Narkoba Merusak Moral dan Mental, Gerakan Badai NTB Bongkar Bandar Narkoba Harus Didukung

jpn

Bimantika.net -Uswatun Hasanah atau yang viral dengan sebutan Badai NTB adalah Salah seorang aktivis mahasiswa perempuan yang gencar melawan peredaran Narkoba di Bima-Dompu.

Ia merupakan sosok aktivis perempuan yang dengan beraninya memosting sejumlah oknum polisi dan oknum Anggota DPRD Kabupaten Bima sebagai badar Narkoba dalam unggahan Akun Facebook pribadinya bernama Badai NTB.

Atas postingan itu sejumlah pihak yang merasa risih dan dirugikan oleh postingannya melaporkannya di Polres Bima dan Polres Bima Kota.

Atas laporan sejumlah orang yang merasa dirugikan itu Badai NTB dengan sikap Gentlemen nya menghadap Polres Bima dan Polres Bima Kota yang didampingi oleh Orang tuanya dan Kuasa hukumnya.

Saat ia memenuhi panggilan kepolisian, ribuan pendukungnya memberikan support dengan ikut hadir di Mapolres Bima.

“Gerakan bongkar bandar Narkoba oleh Badai NTB wajib kita dukung bersama untuk menyelamatkan generasi anak bangsa” ujar salah satu pendukung Badai NTB.

Remaja dan anak muda yang menggunakan narkoba berisiko lebih besar mengalami masalah perilaku, perilaku kekerasan, pikiran untuk bunuh diri, percobaan bunuh diri, dan perilaku menyakiti diri sendiri atau orang lain.

Ada banyak dampak buruk penggunaan narkoba bagi kesehatan fisik generasi muda. Banyak jenis obat terlarang tersebut yang memiliki efek merusak pada organ tubuh, seperti hati, paru-paru, dan otak.

Karena obat-obatan terlarang bisa mengganggu perkembangan otak orang-orang berusia muda, risiko mereka mengalami gangguan kesehatan mental pun meningkat.

Studi menunjukkan bahwa penggunaan narkoba bisa meningkatkan risiko terjadinya gangguan kecemasan, depresi, dan gangguan bipolar. Obat-obatan tersebut juga bisa memicu psikosis, yaitu kondisi ketika seseorang mengalami gangguan persepsi, pemikiran yang tidak rasional, dan hilangnya kontak dengan realitas.

Penggunaan narkoba bisa berdampak buruk pada pendidikan generasi muda. Hal itu karena mengonsumsi obat-obatan terlarang secara berlebihan bisa mengganggu konsentrasi, memengaruhi kemampuan belajar, dan menyebabkan absensi yang tinggi di sekolah.

Hal ini dapat menyebabkan penurunan prestasi akademik, kesulitan dalam menyelesaikan tugas, dan bahkan putus sekolah.

Bahaya penyalahgunaan narkoba juga bisa memengaruhi hubungan sosial generasi muda. Obat-obatan tersebut menyebabkan perubahan perilaku, ketidakstabilan emosional, dan ketidakmampuan untuk menjaga hubungan yang sehat dengan keluarga, teman, dan masyarakat sekitar.

Akibatnya, orang muda yang menggunakan narkoba bisa mendapatkan isolasi dari masyarakat sekitar, sering terlibat konflik dengan orang lain, dan kehilangan dukungan sosial.

Bahaya penyalahgunaan obat terlarang juga bisa membuat orang-orang muda tidak bisa memiliki penilaian atau pemikiran yang baik dalam interaksi sosial dan pribadi.

Itulah mengapa orang muda yang menggunakan narkoba sering terlibat dalam perilaku berisiko, seperti aktivitas seksual berisiko tinggi, seks tidak aman dan kehamilan yang tidak direncanakan.

Berada dalam pengaruh obat-obatan terlarang juga bisa meningkatkan risiko orang-orang muda terlibat dalam kegiatan kriminal. Hal itu karena ketergantungan narkoba membutuhkan sumber daya finansial.

Beberapa orang yang terjerumus dalam penggunaan narkoba bisa terlibat dalam kegiatan ilegal, seperti pencurian, perdagangan narkoba, dan kekerasan. Dampak negatif ini tidak hanya berlaku bagi pengguna saja, tetapi juga bisa merusak keamanan dan ketertiban masyarakat.

Namun, kecanduan narkoba bisa diatasi dengan menjalani terapi.

Sembuh dari kecanduan narkoba memang tidaklah mudah. Faktanya, tidak sedikit pecandu yang kembali menggunakan obat terlarang ini, bahkan setelah menjalani beberapa pengobatan. Mungkin karena cara mengatasi narkoba yang mereka pilih belum efektif.

Akan tetapi, dengan tekad yang kuat dan dukungan dari orang-orang terdekat, kondisi tersebut bisa teratasi. Nah, salah satu cara pengobatan untuk mengatasi kecanduan narkoba adalah terapi.

Langkah pertama untuk mengatasi narkoba dan bisa lepas dari ketergantungan obat, yaitu menemui ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Pengidap bisa berdiskusi dengan dokter untuk menentukan perawatan yang paling sesuai.

Terapi Perilaku Kognitif (CBT) adalah perawatan untuk mengatasi narkoba.

Terapi ini bertujuan untuk mengatasi berbagai jenis kecanduan, seperti kecanduan makanan, kecanduan alkohol, dan kecanduan narkoba.

CBT tidak hanya dapat membantu mengenali pola perilaku tidak sehat, tetapi juga membantu pecandu belajar mengidentifikasi pemicu. Dengan menerapkan terapi ini, mereka bisa mengembangkan solusi untuk mengatasinya.

Rational emotive behavior therapy (REBT)
Jenis terapi ini bisa membantu pecandu mengenali pikiran negatif dan memberi cara untuk memerangi perasaan negatif tersebut.

Tujuan REBT adalah membantu pecandu menyadari bahwa kekuatan berpikir rasional terletak dalam diri sendiri dan tidak dipengaruhi oleh situasi eksternal atau stressor.

Terapi dengan obat-obatan tertentu
Obat memainkan peran penting dalam pemulihan bila mengombinasikannya dengan terapi lainnya.

Obat-obatan tertentu dapat kamu gunakan sebagai cara mengatasi narkoba dengan mengurangi keinginan kecanduan, memperbaiki suasana hati, dan mengurangi perilaku adiktif.

Terapi individu, kelompok & keluarga
Pengidap dapat mengambil bagian dalam terapi yang dipandu oleh penyedia layanan dalam format 1 lawan 1, dengan kelompok (support group), teman sebaya, atau dengan partisipasi dari keluarga. Terapi ini juga bisa melibatkan siapa saja yang signifikan dalam kehidupan pecandu. (*#)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *