Bimantika.net _Kasat Narkoba Polres Bima Kota, AKP Tamrin, S.Sos, Selasa 13 September 2022 menjadi Pemateri di hadapan ratusan Mahasiswa Baru Kampus STISiP Mbojo Bima.
Kasat Narkoba hadir karena memenuhi undangan dari Panitia Ospek Mahasiswa Baru untuk memberikan materi dengan tema sentral “Bahaya Narkoba Bagi Generasi Muda”.
Kasat Narkoba menerangkan bahwa era tahun 90-an, pemakai narkoba sudah masuk di segala lini kehidupan termasuk pelajar dan Mahasiswa.
Dari segi usia, narkoba sudah tidak di nikmati golongan remaja tetapi juga golongan setengah baya dan golongan usia tua.
“Peredaran narkoba sudah tidak lagi hanya di Kota Besar tetapi sudah masuk di desa-desa, dan ini sudah menjadi Bahaya Laten yang harus diberantas secara tuntas” ungkapnya.
Menurut Tamrin, Jika dilihat dari kalangan pengguna Narkoba tidak hanya di nikmati kalangan tertentu saja seperti kaum kaya, akan tetapi sudah merangsek masuk hingga pada generasi yang sangat tidak mampu sekalipun bisa terjangkiti.
Bahkan merambat hingga ke segala macam profesi seperti Artis, dokter, pengacara bahkan yang lebih menyedihkan lagi sudah menjalar dikalangan pejabat bahkan aparat penegak hukum itu sendiri.
“Inilah bahaya Narkoba yang mengharuskan kita sebagai generasi intelektual berperan aktif ikut bergandengan tangan dalam memberantas Narkoba” ujarnya.
Dan hampir setiap hari mendengar informasi terkait kasus Narkoba baik di media cetak maupun di media elektronik bahwa telah terjadi penangkapan oleh aparat yang berwajib para pelaku penyalahguna maupun pengedar Narkoba baik dengan cara penyelundupan maupun berbagai modus operandi lainnya.
“Para pelaku yang sudah dihukum penjara bahkan para pelaku tidak pernah jera sehingga mereka menjadi Residivis di penjara berulang juga tidak pernah kapok,”bebernya.
Lanjut Kasat, Bahwa Narkoba sangat berbahaya untuk didekati, apalagi sampai menyalahgunakan, menjadi pengedar hingga jadi bandar.
“Karena Selain melanggar hukum dan bisa di penjara sampai puluhan tahun hingga hukuman mati” ungkapnya.
Narkoba dapat merusak organ tubuh dan memperlambat cara berpikir dan Efek penggunaan narkoba juga dapat mengakibatkan berbicara kacau dan tidak dapat mengendalikan diri serta bawaannya halusinasi.
“Mahasiswa harus menjadi pelopor menyelamatkan generasi bangsa dari bahaya narkoba, karena memberantas Narkoba tidak serta merta hanya BNN dan Polisi melainkan butuh keterlibatan semua pihak utamanya Mahasiswa” harapnya.
Efek lain dari penggunaan narkoba kata Kasat adalah, tingkah laku seperti mabuk tanpa berbau alkohol. Gejala putus obat atau sakaw mengalami gelisah, susah tidur, mengigau, tertawa tidak wajar dan paling berbahaya bisa menyebabkan kematian.
Jika berlebihan pemakaian narkoba atau over dosis dapat menyebabkan nafas tersengal-sengal, kulit lembab dan dingin, pupil mata mengecil, denyut jadi cepat dan lemah dan juga bisa koma hingga kematian.
“Jangan pernah coba menggunakan narkoba jika tidak mau masa depan kita hancur,” tutupnya. (***)

