LSM Kipang NTB : Kontraktor Jembatan Sondosia “Buta Huruf” Soal Konstruksi

jpn

Bimantika.net -Direktur Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kipang NTB, Budiman, SH menilai kontraktor pekerja jembatan Sondosia Kecamatan Bolo Kabupaten Bima “buta huruf soal Konstruksi”.

“Karena tidak mengertinya konstruksi pekerjaan jembatan sehingga proses finishing nya lamban dikerjakan” ujar Dalbo Sapaan akrabnya

Menurut Dalbo Pekerjaan paket proyek jembatan sondosia menyisakan cerita pilu yang membuat wargA masyarakat Bima aktivitasnya lumpuh total.

Akibat pekerjaan Jembatan yang sampai Awal Desember 2023 ini belum rampung hingga membuat arus lalulintas lumpuh total.

Jembatan penghubung jalur Negara Lintas Sumbawa inipun adalah jembatan Utama penghubung utama dari Bima menuju Kota Mataram NTB.

“Bukan saja arus lalulintas yang lumpuh total, tapi efek dari semua iti Lumpuh total semua aktivitas perekonomian dan juga aktivitas sosial kemasyarakatan” ungkap Dalbo pada Media Online Bimantika Minggu (3/12/2023).

Mestinya Jembatan itu selesai tepat di Akhir November 2023 sebelum memasuki puncak musim hujan dengan anggaran yang cukup fantastis.

“Ini adalah proyek terburuk sepanjang sejarah yang merusak dimensi sosial ekonomi warga Kabupaten Bima dan berimbas pula ke warga Kota Bima” ungkapnya.

Masih menurut Dalbo Pekerjaaan Jembatan Sondosia yang berlokasi di Desa Sondosia Kecamatan Bolo Kabupaten Bima menjadi sorotan publik secara meluas.

Pekerjaan yang menelan anggaran ratusan milyar itu menyisakan berbagai persolan karena pekerjaan tersebut hingga awal Desember 2023 belum sampai 50% dikerjakan oleh pihak kontraktor.

Pihak kontraktor dalam action nya dinilai lamban mengerjakan paket proyek tersebut.

Lebih jauh Dalbo menjelaskan bahwa pihak kontraktor enggan membuat jalan alternatif yang representatif untuk dilewati oleh pengguna jalan.

“Jalur Jembatan Sondosia itu jalur negara, maka seharusnya kontraktor pelaksana dalam mengerjakan proyek itu harus membuat jalan alternatif yang memadai” ungkapnya.

Menurutnya jalan alternatif yang dibuat oleh pihak kontraktor di samping jembatan yang sedang diperbaiki itu sangat tidak layak di lalui oleh pengendara karena rawan tergelincir masuk sungai.

“Model jalan alternatif hanya dengan cara timbun dengan lebar empat meter lalu di lubangi dibawahnya untuk alur air sungai sangat berbahaya bagi para pengendara, apalagi di musim hujan saat ini” ujarnya.

Terbukti hari ini Sabtu 2 Desember 2023 salah satu Kendaraan Fuso yang melintasi jalan alternatif samping jembatan Sondosia itu tergelincir.

“Ini kondisi yang sama sekali tidak dihitung oleh kontraktor pelaksana, mestinya ada persiapan jalan alternatif yang memadai yang tidak membahayakan para pengguna jalan” ungkapnya.

Ia berharap pekerja jembatan Sondosia memikirkan keselamatan jiwa pengendara yang melintasi jalan alternatif yang tidak memadai itu.

“Jalan alternatif sangat tidak memadai, ini kontraktor nya tidak mampu memikirkan jiwa pengguna jalan, hanya memikirkan keuntungan saja” urainya.

Tergelincirnya Fuso di Jalan alternatif Jembatan Sondosia tidak menelan Korban jiwa.

Diakhir Wawancara, DPW LSM Kipang NTB Budiman ,SH meminta kepada Penjabat (Pj) Gubernur NTB dan Sekda NTB jangan hanya menilai kinerja kontraktor di ruangan saja.

“Tapi harus melihat kondisi riil di lapangan dan turun kebawah turun cek kondisi jembatan itu” Desaknya. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *