Labbaik Allahumma Labbaik, Memahami Makna Mendalam Talbiyah

jpn

Bimantika.net -Setiap umat Islam yang berangkat ke tanah suci untuk ibadah haji atau umrah tentu atas kehendak Allah SWT.

Ada bacaan yang sunah diucapkan ketika menjalani ibadah haji atau umrah, Bacaan Labbaik Allahumma labbaik.

Kalimat “Labbaikallahumma labbaik” (لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ) adalah bagian awal dari bacaan Talbiyah yang diucapkan saat menjalankan ibadah haji atau umrah.

Bacaan Lengkap Talbiyah

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ
(Labbaikallahumma labbaik, labbaika la syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk. La syarika laka.)

Artinya

“Aku datang memenuhi panggilan-Mu ya Allah, aku datang memenuhi panggilan-Mu. Aku datang memenuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, aku datang memenuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat, dan segenap kekuasaan adalah milik-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu.”

Makna dan Kandungan Utama

Pemenuhan Panggilan: Kata “labaik” berarti memenuhi panggilan atau menjawab seruan dengan penuh ketaatan, kesiapan, dan kepatuhan yang terus-menerus.

Tauhid (Keesaan Allah): Penegasan berulang bahwa Allah SWT adalah satu-satunya Tuhan yang berhak disembah dan tiada sekutu bagi-Nya.

Penyerahan Diri dan Syukur: Pengakuan bahwa seluruh pujian, segala nikmat yang ada, serta kerajaan (kekuasaan) di alam semesta ini sepenuhnya adalah milik Allah SWT.

Talbiyah, seruan yang seringkali kita dengar saat musim haji, memiliki sejarah mendalam serta penuh makna.

Kalimat “Labbaikallahumma labbaik, labbaika-la syariika laka labbaik, innal-hamda wan-ni’mata laka wal-mulk, la syarikalak” memiliki arti “Aku memenuhi panggilan-Mu ya Allah, aku memenuhi panggilan-Mu, aku memenuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, Aku memenuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya puja dan puji serta kenikmatan dan kerajaan hanya bagi-Mu, tiada sekutu bagi-Mu” (HR. Muslim dari Abdullah bin Umar).

Menurut catatan sejarah, asal usul talbiyah bermula dari perintah Allah kepada Nabi Ibrahim AS setelah beliau selesai membangun Ka’bah bersama putranya, Nabi Ismail AS.

Allah memerintahkan Nabi Ibrahim menyeru seluruh umat manusia agar datang menunaikan ibadah haji ke Baitullah. Dalam Al-Quran, Surat Al-Hajj ayat 27, Allah berfirman: “Dan serulah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, atau mengendarai setiap unta yang kurus, mereka datang dari segenap penjuru yang jauh”.

Nabi Ibrahim, dengan penuh ketaatan, menaiki bukit Abi Qubais dan menyeru, “Wahai manusia! Allah telah memerintahkan kalian berhaji ke rumah suci ini. Maka berhajilah supaya kalian diberi pahala berupa surga Allah dan terhindar dari siksa neraka”.

Seruan ini, dengan izin Allah, terdengar oleh seluruh manusia, bahkan mereka yang belum lahir sekalipun.

Mereka yang mendengar seruan ini menjawab dengan kalimat talbiyah, “Labbaik Allahumma Labbaik”.

Talbiyah mulai dipraktikkan pada masa Nabi Ibrahim yang diperkirakan sekitar 2000 SM.

Praktik ini kemudian diteruskan Nabi Muhammad SAW saat beliau melaksanakan haji pertama kali pada tahun 9 H/632 M, di mana beliau mengajarkan dan menegaskan kembali pentingnya talbiyah sebagai bagian dari ibadah haji.

Talbiyah bukan sekadar seruan, tetapi juga simbol ketaatan kepada Allah. Setiap kali kita mengucapkan talbiyah, kita mengingat kembali panggilan suci yang pertama kali diserukan Nabi Ibrahim.

Ini adalah pengingat bahwa ibadah haji bukan hanya ritual fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang menghubungkan kita dengan sejarah dan ajaran Islam mendalam.

Dengan memahami asal usul talbiyah, kita dapat lebih menghargai makna dan pentingnya seruan ini dalam ibadah haji. (****Bbs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share via
Copy link