Bimantika.net _Patut di apresisi tindakan dan Langkah Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) soal isu pencemaran pantai dan teluk BIma.
Walikota HML Tak ingin pantai teluk Bima Khususnya lawata tercemar yang menyebabkan areal pariwisata andalan Kota Bima ikut tercemar.
Pada hari Jumat 29/4 Walikota HML mengundang para Ahli untuk membahas tentu juga mencari solusi yang solutif.
Tak tanggung-tanggung HML menghadirkan Dr. Syafyudin Yusuf, ST, M.Si doesn kelautan dan Perikanan Unhas/Peneliti Marine Center,
A.Haris Dinata, MSi, Dosen Amdal/Lingkungan STT Bima.
Ir. Hadi Santoso, MM.General Manager Geopark Tambora SAMOTA Biosphere Reserve.
Dalam kesempatan itu Dr. Syafyudin menyatakan beberapa hari yang lalu menyimak berita tentang pencemaran teluk Bima langsung melakukan wanwancara by phon dengan para pihak termasuk om Haris Dinata.
Awalnya para Ahli ini menduga bahwa sumber pencemaran ini adalah dari aktivitas cucian kapal atau dari limbah akibat kebocoran tangki, juga menduga limbah buangan yang perusahaan Listrik seperti PLTD NIU, PLTU dan juga menduga akibat dari buangan dari aktivitas PT. Pertamina namun setelah diteliti semuanya nihil.
secara fisik pihak peneliti amati itu bukan berbentuk minyak dan tidak berbau minyak.
Namun itu nyatanya berlendir seperti Jelly.
itu bersumber dari booming tumbuhan laut berupa plankton dan juga fitoplankton akibat tingginya unsur hara yang ada di sekitar teluk Bima.
Unsur hara yang tinggi inilah menyuburukan tumbuhan laut. Dari mana unsur hara ini ?, kata penyelam yang pernah menyelam dan mengisi symposium internasional ini, unsur hara itu merupakan residu kiriman dari aktivitas pertanian yang tinggi disekitar kota BIma.
Sawah –sawah dan gunung-gunung sebagaimana kita ketahui aktivitas pertanian jagung yang menggunakan pupuk berlebihan bisa memicu tingginya unsur hara tersebut.
Namun demikian kita tetap saja menunggu hasil laboratorium yang sedang di lakukan uiji oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bima.
Dari hasil itulah kita baru bisa mendapatkan kepastian bahwa apa saja unsur yang ada di air laut yang berbusa berbentuk Jelly itu.
Senada dengan dengan itu, ahli Lingkungan Sekolah Tinggi Teknik STT Bima A.Haris Dinata, M.Si pun setuju dengan pendapat Dr. Syafudin.
Jelas Haris mantan pejabat DLH puluhan tahun ini, sejak banjir 2006, 2016 ditambah lagi banjir-banjir 3 tahun terakhir ini sedangkan diatas sana aktivis petani jagung makin tinggi menyebabkan erosi yang sangat tinggi pula.
Dampaknya adalah teluk BIma telah menumpuk sedimentasi yang sungguh luar biasa tinggi.
Ironis nya sedimentasi itu adalah bersumber dari erosinya topsoil yang subur yang menyuburkan lautpun subur akibatnya dalah tumbuhan laut berkembang dengan cepat.
Makanya booming algae di teluk Bima saat ini. manakalah algae itu terpapar oleh sinar matahari ekstrim atau perubahan iklim yang sangat ektrim menyebabkan tumbuhan laut itu mati dan stress sehingga mengapung membentuk jelly dan Leadir berbusa seperti yang kita lihat sekarang ini.
Kenapa kelihatan cioklat seperti kopi susu ?, karena tercampur oleh lumpur/sedimen yang mengembang terbawa arus dan pang surut, ungkap Mantan Wakil Ketua Bidang LH KNPI Kota Bima ini.
Ditempat yang sama Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) pun mendapat masukan dari Budayawan Alan Malingi.
Alan menyatakan bahwa Teluk Bima harus tetap dijaga dan dilestarikan karena ada banyak Heritage yang perlu di jaga.
Apalagi Walikota HML ini konsen di wisata Bahari maka konsekwensinya adalah laut kita harus tetap jerni dan indah sembari kita eklpor Heritage yang berada diteluk Bima, Ungkap Alan penuh akrab.
Ir. Hadi Santoso Staf Khusus Gubernur NTB yang juga GM Geopark Tambora Samota Biosphere Reserve menjanjiikan akan mensingkronkan program-program NTB dengan rencana pengembangan pariwisata kota Bima.
“Kami salut dan sangat mendukung langkah pak wali yang begitu semangat bangun Kota BIma terutama bidang Pariwisata”, ujar Pemilik Toko Central Muslim Bima ini.
Merespon masukan para ahli terebut, Walikota HML mengaku senang dan terima kasih pada semua pihak terutama Dr. Syaifuddin datang jauh dari Makassar yang begitu peduli pada teluk BIma.
“Kami tetap mohon pada pak Doktor utk membantu kota BIma dalam menyelamatkan teluk Bima karena kita sedang menata menjadikan wisata pantai ini menjadi andalah di kota BIma” demikian harap Walikota HML.
Walikota HML menyadari dulu sebelum dirinya menjabat Walikota Bima anggaran Pariwisata Kota Bima hanya 1,2 M sekarang sudah mencapai 12 M.
Pariwasata Kolo sudah dan sedang kami kembangkan Pondok wisata yang dulu berantakan sudah kami sulap menjadi indah menjadi tempat penginapan yang nyaman, lumayan untuk mendongkrak PAD.
“kalau Prof mau nginap disana sampaikan ke saya supaya saya telpon kadis pariwisata untk memfasilitasi”, canda HML yang diikuti tertawa bareng.
Walikota HML pun menyampaikan bahwa pariwisata Lawata semakin di percantik untuk membuat daya tari pengunjung.
“Kami sudah membuat masterplan dan rencana pengembangan Zona Pariwisata Lawata. komitmen kami Lawata akan di percantik. Lawata pasti kren” ungkapnya optimis.
Walikota HML dan pihak Unhas akan menjajaki kerjasama dalam rangka pengembangan teluk Bima untuk masa-masa yang akan datang. (***)

