BIMAntika.net -Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) pengurus Kota Bima saat ini tengah mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Nusa Tenggara Barat.
Porprov akan digelar di Kota Mataram, khusus cabang olahraga panjat tebing pada tanggal 16 sampai dengan 25 Juli 2026.
Tim Porprov NTB panjat tebing Kota Bima menurunkan 18 atlit baik putra maupun putri. Dan akan mengikuti 18 nomor pertandingan.
Manager Tim panjat tebing Kota Bima Burhanuddin Thole membeberkan kesiapan atlit dalam menghadapi Porprov XII NTB, dari 18 atlit KONI Kota Bima hanya mampu menanggung biaya 10 orang atlit sisanya 8 orang akan diberangkatkan secara mandiri.
“Sebenarnya kami keberatan terkait adanya atlit yang harus bertanding secara mandiri” ujarnya Senin (29/6/2026).
Di event Porprov XI NTB tahun 2023 lalu panjat tebing berhasil meraih juara umum dengan torehan 5 medali emas dari 16 nomor yang dipertandingkan dan menjadi cabang olahraga terbanyak menyumbang medali emas untuk Kota Bima.
Thole sapaan akrabnya menjelaskan bahwa persiapan Tim Training Centre Mandiri sudah dilakukan sejak tahun 2025.
“Sebenarnya kami tidak berharap adanya atlit yang diberangkatkan secara mandiri karena tidak mungkin kami mengirim hanya 10 atlit, pembatasan maksimal 3 nomor untuk setiap atlit sehingga kalau hanya 10 atlit yang dikirim maka Tim akan panjang. Baik pada nomor beregu, mix dan perorangan” ujarnya.
Sementara itu Muhammad Fauzi selaku Ketua Umum Panjat Tebing Kota Bima menuturkan bahwa support dari pemerintah Kota Bima sangat diharapkan untuk mewujudkan target panjat tebing untuk mempertahankan kembali juara umum pada Porprov sebelumnya.
Ketika ditanya untuk meraih juara umum pada cabang olahraga panjat tebing kira-kira Tim Kota Bima bisa menyumbang berapa medali emas ?Fauzi memprediksikan akan memaksimalkan pada nomor-nomor beregu dan nomor campuran dimana nomor itu ada 8 medali emas.
“Namun semua kembali kepada performance atlit yang akan berlaga” tuturnya.
Menyinggung keterbatasan anggaran. Ozi sapaannya berharap cukuplah kondisi hari ini yang sangat buruk. Selama mengikuti Porprov NTB sejak Kota Bima tahun 2006 ikut Porprov. Porprov kali ini yang sangat sedih. Adik-adik berlatih secara mandiri.
Ia Harapkan kepada Bapak Walikota Bima pada saat pelepasan resmi Kontingen Kota Bima menghadapi Porprov XII NTB nantinya agar Bonus bagi para pejuang olahraga diperhatikan setidaknya ada peningkatan seperti porprov sebelumnya sebesar 20 juta emas, perak 10 juta dan perunggu 5 juta.
“Dengan harapan mengesampingkan alasan keterbatasan anggaran saat ini. Saya pikir Kota Bima #BISA sesuai dengan Moto Bapak Walikota Bima” demikian ungkap Ozy (****)

