Bupati IDP : “Bentengi Generasi Muda dari Bahaya Narkoba”

jpn

Bimantika.net -Setelah sebelumnya membuka MTQ Tingkat Kecamatan Lambu, Bupati Bima membuka MTQ Tingkat Kecamatan Sanggar yang ditandai dengan pemukulan Gong Jum’at 07/07 di Halaman Kantor Camat Sanggar. Pada kesempatan tersebut turut hadir Staf Ahli Bupati Bima, Asisten I dan Asisten III Setda, Kadis DLH, Kadis Dukcapil, Kadis Perkim dan Kadis Koperasi Kab. Bima.

Dalam sambutannya, Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE, M.IP (IDP) menyampaikan pentingnya peran orang tua dan masyarakat mengawasi putra-putrinya.

“Para orang tua diharapkan dapat membentengi setiap remaja dan generasi muda dari bahaya Narkoba, juga mampu menciptakan kehidupan keluarga membuat anak-anak nyaman belajar.

Dengan pendidikan keluarga yang baik, maka kita akan mampu membentengi dengan baik generasi untuk melanjutkan estafet kepemimpinan daerah yang kita cintai di masa depan. Ungkapnya.

Selain pentingnya peran orang tua dalam pendidikan anak, Bupati juga menghimbau masyarakat khususnya ASN agar memanfaatkan media sosial untuk hal-hal yang positif.

“Saya juga mengingatkan kepada ASN untuk arif dan bijak menggunakan media sosial dan memanfaatkan teknologi dengan sebaik mungkin bagi kemaslahatan”. Tutup Bupati.

Untuk mendukung penyelenggaraan MTQ tingkat kecamatan Sanggar, pada kesempatan malam hari tersebut Bupati Bima menyerahkan bantuan pribadi senilai Rp. 5 juta kepada panitia pelaksana kegiatan. Selain itu juga diserahkan paket kitab suci Al-Quran kepada Camat Sanggar.

Terkait pelaksanaan MTQ, sebelumnya Ketua Panitia Haryono, S.Pd., M.Si menyampaikan, penyelenggaraan MTQ Tingkat Kecamatan Sanggar digelar dari tanggal 7 sampai dengan 12 Juli 2023 dan mempertandingkan 6 cabang mata lomba yang diikuti oleh 139 kafilah.(***)

Allah Menyukai Manusia Yang Bermanfaat Untuk Manusia Lainnya

jpn

Bimantika.net -Sabda Rasulullah, “Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad).

Menjadi pribadi yang bermanfaat adalah salah satu karakter yang harus dimiliki oleh seorang muslim.

Setiap muslim diperintahkan untuk menjadikan dirinya bermanfaat bagi mahluk yang lain.

Manfaat itu kelak akan kembali untuk kebaikan diri kita sendiri seperti firman Allah SWT dalam Qs. Al Isro ayat 7.

Guna mendapatkan kebaikan dari manfaat yang kita berikan kepada orang lain, harus disertai keikhlasan. Ikhlas Beramal adalah salah satu kunci diterimanya amalan kita.

Selain itu, seorang muslim juga hendaknya tidak merusak alam. Mengacu Qs. Al A’rof ayat 56-68 yang menyatakan, “dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik …”. Allah SWT melarang manusia untuk berbuat kerusakan dan sebaliknya diperintahkan berdoa agar menjadi orang yang senantiasa berbuat kebaikan untuk mendapatkan Rahmat-Nya.

Selain itu, seorang muslim juga hendaknya tidak merusak alam. Mengacu Qs. Al A’rof ayat 56-68 yang menyatakan, “dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik …”.

Allah SWT melarang manusia untuk berbuat kerusakan dan sebaliknya diperintahkan berdoa agar menjadi orang yang senantiasa berbuat kebaikan untuk mendapatkan Rahmat-Nya.

Manfaat kita memberikan manfaatkan kepada orang lain, semuanya akan kembali untuk kebaikan diri kita sendiri. Sebagaimana firman Allah:
إِنْ أَحْسَنتُمْ أَحْسَنتُمْ لِأَنفُسِكُمْ…

“Jika kalian berbuat baik, sesungguhnya kalian berbuat baik bagi diri kalian sendiri …” (QS al-Isrâ/ 17: 7), (//Berbagai Sumber)

Bupati IDP Sebut MTQ Penajaman Visi Bima RAMAH

jpn

Bimantika.net -“Penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) pada semua jenjang, baik pada tingkat desa, kecamatan maupun kabupaten merupakan ikhtiar bagi penajaman visi khususnya aspek religius sebagaimana amanat visi pembangunan Bima RAMAH yang ditetapkan dalam dokumen RPJMD Kabupaten Bima”

Demikian dikatakan Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE,. M.IP (IDP) Sabtu (8/7) saat memberikan sambutan pada pembukaan MTQ XVIII Tingkat Kecamatan Soromandi yang digelar di Lapangan Sowa desa Kananta.

Dijelaskan Bupati penyelenggaraan MTQ pada hakekatnya bukan hanya untuk melahirkan Qori dan Qoriah yang meraih juara pada setiap event. Tetapi yang lebih penting adalah bagaimana Kabupaten Bima yang sudah mencetak Qori bertaraf Internasional memastikan bahwa semua Taman Pendidikan Quran (TPQ) yang sudah dibentuk pada masing-masing desa benar-benar memiliki guru dan murid. Dengan demikian, memiliki peluang dan kesempatan yang baik untuk berkiprah pada setiap kegiatan MTQ di masing-masing wilayah”.

Jelas Bupati di hadapan Camat Soromandi Julkifli, SH., M.Hum, anggota DPRD Dapil III Donggo-Soromandi Ramdin (F/Golkar) dan Rafidin (F/PAN), Unsur Muspika, para dewan Hakim, kepala desa Se-kecamatan Soromandi dan Donggo, para calon anggota legislatif serta kafilah dari 7 Desa se-kecamatan tersebut.

Usai memberikan sambutan, Bupati Bima menyerahkan bantuan pribadi senilai Rp. 5 juta untuk mendukung pelaksanaan MTQ tingkat kecamatan Soromandi.
Selain itu 13 kelompok Qasidah Klasik, Qasidah modern dan dai cilik yang tampil pada acara pembukaan MTQ mendapatkan uang pembinaan dari Bupati Bima. (***)

Empat Paket Tender Proyek Pemkot Bima 2023 Bermasalah ?

jpn

Bimantika.net -Kuat dugaan bahwa tender sejumlah paket proyek di atas 1 Milyar yang dilakukan oleh panitia tender pemerintah Kota (Pemkot) Bjma bermasalah.

Hasil investigasi Media Online Bimantika Sabtu 8 Juli 2023 bahwa ada empat (4) paket proyek yang bermasalah tersebut dimenangkan oleh sejumlah perusahan dengan harga penawaran yang tidak rasional.

Pantia tender Pemkot Bima diduga kuat bermain mata dengan sejunlah perusahaan yang memenangkan tender dengan potongan harga diatas 10% hingga 20% sehingga berdampak pada kualitas pekerjaan.

Hasil investigasi media online Bimantika, misalnya di paket pekerjaan RSUD Bima perusahaan yang memenangkan tender proyek tersebut memotong angaran dengan tinggi dari Pagi Anggaran hingga memotong 18% dari Pagu Dana.

Paket proyek lainnya adalah Pagar Markas Komando (Mako) Brimob, pihak Panitia lelang memenangkan perusahaan dengan memotong 20%.

Begitu juga dengan paket proyek Spam Penanae memotong 12% dari Pagu Dana.

Investigasi lainnya adalah paket pekerjaan Spam Manggemaci, Pihak panitia lelang memenangkan perusahaan yang direkturnya sudah lulus ASN P3K.

Dari empat paket proyek tersebut menurut Sumber Bimantika bahwa ada permainan Pokja dan panitia lelang dengan sejunlah perusahaan yang dimenangkan dalam proses tender tersebut.

“Kami pastikan memotong diatas 10% dari pagu anggaran akan berdampak pada kualitas pekerjaan, ini menjadi problem di saat proses pekerjaan nantinya sehingga mutu dan kualitas nya pun akan bermasalah” ujarnya.

Dari empat paket proyek yang dinilai bermasalah tersebut rata-rata mengajukan nota keberatan atau sanggahan sesuai dengan prosedur tender pengadaan barang dan jasa.

Sumber Bimantika lainnya menyebutkan bahwa apabila ada rekanan atau kontraktor yang berani berjibaku dalam ikut proses tender lalu menawarkan harga hingga memotong 20% dari pagu anggaran maka dipastikan mutu dan kualitas amburadul.

“Bahkan bisa-bisa berpotensi besar gagal menyelesaikannya bila memotong diatas 10% dari pagu anggaran apalagi potongannya 20% itu sudah tidak rasional lagi” ujarnya.(***)

Walikota HML Pastikan Haflah Al-Qur’an dan Istighosah Berlangsung Khidmat

jpn

Foto : Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) dan Pimpinan Redaksi Media Online Bimantika Muhammad Arifudin, S. Sos dalam Suatu Kesempatan

Bimantika.net -Pemerintah Kota (Pemkot) Bima agendakan kegiatan Festival Haflah Alqur’an dan Istighosah.

Kegiatan yang diagendakan oleh Pemkot Tersebut dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1445 Hijriah/2023 Masehi, tepatnya 18 Juli 2023.

Untuk memastikan kegiatan tersebut berjalan lancar, Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) pimpin rapat koordinasi bertempat di aula kantor Wali Kota. Jum’at, 7 Juli 2023.

Rapat pemantapan tersebut dihadiri oleh seluruh Staf Ahli Wali Kota, seluruh Asisten, seluruh Kepala Perangkat Daerah, seluruh Kabag, Camat serta Lurah se Kota Bima.

Dalam arahannya, Walikota HML menyampaikan beberapa pointer penting berkaitan dengan festival haflah dan istighosah.

Walikota HML memastikan juga agar semua perangkat daerah betul-betul menyiapkan segala hal yang berkenaan dengan kebutuhan acara nantinya. Baik dari segi keamanan, tempat duduk masyarakat, layanan kesehatan, dan kebutuhan lainnya.

“Bagi masyarakat yang tidak membawa alas duduk, agar disiapkan oleh panitia, karena pada acara nanti masyarakat yang menyaksikan tidak memakai kursi. Acara dimulai pada pukul 20.00 dan berakhir pada pukul 01.00 WITA,” Ujar Walikota HML.

Demi kenyamanan peserta dan masyarakat yang ikut dalam kegiatan itu, Walikota HML berpesan agar Tim kesehatan, keamanan, dan area parkir agar betul-betul standby dan disiapkan dengan baik selama acara berlangsung.

Dalam rakor tersebut disepakati bahwa syarat dan ketentuan kupon door prize 5 paket umroh akan menggunakan foto copy KTP masyarakat.

Kemudian, area parkir kendaraan akan digunakan di halaman convention hall paruga na’e yang ditangani oleh Dishub Kota Bima, sementara pintu masuk pengunjung akan dibuat dua arah yakni dari arah barat dan arah timur lapangan manggemaci.

Sementara untuk keamanan akan ditangani oleh TNI, Polri dan Satpol PP Kota Bima.

Selanjutnya, demi memberi rasa nyaman serta ketertiban tempat duduk pengunjung yang akan mendengarkan lantunan ayat suci alqur’an dari qori/qoriah internasional maupun dari Kota dan Kabupaten Bima-Dompu, akan dibuat garis pembatas seperti lazimnya shaf shalat berjamaah serta akan disiapkan layar proyektor dibeberapa titik disekitar arena acara.

“Haflah Al-Qur’an dan Istighosah ini semata-mata kita meminta dan memohon pada Allah SWT agar Daerah kita selalu di berkahi” ujar Walikota HML. (***)

Amalan Yang Disukai Allah, Sedekah Salah Satunya

jpn

Bimantika.net -Amalan-amalan Islam untuk beribadah kepada Allah SWT ada cukup banyak. Baik dalam konsep Hablum Minallah (hubungan manusia dengan Sang Pencipta), Hablum Minannas (hubungan antar individu) serta Hablum Minal ‘Alam (hubungan manusia dengan alam).

Dari sekian banyak amal kebaikan yang tertuang dalam ketiga konsep tersebut, ada sejumlah amalan yang paling disukai Allah SWT.

Bahkan terkadang amalan itu tak disadari oleh umat muslim lantaran amalan yang disukai Allah, rupanya hal yang terkesan sederhana.

Tapi kunci kesuksesan memperoleh kesempurnaan amalan yang disukai Allah itulah yang menjadi tantangannya, yakni istiqomah atau konsisten menjaga meski sedikit. Hal ini ditegaskan pula dalam hadist Nabi Muhammad SAW berikut ini:

أَحَبَُ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

“Amal (kebaikan) yang paling dicintai Allah adalah yang kontinu meski sedikit.” (HR. Muslim)

Dengan kata lain, sebuah amalan dalam Islam tidak hanya dinilai dari jenis kebaikannya melainkan kesinambungannya. Amalan yang besar tapi berhenti di tengah jalan, tak lebih baik dari amalan kecil yang berlangsung terus-menerus.

Amalan yang disukai Allah SWT yang pertama adalah mempermudah urusan orang lain. Ini merupakan salah satu contoh dari sikap Hablum Minannas.

Amalan yang disukai Allah selanjutnya yang mungkin tak banyak diduga adalah menjadi sosok yang bermanfaat bagi orang lain. Hal ini bagian dari praktik Hablum Minannas.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “tangan di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah” (HR. Bukhari 1429, Muslim 1033).

Rasulullah SAW menganjurkan kita umatnya agar mempunyai jiwa yang gemar memberi manfaat dan tak bersandar atau terlalu bergantung kepada orang lain. Seorang mukmin yang baik akan selalu memikirkan agar hidupnya berguna.

Amalan yang disukai Allah berikutnya adalah berbakti kepada kedua orangtua, baik saat mereka masih hidup maupun telah wafat. Selama mereka masih ada, berbakti dan memuliakannya tanpa menyakiti. Hal ini menukil dalam penggalan surah di kitab suci Alquran dan ditegaskan kembali oleh Rasul dalam banyak hadist.

Amalan yang disukai Allah berikutnya, yakni dengan bersedekah, baik dalam bentuk harta maupun jasa atau amal kebaikan.

“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat-gandakan (ganjarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” (QS. Al Hadid: 18)

Amalan Selanjutnya Sholat Tepat Waktu. Seperti diketahui, bahwa salat merupakan tiang agama dalam Islam. Bahkan kelak di akhirat, salat menjadi amalan yang dihisab atau dihitung pertama kali. Hal ini dijelaskan dalam hadist yang disebutkan sebelumnya.

Selain itu, ada sejumlah ayat dan sabda Nabi Muhammad SAW lainnya juga yang turut menjelaskan amalan yang disukai Allah ini. Bahkan kelak salat tepat waktu akan menjadi cahaya penerang di hari kiamat. (/***/Berbagai Sumber)

Jalan Mulus Mahdalena Politisi Dermawan Menuju Senayan

jpn

Bimantika.net -Politisi perempuan tangguh Kabupaten Bima Hj. Mahdalena, SS, MM adalah Sosok Politisi perempuan Bima yang memiliki jiwa sosial dan kedermawanan yang sangat tinggi sehingga menjadikannya figur yang dikenal luas di Kabupaten Bima maupun Pulau Sumbawa

Umi Lena itulah nama panggilan sehari-hari bagi Anggota DPRD Kabupaten Bima Periode 2019-2024 utusan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Dalam catatan dan pantauan Media Online Bimantika Kini Mahdalena maju di bursa Calon Anggota DPR RI Periode 2024-2029 Dapil NTB 1 (Pulau Sumbawa) melalui Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang mengantarkannya di DPRD Kabupaten Bima pada Pemilu 2019 lalu.

Saat Media Bimantika memantau pergerakan politik Umi Lena, kini sudah banyak bersosialisasi di Kabupaten Sumbawa.

“Umi Lena sudah banyak pendukung di Kabupatrn Sumbawa, dan rakyat sumbawa menyambut dengan penuh kekeluargaan kedatangan Umi Lena di Sumbawa karena sosoknya yang santun sehingga rakyat bersimpati pada beliau” ujar salah satu warga Kabupaten Sumbawa pada Media Bimantika Jum’at 7 Juli 2023.

Dalam melakukan sosialisasi, tidak jarang Umi Lena membagi-bagikan sebagian rezekinya untuk rakyat yang ditemuinya, dan pemberiannya penuh dengan ketulusan.

“Alhamdulillah, hal biasa yang menjadi kebiasaan saya dalam berbagi rezeki saja, tentu dengan tulus dan ikhlas” ujar Mahdalena ketika Media Online Bimantika mewawancarainya.

Sosok dan figur Umi Lena tentu membuat elektabilitas makin tinggi seiring dengan tingkat Kesolehan yang sangat tinggi dalam hal berbagi rezeki.

“Hal semacam itu tentu bagian dari pengabdian sosial saya untuk masyarakat. Meski tidak banyak, tapi setidaknya dapat meringankan keluarga kita yang kurang mampu, itu sesuai dalam ajaran Agama Islam” ujarnya.

Umi Lena pada Bimantika menyampaikan bahwa berbagi rejeki pada sesama sudah menjadi bagian dari tradisi sosial dalam keluarga dan kehidupannya selama ini dan tertanam sejak kecil.

“Alhamdulillah hal-hal seperti ini sudah menjadi tradisi rutin kami dan keluarga. Insya Allah atas Izin-Nya, sepanjang hidup saya akan terus berbagi untuk sesama atas kelebihan rejeki yang sudah diberikan Allah SWT untuk saya dan keluarga” tandasnya.

Niatnya menuju senayan semata-mata lebih luas ingin berbakti pada rakyat Bangsa dan Negara secara luas lagi.

“Niat saya Calon DPR RI adalah sebuah pengabdian totalitas pada rakyat bangsa dan Negara” demikian tandas Mahdalena.

Baginya secara ekonomi tidak ada yang sedang ia cari, namun karena panggilan pengabdian pada masyarakatlah yang membuatnya bulat bertarung sebagai Caleg DPR RI 2024.

“Insya Allah ini semata-mata karena bentuk panggilan hati untuk sebuah pengabdian pada masyarakat pulau Sumbawa” tegas nya..

Investigasi Media Bimantika, bahwa Umi Lena memiliki penyebaran dukungan merata di setiap Kabupaten se Pulau Sumbawa yang menggambarkan bahwa politisi perempuan ini bisa diterima oleh semua pihak dan kalangan di Dapil NTB 1 menuju DPR RI.

Setiap Umi Lena turun menemui warga, nampak penerimaan warga penuh dengan kekeluargaan dan Familiar sehingga banyak pihak yang memprediksi bahwa Umi Lena menempuh jalan mulus menuju senayan.

“Dengan karakter dan cara Komunikasi Umi Lena yang apa adanya dan tidak di buat-buat sehingga setiap beliu turun sosialisasi selalu di terima dengan sangat baik oleh warga penuh dengan kekeluargaan” ujar Mahfud warga Desa Tumpu Kecamatan Bolo Kabupaten Bima. (***)

Ingin Cabuli Gadis di Karama Bura,, Seorang Remaja Ditangkap Polisi

jpn

Bimantika.net -Seorang remaja inisial TA (17) diringkus Personil SPKT Polsek Dompu, lantaran diduga melakukan percobaan pencabulan terhadap Bunga (bukan nama asli), di salah satu brugak jalan lintas Desa Karamabura, Kecamatan Dompu, Kamis (6/7/2023) sekira pukul 15.00 Wita.

Remaja tersebut ditangkap berdasarkan laporan aduan korban difasilitasi oleh Pemerintah Desa dibantu Bhabinkamtibmas Desa Setempat. Selanjutnya, terduga dibawa ke Mapolsek untuk diperiksa.

Adanya penangkapan remaja tersebut dibenarkan Kapolsek Dompu, Ipda Arif Syarifudin, S.H., yang dalam keterangannya menyebutkan bahwa modus yang dilakukan terduga yakni mengajak korban ke salah satu kebun sekitar Desa Karama Bura.

“Korban awalnya diajak ke kebun untuk memetik kemiri,” ungkap Kapolsek ketika konfirmasi terkait kejadian.

Berdasarkan keterangan korban, kata Kapolsek, awalnya korban diajak ke salah satu kebun yang terletak di So Monggo Lenggo, Desa Karamabura. Kemudian keduanya berboncengan sepeda motor. Lantas, di tengah perjalanan keduanya di hadang hujan hingga harus berteduh di salah satu berugak pinggir jalan.

Kemudian, lanjutnya, mendapat kesempatan itu, terduga mencoba melancarkan aksinya dengan menyentuh beberapa bagian yang sensitive. Akan tetapi, korban berusaha melawan hingga akhirnya berhasil kabur.

Mendapat perlakuan tak menyenangkan itu, korban lantas melaporkan kejadian yang menimpanya pada unsur Pemerintah Desa Setempat. Kemudian, laporan tersebut diteruskan ke SPKT Polsek Dompu oleh Bhabinkamtibmas Desa, Bripka Junaidin.

“Selanjutnya pukul 16.10 wita Personil Polsek Dompu berhasil menemukan terduga pelaku di rumahnya kemudian langsung dibawa dan diamankan dimako Polsek Dompu guna dilakukan Proses Lebih lanjut,” imbuh Kapolsek.

Untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan, Kapolsek memerintahkan anggota dalam hal ini bhabinkamtibmas untuk terus melakukan koordinasi dengan instansi terkait dalam hal ini pihak Pemerintah Desa, melakukan penggalangan terhadap korban dan keluarga korban, toga, toda, Tomas dan LSM.

“Hal itu dilakukan sebagai bentuk deteksi dini agar terciptanya situasi yang tetap aman dan kondusif,” pungkas Kapolsek. (***//)

Perkara Yang Bisa Mengurangi Pahala, Ujub Salah Satunya

jpn

Bimantika.net – Kita semua telah memahami bahwa syarat sah diterimanya sebuah amalan adalah Al-Ikhlas dan Al-Ittiba. Al-Ikhlas yaitu memurnikan maksud dan tujuan beribadah hanya kepada Allah dan hanya untuk Allah, dan al-ittiba yakni meneladani, mencontoh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

Namun, usaha kita sebagai seorang mukmin tidak berhenti sampai di situ, tugas kita bukan sekadar menyelesaikan sebuah amalan, karena ternyata ada tugas yang lebih berat dan tidak kalah penting dari sekadar beramal, yaitu mempertahankan pahala amalan agar tidak terhapus sia-sia.

Karena seikhlas apapun kita beramal, sebaik apapun kita telah berusaha mencontoh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, tetap saja potensi terhapusnya pahala amal sangat bisa terjadi pada semua orang. Oleh karenanya, kita harus terus mengingatkan diri kita, keluarga kita, dan kaum muslimin agar tidak sekadar puas setelah beramal. Lebih dari itu, kita berharap agar Allah menerima amalan kita, serta kita merasa takut apabila amalan kita tidak diterima.

Berikut ini ada beberapa perkara yang bisa mengurangi bahkan menghapus pahala amalan, yang terkadang kita lakukan tanpa kita sadari. Perkara-perkara ini harus kita ketahui untuk dapat kita hindari.

  1. Merasa ujub/bangga terhadap diri sendiri
    Dari Abdullah bin Umar radhiallahu ‘anhuma Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

ثَلاثٌ مُهْلِكَاتٌ ، وذكر منها : وإِعْجَابُ المَرْءِ بِنفسِهِ.

Artinya: “Ada tiga hal yang dapat membinasakan seseorang, di antaranya adalah merasa ujub terhadap diri sendiri.” (hadits ini hasan)

Syaikh Muhammad Bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah mengatakan, “Ujub itu bisa membatalkan atau menghapus pahala amalan seorang hamba.”

  1. Mendzalimi dan menyakiti kaum muslimin
    أَتَدْرُونَ مَنِ الْمُفْلِسُ قَالُوا الْمُفْلِسُ فِينَا مَنْ لَا دِرْهَمَ لَهُ وَلَا مَتَاعَ فَقَالَ إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي مَنْ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلَاةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا وَقَذَفَ هَذَا وَأَكَلَ مَالَ هَذَا وَسَفَكَ دَمَ هَذَا وَضَرَبَ هَذَا فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bertanya kepada para sahabat, “Apakah kalian tahu siapa orang yang bangkrut itu?”

Para sahabat menjawab, “Orang yang bangkrut itu adalah yang tidak mempunyai dirham maupun harta benda.”

Tetapi Nabi shallallahu alaihi wasallam berkata, “Orang yang bangkrut dari umatku ialah, orang yang datang pada hari kiamat membawa (pahala) shalat, puasa dan zakat, namun (ketika di dunia) dia suka mencaci maki dan (salah) menuduh orang lain, makan harta orang lain, menumpahkan darah dan memukul orang lain (tanpa hak). Maka orang-orang yang terdzalimi itu akan diberi pahala dari kebaikan-kebaikan pelaku dzalim. Jika telah habis kebaikan-kebaikannya, maka dosa-dosa mereka akan ditimpakan kepadanya, kemudian dia akan dilemparkan ke dalam neraka” (HR. Muslim).

  1. Bermaksiat di kala sendiri
    Dari Tsauban radhiallahu ‘anhu Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:

لَأَعْلَمَنَّ أَقْوَامًا مِنْ أُمَّتِي يَأْتُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِحَسَنَاتٍ أَمْثَالِ جِبَالِ تِهَامَةَ بِيضًا فَيَجْعَلُهَا اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ هَبَاءً مَنْثُورًا قَالَ ثَوْبَانُ يَا رَسُولَ اللَّهِ صِفْهُمْ لَنَا جَلِّهِمْ لَنَا أَنْ لَا نَكُونَ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لَا نَعْلَمُ قَالَ أَمَا إِنَّهُمْ إِخْوَانُكُمْ وَمِنْ جِلْدَتِكُمْ وَيَأْخُذُونَ مِنْ اللَّيْلِ كَمَا تَأْخُذُونَ وَلَكِنَّهُمْ أَقْوَامٌ إِذَا خَلَوْا بِمَحَارِمِ اللَّهِ انْتَهَكُوهَا

“Sungguh saya telah mengetahui bahwa ada suatu kaum dari ummatku yang datang pada hari Kiamat dengan membawa kebaikan sebesar gunung Tihamah yang putih, lantas Allah menjadikannya sia-sia tidak tersisa sedikitpun.”

Tsauban berkata, “Wahai Rasulullah, sebutkanlah ciri-ciri mereka kepada kami, dan jelaskanlah tentang mereka kepada kami, supaya kami tidak menjadi seperti mereka sementara kami tidak mengetahuinya.”

Beliau bersabda, “Sesungguhnya mereka adalah saudara-saudara kalian dan dari golongan kalian, mereka shalat malam sebagaimana kalian mengerjakannya, tetapi mereka adalah kaum yang jika menyepi (tidak ada orang lain yang melihatnya) dengan apa-apa yang di haramkan Allah, maka mereka terus (segera) melanggarnya.” (HR Ibnu Majah, dan dishahihkan oleh Al-Albani)

  1. Menyebut-nyebut sedekah sampai menyakiti hati orang yang diberi sedekah
    Allah ta’ala berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 264

یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ لَا تُبۡطِلُوا۟ صَدَقَـٰتِكُم بِٱلۡمَنِّ وَٱلۡأَذَىٰ كَٱلَّذِی یُنفِقُ مَالَهُۥ رِئَاۤءَ ٱلنَّاسِ وَلَا یُؤۡمِنُ بِٱللَّهِ وَٱلۡیَوۡمِ ٱلۡـَٔاخِرِۖ

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu merusak sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), seperti orang yang menginfakkan hartanya karena riya (pamer) kepada manusia, dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari akhir.”

Saking pentingnya menjaga perasaan orang lain yang menerima sedekah kita, sampai-sampai Islam memberikan keutamaan lebih bagi orang yang bersedekah secara diam-diam.

  1. Meremehkan seorang mukmin yang berdosa
    Di antara perkara yang dapat mengurangi bahkan menghapus pahala amalan selanjutnya adalah meremehkan seorang mukmin yang berdosa dengan mengatakan bahwa orang seperti fulan tidak mungkin diampuni Allah azza wa jalla, dengan menyebut individu orang tersebut.

Dari Jundub bin Abdillah Al-Bajali, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bercerita:

أَنَّ رَجُلًا قَالَ : وَاللَّهِ لَا يَغْفِرُ اللَّهُ لِفُلَانٍ. وَإِنَّ اللَّهَ تَعَالَى قَالَ : مَنْ ذَا الَّذِي يَتَأَلَّى عَلَيَّ أَنْ لَا أَغْفِرَ لِفُلَانٍ ؛ فَإِنِّي قَدْ غَفَرْتُ لِفُلَانٍ، وَأَحْبَطْتُ عَمَلَكَ “. أَوْ كَمَا قَالَ

“Pada suatu ketika ada seseorang yang berkata; ‘Demi Allah, sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni si fulan.’ Sementara Allah berfirman: ‘Siapa yang bersumpah dengan kesombongannya atas nama-Ku bahwasanya Aku tidak akan mengampuni si fulan? Ketahuilah, sesungguhnya Aku telah mengampuni si fulan dan telah memutuskan amal perbuatanmu.” Kurang lebih begitulah sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.”

Imam Muslim rahimahullah berkata bahwa hadits tersebut adalah larangan membuat seseorang putus asa dari rahmat Allah azza wa jalla.

  1. Menyekutukan Allah
    Allah ta’ala berfirman,

وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu: “Jika kamu berbuat syirik, niscaya akan terhapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi” (Qs. Az Zumar: 65).

Imam Ath-Thabari rahimahullah menafsirkan: “Maksudnya, jika engkau berbuat syirik kepada Allah wahai Muhammad, maka akan terhapus amalanmu, dan engkau tidak akan mendapatkan pahala, juga tidak mendapatkan balasan, kecuali balasan yang pantas bagi orang yang berbuat syirik kepada Allah” (Tafsir Ath Thabari, 21/322).

Kesyirikan adalah pelanggaran paling fatal kepada hak Allah azza wa jalla, sehingga shallallahu alaihi wasallam yang terjamin maksum pun terkena ancaman dalam ayat ini, apalagi kita manusia biasa yang penuh dosa.

Barangkali kita telah terhindar dari syirik besar, namun siapa yang menjamin kita bisa mengobati syirik-syirik kecil dari dalam hati kita. Syirik-syirik kecil yang apabila dibiarkan akan berpotensi menjadi syirik besar, wal ‘iyadzubillah.

Akhirnya, semoga Allah azza wa jalla memberikan kita taufik untuk senantiasa ikhlas dalam beramal dan menjauhkan kita dari dari perkara-perkara yang dapat menghapus pahala amal. Aamiin. (***//Berbagai sumber)

Kapolres Dompu Pimpin Langsung Upacara Pemecatan Salah Satu Anggota

jpn

Bimantika.net -Kapolres Dompu, AKBP Iwan Hidayat S.I.K., memimpin langsung Upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) salah satu personilnya yang berlangsung di Lapangan Apel, Mako Polres, Rabu (5/7/2023) sekira pukul 07.00 Wita.

Personil yang dimaksud yakni, Bripda EH, NRP 93060992 sebelumnya bertugas di unit BA Sat Samapta Polres Dompu, dinyatakan berstatus absentia sehingga memenuhi syarat untuk diberhentikan.

Hadir saat upacara, Pejabat Utama (PJU) lingkup Polres, jajaran Kapolsek serta sejumlah Personil Polres Dompu yang hadir sekitar tak kurang dari 100 personil di posisi barisan upacara.

Tampak seperti upacara resmi pada umumnya, upacara PTDH ini pun diawali dengan susunan acara di mana komandan upacara mengawali proses memasuki lapangan upacara yang dirangkai dengan dihadapkannya anggota personil yang diberhentikan.

Terhadapnya, disodorkan keputusan atas pemberhentiannya, kemudian atribut Polri yang pernah disematkan lantas dicopot saat itu juga, sebagai tanda bahwa yang bersangkutan tak lagi bagian dari keanggotaan Polri.

“Saya berharap upacara yang kita laksanakan ini untuk kedepan tidak dilaksanakan lagi,” tegas Kapolres saat menyampaikan amanahnya.

Kapolres mengungkapkan, bahwa Upacara seperti ini terpaksa dilakukan untuk kepentingan organisasi, sekaligus sebagai pembelajaran bagi para personil kepolisian khususnya di lingkup Polres Dompu.

“Rekan-rekan yang sudah baik melaksanakan tugas, jangan sampai terpengaruh untuk melakukan hal-hal yang merugikan organisasi,” imbuhnya.

Menurut Kapolres, sangat disayangkan apabila masih ada beberapa rekan-rekan yang tidak bangga menjadi seorang anggota Polri dengan melakukan hal-hal yang kontra produktif.

“Jika masih ada dari rekan kita yang belum bangga menjadi anggota Polri, tolong diingatkan,” pinta Kapolres.

Usai penyampaian amanah Kapolres, upacara PTDH kali ini ditutup dengan Pembacaan Do’a oleh Bripka Saufan, hingga upacara pun berakhir pada pukul 07.30 Wita berjalan dengan aman dan lancar. (***)