Gerak Cepat Hanya Dalam 5 Jam Gabungan Opsnal Satreskrim Polres Bima dan Polsek Bolo Ungkap Penemuan Mayat dan Menangkap Terduga Pelaku

jpn

BIMAntika.net -Kolaborasi apik Satreskrim Polres Bima Kabupaten Polda NTB dan Polsek Bolo berhasil mengungkap dan menangkap terduga pelaku pembunuhan.

Dan mayat korban di temukan oleh warga di ladang Kacang Kedelai Desa Rasabou Kecamatan Bolo Kabupaten Bima.

Jenazah Almarhum berinisial TJ (L/15) warga Desa Tambe ini pertama kali di temukan oleh salah warga berinisial H.AF (L/70) Senin 18 Mei 2026 sekitar pukul 08.00. Wita.

Melihat sosok Mayat yang belum di ketahui indentitasnya itu warga ini melaporkan ke pemerintah desa setempat dan melaporkan ke Pihak Kepolisian Sektor Bolo.

Menindaklanjuti laporan itu Kapolsek Bolo Iptu Sofian Hidayat S. Sos,. yang didampingi oleh Kanit Reskrim Aiptu Rahmi dan anggota Opsnal Satreskrim langsung bergegas menuju tempat kejadian perkara (TKP)..

Tiba di TKP petugas melakukan oleh TKP awal hasilnya petugas menemukan sosok mayat laki-laki dalam kondisi sudah meninggal dunia tergeletak di tanah dan terdapat sandal di sampingnya.

Sekira Pukul 10.00 wita mayat di bawa ke Puskesmas Bolo guna dilakukan Visum dan diketahui bahwa korban berinisial TJ Warga Desa Tambe.

Sebagai informasi menurut keterangan orang tua korban bahwa korban selama dua hari terakhir ini tidak pulang kerumah.

Hal itu disampaikan oleh Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar S.I.K.MH., melalui Kasat Reskrim Ghufron Subeki SH.

Sementara itu Kapolsek Bolo M.Iptu Sofian Hidayat S.sos, menjelaskan, setelah itu pihaknya melakukan serangkaian penyelidikan untuk membuat terang peristiwa.

Beberapa saat kemudian petugas mendapatkan informasi bahwa sebelum ditemukan meninggal bahwa korban sempat terlihat bersama terduga pelaku berinisial ML, (L/25 ) yang juga merupakan warga Desa Tambe.

Informasi itu langsung dialami dan tidak lama kemudian Tim gabungan mendapatkan informasi bahwa terduga pelaku berada disalah satu rumah kerabatnya di Desa Bolo Kecamatan Madapangga.

Tampa membuang Waktu Kapolsek didampingi Kanit Reskrim bergegas menuju TKP.

Tiba di TKP tepatnya pukul 12.00. Wita petugas melakukan tindakan hukum dengan menggerebek dan mengamankan terduga pelaku.

Saat diamankan terduga pelaku tidak melakukan perlawanan.

Dari hasil interogasi awal bahwa terduga pelaku mengakui perbuatannya.

Setelah itu terduga langsung digelandang ke Mapolres Bima Kabupaten untuk diproses hukum lebih lanjut.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Bima Kabupaten Iptu Ghufron Subeki SH menjelaskan Motif Terduga Pelaku menghabisi nyawa korban hingga saat ini masih dalam pemeriksaan secara intensif.

“Kami masih melakukan pemeriksaan secara intensif”. Tutupnya. (****)

Hadiri Pelantikan Pengurus Ikatan Alumni Unram, Bupati Bima Ajak Alumni Perkuat Kolaborasi Pembangunan

jpn

Bimantika.net -Bupati Bima Ady Mahyudi menghadiri prosesi pelantikan Pengurus Daerah Ikatan Alumni Universitas Mataram (Unram) Kota Bima dan Kabupaten Bima Masa Bakti 2026–2030 yang berlangsung di Aula Kantor Wali Kota Bima, Minggu (17/5/2026).

Momentum tersebut menjadi ajang mempererat sinergi antara pemerintah daerah dan kalangan alumni perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Selain Bupati Bima Ady Mahyudi, kegiatan tersebut turut dihadiri Wali Kota Bima H. A. Rahman H. Abidin, Wakil Wali Kota Bima Feri Sofiyan, Dandim 1608/Bima Letkol Arh. Samuel Asdianto Limbongan, Sekda Kota Bima Drs. H. M. Fakhrunraji, ME, Wakapolres Bima, serta jajaran kepala perangkat daerah lingkup Pemerintah Kota dan Kabupaten Bima.

Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Mataram Baiq Isvie Rupaeda bersama jajaran pengurus pusat juga tampak hadir memimpin langsung prosesi pengukuhan pengurus daerah.

Kehadiran para tokoh lintas sektor tersebut mencerminkan besarnya harapan terhadap peran strategis alumni dalam mendorong kemajuan daerah.

Usai pelantikan, Bupati Bima Ady Mahyudi menegaskan bahwa tantangan pembangunan ke depan tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah daerah semata.

Menurutnya, berbagai persoalan mulai dari ekonomi, pendidikan, lapangan kerja, ketahanan pangan hingga tantangan sosial dan moral generasi muda membutuhkan energi kolektif serta semangat gotong royong seluruh elemen masyarakat.

“Kita membuka ruang kolaborasi dengan semua pihak, termasuk keluarga besar alumni Universitas Mataram.
Membangun daerah tidak cukup hanya dengan kekuasaan, tetapi harus dibangun dengan kebersamaan, ide dan kontribusi nyata,” ujar Bupati.

Sementara itu, Ketua Umum Ikatan Alumni Unram Baiq Isvie Rupaeda dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelantikan pengurus bukan sekadar pergantian struktur organisasi, melainkan awal dari tanggung jawab baru dalam menyatukan potensi alumni serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat dan daerah.

Menurut Ketua DPRD Provinsi NTB tersebut, alumni Universitas Mataram telah banyak berkiprah di berbagai bidang pengabdian, mulai dari birokrasi, pendidikan, pertanian, dunia profesional hingga politik. Karena itu,

ia berharap keberadaan organisasi alumni dapat menjadi ruang memperkuat persaudaraan sekaligus melahirkan gagasan-gagasan pembangunan yang produktif.

Dalam pelantikan tersebut, H. A. Rahman H. Abidin dikukuhkan sebagai Ketua Pengurus Daerah Ikatan Alumni Unram Kota Bima.

Sedangkan Iwan Setiawan, SE, MM yang juga sebagai Kepala Inspektorat Kabupaten Bima dipercaya memimpin Pengurus Daerah Ikatan Alumni Unram Kabupaten Bima untuk masa bakti 2026–2030.

Suasana pelantikan berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan.

Para alumni yang hadir menilai organisasi tersebut memiliki posisi penting sebagai wadah memperkuat jaringan intelektual dan pengabdian sosial di tengah dinamika pembangunan daerah yang terus berkembang.

Melalui kepengurusan baru ini, Ikatan Alumni Universitas Mataram diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menghadirkan program-program yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

Sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia di Kota dan Kabupaten Bima.
(RRS//RumaRenggeSape//007)

Antisipasi Potensi Kriminalitas dan Balapan Liar di Malam Minggu, Polsek Madapangga Gelar Patroli di Titik Rawan

jpn

Bimantika.net -Mencegah kerawanan Kamtibmas di wilayah hukumnya Polsek Madapangga Polres Bima Kabupaten Polda NTB secara rutin melaksanakan patroli dan pemantauan aktivitas masyarakat di malam hari.

Seperti pada Sabtu malam 16 Mei 2026 personel Polsek Madapangga yang dikendalikan oleh Kapolseknya Ipda Ahmad Zulfikar SH melaksanakan patroli Mobile.

Patroli sejak pukul 22.30 Wita itu dimulai dari Desa Dena, Tonda, Mpuri, hingga Desa Woro Kecamatan Madapangga.

Dalam petugas patroli melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan hingga Penggeledahan badan bagi para pemuda yang nongkrong hingga larut malam.itu dilakukan untuk mencegah peredaran gelap narkoba, miras, dan senjata tajam.

Selain itu kegiatan tersebut juga bertujuan untuk mencegah terjadinya aksi balapan liar serta kejahatan jalanan lainnya di malam hari.

Hal itu diungkapkan oleh Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar S.I.K, MH, melalui Kasi Humas AKP Adib Widayaka.

Adib meneruskan, hasil Patroli menunjukkan bahwa situasi Kamtibmas diwilayah hukum Polsek Madapangga Kondusif.

“Kejadian menonjol tidak ditemukan”. Tutupnya. (****)

Sukseskan Program Ketahanan Pangan Presiden Prabowo, Kapolres Bima Hadiri Panen Raya Jagung dan Launching SPPG

jpn

Bimantika.net -Kapolres Bima Kabupaten Polda NTB AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar S.I.K.MH, menghadiri panen raya jagung Kuartal II dan Launching Operasional 166 SPPG POLRI.melalui Daring di Desa O’o Kecamatan Donggo Kabupaten Bima.

Kegiatan tersebut merupakan wujud partisipasi aktif dan dukungan penuh Polri dalam rangka menyukseskan program prioritas Presiden RI di bidang ketahanan pangan dan pengembangan gizi bagi anak anak dan masyarakat.

Panen raya jagung dan launching SPPG itu berlangsung pada Sabtu 16 Mei 2026 sekira pukul 14.00.Wita bertempat di wilayah hukum Polsek Donggo.

Dalam kegiatan itu Kapolres Bima ikut didampingi oleh Ketua Bhayangkari Cabang Bima dan Sejumlah PJU Mapolres Bima Kabupaten dan juga disampaikan oleh Kapolsek Donggo Iptu Kader.SH

Kegiatan tersebut juga menunjukkan terlaksananya sinergi antara Polri, Pemda Kabupaten Bima, TNI, dan kelompok tani dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar S .I.K.,MH, melalui Kasi Humas AKP Adib Widayaka menjelaskan kegiatan tersebut merupakan wujud dukungan Polri dalam rangka menyukseskan Program Prioritas Presiden RI.

“Kami akan mendukung penuh Program pemerintah pusat demi terwujudnya situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif”. Ujarnya.

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan aman Pungkas Adib menutup rilisannya. (*)

Puluhan Rumah di Desa Lido Terbakar, Unit Inafis Satreskrim Polres Bima Lakukan Olah TKP

jpn

BIMAntika.net -Tim Inafis Satuan Reskrim Polres Bima Kabupaten Polda NTB melaksanakan oleh TKP kebakaran rumah di Desa Lido Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima.

Peristiwa kebakaran 15 Unit rumah panggung, 2 unit rumah batu dan satu gudang itu terjadi pada Sabtu 16 Mei 2026 sekira pukul 02.46. Wita dinai hari.

Akibat peristiwa kebakaran itu 15 Unit rumah panggung terbakar rata dengan tanah, 1 unit rumah batu terbakar hangus sedangkan 1 unit Gudang rusak ringan. kerugian ditaksir mencapai Ratusan Juta Rupiah.

Di tempat kejadian perkara (TKP) tim Inafis melakukan pemotretan secara umum dan khusus, membuat sketsa serta memasang Polis line dan berkoordinasi dengan pihak Labfor Polda Bali.

Hasil oleh TKP awal dan menurut keterangan saksi di sekitar TKP kebakaran itu diduga sengaja dibakar yang hingga saat ini masih didalami oleh Satreskrim Polres Bima Kabupaten.

Untuk memastikannya Unit INAFIS Satreskrim Polres Bima Kabupaten telah berkoordinasi dengan Labfor Polda Bali guna melakukan penyelidikan lebih mendalam.

Pihak Kepolisian menyampaikan Kronologi,
Kebakaran itu diketahui pertama kali oleh salah satu warga yang hendak ingin mengambil air wudhu tiba-tiba melihat api dari rumah korban berinisial H .

Melihat itu warga ini lari menuju sumber api dan langsung naik keatas rumah yang dalam keadaan pintu rumah sudah terbuka dan melihat api membakar kasur di bagian tengah rumah, kemudian saksi berteriak memanggil warga lainnya disekitar TKP untuk melakukan pemadaman api dengan alat seadanya.

Meski Warga berupaya melakukan pemadaman namun Kobaran Api tidak dapat dipadamkan.

Hal itu disampaikan oleh Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar S.I.K., MH, melalui Kasatreskrim Polres Bima Kabupaten.

“Hingga saat kami masih mendalami dan menyelidiki “. Ujarnya.

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan aman. (****)

Nukrah Anggota Dewan Tiga Periode Gelar Reses, Konsisten Berjuang Untuk Kepentingan Rakyat

jpn

BIMAntika.net -Anggota DPRD Kabupaten Bima Tiga Periode dari Fraksi Partai Demokrat, Nukrah, S. Sos Gelar Reses Masa Sidang 1 di beberapa desa yang ada di Dapil VI.

Dari kegiatan reses tersebut Sejumlah Aspirasi Warga secara utuh menjadi skala prioritasnya.

11 Mei 2026, Nukrah, menyelenggarakan agenda reses di Desa Karumbu Kecamatan Langgudu.

Kegiatan tersebut langsung disambut baik oleh Kepala Desa Beserta perangkap Desa, Babinsa, Babinkantibmas, Ketua BPD Beserta Anggota, Ketua – ketua RW/RT, Tokoh Agama, Masyarakat, dan sejumlah Organisasi Pemuda yang ada di Desa Karumbu. 

 Sebanyak 5 Poin penting aspirasi warga Desa Karumbu yakni : 

Pertama, Perawatan Ruas jalan Daerah Ncera – Sori Na’e Langgudu. 

Kedua, Rehabilitasi Dam Oi Mada. 

Ketiga, Lanjuatan pembukaan jalan Ekonomi So Tolo Na’e Karumbu. 

Keempat, Peningkatan jalan Kuburan Desa Karumbu. 

Kelima, Penguatan tebing sori busi desa Karumbu.  

Kemudian dilanjutkan sesi ke 2 tepat pada hari kamis tanggal 14-4-2026, melanjutkan Kegiatan reses di halaman kantor Desa Rupe Kecamatan langgudu. 

Dan di terima oleh Kepala Desa Beserta perangkap Desa, Babinsa, Babinkantibmas, Ketua BPD Beserta Anggota, Ketua – ketua RW/RT, Tokoh Agama, Masyarakat, dan sejumlah Organisasi Pemuda yang ada di Desa Rupe.

Ada sejumlah aspirasi dan Harapan warga setempat yakni :

Pertama, Peningkatan jalan Ekonomi So Tolo Na’e Desa Rupe. 

Kedua, Pipa Irigasi di So Tolo Ompu Horu Desa Rupe.

Ketiga, Saluran Irigasi Dam Peto Desa Rupe

Keempat, Rehab penguatan tebing  Sori Nocu Desa Rupe. 

Kelima, Penataan lingkungan dan Pemberdayaan di Desa Rupe.

Ia melanjutkan, Pentingnya kegiatan reses tersebut untuk menyerap aspirasi masyarakat di masing – masing dapil. Lebih – lebih evaluasi kebijakan, bantuan sosial, dan infrastruktur.

Nukrah menyebut bahwa Dari hasil reses tersebut kemudian  dirapatkan melalui paripurna untuk menindaklanjuti program aspirasi masyarakat. Akhirnya. (****) 

DPRD Kota Bima Tetapkan Keputusan Terhadap LKPJ Wali Kota Bima Tahun Anggaran 2025

jpn

BIMAntika.net -Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bima menggelar Rapat Paripurna Ke-8 dengan agenda Pengambilan Keputusan DPRD Kota Bima terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Bima Akhir Tahun Anggaran 2025, bertempat di ruang sidang DPRD Kota Bima, Rabu (13/5).

Rapat paripurna dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Bima Syamsurih, SH dan dihadiri Sekretaris Daerah Kota Bima Drs. Fakhrunraji, ME, unsur Forkopimda, pimpinan dan anggota DPRD, para kepala OPD, camat dan lurah lingkup Pemerintah Kota Bima.

Dalam rapat tersebut, laporan hasil pembahasan Panitia Khusus (Pansus) LKPJ dibacakan oleh Ketua Pansus Haerun Yasin.

Dalam penyampaiannya, Pansus menegaskan bahwa pembahasan LKPJ merupakan bagian dari pelaksanaan fungsi pengawasan DPRD terhadap jalannya pemerintahan daerah guna menciptakan tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan akuntabel.

Pansus DPRD Kota Bima menyampaikan bahwa secara umum pelaksanaan program dan kegiatan Pemerintah Kota Bima Tahun Anggaran 2025 telah berjalan cukup baik.

Meskipun masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah, terutama berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi, pengangguran, inflasi, ketimpangan sosial, serta optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dalam laporan tersebut, Pansus menyoroti tingginya ketergantungan daerah terhadap dana transfer pusat, sementara kontribusi PAD masih dinilai belum maksimal. DPRD juga meminta pemerintah daerah untuk lebih serius menggali potensi PAD melalui penguatan kinerja OPD penghasil, pengawasan pengelolaan pasar, optimalisasi sektor pariwisata, penguatan retribusi daerah hingga pembentukan sistem pengelolaan parkir yang lebih efektif.

Selain itu, Pansus turut memberikan berbagai rekomendasi strategis terhadap sejumlah OPD, di antaranya percepatan pembangunan Rumah Sakit Kota Bima, peningkatan pelayanan kesehatan dasar, penanganan stunting dan HIV/AIDS, rehabilitasi sarana pendidikan, penataan PKL yang berpihak kepada masyarakat kecil, penguatan sektor pertanian, percepatan pembebasan lahan proyek strategis, hingga penanganan persoalan lingkungan dan banjir secara berkelanjutan dari wilayah hulu.

DPRD Kota Bima juga menyoroti persoalan disiplin dan kehadiran OPD dalam agenda pembahasan bersama Pansus LKPJ.

Ketidakhadiran sejumlah OPD dan badan dinilai sebagai bentuk kurangnya keseriusan dalam mendukung proses evaluasi penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Oleh Karena itu, DPRD meminta agar seluruh perangkat daerah lebih kooperatif dan responsif terhadap agenda kelembagaan DPRD ke depan.

Dalam catatan akhirnya, Pansus berharap seluruh rekomendasi yang disampaikan dapat menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Bima dalam penyusunan program, kebijakan, dan penganggaran tahun berikutnya demi meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat Kota Bima.

Rapat paripurna kemudian dilanjutkan dengan pengambilan keputusan DPRD Kota Bima terhadap LKPJ Wali Kota Bima Tahun Anggaran 2025 sebagai bentuk pelaksanaan fungsi pengawasan DPRD terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah. (****)

Gaza Terus Diserang, Dihancurkan dan Diblokade: Urgensi Tegaknya Perisai Umat Islam

jpn

Oleh : Saima, S.I.P (Penggiat Literasi Kota Bima)

BIMAntika.net -Gaza makin samar di pemberitaan, tetapi penderitaan yang dialami oleh warga Gaza tak pernah berhenti. Alih-alih menjadi sorotan pertama bahwa Israel telah memperluas wilayah pendudukan di Jalur Gaza, Palestina, hingga 59 persen wilayah tersebut dan tengah mempersiapkan kemungkinan dimulainya kembali genosida di wilayah kantong Palestina itu. (jatim.antaranews.com,03/05/2026).

Kemudian Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR) menyebutkan bahwa jalur Gaza merupakan tempat paling mematikan di dunia bagi para jurnalis (bali.antaranews.com,04/05/2026).

Tidak hanya itu, kelompok Zionis pun kembali mencegat kapal-kapal pembawa bantuan kemanusiaan bagi penduduk Gaza. Armada bantuan kemanusiaan, Global Sumud Flotilla menyebut militer Israel telah menculik 211 aktivis dalam operasi di perairan internasional dekat Pulau Kreta, Yunani, pada Kamis (30/4/2026).

Sebanyak 22 dari total 58 kapal telah dicegat, kapal-kapal tersebut terdiri dari berbagai delegasi, dengan anggota kru dari 48 negara berbeda. Insiden ini telah memicu kecaman internasional terutama karena lokasi pencegatan yang dilakukan, dinilai sangat jauh dari zona blokade Gaza (video.kompas.com, 01/05/2026).

Sangat memilukan menyaksikan kesengsaraan para saudara seiman di Gaza yang tak berkesudahan. Israel tidak membiarkan siapapun untuk menolong Gaza, bahkan berhasil membungkam pemimpin negeri muslim.

Seakan-akan penderitaan anak-anak Gaza yang dijadikan korban tidak menggerakkan hati kita.

Gaza Terkini: Krisis Kemanusiaan dan Solidaritas Global

Dalam hiruk-pikuk kemajuan peradaban global, saat negara-negara maju berusaha keras untuk menunjukkan diri sebagai pelindung hak asasi manusia, ironi yang paling menyedihkan justru terjadi di Gaza. Jika ada ungkapan umum yang menyatakan, “kehidupan seperti roda yang berputar”, apakah itu juga tepat untuk masyarakat Gaza? Mungkin, pertanyaan tersebut terus bergulir dalam pikiran mereka, warga Gaza. Ketika penderitaan mereka tampak tak pernah berakhir. Saat kenyataan yang mereka hadapi terus-menerus diserang, dirusak, dan diblokade tanpa jeda atau perlindungan yang berarti.

Wilayah kecil yang terpencil ini telah menjadi simbol nyata betapa kemanusiaan sering kali sekadar jargon, bukan nilai yang benar-benar dijunjung tinggi. Gaza, dengan lebih dari dua juta penduduk yang hidup dalam ruang yang sempit, telah berubah menjadi penjara terbuka terbesar di seluruh dunia.

Kini bahkan diskusi tentang penghentian permusuhan telah menghilang dari berita. tidak ada perundingan, tidak ada perwakilan untuk perdamaian, tidak ada suara yang sungguh-sungguh membela Gaza tidak dari otoritas Palestina di Tepi Barat, dan juga dari para pemimpin mereka sendiri.

Pelanggaran hukum laut internasional menunjukkan dengan jelas bahwa kelompok Zionis tidak mengenal batas dalam memperpanjang blokade terhadap Gaza. Mereka melakukan tindakan ini karena mereka menyadari bahwa umat Islam cenderung pasif atas segala yang mereka lakukan. Berbagai upaya diplomatik untuk mencapai perdamaian tidak pernah mengakhiri genosida. Beberapa kali gencatan senjata dicanangkan, namun pihak Zionis selalu melanggarnya secara sembrono. 

Di samping itu, sebutan “teroris” yang mereka gunakan untuk membenarkan tindakan agresif mereka adalah alasan palsu yang terus-menerus disuarakan oleh Zionis untuk mengkriminalisasi setiap bentuk dukungan terhadap Palestina.

Sebenarnya, Israel adalah teroris yang sejati. Mereka dengan sadis membunuh anak-anak, wanita, bahkan orang tua.

Konflik antara Palestina dan Israel bukan hanya konflik lokal, tetapi juga merupakan tantangan bagi sistem global.

Lalu adanya penguasaan ilegal Israel terhadap wilayah Palestina merupakan salah satu bentuk kolonialisme di era abad ke-21, yang didukung oleh keheningan masyarakat internasional. Hipokrisis dunia Barat dan negara-negara yang mengklaim sebagai pelindung hak asasi manusia malah memberikan dukungan terhadap kekerasan di Gaza.

Sungguh menyedihkan, di tengah banyaknya tindakan biadab yang dilakukan oleh Zionis, tidak ada respons dari para pemimpin negara-negara Muslim.

Tidak ada satu pun negara Muslim yang mengerahkan angkatan lautnya untuk melindungi kapal-kapal tersebut.

Hal ini menunjukkan bahwa sistem negara yang sekarang ada, tidak dibuat untuk melindungi umat Islam, tetapi untuk mempertahankan keberadaan Zionis.

Dari penjelasan di atas, bisa kita ambil kesimpulan bahwa inti permasalahannya adalah ketidakadilan dan ketiadaan negara yang didirikan atas dasar akidah Islam, sehingga negara-negara muslim, termasuk Palestina, menjadi sasaran penjajahan orang Barat.

Islam dan Solidaritas terhadap Gaza

Setelah memahami inti masalah penjajahan Palestina oleh Zionis, umat harus segera bertindak untuk membebaskannya dan tidak menunda-nunda lagi.

Mereka perlu diusir dari wilayah Gaza, sudah cukup dengan berbagai upaya cacian, penolakan, dan diplomasi yang tidak berarti di berbagai forum internasional yang terbukti tidak mampu menghentikan kekejaman Zionis. Bahkan mereka semakin kejam dan beringas.

Umat Islam harus mengingat bahwa :
”Sesama muslim adalah saudara seaqidah. Kita adalah satu tubuh, jika satu bagian tubuh sakit, bagian tubuh yang lain akan merasakan sakit itu.” (HR.Bukhori dan Muslim)

Islam memiliki tradisi yang panjang dalam mempromosikan keadilan dan pembebasan, sebagaimana ditunjukkan oleh Shalahuddin Al-Ayyubi yang menguasai Al-Quds tanpa terjebak dalam negosiasi yang membosankan, tetapi justru melalui kekuatan iman dan taktik militer Islam.

Di sini letak pentingnya kesatuan dalam upaya dakwah secara kolektif untuk memperbaiki pemahaman umat yang telah terdistorsi oleh ideologi kapitalis Barat, khususnya dalam menyelesaikan isu gaza.

jpn

Umat perlu memiliki pandangan yang seragam bahwa persoalan Gaza bukan semata-mata isu kemanusiaan, melainkan juga merupakan bentuk penjajahan.

Selain itu, mengusir penjajah yang seperti Zionis jelas tidak dapat dilakukan hanya dengan mengeluarkan protes, melakukan demonstrasi, atau melakukan boikot yang selama ini dilakukan oleh sebagian umat Islam.

Namun, itu memerlukan tindakan militer, yaitu jihad fisabilillah. Seperti yang pernah dilakukan oleh Rasulullah saw. terhadap kaum Yahudi Bani Qainuqa, ketika mereka menghina seorang perempuan Muslim.

Rasulullah saw. langsung menyatakan perang terhadap kaum Yahudi tersebut segera setelah menerima kabar pelecehan itu.

Islam dengan jelas telah menjelaskan cara syariat yang harus diikuti ketika menghadapi konflik dan ketidakadilan. Berdasarkan ayat-Nya; “Dan bertempurlah di jalan Allah melawan mereka yang memerangi kalian, tetapi jangan melebihi batas.

Sesungguhnya, Allah tidak menyukai orang-orang yang melanggar batas. Dan bunuhlah mereka di tempat yang kalian temui, dan usirlah mereka dari tempat mereka mengusir kalian. . . ” (TQS. Al-Baqarah : 190-191).

Islam yang membawa beragam pedoman dan sekaligus jalan keluar untuk setiap masalah. Ideologi ini memiliki potensi untuk bersaing dan melawan pemikiran Barat di arena global. Dengan ideologi ini, peremajaan peradaban Islam dan kesatuan negara-negara muslim akan tercapai.

Oleh karena itu, tidak ada alternatif lain selain berpartisipasi dalam kelompok dakwah ideologis yang akan memimpin umat, berjuang secara kolektif mewujudkan pemimpin yang menjalankan syariat dan memimpin perjuangan untuk memerdekakan Gaza serta negara-negara lainnya yang terjajah.

Semua ini menunjukkan bahwa umat Islam tidak dapat terus berharap pada alternatif yang disediakan oleh sistem sekuler global.

Solusi yang sesungguhnya harus berasal dari suatu perspektif yang berbeda, yaitu Islam kaffah, yang tidak hanya berfungsi sebagai panduan spiritual tetapi juga sebagai sebuah sistem hidup yang menyeluruh yang dapat mengelola urusan komunitas dengan cara yang komprehensif.
Wallahu a’lam bish-shawwab. (****)

Galakkan Pelestarian Lingkungan, Bupati Bima dan Wabup Hijaukan SDN Kanca dan Parado Wane

jpn

BIMAntika.net -Hari Kedua pelaksanaan Program Selasa Menyapa Putaran II di Kecamatan Parado Selasa (12/5/26), selain peletakan batu pertama pembangunan infrastruktur publik, Bupati Bima Ady Mahyudi dan Wakil Bupati dr. H. Irfan Zubaidy, terus mendorong kepedulian masyarakat bagi pelestarian lingkungan dengan melakukan penanaman pohon di halaman SDN Kanca dan SDN Parado Wane.

Bupati, Wakil Bupati beserta Ketua TP-PKK Kabupaten Bima Ny. Murni Suciyanti, Ketua GOW Kabupaten Bima Ny. Anita, para Kepala Perangkat Daerah lingkup Pemerintah Kabupaten Bima, Camat Parado hamzah, S.Sos, Muspika disambut meriah di gerbang SDN Kanca.

Dan kemudian melakukan dialog dan penanaman pohon para guru, siswa-siswi sekolah setempat.

Menurut Bupati Bima Ady Mahyudi menyebut Sekolah bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat membentuk karakter.

Menurutnya Melalui kegiatan ini, kita mengajarkan pentingnya menjaga alam dan mencintai lingkungan sejak usia dini.

“Oleh Karena itu, kegiatan penghijauan lingkungan sekolah memiliki manfaat besar dalam menciptakan suasana belajar yang sehat dan nyaman bagi para siswa”. Ujar Bupati Ady Mahyudi dihadapan para guru dan siswa-siswi SDN Kanca.

Pada kesempatan tersebut, secara khusus Bupati Ady Mahyudi berharap pohon yang ditanam dapat dirawat bersama sehingga memberi manfaat bagi lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar.

Sementara itu, Wakil Bupati Bima dr. H. Irfan Zubaidy mengungkapkan gerakan menanam pohon menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus mendorong budaya hidup bersih dan sehat.

“Lingkungan yang hijau akan menciptakan udara yang sehat dan suasana yang nyaman. Karena itu, kesadaran menjaga lingkungan perlu terus ditanamkan kepada generasi muda,” terang Wakil Bupati.

Pada momentum tersebut, juga dilaksanakan pemasangan prasasti Program Selasa Menyapa di Kantor Desa Kanca dan Kantor Desa Parado Wane sebagai simbol hadirnya pemerintah daerah di tengah masyarakat melalui pelayanan dan kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan warga. (****//RRS007//RumaRenggeSape)

DPRD Kota Bima Dalami Polemik Penataan Lapangan Serasuba, Hasilnya Tak Bermasalah dan Masih Sesuai Tata Aturan

jpn

BIMAntika.net -Komisi III DPRD Kota Bima menggelar rapat kerja bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Inspektorat Kota Bima untuk menindaklanjuti aspirasi masyarakat terkait polemik pekerjaan penataan Lapangan Serasuba.

Rapat yang berlangsung di DPRD Kota Bima, Senin kemarin (11/5/2026), dipimpin Ketua Komisi III Sukri Dahlan dan dihadiri sejumlah anggota dewan, di antaranya Amir Syarifuddin, Firmansyah, Vivi Deliana Febrianti, dan Sari Desiaty.

Dalam forum tersebut, DPRD meminta penjelasan secara menyeluruh mengenai pelaksanaan proyek, hasil audit, status aset kawasan Serasuba, hingga masa pemeliharaan pekerjaan yang saat ini masih berjalan.

Kepala Dinas PUPR Kota Bima, Didi Fahdiansyah, menjelaskan proyek penataan Lapangan Serasuba mulai dikerjakan sejak Juli 2025 dan berakhir pada 29 Desember 2025 dengan nilai kontrak mencapai Rp3,2 miliar.

“Pekerjaan tersebut telah diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan terdapat sejumlah catatan yang sudah ditindaklanjuti oleh pelaksana sesuai mekanisme yang berlaku,” ujar Didi dalam rapat.

Ia menegaskan proyek tersebut masih berada dalam masa pemeliharaan sehingga proses perbaikan dan penyempurnaan pekerjaan tetap dapat dilakukan.

Selain itu, Dinas PUPR mengapresiasi perhatian masyarakat terhadap pembangunan daerah. Menurutnya, masukan publik menjadi bahan evaluasi penting untuk meningkatkan kualitas proyek konstruksi di masa mendatang, termasuk melalui penguatan pengawasan teknis dan uji material.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Inspektur Kota Bima, Ardhy Aulia, menegaskan penetapan kerugian negara tidak bisa dilakukan sembarangan dan harus melalui audit resmi lembaga berwenang seperti BPK maupun BPKP.

“Dari hasil audit, memang terdapat beberapa catatan administratif dan teknis, namun sudah ditindaklanjuti sesuai ketentuan,” katanya.

Terkait status aset kawasan Serasuba, Inspektorat menjelaskan area tersebut merupakan aset pemerintah daerah yang selama ini dimanfaatkan Pemerintah Kota Bima. Saat ini, pemerintah juga tengah melakukan penataan administrasi aset guna menghindari polemik di kemudian hari.

Komisi III DPRD Kota Bima menegaskan seluruh aspirasi masyarakat akan terus dikawal melalui fungsi pengawasan dewan. DPRD juga meminta polemik yang berkembang disikapi secara objektif dengan mengedepankan data, hasil audit, dan ketentuan hukum yang berlaku.

Di akhir rapat, seluruh pihak sepakat pembangunan fasilitas publik harus tetap berorientasi pada kepentingan masyarakat luas dengan menjunjung transparansi, kualitas pekerjaan, dan akuntabilitas pelaksanaan proyek. (***)