Kepemimpinan Baru PGRI Kabupaten Bima Diharapkan Jadi Pelindung Kepentingan Guru, Bupati Tekankan Perubahan Konkret

jpn

Bimantika.net 25 April 2026 — Komitmen menghadirkan perubahan nyata dalam dunia pendidikan kembali ditegaskan Ady Mahyudi saat membuka secara resmi Konferensi Kerja Kabupaten I (Konkerkab I) dan Konferensi Luar Biasa (KLB) Persatuan Guru Republik Indonesia Kabupaten Bima di Gedung PGRI, Belo.

Forum strategis ini tak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga penentu arah masa depan perlindungan dan perjuangan hak-hak guru di daerah.
Mengusung tema “Transformasi PGRI Menuju Indonesia Emas dan Bima Bermartabat”,

konferensi tersebut menghadirkan jajaran penting dunia pendidikan, mulai dari pengurus PGRI tingkat provinsi hingga kabupaten/kota, serta para guru sebagai ujung tombak pendidikan.

Dalam konteks nasional, peran PGRI dinilai semakin krusial di tengah dinamika kebijakan pendidikan yang menuntut adaptasi cepat, peningkatan kualitas, serta keberpihakan nyata kepada tenaga pendidik.

Dalam sambutannya, Bupati menekankan bahwa kepemimpinan PGRI yang terpilih harus mampu melampaui rutinitas administratif dan benar-benar hadir sebagai pengayom bagi guru.

Ia menegaskan bahwa berbagai persoalan klasik—mulai dari kesejahteraan, distribusi tenaga pendidik, hingga perlindungan profesi—membutuhkan organisasi yang kuat, responsif, dan berani memperjuangkan kepentingan anggotanya.

“Konferensi ini bukan sekadar forum seremonial, tetapi momentum menentukan arah baru. Ketua PGRI yang terpilih harus menjadi garda terdepan dalam mengayomi dan menyelesaikan persoalan guru secara konkret, bukan hanya simbolik,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati mengingatkan bahwa perbedaan pilihan dalam proses konferensi adalah hal yang wajar dalam demokrasi organisasi.

Namun, ia menggarisbawahi pentingnya menjaga soliditas agar PGRI tetap menjadi rumah besar yang menyatukan, bukan memecah.

Sementara itu, Wakil Ketua III PGRI Provinsi NTB, Lalu Kaharudin, menyebut Konkerkab sebagai ruang evaluasi menyeluruh terhadap program kerja organisasi. Ia menilai, keberhasilan PGRI ke depan sangat ditentukan oleh kemampuan kepemimpinan baru dalam membaca persoalan riil di lapangan dan merumuskan solusi yang implementatif.

Sorotan utama kini tertuju pada Ketua PGRI Kabupaten Bima yang terpilih. Harapan besar disematkan agar figur tersebut tidak hanya mampu merawat organisasi, tetapi juga tampil sebagai pelindung dan pembela guru dalam menghadapi berbagai tekanan dan tantangan profesi.

Di tengah tuntutan peningkatan mutu pendidikan nasional, keberadaan pemimpin PGRI yang berpihak pada guru menjadi kebutuhan mendesak, bukan lagi pilihan.

Dengan demikian, hasil konferensi ini diharapkan tidak berhenti pada pergantian kepemimpinan semata, tetapi melahirkan gerakan nyata yang menjawab kebutuhan guru dan mendorong terwujudnya pendidikan berkualitas

di Kabupaten Bima sejalan dengan visi besar Indonesia menuju masa depan yang lebih unggul.
(RRS//RumaRenggeSape//007)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *