Selalu Mengingat Allah Hidup Tentram dan Sholat Penyejuk Hati

jpn

Bimantika.net -Kesibukan duniawi kadang membuat seseorang lalai dan lupa akan kehidupan akhirat.

Nabi Muhammad SAW sesungguhnya telah memberikan resep mujarab agar situasi semacam itu tidak berkembang ke hal-hal negatif yang tak diinginkan, yakni dengan mengerjakan shalat lima waktu.

Ada beberapa manfaat yang dirasakan oleh manusia ketika istiqamah menjalan Sholat Lima waktu, diantaranya adalah Meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Ketakwaan adalah sikap hati yang selalu taat dan patuh kepada perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Dengan melaksanakan shalat wajib secara rutin dan khusyuk, kita akan semakin menyadari kebesaran dan kekuasaan Allah SWT, serta kehinaan dan kelemahan diri kita sebagai makhluk-Nya. Hal ini akan membuat kita lebih takut kepada Allah SWT daripada kepada selain-Nya, dan lebih mengharapkan rahmat dan ridha-Nya daripada pujian dan sanjungan manusia.

Sholat lima waktu Memberikan ketenangan dalam diri baik lahir maupun batin.

Shalat wajib adalah sarana untuk berkomunikasi dengan Allah SWT, sang Pencipta dan Pengatur segala sesuatu.

Dengan shalat wajib, kita dapat mengadukan segala persoalan dan kesulitan yang kita hadapi kepada Allah SWT, serta memohon pertolongan dan petunjuk-Nya.

Dengan demikian, kita akan merasa lebih tenang dan yakin bahwa Allah SWT tidak akan meninggalkan kita sendirian dalam menghadapi ujian hidup. Allah SWT berfirman dalam surat Ar-Ra’d ayat 28:

اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوْبُ

Artinya: “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”

Seorang hamba mengerjakan Sholat lima waktu Mendapatkan kecintaan kepada Allah SWT.

Shalat wajib adalah salah satu bentuk ibadah mahabbah atau ibadah cinta kepada Allah SWT. Dengan shalat wajib, kita menunjukkan rasa syukur dan penghormatan kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah diberikan-Nya kepada kita.

Dengan shalat wajib, kita juga mengekspresikan rasa cinta dan rindu kepada Allah SWT sebagai Tuhan yang Maha Pengasih dan Penyayang. Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ أَحَبَّ أَنْ يَلْقَى اللَّهَ أَحَبَّهُ اللَّهُ وَمَنْ كَرِهَ أَنْ يَلْقَى اللَّهَ كَرِهَهُ اللَّهُ

Artinya: “Barangsiapa yang mencintai untuk bertemu dengan Allah, maka Allah pun mencintainya. Dan barangsiapa yang benci untuk bertemu dengan Allah, maka Allah pun membencinya.” (HR Muslim).

Dengan mengerjakan Sholat Lima Waktu, Mencegah perbuatan keji dan mungkar.

Shalat wajib adalah salah satu cara untuk menjaga diri dari godaan syaitan dan hawa nafsu yang mengajak kepada perbuatan keji dan mungkar. Perbuatan keji dan mungkar adalah perbuatan yang bertentangan dengan syariat Allah SWT, seperti berzina, mencuri, membunuh, berbohong, dan sebagainya. Dengan shalat wajib, kita akan selalu ingat bahwa Allah SWT selalu melihat dan mendengar apa yang kita lakukan.

Hal ini akan membuat kita malu dan takut untuk melakukan dosa dan maksiat . Allah SWT berfirman dalam surat Al-Ankabut ayat 45:

اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ

Artinya: “Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.”

Shalat akan menyucikan dan membersihkan jiwa.
Shalat wajib adalah salah satu cara untuk membersihkan jiwa dari segala kotoran dan noda yang menempel akibat dosa dan kesalahan yang kita lakukan.

Dengan shalat wajib, kita akan selalu bertaubat dan memohon ampun kepada Allah SWT atas segala kesalahan yang telah kita lakukan. Dengan shalat wajib, kita juga akan selalu memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah kita kepada Allah SWT .

Shalat wajib adalah salah satu cara untuk mencapai kebahagiaan sejati yang tidak tergantung pada kondisi duniawi. Dengan shalat wajib, kita akan merasakan kedamaian dan keseimbangan antara jiwa dan raga.

Dengan shalat wajib, kita juga akan merasakan kenikmatan batin yang tidak dapat digantikan oleh kenikmatan lahir seperti harta, pangkat, atau kecantikan. Dengan shalat wajib, kita akan merasakan kepuasan dan kesenangan yang hanya dapat diberikan oleh Allah SWT . Rasulullah SAW bersabda:

جُعِلَتْ قُرَّةُ عَيْنِي فِي الصَّلَاةِ

Artinya: “Telah dijadikan penyejuk mataku dalam shalat.” (HR Ahmad dan An-Nasa’i). (***//Berbagai Sumber)

Allah Menyukai Manusia Yang Menjaga Alam

jpn

Bimantika.net -Lestarikan Alam jangan menjadi sebuah celoteh hampa tampa makna, karena Mencintai Alam sangat di Sukai Allah SWT.

Kelestarian alam merupakan salah satu warisan yang akan diturunkan kepada generasi selanjutnya.

Oleh karena itu kepedulian terhadap lingkungan harus ditanamkan kepada anak-anak dari sejak dini.

Apapun perilaku menjaga lingkungan dapat berdampak baik terhadap keberlangsungan bumi.

Prof DR Qurais Shihab mengibaratkan tanah Indonesia,laksana sekeping tanah surga,yang dihamparkan dipersada nusantara, sawah, lembah, sungai gunung-gunung dan lautan, semuanya anugrah Allah yang diberikan kepada negeri tercinta.

Sebagai landasan dalam alquran Allah berfirman surah Al Hijjr 19 yang artinya Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran.

Pesan penting dalam ayat tersebut.Sesungguhnya Allah telah menjadikan bumi terbentang luas dengan segala sumber penghidupan, yang diberikan kepada manusia untuk dimanfaatkan, dengan ukuran yang pas sesuai dengan pertimbangan hikmah dan kemaslahatan.

Namun sangat disayangkan mengapa akhir-akhIr ini perubahan musim sangat tak stabil.

Menurut perhitungan mestinya musim penghujan tapi yang terjadi malah kemarau panjang.Ketika musim hujan datang disertai dengan sambaran petir yang mengerikan, banjir pun tak terelakan, ongsor dimana-mana gelombang ombak, badai topan mengamuk membawa sejuta korban.

Begitu pula ketika kemarau berkepanjangan, bumi menjadi kering kerontang, air bersih susah didapatkan kebakaran hutan dimana-mana.

Kejadian ini sepertinya sudah menjadi biasa, dari tahun ketahun tak pernah luput dari musim ke musim tak pernah berhenti.

kebakaran hutan sepertinya biasa saja, hal ini pula sebagai salah satu penyebab pemanasan global, yang dapat menimbulkan keresahan bagi manusia dan juga makhluk hidup lainnya.

Islam adalah agama rahmatan lil ‘alamin artinya Islam merupakan agama yang membawa rahmat dan kesejahteraan bagi semua seluruh alam semesta, termasuk hewan, tumbuhan dan jin, apalagi sesama manusia. Sesuai dengan firman Allah dalam Surat al-Anbiya ayat 107 yaitu:

لِلْعَالَمِينَ رَحْمَةً إِلا أَرْسَلْنَاكَ وَمَا

Yang artinya: “Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam”. Islam melarang manusia berlaku semena-mena terhadap makhluk Allah. Demikian tinggi, indah dan terperinci aturan Sang Maha Rahman dan Rahim ini, sehingga bukan hanya mencakup aturan bagi sesama manusia saja, melainkan juga terhadap alam dan lingkungan hidupnya”.

Dalam pandangan Islam, alam semesta termasuk bumi seisinya adalah ciptaan Tuhan dan diciptakan dalam kesetimbangan, proporsional dan terukur atau mempunyai ukuran-ukuran, baik secara kualitatif maupun kuantitatif.

Bumi yang merupakan planet dimana manusia tinggal dan melangsungkan kehidupannya, terdiri atas berbagai unsur dan elemen dengan keragaman yang sangat besar dalam bentuk, proses dan fungsinya.

Berbagai unsur dan elemen yang membentuk alam tersebut diciptakan Allah untuk memenuhi kebutuhan manusia dalam menjalankan kehidupannya di muka bumi.

Sekaligus merupakan bukti Ke-Mahakuasaan dan Ke- Mahabesaran Sang Pencipta dan Pemelihara alam.

Alam merupakan sebuah entitas atau realitas (empirik) yang tidak berdiri sendiri, akan tetapi berhubungan dengan manusia dan dengan realitas yang gaib dan supra-empirik.

Dalam pandangan Islam, alam mempunyai eksistensi riil, objektif serta bekerja sesuai dengan hukum-hukum yang berlaku tetap (qadar) bagi alam. Manusia merupakan bagian tak terpisahkan dari alam.

Sebagai bagian dari alam, keberadaan manusia di alam adalah saling membutuhkan, saling terkait dengan makhluk yang lain. Dengan hadirnya islam maka alam ini tetap menjadi makmur sehingga kehidupan manusia akan tetap terjaga. (***)

Empat Mahkota Manusia Diciptakan Sebagai Mahluk Terbaik

jpn

Bimantika.net -Manusia adalah makhluk Allah yang diciptakan dalam bentuk terbaik. Ia diciptakan dengan bentuk fisik yang indah, juga diberi perangkat lunak yang sempurna, seperti akal pikiran, rasa, dan karsa (kehendak). Manusia berbeda dari makhluk Allah lainnya.

Malaikat diciptakan hanya memiliki akal tanpa diberi syahwat dan nafsu.

Hewan dibekali syahwat sehingga hidupnya hanya mengikuti keinginan kebutuhan badannya; makan, minum, berhubungan badan dan segala keinginan yang bersifat jasmaniah.

Sementara setan diciptakan hanya dengan bekal nafsu sehingga sepanjang hidupnya selalu ingkar akan nikmat Allah.

Manusia, sebagaimana disebutkan dalam surat At-Tiin ayat 4 diciptakan dalam bentuk yang sebaik-baiknya:

لَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ فِيْٓ اَحْسَنِ تَقْوِيْمٍ

“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.”

Sebagai makhluk ciptaan dalam bentuk terbaik, manusia dikaruniai empat hal sebagai permata dirinya. Empat permata ini disebutkan Rasulullah dalam hadistnya, sebagaimana dikutip oleh Ihya’ Ulumiddin.

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم أَرْبَعَةُ جَوَهِرَ فِيْ جِسْمِ بَنِيْ اَدَمَ يُزَلُهَا اَرْبَعَةُ أَشْيَاءَ اَمَّا الْجَوَاهِرُ فَالْعَقْلُ وَالدِّيْنُ وَالْحَيَاءُ وَالْعَمَلُ الْصَّالِحُ

Rasulullah SAW bersabda, “Ada empat permata dalam tubuh manusia yang dapat hilang karena empat hal. Empat permata tersebut adalah akal, agama, sifat malu, dan amal salih”.

Akal adalah alat untuk memahami agama. Agama adalah rambu-rambu atau aturan yang memberikan arah pada manusia, sifat malu adalah pengendali, dan amal salih adalah buah dari akal memahami agama dengan pengendali berupa sifat malu tadi. Akal menjadi pemimpin dalam tubuh manusia untuk memahami mana yang hak dan batil, mana yang patut ataupun tidak, mana yang harus dikerjakan ataupun ditinggalkan. Ibnu Hajar al-Asyqalani dalam kitabnya Nashaihul Ibad mendefinisikan akal sebagai

جَوْهَرٌ رُوْحَانِيٌّ خَلَقَهُ اللهُ تَعَالَى مُتَعَلَّقًا بِبَدْنِ الاِنْسَانِ يُعْرَفُ بِهِ الْحَقُّ وَالْبَاطِلُ

“Permata ruhani ciptaan Allah yang berada dalam jasad manusia untuk mengetahui sesuatu yang hak dan batil.”

Permata kedua yang dikaruniakan Allah kepada manusia adalah agama. Agama adalah aturan atau norma yang mengarahkan akal manusia untuk menerima hal-hal yang baik, layak dan pantas. Agama menjadi pedoman bagaimana manusia menjalani kehidupannya; bagaimana mengendalikan syahwat dan nafsu.

Agama menjadi pedoman bagaimana manusia menjalani kehidupannya; bagaimana mengendalikan syahwat dan nafsu. Akal sehat akan mengarahkan kita dapat menerima agama yang hanif (lurus), yang mampu memberikan ketenangan lahir batin dan dapat melahirkan sifat pengedali (malu), serta membuahkan amal salih.

Malu merupakan sifat yang dikembangkan oleh agama untuk mengendalikan perilaku manusia, yang dapat membedakan kita dengan hewan ataupun setan. Oleh karena itu, Ibnu Hajar al-Asqalani membagi malu menjadi dua, yakni haya’un nafsiyun dan haya’un imaniyun. Haya’un nafsiyun adalah rasa malu yang diberikan Allah pada setiap manusia, seperti rasa malu memperlihatkan auratnya dan sejenisnya. Sifat ini tidak diberikan pada hewan.

Sementara haya’un imaniyun adalah

أَنْ يَمْنَعَ المُؤْمِنُ مِنْ فِعْلِ الْمَعَاصِي خَوْفًا مِنَ اللهِ

“Ketika seorang mukmin mampu mencegah dirinya untuk berbuat maksiat karena takut kepada Allah subhanahu wata’ala.”

Sifat ini hanya diberikan pada orang mukmin yang mampu menggunakan akalnya untuk memahami perintah dan larangan Allah. Karena itu, wajar jika Rasulullah pernah memberikan nasihat kepada sahabatnya dengan mengatakan:

اَلْحَيَاءُ مِنَ الْاِيْمَانِ

“Malu itu sebagian dari iman.” Malu untuk berbuat maksiat, malu meninggalkan perintah agama, malu tidak berbuat baik dan lain sebagainya.

Permata yang terakhir yang dimiliki manusia adalah amal shalih, yakni perbuatan yang patut dan baik menurut kaidah agama. Amal shalih adalah buah dari kemampuan kita memahami agama, menjalankan perintah agama, serta kemampuan kita mengendalikan sikap dalam kehidupan. (***//Berbagai Sumber)

IDP dan Dae Yandi Beri Bantuan Pribadi Untuk MTQ Tingkat Kecamatan Sape

jpn

Bimantika.net -Penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXII Tingkat Kecamatan Sape yang dibuka secara resmi oleh Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE, M.IP (IDP) Kamis (13/7) di aula Kantor Camat Sape diikuti 651 peserta dari 18 Desa se Kecamatan tersebut

Event Akbar tersebut diawali penampilan Grup Kasidah, Marawis, dan tarian serta Pawai Ta’ruf para kafilah yang berasal dari 18 desa, organisasi sosial dan sekolah Se-kecamatan Sape.

Bupati IDP dalam sambutannya mengatakan, Kecamatan Sape merupakan pintu gerbang Provinsi Nusa Tenggara Barat dari sebelah timur yang memiliki tantangan tersendiri dalam membina generasi muda.

Oleh karena itu terang Bupati, aspek yang paling penting bukan hanya menggalakkan baca tulis Al-Quran, tetapi banyak membekali para remaja dan generasi muda agar memahami isi kandungan ayat suci dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari”.

Kepada para orang tua Bupati IDP kembali menghimbau agar terus menanamkan pentingnya pendidikan agama yang baik, berbarengan dengan pendidikan formal dan memastikan para guru mengaji di seluruh TPA dan TPQ yang ada benar-benar mendapatkan perhatian orang tua, pemerintah desa dan kecamatan sehingga terus mencetak generasi Qurani.

Terkait penyelenggaraan MTQ Ke-32 Kecamatan Sape, di hadiri Camat Sape Muhammad Akbar SP, M.Si, unsur Muspika, para alim ulama dan kepala desa tersebut, Bupati mengharapkan agar momen MTQ dapat dijadikan wahana untuk meningkatkan prestasi di bidang keagamaan.

“Khusus Kecamatan Sape, agar tidak puas dengan prestasi yang telah diraih tetapi harus terus mencetak generasi-generasi Qurani sehingga Qori dari Sape bisa dipastikan mutu dan kemampuannya”. Imbuh Bupati.

Sebelumnya, Ketua Panitia Ustadz Subhan S.Pdi dalam laporannya menjelaskan bahwa Pelaksanaan MTQ berlangsung selama 8 hari pada 4 Arena yaitu arena utama Aula Kantor Camat Sape, Masjid Bbesar Al Munawarah, SMP 3 Sape dan SMA 1 Sape.

Bupati Bima yang hadir bersama Anggota DPRD Dapil Sape – Lambu, Sekda Drs. H.M. Taufik HAK, M.Si, Asisten II Setda Ir. Syaifudin, Kadis PUPR Suwandi ST, MT, Kadis Kominfostik Kamaluddin, S.Sos, Kadis Lingkungan Hidup Ir. Jaidun, Kalak BPBD Drs. Isyrah, para Kepala Bagian Lingkup Setda dan Kementerian Agama Kabupaten Bima.

Setelah menyampaikan sambutan, Bupati selanjutnya menyerahkan bantuan pribadi sebesar Rp 5 juta dan Ketua DPRD Kabupaten Bima juga memberikan Rp 5 juta untuk penyelenggaraan MTQ.

Bantuan lainnya diserahkan yaitu uang senilai Rp. 40 juta untuk pembangunan salah satu masjid di Kecamatan Sape dan peralatan marawis. (***)

Ringankan Beban Hidup Orang Lain Pahalanya Mengalir Terus Menerus

jpn

Bimantika.net -Dalam Agama Islam, setiap harta ataupun rezeki yang diberi oleh Allah SWT terdapat hak orang lain di dalamnya. Untuk itu, kelebihan harta yang dimiliki hendaklah digunakan untuk berbagi rezeki baik dalam bentuk infak, zakat, ataupun sedekah.

Kegiatan berbagi tersebut merupakan wujud sikap peduli terhadap sesama sekaligus sebagai momen untuk membersihkan harta. Selain itu, saling berbagi rezeki juga akan memperlancar rezeki yang akan datang selanjutnya.

Kemudian, perilaku berbagi rezeki juga menjadi penolak bala dan dapat memanjangkan umur bagi orang yang menunaikannya, seperti yang dijelaskan dalam hadist berikut ini.

وقال صلى الله عليه وسلم: الصَّدَقَةُ تَرُدُّ البَلاَء وَتُطَوِّلُ العُمْرَ

Artinya:

Nabi Muhammad SAW bersabda: “Sedekah itu menolak bala (bahaya) dan dapat memanjangkan umur”.

Selain hadist di atas, anjuran untuk saling berbagi juga terdapat dalam Al-Quran. Allah begitu jelas menyebutkan bahwa seseorang yang memberikan sebagian harta untuk orang lain akan mendapatkan balasan kebaikan dari Allah yang berlipat ganda.

Allah SWT berfirman dalam Al-Quran:

اِنَّ الْمُصَّدِّقِيْنَ وَالْمُصَّدِّقٰتِ وَاَقْرَضُوا اللّٰهَ قَرْضًا حَسَنًا يُّضٰعَفُ لَهُمْ وَلَهُمْ اَجْرٌ كَرِيْمٌ

Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang membenarkan (Allah dan Rasul-Nya), baik laki-laki atau perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat-gandakan (balasan) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak. (QS. Al-Hadid: 18).

Selain pahala berlipat ganda, sedekah sebagai wujud berbagi juga dapat menghapus dosa-dosa yang telah diperbuat.

Ini bisa menjadi kesempatan yang bagus untuk jalan bertaubat dan memohon ampunan kepada Allah SWT agar diampuni segala dosa-dosa.

Kebaikan yang diperoleh dari sedekah dan berbagi akan menambah pahala sehingga dosa-dosa yang pernah dibuat akan berkurang dengan adanya pahala tersebut.

Semakin banyak pahala berbagi, maka akan semakin banyak pula dosa yang dihapuskan.

Dalam sebuah hadist, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa ada 7 golongan manusia yang mendapatkan syafaat di akhirat kelak.

Itulah orang-orang yang mau bersedekah menggunakan tangan kanannya dan amalnya tersebut ia sembunyikan dari tangan kirinya.

Syafaat tersebut akan diperoleh di hari akhir nanti.

Rasulullah akan memberikan pertolongan kepada umatnya yang gemar berbagi atau menyisihkan hartanya untuk sesama sebagai bentuk hasil investasi pahala dan kebaikan yang dibuat selama di dunia.

Harta yang disisihkan untuk digunakan sebagai wujud berbagi rezeki akan menambah keberkahan bagi rezeki-rezeki yang diperoleh.

Meskipun secara nyata harta akan berkurang karena disisihkan, namun kekurangan tersebut akan ditutupi oleh Allah dengan keberkahan.

Sebagian harta yang diberikan untuk orang-orang yang membutuhkan akan menjadi berkah untuk orang tersebut, begitu juga bagi pemberi harta.

Harta tersebut akan ditambah oleh Allah keberkahannya yang ditandai dengan rasa syukur atas apa yang diberikan oleh Allah SWT.

Manfaat sedekah selanjutnya adalah menghindari diri dari bahaya yang mengancam. Ini juga meningkatkan perlindungan dari Allah SWT.

Rasulullah SAW menjelaskan dalam salah satu hadistnya bahwa musibah dan bencana tidak dapat mendahului sedekah.

Bagi yang menginginkan sesuatu atau ingin memperoleh sesuatu, maka bersedekahlah sambil mengucapkan hajat yang ingin dicapai.

Selain itu, orang-orang yang mendapatkan sedikit rezeki juga akan turut mendoakan kebaikan-kebaikan dan juga mendoakan agar selalu diberi kemudahan dalam kehidupan. (//***//Berbagai Sumber)

Allah Menyukai Pendosa Yang Bertaubat Ketimbang Ahli Ibadah Yang Sombong Dengan Amalannya

jpn

Bimantika.net -Ikhtiar manusia meninggalkan perbuatan dosa dengan diiringi keinginan kuat untuk tidak mengulanginya lagi. Allah SWT amat menyukai setiap hamba-Nya yang bertaubat.

Taubat berasal dari kata kerja taaba. Kata tersebut terbentuk dari huruf ta, wau, dan ba sehingga menjadi tawaba yang artinya pulang, kembali, dan penyesalan.

QS. An Nisa ayat 17 menerangkan tentang Allah Menyukai HambaNYA yang Bertaubat ;

إِنَّمَا ٱلتَّوْبَةُ عَلَى ٱللَّهِ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ ٱلسُّوٓءَ بِجَهَٰلَةٍ ثُمَّ يَتُوبُونَ مِن قَرِيبٍ فَأُو۟لَٰٓئِكَ يَتُوبُ ٱللَّهُ عَلَيْهِمْ ۗ وَكَانَ ٱللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا

Artinya: “Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. An-Nisa: 17)

Tobat untuk meninggalkan Maksiat Allah Lebih menyukainya, Kata Maksiat adalah istilah perbuatan yang dilakukan umat muslim dalam melanggar dalam ketentuan Agama Islam

Maksiat juga bisa diartikan dalam mengerjakan larangan-larangan darj Allah SWT dan tentunya akan mendatangkan dosa bagi yang melakukannya.

Namun siapa sangka, ternyata Allah lebih menyukai orang yang bermaksiat, namun tentunya dengan sebuah syarat tertentu.

seperti yang dikutip Media Bimantika dari kanal YouTube Adi Hidayat Official dalam salah satu videonya.

Menurut Ustadz Adi Hidayat, menjelaskan tentang orang yang sering melakukan maksiat namun sangat dicintai Allah daripada orang yang sholeh yang tidak pernah merasa salah.

“semua punya kesempatan untuk kembali, makannya saya sering katakan, Allah sangat mencintai para pelaku maksiat yang gemar bertobat dibandingkan orang sholeh yang tidak pernah merasa salah,” ujar Adi Hidayat.

Hal itu karena pelaku maksiat tersebut sadar akan dosa yang diperbuat sehingga dia segera bertobat kepada Allah.

Berbeda bagi mereka orang sholeh namun orang sholeh itu tidak merasa bersalah atau berbuat dosa, padahal manusia sebenarnya tidak luput dari kesalahan.

Sehingga dalam hal ini Allah sangat menyukai hambanya yang berulang kali melakukan tobatnya, walaupun dia melakukan maksiat lagi, namun dia melakukan tobatnya lagi.

Hal tersebut tentunya bukan untuk melakukan hal itu berulang-ulang selamanya, namun dengan bertobat Allah akan melapangkan hatinya betapa mudahnya melakukan kebaikan dan dijauhkan dari perbuatan maksiat.

“kalo sudah berdosa, tobatlah kepada Allah, minta maaf, setelah itu berbuat terus lebih baik, dan lupakan itu semua (dosa maksiat) sampai kita merasakan kebaikan itu nikmat dilakukan,” kata Adi Hidayat.

“sampai kita merasakan kebaikan itu nikmat dilakukan? itu halwatun iman namanya, itu tanda tobat kita diterima oleh Allah,” lanjut Adi Hidayat. (***//Berbagai sumber)

Allah Bersama Orang Sabar dan Sholat Sebagai Penolong

jpn

Bimantika.net -Innallaha ma ashobirin adalah ungkapan dalam bahasa Arab yang menggambarkan tentang pentingnya bersikap sabar.

Innallaha ma ashobirin artinya tercantum dalam Al-Qur’an, ini firman Allah SWT untuk selalu menjaga sabar dan Allah SWT akan selalu bersama orang-orang yang menjaga sabarnya.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

“Hai orang-orang beriman, jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. al-Baqarah ayat 153)

Innallaha ma ashobirin artinya Allah bersama orang-orang yang sabar. Cara meneladani potongan ayat innallaha ma ashobirin, bisa dengan memahami jenis-jenis sikap sabar itu sendiri.

Ada tiga jenis sikap sabar yang perlu diketahui, yakni sabar untuk ketaatan, musibah, dan kemaksiatan.

  1. Sabar untuk Ketaatan
    Innallaha ma ashobirin artinya Allah bersama orang-orang yang sabar, di mana ini bisa berupa ketaatan seorang muslim kepada Tuhannya. Seperti sabar dalam melaksanakan tugas dan kewajiban dengan ikhlas, tanpa mengeluh atau tidak selalu menggerutu.
  2. Sabar untuk Musibah
    Innallaha ma ashobirin artinya Allah bersama orang-orang yang sabar, di mana ini bisa berupa sikap dalam menghadapi musibah. Seperti tidak menyesali nasibnya dan kuat hati menerima berbagai cobaan hidup dari Allah SWT.
  3. Sabar untuk Kemaksiatan
    Innallaha ma ashobirin artinya Allah bersama orang-orang yang sabar, di mana ini bisa berupa sabar dari kemaksiatan. Seperti rela untuk meninggalkan segala perbuatan maksiat dan tidak menyesal akan keputusan tersebut.

Kehidupan manusia di dunia ini pasti tidak hanya menemui kesenangan saja, akan tetapi juga banyak sekali menemui berbagai permasalahan sebagai ujian dari Allah SWT.

Ketika memperoleh ujian dan cobaan kita tidak boleh berburuk sangka kepada Allah SWT. Sebaliknya, kita harus husnudzon kepada Allah SWT dan meningkatkan keimanan kita kepada Allah SWT. (***//Berbagai Sumber)

Spektakuler, LPTSP Serahkan Gerobak Untuk PKL

jpn

Bimantika.net -Sejumlah perusahaan yang beroperasi di Kota Mataram dengan koordinasi Lembaga Pengelola Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (LPTSP) Kota Mataram, memberikan bantuan berupa 30 unit gerobak untuk Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kota Mataram, melalui Program Corporate Social Responsibility (CSR).  

PT Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Dinar Ashri Mustaen, ST.,MT menyerahkan sebanyak 10 Gerobak  dan sisanya oleh Perusahaan lainnya.

Penyerahan ini Ini merupakan rangkaian dari penyerahan Gerobak yang sebelumnya diserahkan oleh PT. Indomarco Prismatama Cabang Lombok (Indomaret) sebanyak 20 Gerobak yang diserahkan langsung oleh Deputy Branch Manager Muhammad Ismail.

Sampai dengan hari ini LPTSP Kota Mataram sudah menyerahkan 50 Gerobak.

Bantuan diserahkan langsung oleh Dr H Iwan Harsono, SE, M.Ec, selaku ketua LPTSP Kota Mataram dan diterima langsung oleh Wali Kota Mataram, Dr. H Mohan Roliskana yang berlangsung di Halaman Kantor Wali Kota Mataram. Senin (10/07/2023).

Ketua LPTSP Kota Mataram yang juga sebagai Pakar Ekonomi NTB, Iwan Harsono mengatakan Menurut Surat Keputusan Walikota Mataram Nomor 531/VII/2021 Tugas LPTSP Kota Mataram adalah Melakukan inventarisasi potensi dan permasalahan CSR di Kota Mataram;

Melakukan tugas dan fungsi perencanaan program kegiatan CSR; Melakukan komunikasi dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha/perusahaan untuk memperoleh masukan dan pertimbangan tentang rencana program CSR yang bersinergi dengan RKPD dan RPJMD Kota Mataram;

Mengajukan sinkronisasi Rencana Program CSR kepada pemerintah Daerah; Mengkoordinasi rencana penanganan dan pembiayaan program kepada perusahaan pelaksana CSR;

Merencanakan dan mempertanggungjawabkan dana operasional yang bersumber dari APBD dan dana pelaksanaan program CSR yang bersumber dari perusahaan.

Melakukan monitoring dan evaluasi penyelenggaraan TSP; Menyampaikan laporan pelaksanaan program CSR kepada pemerintah Daerah dan perusahaan pelaksana CSR.

“Tugas kami adalah mengumpulkan kewajiban tanggungjawab sosial perusahaan-perusahaan ini, yang 2 persen dari keuntungan itu, untuk memberi kontribusi di Kota Mataram, apa yang di berikan harus sesuai dengan kebutuhan”. Ujarnya saat diwawancarai.

Putra Asli Bima NTB yang sukses sebagai Akademi ini menambahkan, gerobak tersebut akan di salurkan kepada pedagang para PKL melalui Dinas Perdagangan Kota Mataram, agar para PKL tersebut nampak seragam dan cantik sesuai dengan desain gerobak tersebut.

“Gerobaknya saya serahkan ke pak wali, nanti melalui Dinas perdagangan yang akan membagi, rencananya adalah supaya mempercantik Kota Mataram ini kita mau sepanjang jalan kita berikan yang bagus – bagus ini sehingga menambah cantik kota Mataram”. Pungkasnya.

Iwan Harsono mengatakan LPTSP yang dipimpin nya terus bekerja sesuai dengan target target yang direncanakan dengan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Mataram dan Seluruh Perusahaan yang beroperasi di Kota Mataram untukMataram yang  Harmonis, Aman, Ramah, Unggul dan Mandiri (HARUM).

Adapun perusahaan yang tergabung dalam LPTSP antara lain Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Dinar Ashri, PT. Indomarco Prismatama Cabang Lombok (Indomaret), Bank NTB Syariah, PT Air Minum Giri Menang, PT Baling Baling Bambu, PT Varindo Lombok Inti, CV. Bedadung Indah, dan PT BPR Syariah PNM Patuh Beramal. (***)

Allah Menyukai Hambanya Yang Mensucikan Diri

jpn

Bimantika.net -Kebersihan adalah sebagian dari iman. Ungkapan ini menggambarkan bahwa kebersihan merupakan sesuatu yang dianggap penting dalam ajaran agama Islam.

Agama Islam adalah agama yang cinta pada kebersihan. Rasulullah SAW sangat menganjurkan kepada umatnya untuk senantiasa menjaga kebersihan.

Rasulullah SAW berssabda : “ Sesungguhnya Allah SWT itu suci yang menyukai hal-hal yang suci, Dia Maha Bersih yang menyukai kebersihan, Dia Mahamulia yang menyukai kemuliaan, Dia Maha Indah yang menyukai keindahan, karena itu bersihkanlah tempat-tempatmu.” (HR. Tirmizi)

Di Al-Quran Surah Al Baqarah ayat 222 dijelaskan,

“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri (dengan mandi dan membersihkan serta membasuh aurat badan, untuk shalat, dll.)

Apa yang harus kita jaga kebersihannya?

Dari Abu Radhiyallahu ‘Anhu, Ia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: ”Sesungguhnya umatku akan datang pada hari kiamat dalam keadaan bersinar wajah dan anggota wudhu nya dari bekas wudhu, maka barang siapa dari kalian yang dapat memanjangkan sinarnya maka hendaknya ia lakukan.” (HR Bukhari dan Muslim).

Dijelaskan pula dalm Al-Quran di surah Al-A’la ayat 14,

“Sesungguhnya barang siapa mensucikan dirinya (dengan menjauhi syirik dan menerima tauhid), maka ia akan mencapai kesuksesan,”

kebersihan merupakan bagian dari bukti keimanan yang harus dipraktekkan dalam keseharian, bahkan bisa menjadi barometer ukuran keimanan.

Bersih secara dzohir berarti seseorang terbebas dari berbagai jenis kotoran, najis, ataupun hadast kecil dan besar. “Membersihkan kotoran dan najis pada tubuh cukup dengan membasuh bagian tubuh yang terkena najis ataupun dengan cara mandi.

Sedangkan membersihkan hadas dengan wudhu atau tayamum jika hadasnya kecil, namun jika hadast besar maka dengan cara mandi wajib. (***//Berbagai Sumber)

Polsek Woja Gagalkan Upaya Penggelapan Motor Hasil Curian

jpn

Bimantika.net -Mencium adanya penggelapan motor bodong (ilegal,red), Timsus Elang Polsek Woja bergerak cepat dengan menahan 1 (satu) unit Mobil Pickup, yang melintasi Terminal Ginte, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu.

Dari upaya penyergapan tersebut, timsus berhasil mengamankan 2 (dua) unit kendaraan roda dua diketahui tak dilengkapi dengan surat ataupun dokumen resmi.

Pengungkapan motor bodong ini dibenarkan Kapolsek Woja Ipda Zainal Arifin, S.Ip., yang dalam keterangannya menyebut bahwa pihaknya mendapat informasi adanya satu unit mobil pickup diduga mengangkut motor diduga hasil kejahatan.

“Benar, dua unit motor merk yamaha NMax dan Supra Fit,” ungkap Kapolsek ketika mengkonfirmasi terkait pengungkapan kasus tersebut, Sabtu (8/7/2023) siang.

Dijelaskannya, begitu informasi diterima, pihaknya memerintahkan Timsus Elang dipimpin Aipda Masrun bersama 3 orang anggota, kemudian langsung melakukan upaya penyelidikan untuk memastikan kebenaran informasi.

“Tak lama kemudian, satu unit mobil pickup melintas depan terminal Ginte, langsung dicegat dan diperiksa oleh anggota,” imbuh Zainal.

Pengungkapan itu dilakukan pada Jum’at, (7/7/2023) sekira pukul 03.45 dini hari dan dari hasil pemeriksaan, benar saja, pickup Putih Merk Suzuki Carry berplat nomor DR 8247 DD tersebut memuat 2 (dua) unit kendaraan Roda Dua.

Lebih lanjut, ungkap Kapolsek, pickup tersebut dikendarai oleh YH (39) selaku supir dan ditumpangi oleh RR (34) selaku penguasa (pemilik, red) motor. Keduanya berasal dari Desa Bondo Kodi, Kecamatan Bondo, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur.

“Dari keterangan keduanya, motor tersebut didatangkan dari Bali melalui terminal Bertais Kota Mataram dan hendak dibawa menuju Daerah Sumba melalui Pelabuhan Bima,” beber Kapolsek.

Selanjutnya, pungkas Kapolsek, supir dan pemilik beserta barang bukti kedua motor yang masih berplat DK tanpa BPKB tersebut di bawa ke Polsek Woja guna untuk dimintai keterangan.

“Untuk Barang bukti beserta Supir dan pemilik kendaraan telah diserahkan oleh Kanit Reskrim Polsek Woja Bripka Abdul Hamid, SH kepada Tim PUMA Polres Dompu untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” pungkas Kapolsek. (***)