Kantor Sayap Walikota Bima Era HML Simbol Kemajuan Pembangunan

Bimantika.jet Pembangunan sayap kantor Walikota Bima di samping kiri dan kanan Gedung Utama adalah sebuah simbol kemajuan pembangunan Kota Bima.

Simbol Kemajuan itu Terwujud di Era Kepemimpinan Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML).

Yang tentunya di bangun dengan menggunakan Konstruksi Kerangka Baja yang Kokoh dan Kuat.

Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) yang dikonfirmasi Media Online Bimantika Selasa 1 Maret 2022 menyebutkan bahwa pembangunan Sayap kantor Walikota itu ada tujuan yang ingin di capai dalam Pemerintahannya.

“Salah satu dari sekian banyak tujuannya adalah untuk memaksimalkan pelayanan publik” ujar Walikota HML.

Rencana perluasan dan pelebaran kantor Walikota bukanlah ide dadakan, serba mendadak namun rencana ini sudah lebih dulu ada di dlm design maket plan di kantor Walikota Bima sejak Berdirinya Kantor Walikota Bima.

Mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Gedung Walikota Bima era almarhum Drs. HM. Nur A. Latif merasa bangga dengan terwujudnya Pembangunan Sayap Kantor Walikota Bima di Era Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML).

Adalah Syafruddin, ST Alumni Teknik Sipil Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar sebagai PPK Pembangunan Gedung Walikota Bima kala itu.

”Mantap melanjutkan karya besar Noly (Almarhum Walikota Bina,red) di era HML bisa terwujud. HML Okey, PPK nya pembangunan gedung utama pada waktu itu adalah saya” ujar Syafruddin mengenang saat dikonfirmasi media Online Bimantika beberapa waktu lalu.

Lanjutnya bahwa Sayap kantor Walikota yang di bangun sejajar pada sisi kiri dan kanan dalam design awalnya untuk keperluan pelayanan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Karna filosofisnya adalah untuk menyatukan Pelayanan Publik yang saat berdirinya Kota Bima tempatnya terpisah dengan kepala daerah” ungkapnya.

Terwujudnya Pembangunan sayap kantor ini rampung dan siap digunakan maka filosofi awalnya tergapai yakni seluruh OPD akan berada dalam satu kawasan dan mempermudah serta meningkatkan pelayanan publik.

Memang Harus di akui bahwa dalam pelaksanaannya, prosesi pembangunan tidak sesuai waktu pekerjaan yang tersedia, namun berbagai faktor pun di era Pandemi Covid-19 tentu semua orang bisa memakluminya.

Faktor kendala saat Bimantika menelusuri pad Kontraktor Pelaksana nya salah satu dari sekian banyak faktor adalah kendala yakni adanya keterlambatan produksi bahan baku, kondisi cuaca serta pekerja yang harus mentaati Protokol Covid-19.

“termasuk keterlambatan pengiriman bahan baku yang harus diangkut dari Surabaya ke Kota Bima terkendala adanya PPKM Pulau Jawa saat itu” ujar Sumber Media Bimantika. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *