Nakes dan Dokter Terjangkit Covid-19, Kadis Dikes : Kita Hindari Penutupan RS dan Selalu Ada Untuk Masyarakat

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bima, Drs. H. Azhari, M. Si. (Foto doc.BMM2018)

Bimantika.net Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bima, dr. Agus Dwi Pitono, M. Kes untuk dimintai keterangannya pada hari Rabu Malam (14/7/2021) mengharaokan pihak Dinas Kesehatan Kota Bima untuk segera mendrop tenaga kesehatan (Nakes) dan Dokter untuk Membantu Pelayanan.

Permintaan drop Nakes dan Dokter ini sifatnya sementara karena saat ini sebagian besar Nakes dan Dokter yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) kota Bims terjangkit Covid-19.

Menurut Dokter Agus bahwa saat ini Kondisi RSUD Kota Bima dalam keadaan tidak membuka layanan akibat adanya Nakes dan Dokter yang Terjangkit Covid-19.

“Kami mohon tambah tenaga minimal 3 dokter ..4 bidan 30 perawat baru bisa buka lagi pelayanan mas” demikian ungkap Dokter Agus.

Dirinya mengungkapkan juga bahwa saat ini RSUD Kota Bima memiliki pasien Covid-19 yang perlu untuk ditangani sehingga membutuhkan segera Nakes dan dokter serta bidan.

*Saat ini ada 15 orang pasien Covid-19 yang perlu ditangani kesembuhannya sehingga sulit diatasi oleh Nakes yang sangat terbatas akibat mereka sebagian besarnya yang sudah jatuh sakit terjangkit Covid-19″ ungkapnya.

Ia juga berkeluh kesah atas kondisi yang dialaminya saat ini sehingga sangat membutuhkan niat baik dari Dinas Kesehatan untuk menindaklanjuti permintaannya.

“Kondisi Pasien yang rata-rata sesak napas tentu harus ditangani dengan profesional oleh Nakes yang berpengalaman” ujarnya.

Solusi yang diambilnya akibat adanya Nakes dan dokter yang terjangkit Covid-19 adalah menutup layanan sambil memaksimalkan tenaga kesehatan yang sangat terbatas untuk melayani pasien yang ada saat sekarang.

“Hanya itu yang bisa menjadi solusi yang saya ambil dalam kondisi seperti ini, memanfaatkan tenaga kesehatan yang masih sehat secara maksimal namun itu tentunya pastilah terbatas tenaganya akibat yang lainnya dalam kondisi sakit, tapi demi memberi layanan pada pasien tentu kami harus tetap maksimalkan” ujarnya

Dengan melonjaknya penyebaran Covid-19 di Kota Bima beberapa minggu lalu, dirinya berinisiatif seminggu yang lalu untuk meminta penambahan Nakes, bidan dan Dokter di Dinas Kesehatan Kota Bima, namun sampai dengan sekarang saat Nakes dan Dokter terjangkit Covid-19 tidak juga disetujui oleh Dikes atas permintaannya tersebut.

“Mencermati trend naiknya penyebaran Covid-19, minggu lalu saya sudah minta Nakes dan Dokter di tambah untuk pelayanan Rumah Sakit, namun pihak Dikes sama sekali tidak menindaklanjutinya” ungkapnya.

Dokter Agus meminta kepala Kepala Dinas Kesehatan Kota Bima seminggu yang lalu agar RSUD tambah Dokter 3-4 orang dan minimal 30 Tenaga Perawat.

“Namun Dikes tidak merespon agar di drop Tenaga Kesehatan (Nakes) yang bukan Kategori Nakes Sukarela” ujarnya.

Ditanya soal kenapa diperlukan Nakes Inti dan Bukan Nakes Sukarela ?

Dengan tegas Dokter Agus menyebutkan bahwa penanganan kasus Virus Corona membutuhkan Nakes yang berpengalaman bukan Nakes yang sukarela yang pada akhirnya akan bermasalah secara pelayanan maupun secara administrasinya

Lalu dimana letak masalah secara Administrasi pak dokter ? Dirinya menjelaskan bahwa dalam penanganan Covid-19 akan bersentuhan langsung dengan Insentif para Nakes itu sendiri.

“Nakes yang mendapatkan Insentif dalam penanganan Covid-19 adalah Nakes yang berposisi sebagai ASN dan atau Nakes Tenaga Kontrak bukan Nakes Sukarela nah disinilah problem nya secara administratifnya” ungkap Dokter Agus.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bima Drs. H. Azhari, M. Si yang di konfirmasi Media Online Bimantika Kamis pagi (15/7/2021) menyenutkan bahwa Kita semestinya dari jauh bisa prediksi kesulitan kedepan. Dan dalam posisi seperti ini Pemerintah tetap hadir dan ada untuk Masyarakat, dan Kita Hindari Penutupan Rumah Sakit (RS)

“Kalau kita ikuti permintaan pihak Rumah Sakit maka lumpuh pelayanan dasar di berbagai Tempat layanan Kesehatan” Ujar nya.

Walau demikian, Solusi dari dirinya selaku Kepala Dinas Kesehatan tetap ada dan selalu bertanggung jawab atas situasi dan kondisi seperti ini sehingga dirinya akan selalu hadir dalam situsi dan kondisi apapun demi melayani masyarakat secara luas

“Untuk sementara kita penuhi walaupun ada yang kita tunda pelayanan rawat jalan di beberapa puskesmas” ungkapnya lagi.

H. Azhari pun memberikan analogi dengan permintaan tersebut yakni dengan Contoh Rumah Sakit tetap berjalan namun nakes di salah satu puskesmas dialihkan ke Rumah Sakit.

“Kebetulan PKM Paruga punya rawat nginap. Kita jadikan ruang isolasi sementara. Rawat jalannya kita tutup sementara” ujar H. Azhari.

Dirinya Berkomitmen untuk tidak menutup layanan Rumah Sakit. Karena kalau rumah sakit tutup lantas dimana rakyat mau berobat.

“Kita hindari penutupan Rumah Sakit Masyarakat mau kemana,?
Pemerintah harus hadir ditengah situasi seperti ini. Semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT” demikian ungkap. (Dae)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *