Kota Bima dan 7 Kepala Daerah Se Indonesia Sebagai Penjaga Resiliensi Ekonomi Versi IVL

jpn

Foto : dokumen INews

Bimantika.net -Kota Bima yang maju dan setara bukan sekedar kalimat pajangan saja, akan tetapi sebanding dengan capaian-capaian yang tentunya tidak terlepas dari adanya upaya dan ikhtiar pemimpinnya

Terbukti bahwa Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) salah satu dari 8 kepala daerah di Indonesia yang terseleksi mengikuti Program Indonesia Visionary Leader (IVL) Season XII di Jakarta, pada Senin (15/5/2023).

Selain Walikota Bima, 7 kepala daerah lainnya adalah Algafry Rahman, S.T (Bupati Bangka Tengah), Dr. H. Yuhronur Efendi, MBA (Bupati Lamongan), Thariq Modanggu, S.Ag., M.Pd.I (Bupati Gorontalo Utara), Irsan Efendi Nasution, S.H. (Wali Kota Padangsidimpuan), H. Lismidianto, S.H., M.H. (Bupati Kaur), Drs. Burhanudin (Bupati Belitung Timur), dan H.Sukirman, S.H (Bupati Bangka Barat).

Kegiatan yang digelar di Auditorium Gedung SINDO, Jakarta, ini mengangkat tema “Kepala Daerah Sebagai Penjaga Resiliensi Ekonomi” dengan tujuan dapat mencetak para pemimpin bangsa yang visioner.

Menghadapi prediksi kondisi perekonomian global di tahun 2023 yang penuh dengan ketidakpastian, Pemerintah pusat pun tetap optimis, waspada, dan antisipatif.

Pemerintah juga menyiapkan berbagai strategi dan kebijakan agar target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3% (yoy) di tahun 2023 dapat tercapai.

Sebagaimana yang di release INews, Sebagai kepala daerah, peran penting yang diemban adalah menjaga resiliensi ekonomi di wilayahnya. Resiliensi ekonomi merujuk pada kemampuan suatu wilayah untuk bertahan, beradaptasi, dan pulih dari tekanan ekonomi, baik dari faktor internal maupun eksternal.

Kepala daerah memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan kebijakan dan langkah-langkah strategis yang mampu menjaga stabilitas ekonomi daerah, merespons perubahan ekonomi yang cepat, dan mempromosikan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Maka dari itu, program Indonesia Visionary Leader hadir untuk membuktikan kekuatan visi dan misi, implementasi beserta kinerja yang selama ini dilakukan untuk membangun daerah yang dipimpinnya.

Para kepala daerah yang mengikuti program Indonesia Visionary Leader akan menjalani proses penilaian dari para dewan juri yang sangat kompeten di bidangnya.

Mereka adalah Prof. Dr. Budi Frensidy, SE, M.Com (Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia), Dr. L. Saydiman Marto, S. STP, M. Si (Analis Kebijakan Ahli Madya, Sekretariat Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri), dan Dr. Wahyu T. Setyobudi, MM, ATP, CPM (Pengajar Global Business Marketing, Binus Business School dan Co-Founder Astagatra Institute).

Setelah mengikuti program Indonesia Visionary Leader ini, para pemimpin daerah diharapkan semakin terpacu meningkatkan produktivitas dan kinerja mereka.

Peningkatan tersebut kemudian diharapkan bisa berimplikasi memupuk keyakinan kepada masyarakat bahwa pemimpin mereka memang memiliki kompetensi yang mumpuni dalam membangun daerahnya masing-masing. (***//Bbs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *