukan untuk mensyiarkan Islam Moderat atau Islam Wasatiyah di tengah-tengah masyarakat Makassar, Sulawesi Selatan.

Kegiatan mempo-mempo dilaksanakan di D’Original Coffe dengan mengundang dua pembicara, yaitu Muh. Asratillah (Kordinator Jaringan Intelektual Muda Muhammadiyah Sulsel) dan Rizal Pauzi (dosen Fisipol Unhas). Dalam pemaparan mereka, keduanya bersepakat bahwa moderasi agama dapat diterima dan kokoh apabila pemerintah dan masyarakat sejahtera secara ekonomi.

Menurut Asratillah, ekonomi adalah salah satu faktor penentu seseorang dalam melakukan tindakan. Kita banyak sekali melihat kasus teror karena kesejahteraan yang tidak ia dapatkan, sehingga menempu jalan yang tidak benar.

Rizal Pauzi juga menyebutkan dalam materinya bahwa Sulawesi Selatan merupakan provinsi penyumbang teroris terbesar di Indonesia. Hal ini patut kita waspadai, sehingga kegiatan edukasi moderasi agama semacam ini perlu tetap berjalan secara konsisten.

Di acara puncak yang bertajuk Dialog Keummatan yang bertema “Wasatiyah Al Islamiyah untuk Indonesia yang ramah”, Cangkir Opini dan IMM Hukum Unhas mengundang tiga orang pembicara, yaitu KH. Dr. Mustari Bosra, Fajrurrahman Jurdi, dan Ex Napiter asal Makassar yaitu Muchtar Dg. Lau.

KH. Mustari Bosra dalam paparannya mengatakn prinsip moderasi agama sudah tertuang dalam surah al-baqaroh ayat 43, di mana ayat itu menjelaskan bahwa umat islam adalah umat yang berada di tengah, tidak ekstrim ke kanan maupun ke kiri dan tidak bertindak dengan kekerasan dalam menjalankan dakwah kepada masyarakat.

“Sama halnya dengan Muhammadiyah yang memahami islam sebagai agama yang rahmatan lil alamin, tugas utamanya adalah menebar manfaat, bukan kebencian apalagi kekerasan. Kita harus menjalan agama dengan cara yang wasatiyah,” tegas Wakil Ketua Pimpinan Wilayah ini.

Fajrurrahman Jurdi di sesi yang kedua juga menyampaikan bahwa terorisme dalam konteks ke Indonesiaan memang masih sangat rawan terjadi di Indonesia, apalagi dengan kondisi negara yang penduduknya memiliki beragam pemahaman, termasuk paham agama.

Fajrurrahman mengungkaplan bahwa “keputusan seseorang dalam melakukan aksi (termasuk terorisme) disebabkan oleh anasir-anasir yang berasal dari keragaman pemikiran manusia yang ditentukan oleh instrumen apa yang kita pakai dalam menangkap pesan-pesan langit,” ungkapnya.

Terkahir, Muchtar Dg Lau mengingatkan kita bahwa paham keagamaan yang moderat atau wasatiyah ad-diniyah sangat penting bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kita tidak boleh lengah, jangan mudah terprovokasi, memang mereka jumlahnya tidak banyak, tapi perlu kita waspadai agar tidak ikut menjadi korban apalagi pelaku teror yang meresahkan masyarakat. Mari kita cegah agenda radikalisme ini dengan paham keagamaan yang moderat, tidak berat sebelah dan mengindahkan nilai-nilai kemanusiaan” tegas Pria yang pernah menjadi aktor bom McD pada tahun 2002 di Makassar.

Kegiatan ini dihadiri oleh organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan yang tersebar di makassar. Secara komulatif, kegiatan Mengenang Tragedi Bom Katedral dihadiri oleh 35 orang di acara pertama, dan 100 orang lebih di acara kedua baik secara online maupun offline. (***)