Bimantika.net _
Puncak acara khitanan ( Suna ro ndoso ) Keluarga Sultan Bima berjalan penuh khidmat dihadiri oleh ribuan pasang mata mulai pejabat tinggi Negara hingga rakyat biasa.
Keluarga Istana yang dikhitan itu diantaranya Pangeran Muhammad Putra Pratama, Muhammad Athala dan Muhammad Naufal Haydar hari ini berlangsung di depan Pelataran Museum ASI Mbojo, Sabtu (1/10/22).
Kegiatan diwarnai dengan pelestarian Budaya Leluhur Bima Dari rangkaian awal acara mulai lomba gantao, upacara kapanca, eksebisi marawis, compo sampari, dan gambus.
Liputan langsung Media online Bimantika di tempat kegiatan berlangsung bahwa Seluruh rangkaian tersusun dengan rapi dihandle Majelis Adat Syara’ Dana Mbojo serta Keluarga Besar Kesultanan Bima.
Sebelum dilakukan acara Compo sampari dan didudukkan di singgasana suna ra ndoso ketiga putera dan cicit Sultan Bima tersebut di tuntun dengan tandu kehormatan memasuki Istana Bima, dan diiringi pasukan bersenjatakan tombak sebuah senjata warisan leluhur Bima dari era ke era Kesultanan.
Hadir dalam acara yang bersejarah tersebut Ketua MK RI Prof. Dr.H. Anwar Usman SH, MH, Bupati Dompu Abdul Kader Jaelani, Ketua DPRD Kabupaten Bima dan jajaran, Walikota Bima HM Lutfi, beserta Wakil Bupati Bima maupun Forkompimda setempat termasuk pejabat lainnya dan ASN, Kapolres Bima AKBP Heru Sasongko.
Ketua MK Republik Indonesia bukan sekedar datang sebagai tamu undangan dalam Acara Suna ro Ndoso Keluarga Istana Bima.
Kehadiran Ketua MK Republik Indonesia sekaligus melakukan prosesi Compo Sampari untuk Anak-anak Sultan Yang di Khitan.
Dalam prosesinya acara sangat khidmat diiringi oleh atraksi atraksi budaya maupun seni lainnya khas Bima Mbojo seperti Tarian Wura Bongi Monca maupun Tarian Buja Kadanda serta atraksi budaya menarik yang turut memikat hati para hadirin dan undangan yang ada.
Dalam acara khitan tersebut tampil sebagai pengantar doa Ustadz Kondang Agus Patria yang mengumandangkan doa doa khusu’ khidmat dan fokus syahdunya acara khitanan massal tersebut.
Majelis Adat Syara’ Dana Mbojo selaku pelaksana acara khitanan atau Suna Ro Ndoso sangat all out mempersembahkan khitanan ketiga cicit Sultan Bima tersebut.
Acara sangat meriah dan dipadati tamu baik dari luar Bima maupun fi dalam kabupaten dan Kota Bima sendiri tumpah ruah tak terelakkan adanya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun untuk acara pamungkasnya malam ini yang diakhiri dengan gambus sebagai iringan terakhir dalam prosesi khitan pangeran dari Keluarga Kesultanan Bima. (***)

