Bimantika.net -Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bima terus berbenah meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Langkah tersebut ditandai dengan diresmikannya Layanan Hemodialisa (cuci darah), Jumat (28/8), sebuah fasilitas kesehatan yang telah lama dinantikan masyarakat Kabupaten Bima.
Kehadiran layanan hemodialisa menjadi kabar baik bagi masyarakat, khususnya pasien penderita gagal ginjal kronis yang selama ini harus menjalani rujukan ke luar daerah.
Dengan tersedianya layanan tersebut di RSUD Bima, akses pengobatan diharapkan menjadi lebih dekat, mudah dan efisien, sekaligus mengurangi beban pasien dan keluarga.
Peresmian layanan tersebut dihadiri Bupati Bima Ady Mahyudi, didampingi Inspektur Kabupaten Bima Iwan Setiawan, SE, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Fatahullah, S.Pd, para Kepala Perangkat Daerah dan Kabag Lingkup Sekretariat Daerah, Direktur RSUD Bima drg. H. Ihsan, MPH beserta jajaran, dokter spesialis serta tenaga kesehatan RSUD Bima.
Dalam sambutannya, Bupati Ady Mahyudi menyampaikan apresiasi kepada manajemen RSUD Bima dan seluruh tenaga kesehatan yang telah bekerja keras merealisasikan layanan hemodialisa tersebut.
Menurut Bupati, hadirnya fasilitas ini bukan sekadar bertambahnya sarana kesehatan, tetapi merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.
“Pengoperasian layanan ini merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah daerah dalam mendekatkan akses pelayanan kesehatan dasar dan rujukan bagi masyarakat, khususnya pasien penderita gagal ginjal kronis,” tegasnya.
Bupati berharap layanan hemodialisa dapat berkembang menjadi salah satu layanan unggulan RSUD Bima. Namun, menurutnya, predikat tersebut tidak cukup hanya dengan tersedianya gedung dan peralatan medis.
“Predikat sebagai layanan unggulan tidak cukup hanya dengan tersedianya fasilitas. Harus dibuktikan melalui kualitas pelayanan, kompetensi tenaga kesehatan, keselamatan pasien, kedisiplinan serta kepuasan masyarakat,” ujar Ady Mahyudi.
Pesan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa pembangunan sektor kesehatan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan mutu pelayanan.
Menutup arahannya, Bupati Ady Mahyudi menitipkan pesan kepada seluruh jajaran RSUD Bima agar menjadikan kepercayaan masyarakat sebagai amanah yang harus dijaga.
“Kepada seluruh jajaran RSUD Bima, teruslah memberikan pelayanan terbaik. Jaga integritas, jaga profesionalisme, jaga keselamatan pasien dan yang paling penting, jaga kepercayaan masyarakat,” imbuhnya.
Sementara itu, Direktur RSUD Bima drg. H. Ihsan dalam laporannya memaparkan kesiapan infrastruktur, ketersediaan mesin hemodialisa serta dukungan tenaga medis terlatih yang akan mengoperasikan layanan tersebut.
Ia menegaskan bahwa pelayanan hemodialisa tidak hanya membutuhkan mesin dan ruangan yang memadai, tetapi juga sistem pelayanan yang kuat, tenaga kesehatan kompeten, keselamatan pasien serta koordinasi tim yang baik.
“Pelayanan hemodialisa ini bukan hanya menyangkut tersedianya mesin dan ruangan. Aspek yang jauh lebih penting adalah kesiapan sistem, kompetensi tenaga kesehatan, keselamatan pasien serta koordinasi tim dalam memberikan pelayanan,” jelasnya.
Bagi masyarakat, hadirnya layanan hemodialisa di RSUD Bima memiliki arti lebih dari sekadar fasilitas kesehatan baru. Kehadiran layanan ini menjadi harapan bagi keluarga pasien agar tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan terapi yang dibutuhkan.
Di tengah upaya pemerintah daerah memperkuat pelayanan publik, langkah Bupati Ady Mahyudi tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan akan memiliki makna ketika manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Rumah sakit bukan hanya tempat untuk mengobati penyakit, tetapi juga tempat menghadirkan rasa aman, harapan dan kemanusiaan bagi setiap warga yang membutuhkan pertolongan.
Rangkaian peresmian ditandai dengan pengguntingan pita dan peninjauan langsung ruang layanan hemodialisa. Bupati bersama rombongan melihat kesiapan fasilitas, peralatan serta ruang perawatan guna memastikan layanan dapat berjalan dengan baik dan memberikan kenyamanan bagi pasien.
Dengan hadirnya layanan hemodialisa, RSUD Bima kembali menunjukkan komitmennya untuk terus naik kelas. Dan bagi masyarakat Kabupaten Bima, sebuah pesan penting kembali ditegaskan: pelayanan kesehatan yang dekat, berkualitas dan manusiawi bukan sekadar harapan, tetapi harus menjadi hak yang benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat.
(RRS//RumaRenggeSape//007)

