Bimantika.net _Majelis Wilayah (MW) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) NTB, menyoroti keras soal tertangkapnya Kapolda Jawa Timur soal Narkoba.
Dalam Sorotannya KAHMI NTB berharap proses secara transparan dan akuntabel sehingga Polri pun mendapat kepercayaan Publik.
Majelis Wilayah KAHMI NTB merasa sangat prihatin dengan Kondisi bangsa hari ini dengan terungkapnya jaringan jual-beli narkoba yang diduga melibatkan calon Kapolda Jatim Irjen Pol. Teddy Minahasa.
Ketua Majelis Wilayah KAHMI NTB, H. Lalu Winengan, menyampaikan rasa keprihatinannya yang amat sangat dalam atas terbongkarnya mafia Narkoba yang dikendalikan oleh sang Jendral tersebut.
“Semoga dalam proses penanganannya Kapolri bisa secara transparan dan akuntabel dalam menangani kasus Narkoba yang menyeret oknum Perwira Tinggi Polri” ujar Winengan.
Menurut Winengan bahwa terungkapnya jaringan jual beli narkoba yang diduga melibatkan Irjen Pol Teddy Minahasa bisa menjadi pintu utama bagi Kapolri untuk mengungkap jaringan Narkoba yang merusak generasi anak Bangsa.
Winengan berharap pada Kapolri senantiasa menunjukkan Pembuktian penangan kasus ini dengan cepat, transparan dan Akuntabel.
“Kami sangat apresiasi langkah Kapolri yang berani mengungkap dan menindak tegas siapapun termasuk bawahannya yang nota bene sebagi jendrali” kata Winengan kepada Media Online Bimantika Via Saluran WhatsApp nya (15/10).
Menurut Winengan yang mantan Ketua DPD KNPI NTB Dua Periode ini bahwa segala bentuk Narkoba adalah jenis kejahatan yang dapat merusak sendi-sendi hidup dan kehidupan berbangsa.
“Jika peredarannya sampai tingkat Dusun dan generasi muda, maka bisa dibayangkan wajah Indonesia hari ini dan masa depan, Jangan sampai bangsa ini menjadi bangsa bar-bar penuh dengan peredaran Narkoba” ujar Winengan.
Masih menurut Winengan bahwa Kejahatan narkoba dampaknya melebihi kejahatan ekstra ordinary crime.
“Karena ekstra ordinary crime, maka Tedy Minahasa jika terbukti menjadi bagian dari peredaran narkoba maka ia layak hukuman mati,” tegas Winengan.
Masih menurut Winengan bahwa sulitnya pemberantasan Narkoba di NKRI karena adanya upaya-upaya BeckUp oleh oknum-oknum Kepolisian iti sendiri.
Winengan menyesalkan adanya perilaku oknum aparat kepolisian apalagi berpangkat perwira tinggi menjadi Beking Para mafia Narkoba.
Diakhir wawancara Winengan menyebutkan bahwa pada prinsipnya KAHMI NTB mendukung langkah Kapolri untuk memberikan sanksi yang seberat-beratnya kepada bawahannya yang telah melakukan tindakan pelanggaran hukum.
“Itu Prinsipnya adalah KAHMI NTB mendukung segala bentuk tindakan dan langkah Kapolri yang membongkar sindikat Narkoba yang melibatkan Aparat Polisi apalagi berkedudukan setingkat Kapolda” Demikian ujar Winengan.
Pesan Moral MW KAHMI NTB pada Kapolri agar setiap Polda dan Polres se Indonesia dilakukan langkah bersih-bersih sehingga Polri kedepan makin mendapat tempat di hati masyarakat Indonesia. (***)

