WaliKota Bima : Selain Tempat Ibadah, Masjid Berperan Penting Sebagai Pusat Pembinaan Umat dan Penguatan Nilai-nilai Religiusitas

jpn

BIMAntika.net -Wali Kota Bima menerima kunjungan silaturahmi dari pengurus Masjid Agung Al-Muwahhidin di ruang kerja Wali Kota Bima. Rabu(13/05/26)

Silaturahmi yang berlangsung di ruang kerja Wali Kota Bima ini turut dihadiri oleh Staf Ahli Bidang Kesejahteraan Rakyat, Kemasyarakatan dan SDM, serta Kabag Kesra Setda Kota Bima.

Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, S.E., dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas kunjungan yang dilakukan oleh pengurus Masjid Agung Al-Muwahhidin.

Wali Kota Bima menegaskan bahwa masjid memiliki peran penting tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan umat dan penguatan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.

Ia juga berharap agar sinergi antara pemerintah daerah dan pengurus masjid dapat terus ditingkatkan, terutama dalam mendukung berbagai program keagamaan dan sosial kemasyarakatan.

Menurutnya, kolaborasi yang baik akan mampu menciptakan lingkungan yang religius, harmonis, dan berdaya.

Wali Kota Bima juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Bima siap berkontribusi dalam melengkapi berbagai kebutuhan Masjid Agung Al-Muwahhidin, baik dari sisi sarana dan prasarana maupun dukungan terhadap program-program keagamaan yang dijalankan.

Kunjungan ini diharapkan menjadi momentum untuk mempererat kerja sama serta meningkatkan kontribusi masjid dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di bidang keagamaan dan sosial kemasyarakatan. (****//Zulfikar//Kominfo)

Walikota Bima Aji Man : Kolaborasi Pemerintah dan Pelaku Usaha Terus Terjalin Menuju Kota Bima BISA Melalui Dukungan Pajak

jpn

BIMAntika.net -Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, SE., menghadiri kegiatan silaturahmi bersama para pelaku usaha se-Kota Bima yang berlangsung di Ruma Dining Kota Bima, Rabu (13/05/2025).

Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Bima didampingi Asisten III Setda Kota Bima, serta Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan.

Turut hadir Ketua Komisi I DPRD Kota Bima, Kepala Kantor Pajak Pratama Kota Bima, Kepala BPKAD beserta jajaran, serta para pelaku usaha dari sektor perhotelan, rumah makan, dan hiburan.

Pada sesi dialog dan tanya jawab, Wali Kota Bima menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pelaku usaha yang selama ini telah berkontribusi dalam mendukung pembangunan daerah.

Menurutnya, pemerintah tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan dari para pelaku usaha yang turut berperan dalam menggerakkan perekonomian daerah.

“Tentu pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Kami menyampaikan terima kasih atas kontribusi para pelaku usaha dalam mendukung pembangunan di Kota Bima,” ujar Aji Man, sapaan akrabnya.

Ia juga menjelaskan bahwa pemerintah daerah saat ini menghadapi tantangan besar, khususnya terkait kondisi anggaran daerah akibat berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat secara signifikan. Dampak dari kondisi tersebut menyebabkan keterbatasan dalam pembelanjaan daerah maupun pelaksanaan pembangunan.

Karena itu, Aji Man berharap adanya dukungan dan sinergi dari seluruh pelaku usaha untuk membantu pemerintah dalam meningkatkan pendapatan daerah, termasuk melalui sektor pajak dan retribusi.

“Melalui pajak parkir, pajak kendaraan, pajak hotel, dan restoran, kami berharap dapat membantu pemerintah dalam membangun daerah serta menjawab kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, Wali Kota juga mengajak seluruh pelaku usaha untuk mendukung program Kota Bima BISA (Bersih, Indah, Sehat, dan Asri), terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah di lingkungan usaha masing-masing.

Ia berharap kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha terus terjalin demi mewujudkan Kota Bima yang maju, bersih, dan nyaman bagi masyarakat. (****//Kominfo))

Truck Pengangkut Jagung Terguling Polsek Soromandi Bergerak Cepat Menuju TKP

jpn

BIMAntika.net -Kecelakaan lalulintas tunggal terjadi di tanjakan so amu Desa Kananga Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima pada Selasa 12 Mei 2026 sekira pukul 19.30.Wita.

Personel Polsek Soromandi Polres Bima Kabupaten yang mendapatkan Informasi itu langsung bergerak menuju tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan pengaturan Arus Lalulintas serta berupaya melakukan evakuasi muatan truk.

Kecelakaan tunggal itu melibatkan mobil truk yang memuat jagung dengan kapasitas muatan mencapai 10 ton.

Mobil dengan No.Pol W 9820 NQ yang dikendarai oleh SF (L/45) warga Desa Kananga Kecamatan Bolo ini terguling yang diakibatkan Kreke As Mobil truck tersebut patah.

Supir dan kenek selamat namun jagung seberat 10 ton itu tumpah berserakan di jalanan. dan anggota Polsek Soromandi berusaha mengumpulkan dan disimpan di tempat yang lebih aman agar tidak menggangu aktivitas masyarakat.

Hal itu disampaikan oleh Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar S.I.K.MH., melalui Kapolsek Soromandi Ipda Mujahidin.

Hingga saat ini Mobil tersebut belum di derek dan masih berada di TKP.

Pasca kejadian itu situasi Kamtibmas dan arus lalulintas terpantau lancar dan Kondusif. (****)

Ngopi Bareng “Selasa Menyapa” di Parado, Warga Terima Beragam Bantuan dan Layanan Pemerintah

jpn

Bimantika.net -Suasana hangat penuh kebersamaan mewarnai rangkaian Program “Selasa Menyapa” Pemerintah Kabupaten Bima yang dipusatkan di Gedung Serba Guna Desa Parado Wane, Senin (11/5).

Melalui agenda “Ngopi Bareng” bersama masyarakat Desa Parado Wane dan Desa Kanca, pemerintah daerah hadir lebih dekat dengan warga sambil menyerahkan berbagai paket bantuan sosial dan layanan kemasyarakatan.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Bima Ady Mahyudi bersama Ketua TP PKK Kabupaten Bima Ny. Murni Suciyanti, serta Wakil Bupati dr. H. Irfan Zubaidy didampingi Ketua GOW Kabupaten Bima Ny. Anita H. Irfan. Turut hadir Camat Parado Hamzah, S.Sos, unsur Muspika, para kepala desa se-Kecamatan Parado, alim ulama, tokoh masyarakat, kepala sekolah serta seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Bima yang mendampingi langsung Bupati dan Wakil Bupati dalam menyerap aspirasi masyarakat.

Kehadiran lengkap jajaran OPD tersebut menjadi gambaran kuat bahwa Program Selasa Menyapa bukan sekadar kunjungan seremonial, tetapi momentum bagi pemerintah daerah untuk turun langsung mendengar kebutuhan warga sekaligus memastikan pelayanan publik berjalan efektif hingga ke tingkat desa.

Dalam suasana sederhana namun penuh keakraban, pemerintah daerah menyerahkan sejumlah bantuan bagi masyarakat dua desa tuan rumah. Bantuan tersebut meliputi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan serta paket sembako bagi warga yang membutuhkan.

Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Selain itu, melalui Dana Desa juga disalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan bantuan penanganan stunting yang difasilitasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bima.

Sementara Dinas Ketahanan Pangan turut menyerahkan paket makanan tambahan berupa telur, beras, minyak goreng dan sejumlah kebutuhan pokok lainnya untuk mendukung ketahanan pangan keluarga.

Perhatian pemerintah daerah terhadap dunia pendidikan anak usia dini juga tampak dalam kegiatan tersebut.

Ketua TP PKK Kabupaten Bima, Ketua GOW dan Bunda PAUD Kabupaten Bima menyerahkan bantuan bagi TK, PAUD dan kelompok bermain di Desa Parado Wane dan Desa Kanca sebagai bentuk dukungan terhadap tumbuh kembang dan pendidikan generasi muda di wilayah pedesaan.

Di sela kegiatan, Ady Mahyudi menegaskan bahwa Program Selasa Menyapa bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang komunikasi langsung antara pemerintah dan masyarakat.

“Program Selasa Menyapa menjadi ruang bagi pemerintah daerah untuk hadir lebih dekat dan memastikan pelayanan serta bantuan dapat diterima langsung oleh warga,” ujarnya.

Sementara itu, H. Irfan Zubaidy mengajak masyarakat untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan gotong royong dalam mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci agar pelayanan publik dan program pembangunan berjalan maksimal hingga menyentuh kebutuhan warga di tingkat desa.
(RRS//RumaRenggeSape//007)

Ngopi Bareng “Selasa Menyapa” di Parado, Warga Terima Beragam Bantuan dan Layanan Pemerintah

jpn

Bimantika.net -Suasana hangat penuh kebersamaan mewarnai rangkaian Program “Selasa Menyapa” Pemerintah Kabupaten Bima yang dipusatkan di Gedung Serba Guna Desa Parado Wane, Senin (11/5).

Melalui agenda “Ngopi Bareng” bersama masyarakat Desa Parado Wane dan Desa Kanca, pemerintah daerah hadir lebih dekat dengan warga sambil menyerahkan berbagai paket bantuan sosial dan layanan kemasyarakatan.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Bima Ady Mahyudi bersama Ketua TP PKK Kabupaten Bima Ny. Murni Suciyanti, serta Wakil Bupati dr. H. Irfan Zubaidy didampingi Ketua GOW Kabupaten Bima Ny. Anita H. Irfan. Turut hadir Camat Parado Hamzah, S.Sos, unsur Muspika, para kepala desa se-Kecamatan Parado, alim ulama, tokoh masyarakat, kepala sekolah serta seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Bima yang mendampingi langsung Bupati dan Wakil Bupati dalam menyerap aspirasi masyarakat.

Kehadiran lengkap jajaran OPD tersebut menjadi gambaran kuat bahwa Program Selasa Menyapa bukan sekadar kunjungan seremonial, tetapi momentum bagi pemerintah daerah untuk turun langsung mendengar kebutuhan warga sekaligus memastikan pelayanan publik berjalan efektif hingga ke tingkat desa.

Dalam suasana sederhana namun penuh keakraban, pemerintah daerah menyerahkan sejumlah bantuan bagi masyarakat dua desa tuan rumah. Bantuan tersebut meliputi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan serta paket sembako bagi warga yang membutuhkan.

Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Selain itu, melalui Dana Desa juga disalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan bantuan penanganan stunting yang difasilitasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bima.

Sementara Dinas Ketahanan Pangan turut menyerahkan paket makanan tambahan berupa telur, beras, minyak goreng dan sejumlah kebutuhan pokok lainnya untuk mendukung ketahanan pangan keluarga.

Perhatian pemerintah daerah terhadap dunia pendidikan anak usia dini juga tampak dalam kegiatan tersebut.

Ketua TP PKK Kabupaten Bima, Ketua GOW dan Bunda PAUD Kabupaten Bima menyerahkan bantuan bagi TK, PAUD dan kelompok bermain di Desa Parado Wane dan Desa Kanca sebagai bentuk dukungan terhadap tumbuh kembang dan pendidikan generasi muda di wilayah pedesaan.

Di sela kegiatan, Ady Mahyudi menegaskan bahwa Program Selasa Menyapa bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang komunikasi langsung antara pemerintah dan masyarakat.

“Program Selasa Menyapa menjadi ruang bagi pemerintah daerah untuk hadir lebih dekat dan memastikan pelayanan serta bantuan dapat diterima langsung oleh warga,” ujarnya.

Sementara itu, H. Irfan Zubaidy mengajak masyarakat untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan gotong royong dalam mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci agar pelayanan publik dan program pembangunan berjalan maksimal hingga menyentuh kebutuhan warga di tingkat desa.
(RRS//RumaRenggeSape//007)

Sekda Kota Bima Tegaskan Percepatan Pembangunan IPAL di Penatoi Dalam Rangka Pengendalian Banjir Perkotaan

jpn

BIMAntika.net -Dalam rangka mendukung program pengendalian banjir perkotaan di Kota Bima, Sekretaris Daerah Kota Bima, Drs. H. Muhammad Fakhrunnraji, ME memimpin rapat koordinasi terkait progres pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk limbah tahu dan limbah ternak sapi warga di Kelurahan Penatoi, bertempat di ruang rapat Sekda, Selasa (12/05).

Rapat tersebut dihadiri oleh Asisten II Setda Kota Bima, Kepala Bappeda Kota Bima, Konsultan Pengawas dari World Bank, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Bima, Camat Mpunda, serta Lurah Penatoi.

Dalam rapat itu dibahas kondisi limbah tahu dan kotoran sapi warga yang selama ini masuk ke drainase primer dan dinilai menjadi salah satu persoalan serius yang memerlukan penanganan segera, khususnya oleh Dinas Lingkungan Hidup.

Kondisi tersebut tidak hanya berdampak terhadap kebersihan lingkungan, tetapi juga berpotensi mengganggu sistem drainase perkotaan yang menjadi bagian penting dalam pengendalian banjir di Kota Bima.

Sekretaris DLH Kota Bima, Hj. Komalasari menjelaskan bahwa pembangunan IPAL di Kelurahan Penatoi memiliki tingkat kompleksitas yang cukup tinggi. Program tersebut direncanakan untuk 10 penerima manfaat dengan alokasi anggaran sebesar Rp10 juta per unit IPAL. Namun di lapangan, kebutuhan pembangunan dan hasil produksi limbah yang harus ditangani melampaui kemampuan anggaran yang tersedia.

Selain pembangunan IPAL, pihak kelurahan juga melakukan intervensi sosial melalui edukasi kepada para pemilik ternak agar kotoran sapi dapat diolah menjadi pupuk kompos sehingga tidak lagi dibuang ke saluran drainase.

Sekda Kota Bima, Drs. H. Muhammad Fakhrunnraji, ME menegaskan bahwa pembangunan IPAL bagi warga di sekitar bantaran sungai Kelurahan Penatoi harus segera dilaksanakan agar tidak menghambat program lanjutan dari NUFReP di Kota Bima.

Sekda meminta minggu depan program pembuatan IPAL untuk limbah di Kelurahan Penatoi bagi 10 penerima manfaat sudah harus mulai jalan.

“Jika dinas teknis tidak mampu selesaikan, saya yang akan selesaikan. Ini penting dilakukan segera, jangan karena hal sepele mengorbankan program selanjutnya dari Bank Dunia,” tegas Sekda.

Ia berharap seluruh pihak terkait dapat memperkuat koordinasi dan mempercepat langkah penanganan limbah domestik masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas lingkungan dan mendukung program pengendalian banjir perkotaan secara berkelanjutan di Kota Bima. (***//Kominfo)

Program Selasa Menyapa, Pemkab Bima Serap Aspirasi Warga Parado Secara Langsung

jpn

Bimantika.net -Pemerintah Kabupaten Bima bersama seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kembali melaksanakan Program Selasa Menyapa di Kecamatan Parado dengan menyambangi masyarakat Desa Wane dan Desa Kanca.

Program tersebut menjadi salah satu langkah nyata pemerintah daerah dalam membangun komunikasi langsung dengan masyarakat hingga ke tingkat desa.

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana sederhana namun penuh keakraban itu diisi dengan berbagai aktivitas mulai penyambutan oleh Anak anak sekolah SD dan SMP dengan Tarian Dan pengalungan Bunga oleh Camat parodo dengan di dampingi oleh Muspika dan Masyarakat desa wane dan kanca sebagai pusat kegiatan selasa menyapa

Serta hadir pula warga desa lain yang berdekatan dengan dua desa tersebut seperti warga desa rato dan lainya ,Pantau langsung oleh Media ini di lapangan.

Salah satu warga wane Daus Bimbo menyatakan Program Selasa Menyapa dari Pemerintahan Ady -Irfan sangat menyentuh sekali buat warga masyarakat.

“Program Selasa menyapa kami masyarakat sangat merasakannya apalagi kami yang jauh dari ibukota bisa secara langsung berdialog mengeluarkan unek-unek bagaimana desa dan kecamatan kami bisa maju dan punya daya saing dengan desa desa dan kecamatan kecamatan yg lain di kabupaten bima” ujarnya.

Lanjutnya bahwa Kecamatan Parado adalah kecamatan yang berada di wilayah pengunungan yang punya banyak potensi Alam yg perlu di kelola dengan baik.

“Lewat kesempatan Selasa Menyapa ini kami masyarakat bisa secara langsung mengeluarkan Aspirasi kami” ujarnya.

Masih di katakan nya bahwa masyarakat juga bisa bersenda gurau dengan Pimpinan Daerah.

“Rakyat Senang Mulai dari duduk bersama, ngopi bareng, makan bersama hingga melaksanakan salat berjamaah dengan pemimpinnya” ujarnya.

Ia menegaskan Seluruh rangkaian kegiatan menjadi simbol kedekatan pemerintah dengan kami masyarakat tanpa sekat formalitas birokrasi.

Dalam dialog terbuka yang digelar bersama warga, masyarakat diberikan ruang untuk menyampaikan secara langsung berbagai kebutuhan dan persoalan yang dihadapi di lingkungan masing-masing.

Aspirasi terkait pembangunan infrastruktur desa, pelayanan kesehatan, pendidikan, pertanian, hingga kebutuhan air bersih menjadi beberapa hal yang disampaikan masyarakat kepada pemerintah daerah.

Bupati Bima Ady Mahyudi dalam sambutannya menegaskan, Program Selasa Menyapa bukan sekadar agenda kunjungan rutin, tetapi merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk memastikan seluruh kebijakan pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan riil masyarakat.

Dengan turun langsung ke lapangan, pemerintah dapat melihat kondisi nyata sekaligus mendengar langsung harapan warga.

Program ini juga dinilai menjadi sarana efektif untuk memperkuat hubungan emosional antara pemerintah dan masyarakat.

Lanjutnya Kehadiran pimpinan daerah bersama jajaran OPD di tengah warga menunjukkan bahwa pemerintah ingin membangun pola pelayanan yang lebih terbuka, partisipatif dan responsif terhadap berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat.

Melalui Program Selasa Menyapa, Bupati Bima Ady Mahyudi berharap tercipta sinergi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat dalam mendorong percepatan pembangunan daerah. Pendekatan dialogis yang dibangun dalam program ini diharapkan mampu menghadirkan solusi konkret sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah tutupnya “.
(RRS//RumaRenggeSape//007)

Atensi Khusus Walikota Bima Aji Man, Pemkot dan KONI Bahas Persiapan Porprov NTB 2026

jpn

BIMAntika.net -Pemerintah Kota Bima terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemajuan dunia olahraga daerah melalui kegiatan silaturahmi dan audiensi bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bima beserta seluruh ketua cabang olahraga (Cabor), yang berlangsung di Aula Parenta, Senin (11/05/2026).

Audiensi tersebut diterima langsung oleh Wali Kota Bima, H. A. Rahman didampingi Sekretaris Daerah Kota Bima serta Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bima.

Pertemuan itu menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan insan olahraga untuk meningkatkan prestasi atlet Kota Bima menjelang ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Nusa Tenggara Barat (NTB)

Dalam kesempatan tersebut, Ketua KONI Kota Bima, Alfian Indra Wirawan, S. Adm memaparkan sejumlah persiapan yang tengah dilakukan.

Mulai dari pemetaan cabang olahraga unggulan, program latihan intensif atlet, hingga kebutuhan sarana dan prasarana penunjang latihan.

Selain itu, kesiapan mental dan fisik atlet juga menjadi perhatian utama agar para atlet Kota Bima mampu tampil maksimal dan meraih prestasi terbaik pada Porprov mendatang.

Ketua KONI juga mengungkapkan bahwa Kota Bima telah mendaftarkan sebanyak 43 cabang olahraga dengan total 570 atlet yang akan berlaga pada ajang Porprov 2026. Meski demikian, pihaknya mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, terutama keterbatasan anggaran pembinaan olahraga.

“Kami tetap berkomitmen melakukan pembinaan secara optimal dan menjaga semangat atlet agar tetap fokus menjalani latihan,” ujar Alfian.

Sementara itu, Wali Kota Bima dalam arahannya menegaskan bahwa olahraga bukan hanya sekadar ajang kompetisi dan prestasi, tetapi juga menjadi sarana membentuk karakter generasi muda yang disiplin, sehat dan berdaya saing.

Menurutnya, Pemerintah Kota Bima akan terus memberikan perhatian terhadap pembinaan atlet serta pengembangan cabang olahraga yang berpotensi mengharumkan nama daerah di tingkat regional maupun nasional.

Wali Kota juga mengapresiasi dedikasi seluruh pengurus KONI Kota Bima, para pelatih, official, dan atlet yang selama ini terus berjuang membawa nama Kota Bima di berbagai kejuaraan olahraga.

Aji Man sapaan Walikota Bima menilai keberhasilan olahraga daerah membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, organisasi olahraga, sekolah, masyarakat hingga dunia usaha.

Selain menjadi ajang silaturahmi, audiensi tersebut juga dimanfaatkan sebagai ruang diskusi untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan tantangan dalam pembinaan olahraga, termasuk kebutuhan dukungan anggaran, pembenahan fasilitas olahraga, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang olahraga.

Pemerintah Kota Bima berharap komunikasi dan koordinasi antara pemerintah daerah dan KONI Kota Bima terus terjalin dengan baik sehingga program pembinaan olahraga dapat berjalan lebih optimal, terarah dan berkelanjutan demi melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Kota Bima di tingkat lebih tinggi. (****)

Hadiri Rakor Pengelolaan Dana BOS, Wali Kota Bima Aji Man Peduli dan Hargai Jasa Pegawai PPPK Paruh Waktu

jpn

BIMAntika.net -Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin menghadiri rapat koordinasi pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) tingkat TK, SD, dan SMP Negeri se-Kota Bima yang berlangsung di Aula Maja Labo Dahu Kantor Wali Kota Bima, Senin (11/05).

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Bima, Kepala Dinas Dikpora Kota Bima, Kepala BPKAD Kota Bima, Plt. Kepala Inspektorat Kota Bima, para pengawas sekolah, serta kepala satuan pendidikan dari jenjang TK, SD, hingga SMP Negeri se-Kota Bima.

Dalam arahannya, Aji Man Sapaan Wali Kota Bima menegaskan pentingnya pengelolaan dana BOS dan BOP secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Ia meminta seluruh kepala sekolah maupun bendahara BOS agar memastikan setiap penggunaan anggaran benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan mutu pendidikan.

“Pastikan setiap rupiah dipertanggungjawabkan dengan baik. Dana BOS harus dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung kualitas pendidikan, termasuk peningkatan kompetensi guru dan kebutuhan peserta didik,” tegas Wali Kota.

Selain menyoroti pengelolaan anggaran pendidikan, Wali Kota juga mendorong para kepala sekolah dan tenaga pendidik agar lebih dekat dengan peserta didik serta memahami kondisi dan potensi setiap anak.

Menurutnya, guru memiliki peran penting dalam membangun mental dan cita-cita generasi muda.

Karena itu, ia meminta seluruh tenaga pendidik untuk terus memotivasi siswa agar berani bermimpi dan memiliki semangat meraih masa depan yang lebih baik.

“Guru harus mengetahui kondisi anak didiknya. Anak-anak kita harus didorong untuk berani bercita-cita dan memiliki keyakinan untuk meraih masa depan,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Bima juga menunjukkan komitmennya dalam memberikan perhatian kepada tenaga pendidik, khususnya Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu.

Sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian para guru, Wali Kota Bima menyampaikan bahwa pemerintah daerah memberikan gaji yang bersumber dari APBD sebesar Rp500 ribu di luar dana BOS bagi PPPK Paruh Waktu.

Ia mengakui bahwa saat ini Pemerintah Kota Bima masih menghadapi keterbatasan ruang fiskal. Namun demikian, penghargaan terhadap jasa dan dedikasi para tenaga pendidik tetap menjadi prioritas pemerintah daerah.

“Walaupun kondisi fiskal daerah sedang terbatas, pemerintah tetap berkomitmen menghargai jasa dan pengabdian para guru, khususnya PPPK Paruh Waktu,” pungkasnya. (****//Kominfo)

Pemuda 18 Tahun Ditemukan Meninggal di Asakota, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

jpn

Bimantika.net Warga Lingkungan Gindi, Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, digegerkan dengan penemuan seorang pemuda dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu (10/5/2026) sore sekitar pukul 17.30 Wita.

Korban diketahui bernama Muhammad Rangga (18), warga Lingkungan Mekar Baru, Kelurahan Ule, Kecamatan Asakota, Kota Bima.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, media ini di TKP, penemuan jasad korban berawal saat sejumlah warga yang sedang beraktivitas di sekitar lokasi kejadian melihat tubuh korban telah tergeletak kaku di atas tanah.

Warga kemudian melaporkan temuan tersebut kepada masyarakat sekitar dan aparat keamanan setempat.

Tak lama berselang, sekitar pukul 17.55 Wita, Tim Inafis Polres Bima Kota bersama pihak keluarga tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Selanjutnya korban dievakuasi menggunakan ambulans menuju RSUD Kota Bima guna kepentingan pemeriksaan lebih lanjut.

Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait penyebab pasti meninggalnya korban.

Berdasarkan perkiraan awal, korban diduga telah meninggal dunia sejak Minggu dini hari sekitar pukul 05.00 Wita.

Pihak keluarga menyampaikan bahwa korban diketahui tidak pulang ke rumah sejak malam sebelumnya.

Keluarga sempat berupaya mencari keberadaan korban ke sejumlah teman dekatnya, namun tidak memperoleh informasi terkait keberadaan korban hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Pasca penemuan tersebut, situasi di lokasi kejadian terpantau aman dan kondusif, sementara aparat kepolisian terus mengumpulkan keterangan saksi dan melakukan pendalaman guna mengungkap penyebab kematian korban
(RRS//RumaRenggeSape//007)